Jeany Maria Fatima, Jeany Maria
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PELECEHAN DAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM SIARAN RADIO SPFM SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PEREMPUAN PENDENGAR DI KOTA MAKASSAR Riyadi, Riyadi; Fatima, Jeany Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i1.350

Abstract

Abstrak Media massa terkenal dapat memengaruhi khalayak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengkaji tentang dampak mendengarkan siaran ?Derap Perempuan? di Radio SPFM terhadap perempuan pendengar di Kota Makassar, yang ditinjau dari segi pengetahuan, sikap, dan perilaku. Data bersumber dari 16 perempuan pendengar, pemandu siaran, dan narasumber yang dipilih melalui sampel purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi pengetahuan, ada beberapa pendengar yang sudah paham sejak awal, setengah paham, dan bahkan ada yang sama sekali tidak paham mengenai keempat isu tersebut. Dari segi sikap, ada pendengar yang menunjukkan sikap preventif, cemas, tapi adapula yang bersikap normal seperti hari-hari biasa. Adapun dari segi perilaku, ada pendengar yang berperilaku menyebarkan informasi yang diperolehnya, tapi adapula yang tidak. Selain itu, perilaku yang ditunjukkan, terutama pendengar yang masih lajang, yakni lebih selektif memilih calon pendamping hidup. Jadi, disimpulkan bahwa dampak siaran ?Derap Perempuan? di Radio SPFM terhadap perempuan pendengar di Kota Makassar sangat variatif.Abstract Mass media well-known can influence public. This study aimed to describe and assess the impact of listening to broadcast ?Derap Perempuan? in SPFM Radio against women listeners in Makassar City, which in terms of knowledge, attitudes, and behaviors. Data sourced from 16 female listeners, broadcast host and resource person who were selected through a purposive sample. The results showed that in terms of knowledge, there are some listeners who had understood from the start, half-understood, and there is even clueless about the fourth issue. In terms of attitude, there are listeners who showed preventive attitude, anxious, but there are also normal like usual days. In the terms of behavior, there are listeners who behave disseminate the information obtained, but there are also do not. In addition, the behavior shown, especially listeners who are single, is more selective in choosing a candidate companion of life. Thus, it was concluded that the impact of broadcast ?Derap Perempuan? in SPFM Radio against women listeners in Makassar city is very variated. 
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM GAYA KEPEMIMPINAN PARA PEJABAT ESELON PASCA INTEGRASI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI INFORMATIKA DI KABUPATEN MALUKU TENGAH Wattimena, Demsy; farid, Muhammad; Fatima, Jeany Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i3.331

Abstract

Abstrak Reformasi sebagai suatu usaha perubahan pokok dalam suatu sistem birokrasi yang bertujuan mengubah struktur, tingkah laku, dan keberadaan atau kebiasaan yang telah lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi organisasi dalam gaya kepemimpinan para pejabat eselon pasca integrasi. Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Tengah . Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas komunikasi organisasi dalam gaya kepemimpinan para pejabat eselon pasca integrasi belum berjalan secara efektif hal ini ditandai dengan masih banyaknya bawahan yang menyatakan ketidakpuasan terkait informasi dan pesan yang mereka terima seperti proses penyampaian pesan yang tidak secara kontinyu dan terkadang pilih kasih. Pemimpin yang dipercayakan untuk menyampaikan pesan jarang berada dikantor mengakibatkan informasi penting yang seharusnya disampaikan secepatnya menjadi tertunda, penyampaian pesan tidak maksimal dan kadang terputus serta pimpinan bersifat tertutup. Selain itu juga penyampaian pesan informasi bersifat tidak terstruktur dalam arti pesan pemimpin hanya sampai kepada kepala bidang atau kepala seksi dan tidak sampai ke bawahan. Kemudian gaya kepemimpinan yang diterapkan para pejabat eselon pasca integrasi dapat dikatakan sangat bervariasi seperti gaya kepemimpinan otokratis, gaya kepemimpinan birokratis, gaya kepemimpinan demokratis dan gaya kepemimpinan laissez faire tetapi gaya kepemimpinan yang dominan adalah gaya kepemimpinan otokratis yang dimana wewenang, pengambilan keputusan, kebijakan dipegang penuh oleh pemimpin, kurangnya kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran, pendapat dan pertimbangan serta komunikasi yang berlangsung satu arah. Kesimpulannya efektivitas komunikasi organisasi para pejabat eselon pasca integrasi belum sepenuhnya berjalan efektif dan gaya kepemimpinan para pejabat eselon pasca integrasi sangat bervariasi ada gaya kepemimpinan otokratis, birokratis, demokratis, lassez faire tetapi yang dominan adalah gaya kepemimpinan otokrtis. Abstract Reform as a fundamental change in the business a bureaucratic system that aims to change the structure, behavior, and the existence or habits that have long. This study aims to determine the effectiveness of organizational communication in the echelons of leadership style post-integration. The research was conducted at the Department of Communication and Information Technology Central Maluku. This research method is descriptive qualitative. The data was collected through observation, interviews and documentation. Data were analyzed using an interactive model of data analysis. These results indicate that the effectiveness of organizational communication in the leadership style of the post-integration echelon is not effective it is characterized by still many subordinates who expressed dissatisfaction with related information and messages they receive as the process of delivering a message that is not continuous and sometimes favoritism. Leaders are entrusted to deliver a message at the office rarely lead to important information that should be submitted as soon as possible to be delayed, delivery of the message was not optimal and sometimes disconnected and leadership are closed. In addition, the delivery of messages is not structured information within the meaning of the message only to the leader or head of section heads and do not get to subordinate. Then the force applied leadership echelon officials post-integration can be said to vary greatly as autocratic leadership style, bureaucratic leadership style, democratic leadership style and laissez faire leadership style but the dominant leadership style is autocratic leadership style in which the authority, decision-making, policy-held full by leaders, lack of opportunities for subordinates to provide advice, opinion and judgment as well as one-way communication that takes place. In conclusion the effectiveness of organizational communication post-echelon officials have not fully effective integration and leadership style of the post-integration echelon varies no autocratic leadership style, bureaucratic, democratic, but the dominant Lassez faire leadership style is otokrtis. Keywords: effectivity of organization communication, leadership style. 
KEMAMPUAN LITERASI MEDIA VISUAL SISWA DAN KEBERHASILAN PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI SMP NEGERI 11 PARE-PARE Mansyur, Muhammad; Fatima, Jeany Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) gambaran pelaksanaan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMP Negeri 11 Pare-pare, (2) kemampuan literasi media visual Siswa SMP Negeri 11 Pare-pare, (3) hubungan kemampuan literasi media visual siswa dengan keberhasilan pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) siswa SMP Negeri 11 Pare-pare. Penelitian ini menggunakan survey yang bersifat kualitatif. Survey dilakukan dengan memilih informan yang sudah ditargetkan yang dimulai dari pengamatan langsung observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen utama penelitian. Penelitian ini terfokus pada kemampuan literasi media visual siswa dalam pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Pare-pare agar tercapai tujuan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami materi tentang teknologi informasi dan teknologi komunikasi dalam bentuk visual yang disajikan oleh guru seiring dengan lengkapnya fasilitas dan beragamnya sajian visual yang ditampilkan oleh guru serta strategi pembelajaran dalam pembelajaran TIK. Kemampuan literasi media visual siswa yang baik mempermudah dalam proses belajar mengajar. Abstract The aims of this research are to (1) description of the implementation of learning information and communication technology (ICT) at Junior High School 11 Pare-pare, (2) the ability of visual media literacy students of SMP Negeri 11 Parepare, (3) the relationship of visual media literacy skills of students with successful learning of information technology and communication technology (ICT) students of SMP Negeri 11 Parepare. This study uses a qualitative survey. The survey is conducted by selecting information who has targeted the starts from the observation of direct observation, interview and documentation as the main instrument of research. This study focuses on the ability of visual media literacy students in learning information and communication technology (ICT) in Junior High School 11 Parepare state in order to achieve the learning objectives. The result of this research showed an increase in students skills in reading and understanding the flow of information and materials about the technology in the form of visual communication technologies presented by the teacher along with full facilities and a variety of visual presentation shown by the teachers And learning strategies in teaching ICT. Visual media literacy skills students both in teaching and learning easier. 
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM GAYA KEPEMIMPINAN PARA PEJABAT ESELON PASCA INTEGRASI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI INFORMATIKA DI KABUPATEN MALUKU TENGAH Wattimena, Demsy; farid, Muhammad; Fatima, Jeany Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Reformasi sebagai suatu usaha perubahan pokok dalam suatu sistem birokrasi yang bertujuan mengubah struktur, tingkah laku, dan keberadaan atau kebiasaan yang telah lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi organisasi dalam gaya kepemimpinan para pejabat eselon pasca integrasi. Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Tengah . Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas komunikasi organisasi dalam gaya kepemimpinan para pejabat eselon pasca integrasi belum berjalan secara efektif hal ini ditandai dengan masih banyaknya bawahan yang menyatakan ketidakpuasan terkait informasi dan pesan yang mereka terima seperti proses penyampaian pesan yang tidak secara kontinyu dan terkadang pilih kasih. Pemimpin yang dipercayakan untuk menyampaikan pesan jarang berada dikantor mengakibatkan informasi penting yang seharusnya disampaikan secepatnya menjadi tertunda, penyampaian pesan tidak maksimal dan kadang terputus serta pimpinan bersifat tertutup. Selain itu juga penyampaian pesan informasi bersifat tidak terstruktur dalam arti pesan pemimpin hanya sampai kepada kepala bidang atau kepala seksi dan tidak sampai ke bawahan. Kemudian gaya kepemimpinan yang diterapkan para pejabat eselon pasca integrasi dapat dikatakan sangat bervariasi seperti gaya kepemimpinan otokratis, gaya kepemimpinan birokratis, gaya kepemimpinan demokratis dan gaya kepemimpinan laissez faire tetapi gaya kepemimpinan yang dominan adalah gaya kepemimpinan otokratis yang dimana wewenang, pengambilan keputusan, kebijakan dipegang penuh oleh pemimpin, kurangnya kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran, pendapat dan pertimbangan serta komunikasi yang berlangsung satu arah. Kesimpulannya efektivitas komunikasi organisasi para pejabat eselon pasca integrasi belum sepenuhnya berjalan efektif dan gaya kepemimpinan para pejabat eselon pasca integrasi sangat bervariasi ada gaya kepemimpinan otokratis, birokratis, demokratis, lassez faire tetapi yang dominan adalah gaya kepemimpinan otokrtis. Abstract Reform as a fundamental change in the business a bureaucratic system that aims to change the structure, behavior, and the existence or habits that have long. This study aims to determine the effectiveness of organizational communication in the echelons of leadership style post-integration. The research was conducted at the Department of Communication and Information Technology Central Maluku. This research method is descriptive qualitative. The data was collected through observation, interviews and documentation. Data were analyzed using an interactive model of data analysis. These results indicate that the effectiveness of organizational communication in the leadership style of the post-integration echelon is not effective it is characterized by still many subordinates who expressed dissatisfaction with related information and messages they receive as the process of delivering a message that is not continuous and sometimes favoritism. Leaders are entrusted to deliver a message at the office rarely lead to important information that should be submitted as soon as possible to be delayed, delivery of the message was not optimal and sometimes disconnected and leadership are closed. In addition, the delivery of messages is not structured information within the meaning of the message only to the leader or head of section heads and do not get to subordinate. Then the force applied leadership echelon officials post-integration can be said to vary greatly as autocratic leadership style, bureaucratic leadership style, democratic leadership style and laissez faire leadership style but the dominant leadership style is autocratic leadership style in which the authority, decision-making, policy-held full by leaders, lack of opportunities for subordinates to provide advice, opinion and judgment as well as one-way communication that takes place. In conclusion the effectiveness of organizational communication post-echelon officials have not fully effective integration and leadership style of the post-integration echelon varies no autocratic leadership style, bureaucratic, democratic, but the dominant Lassez faire leadership style is otokrtis. Keywords: effectivity of organization communication, leadership style. 
PELECEHAN DAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM SIARAN RADIO SPFM SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PEREMPUAN PENDENGAR DI KOTA MAKASSAR Riyadi, Riyadi; Fatima, Jeany Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media massa terkenal dapat memengaruhi khalayak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengkaji tentang dampak mendengarkan siaran “Derap Perempuan” di Radio SPFM terhadap perempuan pendengar di Kota Makassar, yang ditinjau dari segi pengetahuan, sikap, dan perilaku. Data bersumber dari 16 perempuan pendengar, pemandu siaran, dan narasumber yang dipilih melalui sampel purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi pengetahuan, ada beberapa pendengar yang sudah paham sejak awal, setengah paham, dan bahkan ada yang sama sekali tidak paham mengenai keempat isu tersebut. Dari segi sikap, ada pendengar yang menunjukkan sikap preventif, cemas, tapi adapula yang bersikap normal seperti hari-hari biasa. Adapun dari segi perilaku, ada pendengar yang berperilaku menyebarkan informasi yang diperolehnya, tapi adapula yang tidak. Selain itu, perilaku yang ditunjukkan, terutama pendengar yang masih lajang, yakni lebih selektif memilih calon pendamping hidup. Jadi, disimpulkan bahwa dampak siaran “Derap Perempuan” di Radio SPFM terhadap perempuan pendengar di Kota Makassar sangat variatif.Abstract Mass media well-known can influence public. This study aimed to describe and assess the impact of listening to broadcast “Derap Perempuan” in SPFM Radio against women listeners in Makassar City, which in terms of knowledge, attitudes, and behaviors. Data sourced from 16 female listeners, broadcast host and resource person who were selected through a purposive sample. The results showed that in terms of knowledge, there are some listeners who had understood from the start, half-understood, and there is even clueless about the fourth issue. In terms of attitude, there are listeners who showed preventive attitude, anxious, but there are also normal like usual days. In the terms of behavior, there are listeners who behave disseminate the information obtained, but there are also do not. In addition, the behavior shown, especially listeners who are single, is more selective in choosing a candidate companion of life. Thus, it was concluded that the impact of broadcast “Derap Perempuan” in SPFM Radio against women listeners in Makassar city is very variated. 
KEMAMPUAN LITERASI MEDIA VISUAL SISWA DAN KEBERHASILAN PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI SMP NEGERI 11 PARE-PARE Mansyur, Muhammad; Fatima, Jeany Maria
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i4.343

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) gambaran pelaksanaan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMP Negeri 11 Pare-pare, (2) kemampuan literasi media visual Siswa SMP Negeri 11 Pare-pare, (3) hubungan kemampuan literasi media visual siswa dengan keberhasilan pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) siswa SMP Negeri 11 Pare-pare. Penelitian ini menggunakan survey yang bersifat kualitatif. Survey dilakukan dengan memilih informan yang sudah ditargetkan yang dimulai dari pengamatan langsung observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen utama penelitian. Penelitian ini terfokus pada kemampuan literasi media visual siswa dalam pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Pare-pare agar tercapai tujuan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami materi tentang teknologi informasi dan teknologi komunikasi dalam bentuk visual yang disajikan oleh guru seiring dengan lengkapnya fasilitas dan beragamnya sajian visual yang ditampilkan oleh guru serta strategi pembelajaran dalam pembelajaran TIK. Kemampuan literasi media visual siswa yang baik mempermudah dalam proses belajar mengajar. Abstract The aims of this research are to (1) description of the implementation of learning information and communication technology (ICT) at Junior High School 11 Pare-pare, (2) the ability of visual media literacy students of SMP Negeri 11 Parepare, (3) the relationship of visual media literacy skills of students with successful learning of information technology and communication technology (ICT) students of SMP Negeri 11 Parepare. This study uses a qualitative survey. The survey is conducted by selecting information who has targeted the starts from the observation of direct observation, interview and documentation as the main instrument of research. This study focuses on the ability of visual media literacy students in learning information and communication technology (ICT) in Junior High School 11 Parepare state in order to achieve the learning objectives. The result of this research showed an increase in students skills in reading and understanding the flow of information and materials about the technology in the form of visual communication technologies presented by the teacher along with full facilities and a variety of visual presentation shown by the teachers And learning strategies in teaching ICT. Visual media literacy skills students both in teaching and learning easier.