Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT INOVASI PADA KOMUNITAS PETANI DAN NELAYAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN TAKALAR Warnaen, Andi; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Secara ekonomis, Takalar bersandar pada sektor pertanian, tapi pada kenyataannya, petani dan nelayan di Takalar masih hidup dalam kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat inovasi komunitas petani dan nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kab. Takalar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Polombangkeng Utara dan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan penentuan narasumber atau informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi partisipatif moderat, focus group discussion (FGD), wawancara semiterstruktur dan dokumentasi. Penelitian ini menyatakan bahwa proses difusi inovasi yang terjadi pada komunitas petani lebih terbuka, sedangkan pada komunitas nelayan lebih tertutup. Proses adopsi inovasi petani dan nelayan dipengaruhi oleh aspek karakteristik inovasi, karakteristik individu, saluran komunikasi, aspek sosial ekonomi dan aspek sosial budaya. Kesejahteraan petani lebih merata dan terdapat sumber pendapatan tambahan dari bidang lain, sementara kesejahteraan nelayan kurang merata dan tidak adanya pendapatan tambahan bagi nelayan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor-faktor yang dominan menghambat inovasi pada komunitas petani adalah pada karakteristik inovasi, saluran komunikasi, dan aspek sosial ekonomi, sedangkan pada komunitas nelayan faktor yang dominan menghambat proses adopsi inovasi adalah aspek saluran komunikasi, aspek sosial budaya dan karakteristik individu. Abstract Economically, Takalar relies on the agricultural sector, but in fact, farmers and fishermen in Takalar, still live in poverty. still remain behind and shackled by poverty. The aim of this study to analyze the factors that inhibit innovation of the farmers and fishermen communities, in improving the welfare of the society in the district Takalar. The research was conducted in the District of North Polombangkeng and North Galesong Takalar. The method of this research is a qualitative approach and determines the sources or informants using purposive sampling technique. Researcher uses moderate participant observation, focus group discussion (FGD), semi- structured interviews and documentation as technique collecting the data. This study states that innovation diffusion process that occurs in a farming community more openly, whereas in fishing community the process is more closed. Innovation adoption process of farmers and fishermen affected by the aspects of innovation characteristics, individual characteristics, channels of communication, socio-economic aspects and socio- cultural aspects. Farmers’ welfare is more evenly distributed and there are sources of additional income from other fields, while the welfare of fishermen uneven, and the absence of additional income for fishermen. The conclusion from this study is the dominant inhibiting factors of innovation in the farming community is the innovation characteristics, aspect of communication channels, and socio-economic aspects, whereas in the fishing community the dominant inhibiting factors of innovation adoption process is the aspect of communication channels, social cultural and individual characteristics.
Titik Kontrol Kritis Pada Pengolahan Susu Pasteurisasi Di Koperasi Unit Desa (KUD) Dau Kabupaten Malang Kristanti, Novita Dewi; Warnaen, Andi; Daning, Dewi Ratih Ayu
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 15, No 1 (2017): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.762 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v15i1.4134

Abstract

Penelitian tentang Titik Kontrol Kritis pada Pengolahan Susu Pasteurisasi di Koperasi Unit Desa Dau Kabupaten Malang bertujuan untuk menganalisis titik kontrol kritis pada pengolahan susu pasteurisasi dengan menggunakan decision tree di Koperasi Unit Desa Dau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian survey. Populasi dan sampel penelitian adalah para petugas di pos penampungan, pengemudi kendaraan tangki armada, petugas di tangki transit, petugas  pada pengolahan susu pasteurisasi dan petugas sanitasi di KUD Dau, jumlah sampel sasaran penelitian adalah 22 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif . Hasil penelitian Titik Kontrol Kritis Proses Pengolahan Susu Pasteurisasi menunjukkan susu pasteurisasi yang diproduksi oleh KUD Dau berpotensi mengandung Bahaya B. mengandung bahan tambahan makanan dan kandungan gizi dari susu. Bahaya D. Produk susu pasteurisasi kemungkinan dapat terkontaminasi ulang setelah pengolahan dan sebelum pengepakan. Bahaya E Pada susu pasteurisasi terdapat bahaya yang potensial pada penanganan saat distribusi atau penanganan oleh konsumen. Bahaya F. Tidak ada proses pemanasan akhir setelah proses pengepakan atau ketika dimasak di rumah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa TKK pengolahan susu pasteurisasi adalah tahapan: penerimaan susu di pos penampungan, pasteurisasi tahap I dan homogenisasi,  pasteurisasi tahap II, pencampuran flavour, penyimpanan serta distribusi.
Pengaruh Peran Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Terhadap Penyusunan Program Penyuluhan Peternakan di Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung Warnaen, Andi; Riyanto, Bambang
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.3544

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji Peran BP3K dan BPP terhadap penyusunan program penyuluhan peternakan di Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kuantitatif, penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur Tahun 2016. Jumlah populasi adalah 317 orang, Jumlah sampel 90 orang dengan cara menentukan jumlah sampel yaitu menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10%. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik propotional random sampling. Variabel penelitian ini yaitu Variabel independent adalah peran BP3K dan BPP. Variabel dependent adalah penyusunan Program Penyuluhan Peternakan. Metode pengumpulan data adalah Wawancara menggunakan kuesioner dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Regresi Linier berganda. Hasil penelitian menunjukan Pengaruh BP3K dan BPP secara bersama-sama mempengaruhi dalam penyusunan program penyuluhan peternakan sebesar 57,5%. peran BP3K yang secara langsung terhadap penyusunan program penyuluhan peternakan adalah sebesar 18 %. Sedangkan pengaruh peran  BPP yang secara langsung terhadap penyusunan program penyuluhan peternakan sebesar 64,7 %.
MODEL DAN GAYA KOMUNIKASI DALAM PROGRAM UPAYA KHUSUS PADI JAGUNG KEDELAI Nurlaili, Nurlaili; Warnaen, Andi; Riyanto, Bambang
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.72 KB) | DOI: 10.25015/15201923057

Abstract

The aim of this research was to examine the model and the style of communication used in the Special Effort Program for Increasing Paddy, Corn and Soybean Production (UPSUS PAJALE). This research was conducted in Tulungagung Regency, East Java Province. This research was a descriptive qualitative research. The research strategy used was a case study. Data collection techniques used in this study were: (1) Observation, (2) In-depth interview, (3) Reviewing documents and archives, and (4) Data collection with Focus Group Discussion (FGD) as a support. The communication model used in UPSUS program in Tulungagung District was a communication model of chain structure in the form of coordinative and linear relationship. UPSUS program communication model in Tulungagung Regency was considered not effective in UPSUS program delivery so there was still a lot of miscommunication at the implementation level below between extension worker with Babinsa and Extension Worker with Mantri Tani. This was because there is no cross-sector coordination and was caused by the controlling style of the stakeholders because of pressure from their superiors, which in the end the interactive communication or effective participatory communication didn't occur.
PENGARUH DESAIN PESAN VIDEO INSTRUKSIONAL TERHADAP PERSEPSI PETANI TENTANG TRICHOKOMPOS Munawaroh, Febria Yatimatul; Riyanto, Riyanto; Warnaen, Andi
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.755 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v13i1.5214

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted in District of Babadan Regency of Ponorogo East Java Province, to 62 chilli farmers and cattle farmers selected by simple random sampling. The purpose of this research is to know the influence of video usage and video message packaging elements to farmer perception about Trichokompos production and usage. The research design is One-Shot Case Study, independent variable used is narration, material, picture, music, time, and text, while the dependent variable is farmer perception on making and using Trichokompos. Information gathering on this is obtained through a structured questionnaire. Influence of video packaging element was analyzed by multiple regression statistic test, while farmer perception toward Trichokompos was analyzed using class interval model. The results showed that the perception of farmers about the making and use of Trichokompos influenced by independent variables of 52.1%, and the influence of instructional video message design partially indicates that the narrative, material, image, music, and text variables significantly influence farmers? and the use of Trichokompos. However, time variables do not significantly influence farmers? perceptions. Meanwhile, the perception of farmers about the making and use of Trichokompos shows that as many as 36 respondents or 58.1% claimed to receive Trichokompos innovation and perceived that the making and use of Trichokompos characteristic of innovation in accordance with that required by farmers, have the advantage, easy to apply by farmers, and materials standard available.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT INOVASI PADA KOMUNITAS PETANI DAN NELAYAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN TAKALAR Warnaen, Andi; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i3.328

Abstract

Abstrak Secara ekonomis, Takalar bersandar pada sektor pertanian, tapi pada kenyataannya, petani dan nelayan di Takalar masih hidup dalam kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat inovasi komunitas petani dan nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kab. Takalar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Polombangkeng Utara dan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan penentuan narasumber atau informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi partisipatif moderat, focus group discussion (FGD), wawancara semiterstruktur dan dokumentasi. Penelitian ini menyatakan bahwa proses difusi inovasi yang terjadi pada komunitas petani lebih terbuka, sedangkan pada komunitas nelayan lebih tertutup. Proses adopsi inovasi petani dan nelayan dipengaruhi oleh aspek karakteristik inovasi, karakteristik individu, saluran komunikasi, aspek sosial ekonomi dan aspek sosial budaya. Kesejahteraan petani lebih merata dan terdapat sumber pendapatan tambahan dari bidang lain, sementara kesejahteraan nelayan kurang merata dan tidak adanya pendapatan tambahan bagi nelayan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor-faktor yang dominan menghambat inovasi pada komunitas petani adalah pada karakteristik inovasi, saluran komunikasi, dan aspek sosial ekonomi, sedangkan pada komunitas nelayan faktor yang dominan menghambat proses adopsi inovasi adalah aspek saluran komunikasi, aspek sosial budaya dan karakteristik individu. Abstract Economically, Takalar relies on the agricultural sector, but in fact, farmers and fishermen in Takalar, still live in poverty. still remain behind and shackled by poverty. The aim of this study to analyze the factors that inhibit innovation of the farmers and fishermen communities, in improving the welfare of the society in the district Takalar. The research was conducted in the District of North Polombangkeng and North Galesong Takalar. The method of this research is a qualitative approach and determines the sources or informants using purposive sampling technique. Researcher uses moderate participant observation, focus group discussion (FGD), semi- structured interviews and documentation as technique collecting the data. This study states that innovation diffusion process that occurs in a farming community more openly, whereas in fishing community the process is more closed. Innovation adoption process of farmers and fishermen affected by the aspects of innovation characteristics, individual characteristics, channels of communication, socio-economic aspects and socio- cultural aspects. Farmers? welfare is more evenly distributed and there are sources of additional income from other fields, while the welfare of fishermen uneven, and the absence of additional income for fishermen. The conclusion from this study is the dominant inhibiting factors of innovation in the farming community is the innovation characteristics, aspect of communication channels, and socio-economic aspects, whereas in the fishing community the dominant inhibiting factors of innovation adoption process is the aspect of communication channels, social cultural and individual characteristics.