Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Jaringan Secara Histologi dari Strain Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) yang Terinfeksi Penyakit Ice-Ice Maulani, Resi Kumala; Achmad, Marlina; Latama, Gunarto
TORANI: Journal of Fisheries and Marine Science VOLUME 1 NOMOR 1, DESEMBER 2017
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.153 KB) | DOI: 10.35911/torani.v1i1.3796

Abstract

 Salah satu yang menyebabkan kegagalan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii  yaitu terserangnya penyakitice – ice . Penyakit ice-ice merupakan penyakit yang umum terjadi pada rumput laut kappaphycus  dengan gejalaterjadinya pemutihan pada bagian thallus  dan penyakit ini dapat menyebabkan kematian massal pada produksirumput laut kappaphycus alvarezii . Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menganalisa bagian thallus  rumputlaut Kappaphycus alvarezii  yaitu uji histopatologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan bentuksel pada kondisi jaringan thallus  rumput laut K.alvarezii  yang terserang penyakit ice- ice  menggunakan metodehistopatologi. Pengambilan sampel rumput laut yang digunakan jenis Kappaphycus alvarezii  varietas coklat danhijau dengan 1 titik masing – masing varietas. Sampel rumput laut terdiri atas 2 sampel yaitu bagian thallus  yangterserang penyakit ice-ice  dan bagian thallus  tanpa gejala ice-ice . Sampel berumur 15 hari. Sampel yang dipilihuntuk pemeriksaan, dipotong setebal 0,5 - 1 cm. Sampel dimasukkan kedalam botol sampel untuk difiksasi ± 1minggu, yang berisi formalin 10%.Tahapan pembuatan preparat histopatologi terdiri atas fiksaksi, dehidrasi,clearing , impregnasi , embedding , cutting , staining , dan pemeriksaan dibawah mikroskop. Penelitian ini dianalisissecara dekskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan gambar histopatologi pada jaringan rumput laut K.alvarezii . Jaringan thallus  yang yang terserang penyakit ice-ice  mengalami perubahan bentuk sel, bagian lapisanluar terlihat tidak utuh, hancur, sehingga mengalami kematian sel dan bagian korteks dalam dinding sel terlihattidak teratur dan renggang, tidak terbentuk bulat atau lonjong, sebagian sel mengecil. Jaringan thallus  yang tidaknormal mengalami gejala Hipoplastik (terhambatnya atau terhentinya pertumbuhan sel) dan Nekrotik (kematiansel).Kata kunci : Kappaphycus alvarezii, penyakit ice – ice, Histopatologi, Hipoplastik, Nekrotik
Pengaruh Perbedaan Varietas Rumput Laut (Kappaphycus sp) dan Variasi Kedalaman Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Laut Menggunakan Metode Budidaya “Top Down” A.R.Tassakka, Asmi Citra Malina; Latama, Gunarto; Rustam, Rustam
TORANI: Journal of Fisheries and Marine Science Vol 24, No 1 (2014)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.147 KB) | DOI: 10.35911/torani.v24i1.114

Abstract

The objective of this study was to investigate the effect of different types of Seaweed (Kappaphycus sp) and depth variation on the growth, production and carrageenan content of Seaweed using a top down cultivation method. Top down method combined the two methods of cultivation, the method of surface and off-bottom method. The types of Seaweed used were Kappaphycus alvarezii (Brown Maumere and Local Maumere) and Bali Seaweed (Kappaphycus striatum). This study was designed using a factorial experimental design, where is comprised of two factors: the types and water depth.  Parameters measured were daily growth rate, production and carrageenan content of Seaweeds.  The results showed that different types of Seaweed gave a significant effect (P<0.05) on daily growth rate and production of Seaweeds, however depth variation did not give a significant effect on daily growth rate and production of Seaweeds (P>0.05).  A combination of Seaweed types and depth variation did not give a significant effect on daily growth rate and production of Seaweeds (P>0.05). The highest carrageenan content was found in Local Seaweed (42.15%).  Brown Seaweed produced 40.59% of carrageenan content while Bali Seaweed produced 35.80%.
Prevalensi Epifit Neosiphonia sp. pada Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Varietas Coklat dan Hijau Bunga, Margaretha; Latama, Gunarto; Irawati, Irawati
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan No 5 (2018)
Publisher : Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.891 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi serangan epifit Neosiphonia sp. pada rumput laut (Kappaphycus alvarezii) varietas coklat dan hijau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan April 2016 di Perairan Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Tanaman uji yang digunakan adalah rumput laut jenis K. alvarezii varietas coklat dan hijau yang diperoleh dari Perairan Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan yaitu rumput laut varietas coklat dan hijau, dan 5 kali ulangan yaitu 5 kali pengamatan mulai pada awal tanam umur 1 hari, umur 10 hari, umur 20 hari, umur 30 hari dan umur 45 hari saat panen. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji statistik non parametrik Chi-Square menggunakan SPSS 15. Hasil analisis statistik Chi-Square menunjukkan bahwa prevalensi serangan epifit Neosiphonia sp. pada rumput laut K. alvarezii varietas coklat dan hijau tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada lima kali pengamatan.Kata kunci: Epifit Neosiphonia sp., prevalensi, rumput laut Kappaphycus alvarezii, varietas coklat dan hijau.