Kaswarganti Rahayu, Kaswarganti
Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Semarang

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PELATIHAN PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR RENANG CRAWL STROKE, BREAST STROKE, BUTTERFLY STROKE, BACK STROKE PADA GURU PENDIDIKAN JASMANI SD Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renang sudah memasuki kurikulum pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar (SD) sebagai materi pilihan. Selain itu beberapa sekolah memilih renang sebagai cabang pilihan dalam ekstra kurikuler yang diampu guru pendidikan jasmani masing-masing. Pendidikan mereka terdiri dari lulusan SGO, PKGO, PGPJSD dan beberapa yang Sarjana. Dilihat dari latar belakang pendidikan tersebut maka dapat dikatakan bahwa diantara para guru tidak ada yang pernah belajar renang secara khusus sehingga pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang dirasa sangat kurang, mengingat pengetahuan dan pengusaan melatih teknik dasar renang mereka hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah yang sangat terbatas waktunya. Kurangnya pengetahuan tersebut menyebabkan terjadinya kesalahan melatih teknik dasar. Dengan memiliki pengetahuan dan pengusaan melatih teknik dasar renang yang memadahi maka seorang guru akan dapat melakukan pembelajaran renang dengan efektif dan efisien serta indah dilihat.Pada saat mengajar materi renang bagi peserta didik di sekolah maupun mengampu ekstra renang pada sore hari pengetahuan yang disampaikan tidak menyesatkan sedangkan keterampilan yang diajarkan juga mudah dicontoh. Berdasarkan uraian tersebut maka dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan melatih teknik dasar renang bagi para guru pendidikan jasmani SD tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNNES dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan melatih teknik dasar renang sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahan teknik dasar dan akhirnya mereka dapat berenang dengan efisien. Nilai rata-rata dari peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan tingkat kemampuan mengajar para guru SD Penjas dengan taraf baik. Sesudah mereka mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pembelajaran teknik dasar renang Crawl Stroke, Breast Stroke, Butterfly Stroke, Back Stroke Pada Guru Pendidikan Jasmani SD Di Kecematan Demak menggunakan metode ceramah, simulasi dan praktek maka tingkat kemampuan mengajar renang mereka meningkat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENGUASAAN TEKNIK DASAR RENANG PADA GURU PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renang sudah memasuki kurikulum pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar (SD) sebagai materi pilihan. Selain itu beberapa sekolah memilih renang sebagai cabang pilihan dalam ekstra kurikuler yang diampu guru pendidikan jasmani masing-masing. Pendidikan mereka terdiri dari lulusan SGO, PKGO, PGPJSD dan beberapa yang Sarjana. Dilihat dari latar belakang pendidikan tersebut maka dapat dikatakan bahwa diantara para guru tidak ada yang pernah belajar renang secara khusus sehingga pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang dirasa sangat kurang, mengingat pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang mereka hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah yang sangat terbatas waktunya. Kurangnya pengetahuan tersebut menyebabkan terjadinya kesalahan teknik dasar. Dengan memiliki pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang yang memadahi maka seorang guru akan dapat melakukan gerakan renang dengan efektif dan efisien serta indah dilihat. Pada saat mengajar materi renang bagi peserta didik di sekolah maupun mengampu ekstra renang pada sore hari pengetahuan yang disampaikan tidak menyesatkan sedangkan keterampilan yang diajarkan juga mudah dicontoh. Berdasarkan uraian tersebut maka dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknik dasar renang bagi para guru pendidikan jasmani SD tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNNES dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknik dasar renang sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahan teknik dasar dan akhirnya mereka dapat berenang dengan efisien. Nilai rata-rata pre test dari peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebesar 76,4 menunjukkan tingkat kemampuan teknik dasar gaya renang para guru SD Penjas dengan taraf baik. Sesudah mereka mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang peningkatan kemampuan teknik dasar gaya renang para guru SD Penjas Gunungpati menggunakan metode ceramah, simulasi dan praktek maka tingkat kemampuan teknik dasar gaya renang mereka meningkat. Hal ini dipresentasikan dengan adanya nilai rata-rata post test sebesar 85,1 yang lebih tinggi dari rata-rata pre test sebesar 76,4 yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan sebesar 8,7 %
engaruh Latihan Interval dan Kapasitas Vital Paru terhadap Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Crawl Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti; Budianto, Kumbul Slamet
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihaninterval 1:1 dengan 1:2 dan kapasitas vital paru serta interaksi antara latihan interval terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawl. Sampel penelitian adalah atlet puteraKU II dan III Club Renang Shima Jeparakelompok umur II dan III usia antara 12-14 tahun berjumlah 8 orang. Sampel dikelompokkanmenjadi 2 (dua) kelompok yaitu sampel dengan kategori kapasitas vital parutinggi dan rendah. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif prosentase dan teknik analisis varians dua jalan dengan program SPSS. Hasil penelitian terdapat perbedaan pengaruh latihaninterval 1:1 dengan latihan interval 1:2 terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawldi peroleh f hitung (13,050) > f tabel (7,709), terdapat perbedaan kapasitas vital paru kategori tinggi dan kategori rendah terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawl diperoleh f hitung (11,057) > f tabel (7,709), tidak ada interaksi antara latihan interval dan kapasitas vital paru terhadap kecepatan renang 50 m gaya crawl f hitung (1,858) f tabel (7,709). Simpulan terdapat pengaruh antara metode latihan interval 1:1 dengan 1:2 dan kapasitas vital paru terhadap kecepatan renang 50 meter gaya crawl.Tidak terdapat interaksi antara metode latihan interval dan kapasitas vital paruparu terhadap hasil kecepatan renang 50 meter gayacrawl.
KONDISI KESEGARAN JASMANI ATLET PERKUMPULAN RENANG TIRTA WAHANA USIA 10 – 12 TAHUN Wahyudi, Andra; Rahayu, Kaswarganti; Sungkowo, Sungkowo
Unnes Journal of Sport Sciences Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Unnes Journal of Sport Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana sangat berpengaruh terhadap semangat latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana usia 10-12 tahun Kabupaten Grobogan tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan teknik tes TKJI yang meliputi beberapa item tes yaitu : (1) lari 40 meter, (2) gantung siku tekuk, (3) baring duduk, (4) loncat tegak, dan (5) lari 600 meter. Populasi yang digunakan adalah atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana Kabupaten Grobogan tahun 2015 usia 10-12 tahun yang berjumlah 20 atlet. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kondisi kesegaran jasmani atlet usia 10 tahun termasuk dalam kategori kurang (K) dengan nilai mean 13,75. Untuk atlet usia 11 tahun termasuk dalam kategori sedang (S) dengan nilai mean 17,00. Dan atlet usia 12 tahun termasuk dalam kategori baik (B) dengan nilai mean 20,00. Serta kondisi kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana usia 10-12 tahun Kabupaten Grobogan tahun 2015 dari 9 atlet termasuk dalam kategori sedang (S) dengan nilai mean 16,56.   Abstract ___________________________________________________________________ Freshness Physical Society athlete Pool Tirta Wahana influence on the spirit of the exercise. The purpose of this study is to determine the conditions Physical Freshness Association Pool Tirta Wahana athletes aged 10-12 Grobogan 2015. The method used in this study is a survey technique TKJI test which includes several test items, namely: 1) run 40 meters, 2) pull ups, 3) sit ups, 4) vertical jump, 5) run 600 meters. The population used is the athlete Association Pool Tirta Wahana Grobogan 2015 which amounted to 20 athletes and use total population. Analysis of the data used in this research is descriptive statistics. The results showed that the average conditions of physical fitness of athletes age of 10 years are included in the category of less (K) with a mean of 13.75. For athletes 11 years of age are included in the category of medium (S) with a mean of 17.00. And athletes 12 years of age included in either category (B) with a mean of 20.00. And the condition of physical fitness of athletes Association Pool Tirta Wahana aged 10-12 Grobogan 2015 of 9 athletes included in the category of medium (S) with a mean of 16.56.Kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana sangat berpengaruh terhadap semangat latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana usia 10-12 tahun Kabupaten Grobogan tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan teknik tes TKJI yang meliputi beberapa item tes yaitu : (1) lari 40 meter, (2) gantung siku tekuk, (3) baring duduk, (4) loncat tegak, dan (5) lari 600 meter. Populasi yang digunakan adalah atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana Kabupaten Grobogan tahun 2015 usia 10-12 tahun yang berjumlah 20 atlet. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kondisi kesegaran jasmani atlet usia 10 tahun termasuk dalam kategori kurang (K) dengan nilai mean 13,75. Untuk atlet usia 11 tahun termasuk dalam kategori sedang (S) dengan nilai mean 17,00. Dan atlet usia 12 tahun termasuk dalam kategori baik (B) dengan nilai mean 20,00. Serta kondisi kesegaran jasmani atlet Perkumpulan Renang Tirta Wahana usia 10-12 tahun Kabupaten Grobogan tahun 2015 dari 9 atlet termasuk dalam kategori sedang (S) dengan nilai mean 16,56.   Abstract ___________________________________________________________________ Freshness Physical Society athlete Pool Tirta Wahana influence on the spirit of the exercise. The purpose of this study is to determine the conditions Physical Freshness Association Pool Tirta Wahana athletes aged 10-12 Grobogan 2015. The method used in this study is a survey technique TKJI test which includes several test items, namely: 1) run 40 meters, 2) pull ups, 3) sit ups, 4) vertical jump, 5) run 600 meters. The population used is the athlete Association Pool Tirta Wahana Grobogan 2015 which amounted to 20 athletes and use total population. Analysis of the data used in this research is descriptive statistics. The results showed that the average conditions of physical fitness of athletes age of 10 years are included in the category of less (K) with a mean of 13.75. For athletes 11 years of age are included in the category of medium (S) with a mean of 17.00. And athletes 12 years of age included in either category (B) with a mean of 20.00. And the condition of physical fitness of athletes Association Pool Tirta Wahana aged 10-12 Grobogan 2015 of 9 athletes included in the category of medium (S) with a mean of 16.56.
PENGARUH LATIHAN SIDE HOP DAN JUMP TO BOX TERHADAP POWER TUNGKAI Ayuningtyas, Dwi Putri; Hartono, Joko; Rahayu, Kaswarganti
Unnes Journal of Sport Sciences Vol 4 No 2 (2015): Unnes Journal of Sport Science
Publisher : Unnes Journal of Sport Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh latihan side hop terhadap power tungkai. 2) Untuk mengetahui pengaruh latihan jump to box terhadap power tungkai. 3) Untuk mengetahui latihan yang memberikan pengaruh lebih baik antara side hop dengan jump to box terhadap power tungkai. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Matched Subject Design atau pola M-S. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli di SMK Mataram Semarang tahun 2015 dan dibagi menjadi kelompok eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2 dengan rumus AB-BA. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5% db 9. Hasil menunjukan bahwa: 1) Ada pengaruh latihan side hop terhadap power tungkai, dengan hasil t-hitung (2,543) > t-tabel (2,262), 2) Ada pengaruh latihan jump to box terhadap power tungkai, dengan hasil t-hitung (4,065) > t-tabel (2,262), dan 3) Tidak ada perbedaan antara latihan side hop dengan jump to box, dengan hasil t-hitung (0,845) < t-tabel (2,262). Latihan side hop dan jump to box memberikan pengaruh yang sama terhadap power tungkai.   Abstract ___________________________________________________________________ The purpose of this study were: 1) Knowing the influence of exercise on the power leg hop side. 2) Knowing the influence of exercise jump to box against power leg. 3) Knowing the influence of exercise is better between the side hop to jump to box against power leg. This study was an experimental study with design or pattern Matched Subject Design MS. The sample in this study amounted to 20 boys who follow extracurricular volleyball in Mataram Semarang SMK 2015 and divided into experimental group 1 and experimental group 2 with the formula AB-BA. Analysis of the data in this study using t-test at a significance level of 5% db 9. Results showed that: 1) There is a side effect of the exercise of the power leg hop, with the t-test (2.543) > t-table (2,262), 2) There is an effect of exercise jump to box against the power limbs, with the t-test (4,065 ) > t-table (2,262), and 3) There is no difference between the exercise side hop with a jump to the box, with the t-test (0.845) < t-table (2,262). Exercises side hop and jump to box gives the same effect on leg power.
PELATIHAN PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR RENANG CRAWL STROKE, BREAST STROKE, BUTTERFLY STROKE, BACK STROKE PADA GURU PENDIDIKAN JASMANI SD Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renang sudah memasuki kurikulum pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar (SD) sebagai materi pilihan. Selain itu beberapa sekolah memilih renang sebagai cabang pilihan dalam ekstra kurikuler yang diampu guru pendidikan jasmani masing-masing. Pendidikan mereka terdiri dari lulusan SGO, PKGO, PGPJSD dan beberapa yang Sarjana. Dilihat dari latar belakang pendidikan tersebut maka dapat dikatakan bahwa diantara para guru tidak ada yang pernah belajar renang secara khusus sehingga pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang dirasa sangat kurang, mengingat pengetahuan dan pengusaan melatih teknik dasar renang mereka hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah yang sangat terbatas waktunya. Kurangnya pengetahuan tersebut menyebabkan terjadinya kesalahan melatih teknik dasar. Dengan memiliki pengetahuan dan pengusaan melatih teknik dasar renang yang memadahi maka seorang guru akan dapat melakukan pembelajaran renang dengan efektif dan efisien serta indah dilihat.Pada saat mengajar materi renang bagi peserta didik di sekolah maupun mengampu ekstra renang pada sore hari pengetahuan yang disampaikan tidak menyesatkan sedangkan keterampilan yang diajarkan juga mudah dicontoh. Berdasarkan uraian tersebut maka dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan melatih teknik dasar renang bagi para guru pendidikan jasmani SD tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNNES dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan melatih teknik dasar renang sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahan teknik dasar dan akhirnya mereka dapat berenang dengan efisien. Nilai rata-rata dari peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan tingkat kemampuan mengajar para guru SD Penjas dengan taraf baik. Sesudah mereka mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pembelajaran teknik dasar renang Crawl Stroke, Breast Stroke, Butterfly Stroke, Back Stroke Pada Guru Pendidikan Jasmani SD Di Kecematan Demak menggunakan metode ceramah, simulasi dan praktek maka tingkat kemampuan mengajar renang mereka meningkat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENGUASAAN TEKNIK DASAR RENANG PADA GURU PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renang sudah memasuki kurikulum pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar (SD) sebagai materi pilihan. Selain itu beberapa sekolah memilih renang sebagai cabang pilihan dalam ekstra kurikuler yang diampu guru pendidikan jasmani masing-masing. Pendidikan mereka terdiri dari lulusan SGO, PKGO, PGPJSD dan beberapa yang Sarjana. Dilihat dari latar belakang pendidikan tersebut maka dapat dikatakan bahwa diantara para guru tidak ada yang pernah belajar renang secara khusus sehingga pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang dirasa sangat kurang, mengingat pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang mereka hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah yang sangat terbatas waktunya. Kurangnya pengetahuan tersebut menyebabkan terjadinya kesalahan teknik dasar. Dengan memiliki pengetahuan dan pengusaan teknik dasar renang yang memadahi maka seorang guru akan dapat melakukan gerakan renang dengan efektif dan efisien serta indah dilihat. Pada saat mengajar materi renang bagi peserta didik di sekolah maupun mengampu ekstra renang pada sore hari pengetahuan yang disampaikan tidak menyesatkan sedangkan keterampilan yang diajarkan juga mudah dicontoh. Berdasarkan uraian tersebut maka dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknik dasar renang bagi para guru pendidikan jasmani SD tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNNES dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknik dasar renang sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahan teknik dasar dan akhirnya mereka dapat berenang dengan efisien. Nilai rata-rata pre test dari peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebesar 76,4 menunjukkan tingkat kemampuan teknik dasar gaya renang para guru SD Penjas dengan taraf baik. Sesudah mereka mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang peningkatan kemampuan teknik dasar gaya renang para guru SD Penjas Gunungpati menggunakan metode ceramah, simulasi dan praktek maka tingkat kemampuan teknik dasar gaya renang mereka meningkat. Hal ini dipresentasikan dengan adanya nilai rata-rata post test sebesar 85,1 yang lebih tinggi dari rata-rata pre test sebesar 76,4 yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan sebesar 8,7 %
engaruh Latihan Interval dan Kapasitas Vital Paru terhadap Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Crawl Sungkowo, Sungkowo; Rahayu, Kaswarganti; Budianto, Kumbul Slamet
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7882

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihaninterval 1:1 dengan 1:2 dan kapasitas vital paru serta interaksi antara latihan interval terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawl. Sampel penelitian adalah atlet puteraKU II dan III Club Renang Shima Jeparakelompok umur II dan III usia antara 12-14 tahun berjumlah 8 orang. Sampel dikelompokkanmenjadi 2 (dua) kelompok yaitu sampel dengan kategori kapasitas vital parutinggi dan rendah. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif prosentase dan teknik analisis varians dua jalan dengan program SPSS. Hasil penelitian terdapat perbedaan pengaruh latihaninterval 1:1 dengan latihan interval 1:2 terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawldi peroleh f hitung (13,050) > f tabel (7,709), terdapat perbedaan kapasitas vital paru kategori tinggi dan kategori rendah terhadap kecepatan renang 50 m gayaCrawl diperoleh f hitung (11,057) > f tabel (7,709), tidak ada interaksi antara latihan interval dan kapasitas vital paru terhadap kecepatan renang 50 m gaya crawl f hitung (1,858) f tabel (7,709). Simpulan terdapat pengaruh antara metode latihan interval 1:1 dengan 1:2 dan kapasitas vital paru terhadap kecepatan renang 50 meter gaya crawl.Tidak terdapat interaksi antara metode latihan interval dan kapasitas vital paruparu terhadap hasil kecepatan renang 50 meter gayacrawl.