Articles

Found 5 Documents
Search

MANAJEMEN PROGRAM SIARAN LOKAL ACEH TV DALAM UPAYA PENYEBARLUASAN SYARIAT ISLAM DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL Furqany, Syahril; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Managing broadcasting management is not easy. Managing the broadcasting business is a difficult and challenging. This research aims to analyze the activity of management and organizational performance ACEH TV television media in an effort to disseminate the Islamic Sharia and Preservation of Local Culture in Aceh. This research is descriptive qualitative. Informants of this research is managing director, program director, executive producer, cameraman / reporter, as well as additional informants Regional Chairman of the Indonesian Broadcasting Commission (KPID) Aceh, Aceh Province Department of Islamic Law, and local media observers. The location of this research is in Banda Aceh, Aceh province. Sampling was done purposively. Data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by analysis of an interactive model of Miles and Huberman. The results showed that the ACEH TV as the medium of television that is broadcasting management ACEH have done according to a local television broadcasting standard. Agenda setting function of mass media performed in the ACEH TV dissemination of Islamic Shariah in Aceh and local culture to influence the people of Aceh to implement Islamic Sharia and also maintain the culture and local wisdom Aceh. It can be seen from all the programs that are aired ACEH TV is a program of local cultural nuances of Islamic law. There are still some shortcomings in running broadcasting broadcasting technology such as lack of equipment that is increasingly sophisticated. The results of image editing is very simple, and some programs presenter still looks stiff when in front of the camera.Abstrak Mengelola manajemen penyiaran bukanlah hal yang mudah. Mengelola bisnis penyiaran merupakan hal yang sulit dan menantang. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas manajemen dan performa organisasi media televisi ACEH TV dalam upaya penyebarluasan Syariat Islam dan Pelestarian Budaya Lokal di Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah direktur utama, direktur program, produser eksekutif, kameramen/reporter, serta informan tambahan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Aceh, Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, dan pengamat media lokal. Lokasi penelitian ini adalah di Banda Aceh, Provinsi Aceh. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ACEH TV sebagai media televisi yang berada di ACEH telah melakukan manajemen penyiaran sesuai dengan standar broadcasting sebuah televisi lokal. Fungsi Agenda Setting media massa yang dilakukan ACEH TV dalam penyebarluasan Syariat Islam dan Budaya lokal di Aceh untuk memengaruhi masyarakat Aceh untuk melaksanakan Syariat Islam dan juga menjaga budaya dan kearifan lokal Aceh. Itu dapat dilihat dari semua program acara yang ditayangkan ACEH TV merupakan program budaya lokal yang bernuansa Syariat Islam. Masih terdapat beberapa kekurangan dalam menjalankan penyiaran seperti kekurangan peralatan teknologi penyiaran yang semakin hari semakin canggih. Hasil editing gambar sangat sederhana, dan beberapa program presenter masih terlihat kaku ketika berada di depan kamera. 
KOMUNIKASI INTERPERSONAL USTAD DAN USTAZAH DALAM PROSES MEMBIMBING SANTRI UPAYA MEMBERIKAN PEMAHAMAN AGAMA PADA ANAK DI TPA AL-MUKHAYYARAH Anita, Nur; Furqany, Syahril; AR, Baharuddin
Jurnal Al Bayan Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication (UIN Ar-Raniry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i2.2640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaiman komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh ustad dan ustazah pada TPA Al-Mukhayyarah dalam hal membimbing santri dalam upaya memberikan pemahaman agama. Anak dalam hal ini adalah santri perlu dibimbing dan dibina agar pemahaman agamanya kuat. Sehingga anak-anak mempunyai pemahaman untuk melakukan ibadah dan mempunyai ketahan untuk membentengi diri dari pengaruh zaman yang semakin canggih. Penelitian ini menggunakan metode kualitati deskriptif dengan menggunakan teknik analisis data Model Miles dan Hubberman. Hasil peneelitian menunjukkan bahwa ada berapa proses yang dilakukan oleh ustad dan ustazah dalam membimbing santri seperti pembinaan akhlah, peningkatan prestasi anak, ajakan dan pendampingan, keteladanan, memberi peringatan, reward, dan punishment, Pemahaman bacaan Al-quran, kelancaran bacaan shalat fardhu. Dalam hal membimbing santri juga memiliki beberapa hambatan adalah anak-anak yang tidak tidur siang, atau tidak cukup tidur, sehingga mengantuk saat mengaji, anak yang murung karena sering dimarahi oleh orang tuanya, sehingga perlu bimbingan khusus untuk membangkitkan semangatnya kembali. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Membimbing, Santri, Pemahaman Agama.
MANAJEMEN PROGRAM SIARAN LOKAL ACEH TV DALAM UPAYA PENYEBARLUASAN SYARIAT ISLAM DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL Furqany, Syahril; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i1.610

Abstract

Abstract Managing broadcasting management is not easy. Managing the broadcasting business is a difficult and challenging. This research aims to analyze the activity of management and organizational performance ACEH TV television media in an effort to disseminate the Islamic Sharia and Preservation of Local Culture in Aceh. This research is descriptive qualitative. Informants of this research is managing director, program director, executive producer, cameraman / reporter, as well as additional informants Regional Chairman of the Indonesian Broadcasting Commission (KPID) Aceh, Aceh Province Department of Islamic Law, and local media observers. The location of this research is in Banda Aceh, Aceh province. Sampling was done purposively. Data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by analysis of an interactive model of Miles and Huberman. The results showed that the ACEH TV as the medium of television that is broadcasting management ACEH have done according to a local television broadcasting standard. Agenda setting function of mass media performed in the ACEH TV dissemination of Islamic Shariah in Aceh and local culture to influence the people of Aceh to implement Islamic Sharia and also maintain the culture and local wisdom Aceh. It can be seen from all the programs that are aired ACEH TV is a program of local cultural nuances of Islamic law. There are still some shortcomings in running broadcasting broadcasting technology such as lack of equipment that is increasingly sophisticated. The results of image editing is very simple, and some programs presenter still looks stiff when in front of the camera.Abstrak Mengelola manajemen penyiaran bukanlah hal yang mudah. Mengelola bisnis penyiaran merupakan hal yang sulit dan menantang. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas manajemen dan performa organisasi media televisi ACEH TV dalam upaya penyebarluasan Syariat Islam dan Pelestarian Budaya Lokal di Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah direktur utama, direktur program, produser eksekutif, kameramen/reporter, serta informan tambahan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Aceh, Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, dan pengamat media lokal. Lokasi penelitian ini adalah di Banda Aceh, Provinsi Aceh. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ACEH TV sebagai media televisi yang berada di ACEH telah melakukan manajemen penyiaran sesuai dengan standar broadcasting sebuah televisi lokal. Fungsi Agenda Setting media massa yang dilakukan ACEH TV dalam penyebarluasan Syariat Islam dan Budaya lokal di Aceh untuk memengaruhi masyarakat Aceh untuk melaksanakan Syariat Islam dan juga menjaga budaya dan kearifan lokal Aceh. Itu dapat dilihat dari semua program acara yang ditayangkan ACEH TV merupakan program budaya lokal yang bernuansa Syariat Islam. Masih terdapat beberapa kekurangan dalam menjalankan penyiaran seperti kekurangan peralatan teknologi penyiaran yang semakin hari semakin canggih. Hasil editing gambar sangat sederhana, dan beberapa program presenter masih terlihat kaku ketika berada di depan kamera. 
MANAJEMEN PROGRAM SIARAN LOKAL ACEH TV DALAM UPAYA PENYEBARLUASAN SYARIAT ISLAM DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL Furqany, Syahril
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2016): Source Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 2 Nomor 2 April 2016
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.413 KB) | DOI: 10.35308/source.v2i2.391

Abstract

Managing broadcasting management is not easy. Managing the broadcasting business is a difficult and challenging. This research aims to analyze the activity of management and organizational performance ACEH TV television media in an effort to disseminate the Islamic Sharia and Preservation of Local Culture in Aceh. This research is descriptive qualitative. Informants of this research is managing director, program director, executive producer, cameraman / reporter, as well as additional informants Regional Chairman of the Indonesian Broadcasting Commission (KPID) Aceh, Aceh Province Department of Islamic Law, and local media observers. The location of this research is in Banda Aceh, Aceh province.Sampling was done purposively. Data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by analysis of an interactive model of Miles and Huberman. The results showed that the ACEH TV as the medium of television that is broadcasting management ACEH have done according to a local television broadcasting standard. Agenda setting function of mass media performed in the ACEH TV dissemination of Islamic Shariah in Aceh and local culture to influence the people of Aceh to implement Islamic Sharia and also maintain the culture and local wisdom Aceh. It can be seen from all the programs that are aired ACEH TV is a program of local cultural nuances of Islamic law.There are still some shortcomings in running broadcasting broadcasting technology such as lack of equipment that is increasingly sophisticated. The results of image editing is very simple, and some programs presenter still looks stiff when in front of the camera. Keywords: Management of ACEH television,Islamic law,local culture Acehnese,agenda setting.
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH MELALUI BANTUAN KEMANUSIAN AKSI CEPAT TANGGAP (ACT) ACEH DALAM MENARIK MINAT DONASI (STUDI PADA KASUS KONFLIK ROHINGYA) Furqany, Syahril
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v24i2.3680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi dakwah melalui bantuan kemanusian yang dilakukan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam menarik minat para pendonor khsususnya pada kasus konflik Rohingya. Sesuai dengan namanya bahwa aksi cepat, maka aksi cepat seperti apa yang bisa mereka kerjakan dalam membantu umat muslim yang sedang terkena musibah. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif. Di mana data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan informan penelitian yang dipilih sesuai dengan kategori dan mampu menjawab permasalahan dengan baik dan benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksi cepat yang dilakukan adalah dengan cepat membentuk tim untuk turun ke lapangan melihat kondisi real pengungsi Rohingya. Kemudian mengidentifikasi apa saja yang mereka butuhkan. Meskipun pada saat itu belum ada kantor perwakilan ACT di Aceh akan tetapi memanfaatkan relawan yang tergabung baik dari Aceh maupun dari luar Aceh. Sehingga mereka ini dapat bekerja langsung untuk membantu pengungsi. Beberapa strategi komunikasi yang dilakukan, pertama adanya webiste khusus ACT dengan halaman khusus Rohingya. Terdapat tim khsusus yang bertugas untuk menyebarkan informasi. Khusus untuk Rohinya karena membutuhkan bantuan yang segera maka diberikan tanda darurat Shympaty of Solidarity (SOS). Kedua, Sosial media seperti Instagram, Facebook, Twiiter, Youtube, mengikuti perkembangan zaman seiring banyaknya pengakses informasi melalui sosial media. Ketiga, Media Luar Ruang seperti Baliho dan Spanduk yang dipasang ditempat-tampat yang strategis untuk menarik minat pendonor. Keempat, mencari mitra kerja atau relasi dengan media massa dalam upaya pengiriman release kepada media untuk disebarkan ke media-media yang ada di Aceh. Keenam, kerja sama dengan masyarakat atau relawan yang terbaung dari berbagai kalangan baik LSM resmi maupun relawan pada momen-momen tertentu. Semua proses desain komunikasi untuk menjaga keseragaman program beberapa program nasional di desain di tingkat pusat, sedang program lokal bisa meminta bantuan dengan mengirimkan konten untuk didesain pesan komunikasi yang menarik.Kata Kunci: Komunikasi Dakwah, Strategi Komunikasi, Bantuan Kemanusian, Rohingya.