Abdul Razak Thaha, Abdul Razak
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PROKSIMAT DAN ORGANOLEPTIK PENGGUNAAN IKAN MALAJA SEBAGAI PEMBUATAN KERUPUK KEMPLANG Thaha, Abdul Razak; Zainal, Zainal; Hamid, Sitti Khadijah; Ramadhan, Denny Saputra; Nasrul, Nasrul
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 1: MARET 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.839 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i1.3691

Abstract

Ikan Malaja hanya banyak dikonsumsi orang dewasa sehingga perlu upaya agar anak-anak dapat mengonsumsinya di masyarakat palopo. Kerupuk adalah camilan yang dapat dimakan disetiap waktu sehingga jika dijadikan kerupuk ikan yang memiliki kandungan gizi yang bermanfaat. Penelitian bertujuan mengetahui uji organoleptik dan proksimat dari kerupuk ikan malaja. Penelitian ini dirancang menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap faktor tunggal dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan menjadi 15 unit percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air krupuk kemplang adalah mulai 1,50?5,12%. Kadar air tertinggi didapatkan pada perlakuan kontrol. Kadar protein tertinggi dihasilkan dari perlakuan A4. Persentase kadar abuyang tertinggi terdapat pada perlakuan A4 dan terendah pada perlakuan A1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa skor aroma yang paling tinggi diperoleh pada perlakuan A1 yakni 3,27. Nilai Skor warna tertinggi diperoleh dari perlakuan A0 (kontrol). Nilai skor rasa tertinggi diperoleh pada perlakuan A2 dan A3. Penambahan ikan malaja sebesar 15% dan 25% sangat disukai oleh panelis. Disimpulkan bahwa kandungan tertinggi pada uji proksimat berdasarkan kelompok perlakuan yaitu karbohidrat pada perlakuan, lemak pada perlakuan, protein pada perlakuan A4. Uji organoleptik dengan perlakuan terbaik pada pembuatan krupuk ikan malaja adalah perlakuan A2.
FAKTOR RISIKO STUNTING USIA 6-23 BULAN DI KECAMATAN BONTORAMBA KABUPATEN JENEPONTO Nasrul, Nasrul; Hafid, Fahmi; Thaha, Abdul Razak; Suriah, Suriah
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3: SEPTEMBER 2015
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.481 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i3.518

Abstract

Stunting adalah retardasi pertumbuhan linier kurang dari -2 SD standar WHO pertumbuhan anak panjang badan menurut usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini sebanyak 410 set e-files data survei gizi & kesehatan ibu dan anak Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto 2014 dengan sampel sebanyak 350 set data yang diambil dengan teknik exhaustive sampling. Data dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko stunting dalam penelitian ini adalah (OR; p value), berat badan lahir rendah (OR=3,651; p=0,002), usia anak 12-23 bulan (OR=2,708; p=0,000), tinggi badan ibu <150cm dengan (OR=1,970; p=0,006), pengasuh tidak mencuci tangan menggunakan sabun (OR=1,765; p=0,021) dan imunisasi dasar yang tidak lengkap (1,640; p=0,037). Faktor risiko stunting dominan pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto adalah berat badan lahir rendah, usia anak 12-23, tinggi badan ibu <150cm, pengasuh tidak mencuci tangan menggunakan sabun dan imunisasi dasar yang tidak lengkap.
PERAN KADER POSYANDU PADA PELAYANAN TERPADU WANITA PRAKONSEPSI DI WILAYAH PUSKESMAS PATTINGALLOANG Paridah, Paridah; Citrakesumasari, Citrakesumasari; Thaha, Abdul Razak
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2: JUNI 2014
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.09 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v10i2.499

Abstract

Pelayanan kesehatan prakonsepsi merupakan strategi kesehatan masyarakat untuk memperbaiki status kesehatan dan gizi serta menurunkan angka kematian ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran kader Posyandu dalam pelayanan terpadu wanita prakonsepsi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian gabungan, yaitu metode penelitian kuantitatif deskriptif dan penelitian kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian adalah kader Posyandu (16 orang). Informan kunci adalah wanita prakonsepsi (10 orang) dan keluarganya serta Imam kelurahan (3 orang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader mampu menjaring wanita prakonsepsi sebesar 93,3%, kader mampu memantau konsumsi kapsul multi zat gizi mikro wanita prakonsepsi sejumlah 80%, selama pemantauan wanita prakonsepsi yang patuh 41,7% dan tidak patuh 58,3%. Kemampuan kader dalam menjaring terhambat oleh tidak sampainya informasi pernikahan kepada kader dan kemampuan memantau terkendala karena wanita prakonsepsi tidak bertemu kader. Kader mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk menyampaikan informasi dan motivasi kepada wanita prakonsepsi dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Namun, pemantauan konsumsi kapsul wanita prakonsepsi oleh kader tidak sesuai prosedur dan mendapatkan beberapa kendala sehingga kurang dapat meningkatkan kepatuhan wanita prakonsepsi. Disimpulkan bahwa kader Posyandu mampu melaksanakan perannya meskipun tidak maksimal karena mendapatkan beberapa kendala.
EFEK SUPLEMENTASI VITAMIN A, MINYAK FORTIFIKASI DAN EDUKASI GIZI IBU NIFAS TERHADAP MORBIDITAS IBU DAN BAYI Salam, Abdul; Briawan, Dodik; Martianto, Drajat; Thaha, Abdul Razak; Arundhana, Andi Imam
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.698 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i3.4348

Abstract

Kekurangan vitamin A dapat berpengaruh pada peningkatan morbiditas ibu nifas maupun bayi yang baru lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemberian vitamin A dosis tinggi (2vitA dan 1vitA), minyak goreng fortifikasi (Forti A) dan edukasi gizi (Edukasi) terhadap morbiditas ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi ekpesimen. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebesar 295 subjek yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Morbiditas terutama terkait ISPA dan diare diukur setiap 2 minggu sampai bayi berusia 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ibu nifas dalam penelitian ini berusia 27 tahun dan sekitar 42% ibu nifas telah menyelesaikan pendidikan sampai tingkat SMA. Rata-rata frekuensi sakit ISPA ibu pada kelompok Forti A lebih rendah dibandingkan dengan kelompok 2vitA, 1vitA dan edukasi yakni masing-masing 0.04, 0.31, 0.95 dan 0.29 (p<0.000). Begitu pun juga halnya ditemukan pada durasi ISPA untuk setiap kelompok yakni masing-masing 0,17 hari,0.99 hari, 3.16 hari, dan 1.07 hari (p<0.000). Pemberian minyak fortifikasi dapat mengurangi kejadian morbiditas.
PERUBAHAN KONSUMSI PANGAN DAN ASUPAN VITAMIN A IBU MENYUSUI SESAAT DAN TIGA BULAN SETELAH MELAHIRKAN CHANGES IN FOOD CONSUMPTION AND VITAMIN A INTAKE OF BREASTFEEDING MOTHERS IN MOMENT AND THREE MONTHS AFTER GIVING BIRTH Salam, Abdul; Briawan, Dodik; Martianto, Drajat; Thaha, Abdul Razak
Media Gizi Indonesia Vol 15, No 2 (2020): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v15i2.127-134

Abstract

Adequate intake of vitamin A during lactation is very crucial due to its eff ect on retinol levels in breast milk. This study was aimed to analyze the changes in food consumption and vitamin A intake of lactating mothers in moment and three months after giving birth. This study used a cohort design for 3 months involving 295 breastfeeding mothers. Subjects were selected according to inclusion criteria including mother with normal labour and full term month normally and term, have a baby with normal birth weight, and maximum of a third parity. A 2x24 hour food recall questionnaire was used to determine nutrient intake and a food frequency questionnaire to determine the consumption habits of sources of vitamin A. The Wilcoxon test and paired t test were used in this study. The results of study showed that the most frequently consumed vegetables both shortly and three months after childbirth were tomatoes, 65% and 73.9% respectively. Most frequently consumed fruits were mangoes, 18.3% and 13.6%. While the most frequently consumed animal source foods were eggs, 68.1% and 79.7%, respectively. Among the consumption of vitamin A sources foods, only the consumption of tomatoes, milk, and cooking oil were found increase signifi cantly in three months after delivery (p <0.05). The mean of protein, zinc and iron intake adequacy level were decrease signifi cantly in three months after delivery (p<0.05), but not with fat and vitamin A intake (p>0.05). It is necessary to increase the consumption of vitamin A food sources, especially during lactation to increase the content of vitamin A in breast milk to meet the needs of newborns and prevent vitamin A defi ciency both in mother and baby
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, UMUR, PENDIDIKAN, PEKERJAAN, PSIKOLOGIS, DAN INISIASI MENYUSUI DINI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS SUDIANG Assriyah, Hasnah; Indriasari, rahayu; Hidayanti, healthy; Thaha, Abdul Razak; Jafar, Nurhaeddar
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia: The Journal of Indonesian Community Nutrition Vol 9, No 1 (2020): Vol.9, 2020,, Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia, The Journal of Indonesian Commun
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.148 KB) | DOI: 10.30597/jgmi.v9i1.10156

Abstract

Pendahuluan Pemberian ASI secara dini dan eksklusif akan membantu mencegah berbagai penyakit anak, terutama gangguan lambung, saluran nafas dan asma pada anak. Faktor ? faktoryang dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif antara lain karakteristik ibu (pengetahuan,pendidikan, pekerjaan, usia, paritas dan etnis), karakteristik bayi (berat lahir dan kondisikesehatan bayi), lingkungan (keyakinan, dukungan keluarga, tempat tinggal dan sosial ekonomi)dan pelayanan kesehatan (pemeriksaan kehamilan, konseling laktasi, tempat persalinan,penolong persalinan dan kebijakan). Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganfaktor ibu dan inisiasi menyusu dini (IMD) dengan pemberian ASI eksklusif. Bahan danMetode: Jenis penelitian ini adalah analitik cross sectionalstudy. Penelitian ini dilakukan pada95 ibu yang memiliki bayi usia 6-11 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Makassar.Analisis dilakukan dengan uji chi-square untuk menentukan hubungan antar variable. Hasil:Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 50,5%bayi tidak mendapatkan ASI eksklusifdan 49,5% bayi mendapatkan ASI eksklusif. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu (p =0,015), pekerjaan ibu (p = 0,049), psikologis (p = 0,031), dan inisiasi menyusui dini (IMD) (p= 0,007) dengan pemberian ASI eksklusif. Tidak terdapat hubungan antara sikap ibu (p =0,748), umur ibu (p = 0,325), dan pendidikan ibu (p = 0,558) dengan pemberian ASI eksklusif.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor ibu yaitu pengetahuan ibu, pekerjaan ibu,psikologis ibu dan inisiasi menyusu dini (IMD) dengan pemberian ASI eksklusif dan tidakterdapat hubungan faktor ibu yaitu sikap ibu, umur ibu dan pendidikan ibu dengan pemberianASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Makassar.