Sungkowo Sungkowo, Sungkowo
Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Semarang

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

INTERVENSI PENGAYAAN PENGETAHUAN PANGAN DAN GIZI PADA MUATAN LOKAL UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT Sungkowo, Sungkowo; Setiawan, Budi; Madanijah, Siti
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 3 No. 3 (2008)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.65 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2008.3.3.156-166

Abstract

The problem in education especially in junior high school is low quality of education, caused by several factors such as social and economic situations. The purpose of the research was to study: 1) food and nutrition knowledge of the students; 2) food habit of the students; 3) ability to prepare traditional food of West Lampung; 4) nutritional status of students; 5) process of teaching and learning; and 6) Parent?s support. The research was conducted at junior high school in Sukau in West Lampung Regency. The research used cluster random sampling technique, one class (VIII A) was chosen as control group and another (VIII C) as treatment group. There were significant differences between control and treatment class respectively: 1) the score of food and nutrition knowledge 12.89 and 15.03; 2) the score of food habit 30.65 and 37.74;  3) the level of preparing traditional food 24.03 and 27.56; 4) the process of teaching learning 34.39 and 38.90; and 5) parent?s support 78.16 and 97.61.
PELATIHAN PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR RENANG CRAWL STROKE, BREAST STROKE, BUTTERFLY STROKE, BACK STROKE PADA GURU PENDIDIKAN JASMANI SD Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renang sudah memasuki kurikulum pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar (SD) sebagai materi pilihan. Selain itu beberapa sekolah memilih renang sebagai cabang pilihan dalam ekstra kurikuler yang diampu guru pendidikan jasmani masing-masing. Pendidikan mereka terdiri dari lulusan SGO, PKGO, PGPJSD dan beberapa yang Sarjana. Dilihat dari latar belakang pendidikan tersebut maka dapat dikatakan bahwa diantara para guru tidak ada yang pernah belajar renang secara khusus sehingga pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang dirasa sangat kurang, mengingat pengetahuan dan pengusaan melatih teknik dasar renang mereka hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah yang sangat terbatas waktunya. Kurangnya pengetahuan tersebut menyebabkan terjadinya kesalahan melatih teknik dasar. Dengan memiliki pengetahuan dan pengusaan melatih teknik dasar renang yang memadahi maka seorang guru akan dapat melakukan pembelajaran renang dengan efektif dan efisien serta indah dilihat.Pada saat mengajar materi renang bagi peserta didik di sekolah maupun mengampu ekstra renang pada sore hari pengetahuan yang disampaikan tidak menyesatkan sedangkan keterampilan yang diajarkan juga mudah dicontoh. Berdasarkan uraian tersebut maka dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan melatih teknik dasar renang bagi para guru pendidikan jasmani SD tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNNES dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan melatih teknik dasar renang sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahan teknik dasar dan akhirnya mereka dapat berenang dengan efisien. Nilai rata-rata dari peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan tingkat kemampuan mengajar para guru SD Penjas dengan taraf baik. Sesudah mereka mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pembelajaran teknik dasar renang Crawl Stroke, Breast Stroke, Butterfly Stroke, Back Stroke Pada Guru Pendidikan Jasmani SD Di Kecematan Demak menggunakan metode ceramah, simulasi dan praktek maka tingkat kemampuan mengajar renang mereka meningkat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENGUASAAN TEKNIK DASAR RENANG PADA GURU PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renang sudah memasuki kurikulum pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar (SD) sebagai materi pilihan. Selain itu beberapa sekolah memilih renang sebagai cabang pilihan dalam ekstra kurikuler yang diampu guru pendidikan jasmani masing-masing. Pendidikan mereka terdiri dari lulusan SGO, PKGO, PGPJSD dan beberapa yang Sarjana. Dilihat dari latar belakang pendidikan tersebut maka dapat dikatakan bahwa diantara para guru tidak ada yang pernah belajar renang secara khusus sehingga pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang dirasa sangat kurang, mengingat pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang mereka hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah yang sangat terbatas waktunya. Kurangnya pengetahuan tersebut menyebabkan terjadinya kesalahan teknik dasar. Dengan memiliki pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang yang memadahi maka seorang guru akan dapat melakukan gerakan renang dengan efektif dan efisien serta indah dilihat. Pada saat mengajar materi renang bagi peserta didik di sekolah maupun mengampu ekstra renang pada sore hari pengetahuan yang disampaikan tidak menyesatkan sedangkan keterampilan yang diajarkan juga mudah dicontoh. Berdasarkan uraian tersebut maka dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknik dasar renang bagi para guru pendidikan jasmani SD tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNNES dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknik dasar renang sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahan teknik dasar dan akhirnya mereka dapat berenang dengan efisien. Nilai rata-rata pre test dari peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebesar 76,4 menunjukkan tingkat kemampuan teknik dasar gaya renang para guru SD Penjas dengan taraf baik. Sesudah mereka mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang peningkatan kemampuan teknik dasar gaya renang para guru SD Penjas Gunungpati menggunakan metode ceramah, simulasi dan praktek maka tingkat kemampuan teknik dasar gaya renang mereka meningkat. Hal ini dipresentasikan dengan adanya nilai rata-rata post test sebesar 85,1 yang lebih tinggi dari rata-rata pre test sebesar 76,4 yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan sebesar 8,7 %
engaruh Latihan Interval dan Kapasitas Vital Paru terhadap Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Crawl Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti; Budianto, Kumbul Slamet
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihaninterval 1:1 dengan 1:2 dan kapasitas vital paru serta interaksi antara latihan interval terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawl. Sampel penelitian adalah atlet puteraKU II dan III Club Renang Shima Jeparakelompok umur II dan III usia antara 12-14 tahun berjumlah 8 orang. Sampel dikelompokkanmenjadi 2 (dua) kelompok yaitu sampel dengan kategori kapasitas vital parutinggi dan rendah. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif prosentase dan teknik analisis varians dua jalan dengan program SPSS. Hasil penelitian terdapat perbedaan pengaruh latihaninterval 1:1 dengan latihan interval 1:2 terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawldi peroleh f hitung (13,050) > f tabel (7,709), terdapat perbedaan kapasitas vital paru kategori tinggi dan kategori rendah terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawl diperoleh f hitung (11,057) > f tabel (7,709), tidak ada interaksi antara latihan interval dan kapasitas vital paru terhadap kecepatan renang 50 m gaya crawl f hitung (1,858) f tabel (7,709). Simpulan terdapat pengaruh antara metode latihan interval 1:1 dengan 1:2 dan kapasitas vital paru terhadap kecepatan renang 50 meter gaya crawl.Tidak terdapat interaksi antara metode latihan interval dan kapasitas vital paruparu terhadap hasil kecepatan renang 50 meter gayacrawl.
KONDISI KESEGARAN JASMANI ATLET PERKUMPULAN RENANG TIRTA WAHANA USIA 10 – 12 TAHUN Wahyudi, Andra; Rahayu, Kaswarganti; Sungkowo, Sungkowo
Unnes Journal of Sport Sciences Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Unnes Journal of Sport Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana sangat berpengaruh terhadap semangat latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana usia 10-12 tahun Kabupaten Grobogan tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan teknik tes TKJI yang meliputi beberapa item tes yaitu : (1) lari 40 meter, (2) gantung siku tekuk, (3) baring duduk, (4) loncat tegak, dan (5) lari 600 meter. Populasi yang digunakan adalah atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana Kabupaten Grobogan tahun 2015 usia 10-12 tahun yang berjumlah 20 atlet. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kondisi kesegaran jasmani atlet usia 10 tahun termasuk dalam kategori kurang (K) dengan nilai mean 13,75. Untuk atlet usia 11 tahun termasuk dalam kategori sedang (S) dengan nilai mean 17,00. Dan atlet usia 12 tahun termasuk dalam kategori baik (B) dengan nilai mean 20,00. Serta kondisi kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana usia 10-12 tahun Kabupaten Grobogan tahun 2015 dari 9 atlet termasuk dalam kategori sedang (S) dengan nilai mean 16,56.   Abstract ___________________________________________________________________ Freshness Physical Society athlete Pool Tirta Wahana influence on the spirit of the exercise. The purpose of this study is to determine the conditions Physical Freshness Association Pool Tirta Wahana athletes aged 10-12 Grobogan 2015. The method used in this study is a survey technique TKJI test which includes several test items, namely: 1) run 40 meters, 2) pull ups, 3) sit ups, 4) vertical jump, 5) run 600 meters. The population used is the athlete Association Pool Tirta Wahana Grobogan 2015 which amounted to 20 athletes and use total population. Analysis of the data used in this research is descriptive statistics. The results showed that the average conditions of physical fitness of athletes age of 10 years are included in the category of less (K) with a mean of 13.75. For athletes 11 years of age are included in the category of medium (S) with a mean of 17.00. And athletes 12 years of age included in either category (B) with a mean of 20.00. And the condition of physical fitness of athletes Association Pool Tirta Wahana aged 10-12 Grobogan 2015 of 9 athletes included in the category of medium (S) with a mean of 16.56.Kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana sangat berpengaruh terhadap semangat latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana usia 10-12 tahun Kabupaten Grobogan tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan teknik tes TKJI yang meliputi beberapa item tes yaitu : (1) lari 40 meter, (2) gantung siku tekuk, (3) baring duduk, (4) loncat tegak, dan (5) lari 600 meter. Populasi yang digunakan adalah atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana Kabupaten Grobogan tahun 2015 usia 10-12 tahun yang berjumlah 20 atlet. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kondisi kesegaran jasmani atlet usia 10 tahun termasuk dalam kategori kurang (K) dengan nilai mean 13,75. Untuk atlet usia 11 tahun termasuk dalam kategori sedang (S) dengan nilai mean 17,00. Dan atlet usia 12 tahun termasuk dalam kategori baik (B) dengan nilai mean 20,00. Serta kondisi kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana usia 10-12 tahun Kabupaten Grobogan tahun 2015 dari 9 atlet termasuk dalam kategori sedang (S) dengan nilai mean 16,56.   Abstract ___________________________________________________________________ Freshness Physical Society athlete Pool Tirta Wahana influence on the spirit of the exercise. The purpose of this study is to determine the conditions Physical Freshness Association Pool Tirta Wahana athletes aged 10-12 Grobogan 2015. The method used in this study is a survey technique TKJI test which includes several test items, namely: 1) run 40 meters, 2) pull ups, 3) sit ups, 4) vertical jump, 5) run 600 meters. The population used is the athlete Association Pool Tirta Wahana Grobogan 2015 which amounted to 20 athletes and use total population. Analysis of the data used in this research is descriptive statistics. The results showed that the average conditions of physical fitness of athletes age of 10 years are included in the category of less (K) with a mean of 13.75. For athletes 11 years of age are included in the category of medium (S) with a mean of 17.00. And athletes 12 years of age included in either category (B) with a mean of 20.00. And the condition of physical fitness of athletes Association Pool Tirta Wahana aged 10-12 Grobogan 2015 of 9 athletes included in the category of medium (S) with a mean of 16.56.
PELATIHAN PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR RENANG CRAWL STROKE, BREAST STROKE, BUTTERFLY STROKE, BACK STROKE PADA GURU PENDIDIKAN JASMANI SD Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renang sudah memasuki kurikulum pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar (SD) sebagai materi pilihan. Selain itu beberapa sekolah memilih renang sebagai cabang pilihan dalam ekstra kurikuler yang diampu guru pendidikan jasmani masing-masing. Pendidikan mereka terdiri dari lulusan SGO, PKGO, PGPJSD dan beberapa yang Sarjana. Dilihat dari latar belakang pendidikan tersebut maka dapat dikatakan bahwa diantara para guru tidak ada yang pernah belajar renang secara khusus sehingga pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang dirasa sangat kurang, mengingat pengetahuan dan pengusaan melatih teknik dasar renang mereka hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah yang sangat terbatas waktunya. Kurangnya pengetahuan tersebut menyebabkan terjadinya kesalahan melatih teknik dasar. Dengan memiliki pengetahuan dan pengusaan melatih teknik dasar renang yang memadahi maka seorang guru akan dapat melakukan pembelajaran renang dengan efektif dan efisien serta indah dilihat.Pada saat mengajar materi renang bagi peserta didik di sekolah maupun mengampu ekstra renang pada sore hari pengetahuan yang disampaikan tidak menyesatkan sedangkan keterampilan yang diajarkan juga mudah dicontoh. Berdasarkan uraian tersebut maka dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan melatih teknik dasar renang bagi para guru pendidikan jasmani SD tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNNES dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan melatih teknik dasar renang sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahan teknik dasar dan akhirnya mereka dapat berenang dengan efisien. Nilai rata-rata dari peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan tingkat kemampuan mengajar para guru SD Penjas dengan taraf baik. Sesudah mereka mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pembelajaran teknik dasar renang Crawl Stroke, Breast Stroke, Butterfly Stroke, Back Stroke Pada Guru Pendidikan Jasmani SD Di Kecematan Demak menggunakan metode ceramah, simulasi dan praktek maka tingkat kemampuan mengajar renang mereka meningkat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENGUASAAN TEKNIK DASAR RENANG PADA GURU PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renang sudah memasuki kurikulum pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar (SD) sebagai materi pilihan. Selain itu beberapa sekolah memilih renang sebagai cabang pilihan dalam ekstra kurikuler yang diampu guru pendidikan jasmani masing-masing. Pendidikan mereka terdiri dari lulusan SGO, PKGO, PGPJSD dan beberapa yang Sarjana. Dilihat dari latar belakang pendidikan tersebut maka dapat dikatakan bahwa diantara para guru tidak ada yang pernah belajar renang secara khusus sehingga pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang dirasa sangat kurang, mengingat pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang mereka hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah yang sangat terbatas waktunya. Kurangnya pengetahuan tersebut menyebabkan terjadinya kesalahan teknik dasar. Dengan memiliki pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang yang memadahi maka seorang guru akan dapat melakukan gerakan renang dengan efektif dan efisien serta indah dilihat. Pada saat mengajar materi renang bagi peserta didik di sekolah maupun mengampu ekstra renang pada sore hari pengetahuan yang disampaikan tidak menyesatkan sedangkan keterampilan yang diajarkan juga mudah dicontoh. Berdasarkan uraian tersebut maka dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknik dasar renang bagi para guru pendidikan jasmani SD tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNNES dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknik dasar renang sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahan teknik dasar dan akhirnya mereka dapat berenang dengan efisien. Nilai rata-rata pre test dari peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebesar 76,4 menunjukkan tingkat kemampuan teknik dasar gaya renang para guru SD Penjas dengan taraf baik. Sesudah mereka mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang peningkatan kemampuan teknik dasar gaya renang para guru SD Penjas Gunungpati menggunakan metode ceramah, simulasi dan praktek maka tingkat kemampuan teknik dasar gaya renang mereka meningkat. Hal ini dipresentasikan dengan adanya nilai rata-rata post test sebesar 85,1 yang lebih tinggi dari rata-rata pre test sebesar 76,4 yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan sebesar 8,7 %
engaruh Latihan Interval dan Kapasitas Vital Paru terhadap Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Crawl Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti; Budianto, Kumbul Slamet
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7882

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihaninterval 1:1 dengan 1:2 dan kapasitas vital paru serta interaksi antara latihan interval terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawl. Sampel penelitian adalah atlet puteraKU II dan III Club Renang Shima Jeparakelompok umur II dan III usia antara 12-14 tahun berjumlah 8 orang. Sampel dikelompokkanmenjadi 2 (dua) kelompok yaitu sampel dengan kategori kapasitas vital parutinggi dan rendah. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif prosentase dan teknik analisis varians dua jalan dengan program SPSS. Hasil penelitian terdapat perbedaan pengaruh latihaninterval 1:1 dengan latihan interval 1:2 terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawldi peroleh f hitung (13,050) > f tabel (7,709), terdapat perbedaan kapasitas vital paru kategori tinggi dan kategori rendah terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawl diperoleh f hitung (11,057) > f tabel (7,709), tidak ada interaksi antara latihan interval dan kapasitas vital paru terhadap kecepatan renang 50 m gaya crawl f hitung (1,858) f tabel (7,709). Simpulan terdapat pengaruh antara metode latihan interval 1:1 dengan 1:2 dan kapasitas vital paru terhadap kecepatan renang 50 meter gaya crawl.Tidak terdapat interaksi antara metode latihan interval dan kapasitas vital paruparu terhadap hasil kecepatan renang 50 meter gayacrawl.