Rembulan Kusmawati, Rembulan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakterisasi Carboxymethyl Cellulose Sodium (Na-CMC) dari Selulosa Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) yang Tumbuh di Daerah Jatinangor dan Lembang Indriyati, Wiwiek; Kusmawati, Rembulan; Sriwidodo, Sriwidodo; Hasanah, Aliya Nur; Musfiroh, Ida
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.677 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v3i3.9582

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) berpotensi sebagai sumber bahan baku pembuatan carboxymethyl cellulose sodium (Na-CMC) karena memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik Na-CMC serta mengetahui signifikansi perbedaan parameter WHC (Water Holding Capacity) dan OHC (Oil Holding Capacity) dari Na CMC yang disintesis dari selulosa eceng gondok yang tumbuh di Jatinangor dan Lembang. Dilakukan isolasi α-selulosa menggunakan natrium hidroksida 30%,  sintesis Na-CMC melalui tahap alkalinasi menggunakan natrium hidroksida 40% dan karboksimetilasi dengan natrium monokloroasetat; penambahan crosslinker epiklorohidrin; dan karakterisasi Na-CMC berdasarkan Farmakope Indonesia, dan JECFA. Diperoleh rendemen α-selulosa hasil isolasi dari eceng gondok Jatinangor sebesar 20,80% dan Lembang sebesar 18,60% dengan kadar α-selulosa masing-masing 76,53% dan 71,35%; hasil sintesis diperoleh rendemen Na-CMC sebesar 96,87% dan 85,03%; penambahan crosslinker menghasilkan rendemen Na-CMC sebesar 439,14% dan 221,81%. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa Na-CMC telah memenuhi persyaratan organoleptis, kelarutan, foam test, pembentukan endapan, viskositas dan kandungan logam berat. Beberapa parameter lain seperti susut pengeringan, kandungan natrium dan derajat substitusi belum memenuhi persyaratan, namun mempunyai nilai yang lebih baik dibandingkan dengan Na-CMC baku. Uji statistika komparatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada nilai WHC namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai OHC dari Na-CMC hasil sintesis dari tanaman eceng gondok yang tumbuh di Jatinangor dan Lembang.
Karakterisasi Carboxymethyl Cellulose Sodium (Na-CMC) dari Selulosa Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) yang Tumbuh di Daerah Jatinangor dan Lembang Indriyati, Wiwiek; Kusmawati, Rembulan; Sriwidodo, Sriwidodo; Hasanah, Aliya Nur; Musfiroh, Ida
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.677 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v3i3.9582

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) berpotensi sebagai sumber bahan baku pembuatan carboxymethyl cellulose sodium (Na-CMC) karena memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik Na-CMC serta mengetahui signifikansi perbedaan parameter WHC (Water Holding Capacity) dan OHC (Oil Holding Capacity) dari Na CMC yang disintesis dari selulosa eceng gondok yang tumbuh di Jatinangor dan Lembang. Dilakukan isolasi ?-selulosa menggunakan natrium hidroksida 30%,  sintesis Na-CMC melalui tahap alkalinasi menggunakan natrium hidroksida 40% dan karboksimetilasi dengan natrium monokloroasetat; penambahan crosslinker epiklorohidrin; dan karakterisasi Na-CMC berdasarkan Farmakope Indonesia, dan JECFA. Diperoleh rendemen ?-selulosa hasil isolasi dari eceng gondok Jatinangor sebesar 20,80% dan Lembang sebesar 18,60% dengan kadar ?-selulosa masing-masing 76,53% dan 71,35%; hasil sintesis diperoleh rendemen Na-CMC sebesar 96,87% dan 85,03%; penambahan crosslinker menghasilkan rendemen Na-CMC sebesar 439,14% dan 221,81%. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa Na-CMC telah memenuhi persyaratan organoleptis, kelarutan, foam test, pembentukan endapan, viskositas dan kandungan logam berat. Beberapa parameter lain seperti susut pengeringan, kandungan natrium dan derajat substitusi belum memenuhi persyaratan, namun mempunyai nilai yang lebih baik dibandingkan dengan Na-CMC baku. Uji statistika komparatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada nilai WHC namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai OHC dari Na-CMC hasil sintesis dari tanaman eceng gondok yang tumbuh di Jatinangor dan Lembang.