Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH ISO 9001: 2015, MOTIVASI, DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN Asmad, Chusnul Chatimah; Rahim, Abdul Rahman; Jaman, Andi
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 7, No 2 (2019): 2019 Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkip.v7i2.21344

Abstract

Motivation and competence can be variables that affect the level of librarian performance. ISO 9001: 2015 can also affect librarian performance as there is a quality management system clause that focuses on human resources in the organization. Therefore, the purpose of this research was to find out and analyze the influence of ISO 9001: 2015, motivation, and competence partially and simultaneously on the performance of librarians in the UNHAS Library. This study used quantitative survey research, with a total population of 42 people. The sample was the entire population. The results showed that motivation and competence partially had a significant effect on the performance of librarians. This is consistent with the opinions of several experts and relevant studies. Furthermore, ISO 9001: 2015 did not have a significant partial effect. These findings indicated that ISO in the UNHAS Library could not reach the realm of librarian performance improvement, one of which was due to the lack of librarian understanding of commitment and quality policy in ISO 9001: 2015. Based on the f test, it discovered that simultaneously, all independent variables had a significant effect on the dependent variable of 53,863. In conclusion, based on the regression test, it finds out ISO 9001: 2015 has no partial effect; however, it is simultaneous when integrated with motivation and competence variables, whereas motivation and competence variables can partially influence the performance of the UNHAS Library librarian.
Analisis Kinerja Keuangan PT. Pegadaian (Persero) dan Entitas Anak Perusahaan Berdasarkan KEPMEN BUMN Nomor Kep-100/MBU/2002 (Periode 2011-2015) Pattanggau, Yohanna Martin; Rahim, Abdul Rahman
JURNAL COMPETITIVENESS Vol 10, No 2 (2016): COMPETITIVENESS
Publisher : JURNAL COMPETITIVENESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.495 KB)

Abstract

Perkembangan posisi keuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan. Untuk melihat sehat tidaknya suatu perusahaan tidak hanya dapat dinilai dari keadaan fisiknya saja. Faktor terpenting untuk dapat melihat perkembangan suatu perusahaan terletak dalam unsur keuangannya. Salah satu alat yang digunakan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dapat berwujud laporan keuangan. Dan PT Pegadaian (Persero) dan Entitas Anak Perusahaan sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara juga perlu diketahui kondisi keuangannya untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan selama ini.Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-100/MBU/2002 tentang penilaian tingkat kesehatan Badan Usaha Milik Negara, penilaian kinerja perusahaan BUMN pada aspek keuangan dilakukan dengan melihat beberapa rasio. Rasio tersebut adalah rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan provitabilitas.Tujuan penelitian ini adalah : 1) menganalisis rasio likuiditas pada PT Pegadaian (Persero) berdasarkan KEPMEN BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002, 2) menganalisis rasio solvabilitas pada PT Pegadaian (Persero) berdasarkan KEPMEN BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002, 3) menganalisis rasio aktivitas pada PT Pegadaian (Persero) berdasarkaan KEPMEN BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002, 4) menganalisis rasio profitabilitas PT Pegadaian (Persero) berdasarkan KEPMEN BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002. Data penelitian ini bersumber dari Laporan Keuangan PT Pegadaian (Persero) pada tahun 2011-2015.Hasil penelitian ini adalah kinerja perusahaan bila diukur secara keseluruhan menunjukkan kinerja keuangan yang termasuk dalam kategori sehat. Kinerja keuangan rasio likuiditas bila diukur menggunakan analisis rasio lancar menunjukkan hasil sangat sehat, bila diukur menggunakan rasio kas menunjukkan hasil tidak sehat. Kinerja keuangan rasio solvabilitas bila diukur menggunakan rasio modal sendiri terhadap total aktiva menunjukkan kinerja yang kurang sehat. Kinerja keuangan aktivitas bila diukur menggunakan rasio total assets turnover menunjukkan kinerja yang kurang sehat, bila diukur menggunakan rasio collection periods menunjukkan kinerja yang sehat. Kinerja keuangan profitabilitas bila diukur menggunakan rasio ROE menunjukkan kinerja yang Kata Kunci : kinerja keuangan dan entitas anak
PERAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MEMBANGUN KETAHANAN EKONOMI BANGSA Rahim, Abdul Rahman; Basir, Basri
JURNAL ECONOMIC RESOURCE Vol 1 No 2 (2019): Maret, Jurnal ECONOMIC RESOURCES
Publisher : Pusat Penerbitan Dan Publikasi Ilmiah Fakultas Ekonomi & Bisnis UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.127 KB)

Abstract

Kewirausahaan adalah kewirausahaan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat bukan sekadar memaksimalkan keuntungan pribadi. Kewirausahaan sosial biasa disebut 'pengembangan masyarakat' atau “organisasi bertujuan sosial' (Tan, 2005:1).  Menurut J. Gregory Dees, Professor of Sosial Entrepreneurship at Duke University yang mengatakan bahwa wirausaha sosial adalah pelaku reformasi atau revolusi sektor sosial (pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi, lingkungan, seni dan sebagainya). Menurut Bill Drayton, CEO and Chair of Ashoka, wirausaha sosial adalah individu yang memiliki solusi inovatif untuk mengatasi masalah sosial dengan cara mengubah sistem, memberikan solusi dan memengaruhi masyarakat untuk melakukan perubahan. Perkembangan dunia usaha saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang mandiri, kreatif dan inovatif untuk menghadapi persaingan. Misi penciptaan nilai-nilai inovatif ini dengan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui penelitian/kajian dan pengabdian/penyuluhan bagi terciptanya social entrepreneur yang kreatif. Perguruan Tinggi harus peka dan peduli pada persoalan yang dihadapi masyarakat dengan melakukan kegiatan nyata. Proses ini sebagai cara untuk menjalin ikatan emosional sehingga para lulusan sarjana nantinya  mempunyai arti dan nilai untuk membentuk lulusan yang memiliki social entrepreneurship yang tinggi Perlu diciptakan lingkungan di Universitas yang kondusif dan nyata untuk membekali lulusannya.
STRATEGI IMPLEMENTASI MODEL PENGEMBANGAN WIRAUSAHAWAN MUDA BAGI MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN TAKALAR Rahim, Abdul Rahman; Rasulong, Ismail; Jusriadi, Edi; Adzim, Faidul
BALANCE: Economic, Business, Management and Accounting Journal Vol 14, No 02 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/blc.v14i02.1299

Abstract

ABSTRACT  The aims of the research are: (1) reviewing and analyzing the strategy of applying the model of developing young entrepreneurs through the container of a business incubator. (2) the role and commitment of the actors (government, financial institutions, youth professional organizations, village government, community leaders, youth organizations, and private sector) in a broader partnership network to support the implementation of young entrepreneurship in development models through the container of a business incubator for coastal communities.The data collection through in-depth interviews, potential mapping, and focus group discussions with the stakeholder, in this case, the main actors of development includes government, financial institutions, professional organizations of young entrepreneurs, community leaders, youth organizations, and private parties including universities. This qualitative research data analysis activity is done interactively and continuously until complete through several steps of activity systematically, that is collection/ data record, data reduction, data presentation, Verification and drawing the Conclusion.The conclusions of this research are the formulation of trial strategy in applying the young entrepreneur development model through the container of a business incubator.  Start by the strengthening of commitment among the actors, the formulation of a module for training, the formation of planning action, forming the team, training module, module for mentoring, and each of the main actors for a business incubator. The next step is doing an inventory of prospective new entrepreneurs and beginner entrepreneurs who will be fostered and developed through the container of a business incubator. The Structured training is for new groups of entrepreneurs and starting-up the new entrepreneurs from youth groups. The mentoring of business groups that initiated from the training results, and business incubators in bridging new business groups for access to capital and market access.Keywords : Coastal Communities, Young Entrepreneurs, Business IncubatorsCorrespondence to : rahman.rahim@unismuh.ac.id, ismail.rasulong@unismuh.ac.id, edi.jusriadi@unismuh.ac.id, faidul.adzim@unismuh.ac.id  ABSTRAK   Tujuan Penelitian ini, yaitu: (1) mengkaji dan menganalisis strategi penerapan model pengembangan wirausahawan muda melalui wadah inkubator bisnis; (2) menganalisis peran dan komitmen lintas aktor (pemerintah, lembaga keuangan, organisasi profesi pengusaha muda, pemerintah desa, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pihak swasta) dalam jaringan kemitraan yang lebih luas untuk mendukung implementasi model pengembangan wirausahawan muda melalui wadah inkubator bisnis bagi masyarakat pesisir.Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini aktor utama pembangunan meliputi pemerintah, lembaga keuangan, organisasi profesi pengusaha muda, pemerintah desa, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pihak swasta termasuk perguruan tinggi. Analisis data penelitian menggunakan metode kualitatif yang dilakukan melalui beberapa langkah secara sistematis, yakni Koleksi/Catatan data, Reduksi data, Penyajian data, Verifikasi dan penarikan kesimpulan.Simpulan dari penelitian ini adalah Rumusan strategi uji coba penerapan model pengembangan wirausahawan muda melalui wadah inkubator bisnis harus dimulai dengan adanya peneguhan komitmen antar lintas aktor, perumusan modul pelatihan, pembentukan tim penyusun rencana aksi, modul pelatihan, modul pendampingan, dan penyusunan detail peran masing-masing aktor utama inkubator bisnis. Selanjutnya melakukan inventarisasi calon-calon wirausahawan baru dan wirausahawan pemula yang akan dibina dan dikembangkan melalui wadah inkubator bisnis. Pelatihan terstruktur bagi kelompok wirausahawan baru dan wirausahawan pemula dari kelompok pemuda. Pendampingan kelompok-kelompok usaha yang telah digagas dari hasil pelatihan, dan pihak inkubator bisnis menjembatani kelompok-kelompok usaha baru untuk akses permodalan dan akses pasar.Kata kunci : Penerapan Model, Wirausahawan Muda, Inkubator Bisnis, Masyarakat PesisirKorespondensi : rahman.rahim@unismuh.ac.id, ismail.rasulong@unismuh.ac.id, edi.jusriadi@unismuh.ac.id, faidul.adzim@unismuh.ac.id
KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS PADA MODUL BIOREEFTEK DI PERAIRAN DESA TANJUNG TIRAM KECAMATAN MORAMO UTARA Rahim, Abdul Rahman; Nadia, La Ode Abdul Rajab; ., Abdullah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioreeftek adalah salah satu jenis artificial reef (terumbu buatan) sebagai suatu teknologi hijau yang memanfaatkan bahan alami (tempurung kelapa) sebagai media untuk penempelan larva planula karang sampai menjadi koloni individu baru atau terumbu karang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui komposisi, kelimpahan, keanekaragaman dan dominansi makrozoobenthos pada modul bioreeftek di perairan Desa Tanjung Tiram Kec Moramo Utara. Hasil identifikasi makrozoobenthos yang telah diperoleh selama 3 bulan penelitian yaitu 11 spesies dari 3 kelas yaitu 5 kelas jenis gastropoda, 5 jenis dari kelas bivalvia, dan 1 jenis dari kelas crustacea. Hasil analisis komposisi jenis tertinggi makrozoobenthos terdapat pada stasiun 1 yaitu dari kelas gastropoda jenis Ulys siponensia aspera dengan nilai 35%. Sedangkan kelimpahan tertinggi berada pada stasiun 1 dengan nilai 2,33. Untuk nilai keanekaragaman tertinggi yaitu pada stasiun 1 sebesar 2,08 (H?) dalam kategori keanekaragaman yang sedang. Untuk dominansi tertinggi berada pada stasiun 3 dengan nilai 0,25. Faktor lingkungan yang mempengaruhi kedalaman makrozoobenthos adalah substrat tempat hidup, kedalaman, kecerahan, dan kecepatan arus. Kata Kunci : Kelimpahan, Keanekaragaman, Makrozoobenthos dan Modul Bioreeftek
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.UNIT BENGO CABANG WATAMPONE Rizal, Samsul; Rahim, Abdul Rahman; Wardiana, Eka
PROFITABILITY : JURNAL ILMU MANAJEMEN Vol 4, No 1 (2020): PROFITABILITY : JURNAL ILMU MANAJEMEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.934 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of service quality on customer satisfaction at PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Bengo  Branch Watampone. This research was conducted at PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Bengo Branch Watampone, the research population is all customers of PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Bengo Branch Watampone Unit which was met at the time of the research, where the population was 500 customers while the sample size was determined using incidental sampling technique, which was 84 respondents. Data collection uses descriptive statistical techniques, simple linear regression analysis, and hypothesis testing. The results of data analysis obtained t count of 7.669 while t table amounted to 1.98932, so the t test hypothesis variable service quality has a positive effect on customer satisfaction. From the calculation of SPSS obtained R = 0.646, with R2 = 0.418 or 41.8%, the amount of customer satisfaction has been explained in the service quality data. While the rest, which is 0.582 or 58.2%, information about the amount of customer satisfaction cannot be explained by these independent variables.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. PEGADAIAN (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK PERUSAHAAN BERDASARKAN KEPMEN BUMN NOMOR KEP-100/MBU/2002 (PERIODE 2011-2015) Pattanggau, Yohana Martin; Rahim, Abdul Rahman
COMPETITIVENESS : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS Vol 5, No 2 (2011): COMPETITIVENESS : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS
Publisher : COMPETITIVENESS : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan posisi keuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan. Untuk melihat sehat tidaknyasuatu perusahaan tidak hanya dapat dinilai dari keadaan fisiknya saja. Faktor terpenting untuk dapat melihatperkembangan suatu perusahaan terletak dalam unsur keuangannya. Salah satu alat yang digunakan untukmengetahui kondisi keuangan perusahaan dapat berwujud laporan keuangan. Dan PT Pegadaian (Persero) dan Entitas Anak Perusahaan sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara juga perlu diketahui kondisi keuangannyauntuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan selama ini. Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-100/MBU/2002 tentang penilaian tingkat kesehatan Badan Usaha Milik Negara, penilaian kinerja perusahaan BUMN  pada  aspek  keuangan  dilakukan  dengan  melihat  beberapa  rasio.  Rasio tersebut adalah rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan provitabilitas.Tujuan penelitian ini adalah : 1) menganalisis rasio likuiditas pada PT Pegadaian (Persero) berdasarkan KEPMENBUMN Nomor KEP-100/MBU/2002,    2) menganalisis rasio solvabilitas pada PT Pegadaian (Persero) berdasarkan KEPMEN BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002, 3) menganalisis rasio aktivitas pada PT Pegadaian (Persero) berdasarkaan KEPMEN BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002, 4) menganalisis rasio profitabilitas PT Pegadaian (Persero) berdasarkan KEPMEN BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002. Data penelitian ini bersumber dari Laporan Keuangan PT Pegadaian  (Persero)  pada  tahun  2011-2015.  Hasil penelitian ini adalah kinerja perusahaan bila diukur secara keseluruhan menunjukkan  kinerja  keuangan  yang termasuk  dalam  kategori  sehat.  Kinerja keuangan rasio likuiditas bila diukur menggunakan analisis rasio lancar menunjukkan hasil sangat sehat, bila diukur menggunakan rasio kas menunjukkan hasil tidak sehat. Kinerja keuangan rasio solvabilitas bila diukur menggunakan rasio modal sendiri terhadap  total  aktiva  menunjukkan  kinerja  yang  kurang  sehat.  Kinerja  keuangan aktivitas bila diukur menggunakan rasio total assets turnover  menunjukkankinerja yang kurang sehat, bila diukur menggunakan rasio collection periods menunjukkan kinerja yang sehat. Kinerja keuangan profitabilitas bila diukur menggunakan rasio ROE menunjukkan kinerja yang sangat sehat, bila diukur menggunakan rasio ROI menunjukkan kinerja yang sehat.
PENGARUH KOMPETENSI, LINGKUNGAN KERJA TERHADAP MOTIVASI DAN KINERJA PEGAWAI SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN (STPP) GOWA DI GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN Slaviaty, Nenny; Mappatompo, Andi; Rahim, Abdul Rahman
COMPETITIVENESS : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS Vol 7, No 1 (2013): COMPETITIVENESS : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS
Publisher : COMPETITIVENESS : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi, lingkungan kerja terhadap motivasi dan kinerja Pegawai Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa di Gowa Provinsi Sulawesi Selatan serta mengetahui dan menganalisis variabel yang berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini telah dilaksanakan di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowadi Gowa Provinsi Sulawesi Selatan dengan sampel berjumlah 98 orang.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, melalui pengujian path analisis.Hasil penelitian menunjukan bahwa Kompetensi  mempunyai pengaruh  signifikan terhadap motivasi; Lingkungan kerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadapmotivasi; Kompetensi  mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai; Lingkungan kerja mempunyai pengaruh positif  tidak signifikan terhadapkinerja; Motivasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja; Kompetensi  mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai  melalui motivasi,hal ini menunjukkan bahwa semakin sesuai kompetensi yang dimiliki pegawai dengan pekerjaannya akan meningkatkan motivasi kerja dan akhirnya berdampak pada kinerja pegawai yang semakin baik; Lingkungan kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadapkinerja pegawai melalui motivasi, halini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan kerja dapat meningkatkan motivasi kerja pegawai sehingga berdampak pada meningkatkan kinerja pegawai. 
ANALISIS EKSPOR KOMODITAS PERKEBUNAN TERHADAP PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Hamsiah, Hamsiah; Rahim, Abdul Rahman
COMPETITIVENESS : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS Vol 7, No 1 (2013): COMPETITIVENESS : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS
Publisher : COMPETITIVENESS : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine and analyze the effect of export plantation commodities on economic growth in South Sulawesi. To know and analyze the export volume of plantation commodities, especially cocoa beans, coffee beans, cashew seeds, and rubber that affect the economic growth in South Sulawesi. And to know and analyze the effect of export trend of plantation commodities on economic growth in South Sulawesi. This research was conducted with the design of quantitative research method using time series data in the last 12 years.This results of the research shown 1) Export of plantation commodities such as cocoa beans, coffee beans, cashew seeds, and rubber had a mutual influence on economic growth in South Sulawesi in 2006 to 2017, 2) total exports of rubber commodities had a significant effect on economic growth in South Sulawesi, while cocoa beans, coffee beans, and cashew seeds had no significant effect, 3) trend analysis on total exports of plantation commodities such as exports of cocoa beans, coffee beans, cashew seeds, and rubber shown different trends. Commodities of cocoa beans, coffee beans, and rubber shows a negative trend while the commodity of cashew seeds had a positive trend and line.