Articles

Found 9 Documents
Search

PENERAPAN MIND MAPPING DAN CATATAN TULIS SUSUN PADA KREATIVITAS DAN KETUNTASAN BELAJAR Kurniawati, Any
Chemistry in Education Vol 3 No 2 (2014): Terbit Bulan Oktober 2014
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya perbedaan kreativitas dan ketuntasan belajar kimia model Quantum Learning menggunakan Mind Mapping dan Catatan: TS (Tulis Susun). Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan dua sampel yaitu kelas eksperimen 1 yang diterapkan Mind Mapping dan kelas eksperimen 2 yang diterapkan Catatan: TS (Tulis Susun). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Uji yang digunakan dalam membandingkan hasil belajar dan ketuntasan individu kedua kelas adalah uji t. Uji t menunjukkan hasil thitung (3,16) lebih dari ttabel (1,99) artinya hasil belajar kelas eksperimen 1 lebih baik daripada kelas eksperimen 2. Hasil uji ketuntasan individu kelas eksperimen 1 adalah thitung (8,59) lebih dari ttabel (1,693) sedangkan pada kelas eksperimen 2 adalah thitung (3,08) lebih dari ttabel (1,695) pula. Artinya kelas eksperimen 1 dan 2 telah mencapai ketuntasan belajar individu. Ketuntasan belajar klasikal kelas eksperimen 1 mencapai 91,17% sedangkan kelas eksperimen 2 mencapai 81,25 %. Analisis observasi kreativitas klasikal menunjukkan hasil 63,06 dan 57,50. Rata-rata penilaian hasil karya kreativitas siswa kedua kelas masing-masing 85,44 dan 82,81. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kelas  Mind Mapping lebih unggul kreativitas dan ketuntasan belajarnya dibandingkan kelas Catatan:TS.
UPAYA MINIMALISASI DAMPAK PENCEMARAN DARI LIMBAH LEMURU SEBAGAI BAHAN BAKU NATA DE FISH DI KECAMATAN MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI Adharani, Nadya; Kurniawati, Any; Sulistiono, Sulistiono; Wardhana, Megandhi Gusti
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.028 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.1.1-10

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella longiceps) merupakan primadona bagi daerah Banyuwangi khususnya di Kecamatan Muncar. Potensi ikan lemuru yang cukup banyak dimanfaatkan menjadi olahan produk makanan bagi perusahaan yang berdiri di sekitaran Kecamatan Muncar. Mengingat kandungan protein yang cukup tinggi didalam limbah ikan lemuru yang berasal dari buangan limbah perusahaan, maka penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah lemuru sebagai bahan baku nata de fish sebagai upaya meminimalisir dampak pencemaran. Sebanyak 4 perlakuan dilakukan dalam menentukan formulasi nata de fish, P2.C merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan nata de fish hingga 980 gr, dengan hasil kandungan proksimat (karbohidrat, protein, lemak, serat, nitrogen, mineral) yang lebih baik dibandingkan nata de coco. Selain meminimalisasi dampak pencemaran, nata de fish merupakan kreativitas olahan produk perikanan di Banyuwangi.
FORTIFIKASI SURIMI IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) UNTUK MENINGKATKAN PROTEIN KUE DONAT Hidayat, Nova Bagus; Ridho, Rosyid; Adharani, Nadya; Kurniawati, Any
JURNAL LEMURU Vol 1 No 1 (2019): JURNAL LEMURU
Publisher : Program Studi Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.2 KB)

Abstract

Diversivikasi produk perikanan dengan memanfaatkan surimi berbahan dasar ikan kuniran sebagai bahan tambahan pembuatan kue donat dapat meningkatkan kualitas gizi terhadap kandungan protein pada kue donat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penambahan surimi ikan kuniran pada donat yang paling disukai serta kandungan kadar protein pada semua kue donat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu dengan persentase penambahan ikan surimi sebanyak 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% serta 70 panelis tidak terlatih. Parameter yang diamati adalah kadar protein surimi ikan kuniran, kadar protein kue donat dan uji hedonik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur kue donat. Berdasarkan hasil penelitian surimi ikan kuniran memiliki kandungan kadar protein sebesar 34.14%. Kadar protein kue donat tertinggi terdapat pada penambahan surimi ikan kuniran sebanyak 40% yakni sebesar 17.09%. Pada perlakuan penambahan surimi ikan kuniran 30% menghasilkan donat yang paling disukai dibandingkan perlakuan lainnya, dengan kandungan protein sebesar 14.69 %.
SUPLEMENTASI TEPUNG IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN PROTEIN PADA KUE TERANG BULANG Pratama, Angga Eka; Ridho, Rosyid; Adharani, Nadya; Kurniawati, Any
JURNAL LEMURU Vol 1 No 1 (2019): JURNAL LEMURU
Publisher : Program Studi Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.522 KB)

Abstract

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan ikan lele dumbo maka perlu adanya penelitian tentang diversifikasi produk olahan ikan lele dalam bentuk tepung sebagai bahan baku pembuatan kue terang bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein kue terang bulan dengan penambahan tepung ikan lele, mengetahui tingkat kesukaan (uji hedonik) konsumen terhadap kue terang bulan dan mengetahui formulasi yang tepat dalam membuat kue terang bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan pengolahan kue terang bulan perlakukan 0 (kontrol), penambahan tepung ikan sebesar 5%, 10%. 15%, 20%. Data protein kemudian dianalisis dengan SEM (Standard Error of Mean) menggunakan Microsoft excel 2007. Hasil uji proksimat kadar protein tertinggi yaitu pada perlakuan P4 dengan nilai rata-rata 18,8%, sedangkan untuk kadar protein terendah pada perlakuan K dengan nilai rata-rata 6,19%. Untuk uji hedonik pada parameter warna nilai tertinggi pada perlakuan K dengan nilai rata-rata 4,21, parameter aroma nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,17, parameter rasa nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,19 dan parameter tekstur nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,18. Berdasarkan pengujian hedonik, maka perlakuan P1 merupakan perlakuan pengolahan yang memiliki nilai kesukaan tertinggi dari panelis, yaitu dengan penambahan tepung ikan lele sebesar 5%.
Uji Proksimat dan Uji Kesukaan Konsumen terhadap Nata De Fish dari Pemanfaatan Sari Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) di Banyuwangi Kurniawati, Any; Adharani, Nadya; Sulistiono, Sulistiono; Wardhana, Megandhi Gusti
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.286 KB)

Abstract

Sejauh ini telah dilakukan berbagai penelitian tentang nata secara intensif di Indonesia. Fakta menunjukkan bahwa masyarakat telah mengenal dan gemar mengkonsumsi berbagai jenis nata. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan kreatifitas, mendorong peneliti untuk mencoba teknologi fermentasi dari berbagai bahan baku, misalnya dari sari ikan lemuru (Sardinella longiceps). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan proksimat dan mengetahui uji kesukaan konsumen terhadap nata de fish di Banyuwangi. Metode yang digunakan yaitu dengan eksperimen di laboratorium yang dilanjutkan dengan metode survei kepada beberapa panelis yang ada di sekitar Banyuwangi. Hasil menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat nata de fish 73%, lemak 8,25%, Protein 26,75%, serat 28,5%, nitrogen 4,3%, dan mineral 9,25%. Analisis kesukaan konsumen terhadap nata de fish menunjukkan bahwa warna dan tektur lebih tinggi pada produk nata de fish, sedangkan parameter rasa menunjukkan hasil yang sama dan parameter aroma menunjukkan lebih tinggi pada produk nata kontrol.Kata kunci: Banyuwangi, kesukaan konsumen, nata de fish, proksimat.
THE ANALYSIS OF NURSING CARE DOCUMENTATION IN OUTPATIENT UNITS Kurniawati, Any; Indracahyani, Agustin; Yatnikasari, Aat
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol 2 No 3 (2019): International Journal of Nursing and Health Services
Publisher : International Journal of Nursing and Health Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.952 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v2i3.97

Abstract

Outpatient units have high activity and interaction, which increases the risk of neglecting full documentation of nursing care. This study aims to analyze factors contributing to the lack of optimal documentation of nursing care in an outpatient unit. This study employed a fish bone analysis approach to identify the root of problems of documenting nursing care in an outpatient unit. This research was conducted in an outpatient unit of the Children's and Mother's Hospital in Jakarta. The data collection techniques of this study were questionnaires, observations, and interviews with the head of the room, Clinical Instructors, implementing nurses, Case Managers, and Nursing Fields. The analysis reveals several results. Nurses, clinical instructors, activities in high work environments, as well as policies and tools for assessment and supervision are inadequate. The absence of effective systems and mechanisms for supervising nursing care documentation and manual documentation systems contributes to the lack of optimal documentation of nursing care in the outpatient unit. Documentation of nursing care extremely depends on the workforce, work climate, sets of policies, systems, and facilities. This study recommends programs and supervision activities for outpatient nursing care documentation performed by the Nursing Division, head of rooms, and Clinical Instructors, arranges supervision tools, arranges patients? effective and efficient assessment documentation according to accreditation, policy re-socialization and documentation techniques, as well as energy management and implementation time documentation of nursing care in an outpatient unit. Keywords: clinical instructors, an outpatient   unit, nursing care, nursing documentation, supervision nursing care documentation.
Pembuatan Nugget Ikan (Fish Nugget) Sebagai Salah Satu Usaha Deferensiasi Pengolahan Ikan Di Sekolah Alam Banyu Belik Kresnasari, Dewi; Mustikasari, Dian; Kurniawati, Any
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v1i2.589

Abstract

Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar, tetapi tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah dengan membentuk sikap gemar makan ikan pada anak usia sekolah. Adapun luaran yang telah dicapai pada kegiatan PKM yaitu 1) Meningkatkan pengetahuan siswa terutama produk nugget ikan, 2) Orang tua dapat menciptakan produk nugget lele. Metode yang digunakan adalah dengan transfer ilmu dan teknologi disertai praktek pembelajaran kelompok. Kegiatan diikuti oleh 37 siswa Sekolah Dasar dan 20 siswa PAUD Sekolah Alam Banyu Belik. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: sosialisasi gemar makan ikan, pengisian kuesioner, pembagian pin ayo makan ikan, praktek serta pembagian nugget lele. Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman kepada siswa pentingnya mengkonsumsi ikan dan makan olahan ikan dengan nilai gizi yang tinggi. Temuan teknologi lainnya yaitu perbaikan model pengepakan yang lebih ramah lingkungan.
FORTIFIKASI SURIMI IKAN KUNIRAN (UPENEUS SULPHUREUS) UNTUK MENINGKATKAN PROTEIN KUE DONAT Hidayat, Nova Bagus; Ridho, Rosyid; Adharani, Nadya; Kurniawati, Any
JURNAL LEMURU Vol. 1 No. 1 (2019): JURNAL LEMURU
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v1i1.402

Abstract

Diversivikasi produk perikanan dengan memanfaatkan surimi berbahan dasar ikan kuniran sebagai bahan tambahan pembuatan kue donat dapat meningkatkan kualitas gizi terhadap kandungan protein pada kue donat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penambahan surimi ikan kuniran pada donat yang paling disukai serta kandungan kadar protein pada semua kue donat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu dengan persentase penambahan ikan surimi sebanyak 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% serta 70 panelis tidak terlatih. Parameter yang diamati adalah kadar protein surimi ikan kuniran, kadar protein kue donat dan uji hedonik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur kue donat. Berdasarkan hasil penelitian surimi ikan kuniran memiliki kandungan kadar protein sebesar 34.14%. Kadar protein kue donat tertinggi terdapat pada penambahan surimi ikan kuniran sebanyak 40% yakni sebesar 17.09%. Pada perlakuan penambahan surimi ikan kuniran 30% menghasilkan donat yang paling disukai dibandingkan perlakuan lainnya, dengan kandungan protein sebesar 14.69 %.
SUPLEMENTASI TEPUNG IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIEPINUS) UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN PROTEIN PADA KUE TERANG BULANG Pratama, Angga Eka; Ridho, Rosyid; Adharani, Nadya; Kurniawati, Any
JURNAL LEMURU Vol. 1 No. 1 (2019): JURNAL LEMURU
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v1i1.408

Abstract

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan ikan lele dumbo maka perlu adanya penelitian tentang diversifikasi produk olahan ikan lele dalam bentuk tepung sebagai bahan baku pembuatan kue terang bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein kue terang bulan dengan penambahan tepung ikan lele, mengetahui tingkat kesukaan (uji hedonik) konsumen terhadap kue terang bulan dan mengetahui formulasi yang tepat dalam membuat kue terang bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan pengolahan kue terang bulan perlakukan 0 (kontrol), penambahan tepung ikan sebesar 5%, 10%. 15%, 20%. Data protein kemudian dianalisis dengan SEM (Standard Error of Mean) menggunakan Microsoft excel 2007. Hasil uji proksimat kadar protein tertinggi yaitu pada perlakuan P4 dengan nilai rata-rata 18,8%, sedangkan untuk kadar protein terendah pada perlakuan K dengan nilai rata-rata 6,19%. Untuk uji hedonik pada parameter warna nilai tertinggi pada perlakuan K dengan nilai rata-rata 4,21, parameter aroma nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,17, parameter rasa nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,19 dan parameter tekstur nilai tertinggi pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 4,18. Berdasarkan pengujian hedonik, maka perlakuan P1 merupakan perlakuan pengolahan yang memiliki nilai kesukaan tertinggi dari panelis, yaitu dengan penambahan tepung ikan lele sebesar 5%.