Articles

Found 7 Documents
Search

GAMBARAN HISTOLOGI KETEBALAN JARINGAN GRANULASI PADA TIKUS WISTAR JANTAN DENGAN LUKA BAKAR SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK KAYU MANIS (CINNAMOMUN BURMANII) Rasyid, Riana Sari Puspita; Liberty, Iche Andriyani; Subandrate, Subandrate
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V7I1.7609

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di masyarakat dan menjadi masalah global di masyarakat. Penyembuhan luka adalah suatu bentuk proses usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kulit. Pembentukan jaringan granulasi adalah tahap yang penting dalam fase proliferasi dan penyembuhan luka.Saat ini, selain menggunakan obat modern seperti antibiotika silver sulfadiazine 1%, penelitian untuk pengobatan luka bakar menggunakan bahan-bahan herbal mulai banyak dilakukan oleh para peneliti. Salah satu bahan herbal yang digunakan untuk mengobati luka adalah Kayu Manis (Cinnamomun Burmanii).Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi baru pemanfaatan kayu manis sebagai penyembuh luka dan dapat dikembangkan sebagai terapi komplementer yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan Silver Sulfadiazine 1%  Dibandingkan Kayu Manis (Cinnamomun Burmanii)pada Proses Pembentukan Jaringan Granulasi Tikus Wistar dengan Luka Bakar Derajat II.Penelitian ini merupakan studi eksperimentalmenggunakan rancangan penelitian post test only control group designyangdilaksanakan pada bulan September-November 2018 di Laboratorium Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, di Animal HouseFakultas Kedokteran Unsri dan Laboratorium Patologi RSUP dr.Mohammad Hoesin Palembang. Sampel yang digunakan adalahtikus putih sebanyak 30 sampeldibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu I (kontrol negatif), II (diberikan salep ekstrak kayu manisdosis 10%), III (dosis 20%), IV (dosis 40%) dan V (kelompok kontrol positif diberikanSilver Sulfadiazine 1%). Data dianalisisdengan menggunakan program STATA 15 yaitu dengan uji homogenitas, uji OneWay Anovadan dilanjutkan uji post hoc multiple comparisons. 
INFLUENCE OF LIFE SKILLS ON SEXUAL BEHAVIORIN ADOLESCENT AT SEBERANG ULU AREA OF PALEMBANG CITY Liberty, Iche Andriyani; Fajar, Nur Alam; Sunarsih, Elvi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.234 KB)

Abstract

Background: Sex is an aspect that is important for the development of adolescent. Mobility and construction of various facilities in  Palembang city, especially Seberang Ulu area is increasing. Increased development raises its own dilemma, on one side the people in dire needs of development, but on the other side occurs that changed  the moral decline in adolescent values, norms and lifestyles are followed by a media revolution and an increasingly independent behavior. This study aims to determine the influence of life skills on sexual behavior in adolescents. This research was done in May-June 2011 in the Seberang Ulu Area. Methods: This is quantitative research with cross sectional approach. The subject were all of adolescents aged 12-21 years in Seberang Ulu area of Palembang City with 96 respondents sample. The statistical test used chi square test by using SPSS version 17 program. Result: The results showed that there is the influence of life skills (p = 0.015), hard skills (knowledge of sex) (p = 0.012), soft skills (religiosity, self-confidence, and self-concept) (p = 0.000) towards sexual behavior in adolescent, partially religiosity (p = 0.015), confidence (p = 0.018), and self-concept (p = 0.027) also influence of sex behavior. Conclusion: Life skills, soft skills, religiosity, self-confidence, and self-concept is a risk factor while the hard skills is preventing factor of free sex in adolescents. We need a development model life skills-based education for free sex prevention. Keywords: adolescents, life skills, sexual behavior
Perbedaan pekembangan kualitas hidup penderita Tb paru menggunakan instrumen indonesianwhoqol-breffquestionareterhadap fase pengobatan tuberculosis Pariyana, Pariyana; Liberty, Iche Andriyani; kasim, Bahrun Indawan; Ridwan, Achmad
Jurnal Kedokteran Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.799 KB) | DOI: 10.32539/JKK.v5i3.6314

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Kualitas hidup pasien tuberkulosis merupakan hal penting untuk dinilai karena penurunan kualitas hidup penderita TB paru berhubungan dengan status kesehatan yang menyebabkan keterlambatan pengobatan dan berdampak negatif terhadap kelangsungan pengobatan sehingga menyebabkan pengobatan menjadi terputus atau tidak tuntas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup penderita Tb paru terhadap fase pengobatan. Penelitian ini dilakukan pada 116 pasien Tb paru yang berobat ke Puskesmas Kota Palembanng. Analisis data menggunaka analisis deskriptif dan analisis inferensial (uji t test). Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan kesehatan psikologis penderita Tb paru yang menjalani pengobatan fase awal dan fase lanjutan (p=0,036) dan tidak terdapat perbedaan kualitas hidup domain1 (kesejahteraan fisik) p=0,201, domain 3 (hubungan sosial) p=0,283, domain 4 (hubungan dengan lingkungan) p= 0,633 dan total domain(p=0,307) penderita Tb paru yang menjalani pengobatan fase awal dan fase lanjutan.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hidup penderita TB paru di Kota Palembang pada dimensi/domain kesejahteraan fisik, sosial dan lingkungankualitas hidup penderita Tb paru yang menjalani pengobatan fase awal dan fase lanjutan tidak berbeda bermakna, namun pada domain psikologis didapatkan ada perbedaan bermakna kualitas hidup penderita Tb paru yang menjalani pengobatan fase awal dan fase lanjutan, kualitas hidup Penderita Tb paru pada fase awal lebih buruk/kurang baik dibandingkan dengan kualitas hidup penderita Tb pada fase lanjutan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PERAWATAN VAGINA TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA Sukamto, Neubrina Raesuky; Yahya, Yulia Farida; Handayani, Dwi; Argentina, Fifa; Liberty, Iche Andriyani
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 4 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputihan (leukorea, flour albus, vaginal discharge) adalah sekret yang berlebihan dari vagina selain darah haid, dan tidak disebabkan neoplasma atau penyakit sistemik. Keputihan dapat bersifat fisiologis (normal) dan patologis (abnormal).. Pengetahuan dan perawatan yang baik dalam menjaga kebersihan organ reproduksi dapat memelihara kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam perawatan vagina diyakini berpengaruh terhadap kejadian keputihan patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku perawatan vagina terhadap kejadian keputihan patologis pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah semua mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya angkatan 2015-2018.Dari 599 responden, faktor berpengaruh bermakna terhadap terjadinya keputihan patologis adalah pengetahuan (p= 0,044), sikap (p= 0,041) dan perilaku (p= 0,000) sesuai dengan hasil multivariat.pengetahuan, sikap, dan perawatan vagina merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian keputihan patologis
Hubungan Obesitas dengan Kejadian Prediabetes pada Wanita Usia Produktif Liberty, Iche Andriyani
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.746 KB)

Abstract

Prediabetes merupakan kondisi kadar glukosa darah seseorang diatas nilai normal namun belum memenuhi kriteria diabetes melitus. Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami prediabetes dibanding pria. Peningkatan prevalensi obesitas bersamaan dengan prevalensi diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan obesitas dengan kejadian prediabetes pada wanita usia produktif. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan kasus kontrol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari?Maret 2016 di Kota Palembang. Populasi pada penelitian ini adalah wanita di Kota Palembang yang berusia 18 ? 40 tahun dan bersedia menandatangani surat persetujuan untuk mengikuti penelitian.Seluruh data diolah dengan menggunakan SPSS versi 22 dan hipotesis akan diuji dengan menggunakan uji Chi-square,untuk mengetahui Odds Ratio digunakan unconditional logistic regression. Pada penelitian ini, diperoleh 196 responden, terdiri dari 98 kasus yakni wanita prediabetes dan 98 kontrol yakni wanita dengan normoglikemik. Pada kelompok kasus, sebagian besar tingkat pendidikan responden adalah tamat SMP maupun SMA (51,7%), memiliki pekerjaan disektor formal (46,1%), berstatus sudah menikah (73%), tidak memiliki riwayat keluarga yang menderita diabetes (83,1%), dan memiliki IMT yang tergolong obesitas (71,9%). Hasil analisa bivariat menunjukkan dari kelima variabel yakni tingkat pendidikan, pekerjaan, status marital, riwayat keluarga, dan obesitas, terdapat tiga variabel yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian prediabetes yakni tingkat pendidikan, status marital, dan obesitas.Sedangkan pada analisa multivariat terdapat dua variabel yakni status marital (OR=3,87 CI 95%= 1,98 ? 7,60 p value=0,00) dan obesitas (OR=2,63 CI 95%= 1,36 - 5,35 p value=0,05) yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian prediabetes.
Association Between Physical Activity and Metabolic Syndrome among Patients in Primary Public Health Center Agung, Maruf; Puspita, Ririn; Nuraini, Dwi Lisa; Liberty, Iche Andriyani
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i3.9207

Abstract

Metabolic syndrome is a major challenge to public health throughout the world, about a quarter of the world's adults suffer from metabolic syndrome. Many studies have concluded that differences in the level of physical activity is associated with the prevalence of the metabolic syndrome. The main objective of this study was to evaluate the associated between physical activity and metabolic syndrome in 2 (two) Primary Public Health Center in Palembang City. This study was an observational analytic study with a cross-sectional design conducted on 91 subjects that met the criteria. Data on respondents' characteristics were taken from personal data interviews, physical activity was obtained by IPAQ questionnaire, lipid profile and fasting blood glucose obtained by medical records, while anthropometric and blood pressure measurement data were obtained directly through measurements. The results showed the prevalence of metabolic syndrome was 59.3% in the subject. The majority of the physical activities of the subjects were low (54.9%) followed by moderate (35.2%), and high (9.9%). Inferential analysis shows that there was a significant associated between physical activity and metabolic syndrome (p = 0.003 and POR = 1.785; CI95% = 1.19-2.66).
DETERMINAN KEPATUHAN BEROBAT PASIEN HIPERTENSI PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT I Liberty, Iche Andriyani; Pariyana, Pariyana; Roflin, Eddy; Waris, Lukman
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Health Service Research and Development)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.833 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v1i1.428

Abstract

Abstrak Puskesmas merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang berfungsi menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan secara paripurna. Hingga saat ini penyakit tidak menular yang masih merupakan tantangan besar di Puskesmas dalam menurunkan angka morbiditas hipertensi adalah adalah tatalaksana hipertensi salah satunya adalah tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat antihipertensi bagi penderita masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kepatuhan pasien menjalani pengobatan hipertensi dan pengaruhnya terhadap kendali tekanan darah pasien hipertensi. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di kota Palembang pada bulan Agustus sampai Oktober 2017. Sampel adalah pasien yang berobat ke Puskesmas Karyajaya, Kenten, Plaju, Sei Baung, dan Kampus. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 90 pasien. Analisis data dengan analisis univariat dan bivariat dengan Chi Square Test. Determinan yang berpengaruh terhadap kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi obat adalah lama menderita hipertensi: POR: 0,11, nilai p =0,04 (CI 95% 0,02-0,52).Determinan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, Indeks Massa Tubuh, keikutansertaan BPJS, dan riwayat hipertensi dalam keluarga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan berobat pasien hipertensi. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hipertensi juga merupakan determinan yang berpengaruh terhadap kendali tekanan darah responden. Keberhasilan terapi hipertensi di tingkat pelayanan pertama bisa meningkat, maka disarankan bagi tenaga kesehatan memperhatikan lama atau riwayat menderita hipertensi pasien dalam memberikan pelayanan. Abstract Puskesmas is a First Level Health Facility Until now, the management of non-communicable diseases which is still a big challenge in Puskesmas is hypertension. One effort that can be done to reduce the morbidity rate of hypertension is the consumption of antihypertensive, but still few patients who adhere to this treatment.This study aims to analyze the determinants of adherence in patients undergoing treatment of hypertension and how it affects blood pressure control of hypertensive patients. This research is an observational analytic research with cross sectional approach. This research was conducted in Palembang city from August to October 2017. The samples were patients who went to Puskesmas Karyajaya, Kenten, Plaju, Sei Baung, and Campus which fulfilled the inclusion criteria with a total sample of 90 patients. Data analysis in this research was univariate and bivariate analysis with Chi Square Test. Determinant which influence to adherence in this research was duration of hypertension with POR 0,11 with CI 95% 0,02-0,52 (p value = 0,04). While other determinants of gender, age, education level, occupation, Body Mass Index, BPJS participation, and family history of hypertension have no significant effect on hypertension patient?s treatment compliance. Compliance of patients in undergoing treatment of hypertension is also a determinant that affects the control of blood pressure of respondents. The determinants that affect the adherence in this study are duration of hypertension, thus health workers at first-level facility is very necessary attention to a history of hypertension patients in order to improve therapeutic efficacy.