Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK DALAM PERJANJIAN KEAGENAN PT. PERTAMINA (PERSERO) DENGAN PARA AGEN Syarief, Ahmad; Prananingtyas, Paramita; Sukma, Novira Maharani
NOTARIUS Vol 12, No 1 (2019): Notarius
Publisher : Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.73 KB) | DOI: 10.14710/nts.v12i1.26884

Abstract

Agency agreement of PT. Pertamina (Persero), with its Agent, is a standard agreement born from the principle of freedom of contract. The principle of freedom of contact with the parties is free to make agreements that apply as laws. The principle of freedom of contract is limited by legislation and norms of decency. Agency agreement PT. Pertamina (Persero) often finds inconsistencies between the title of the agreement and the classifications that harm agents and society. Agency agreement PT. Pertamina (Persero) is interesting to study about the implementation and consequence if the agency agreement violates the provisions in the legislation. Agency agreements PT. Pertamina (Persero) is a standard agreement in which there is a clause that is not by the laws and regulations and the characteristics of the agency agreement. LPG agency agreement PT. Pertamina (Persero) with agents shows more conformity with the distributor agreement. As a result of the agency agreement that is not suitable can be done addendum or change. If there is no agreement, a cancellation by the Agent can be submitted. Key words: Freedom of Contracts, Agency, Agreements,Abstrak Perjanjian keagenan PT. Pertamina (Persero) dengan agennya merupakan perjanjian baku yang lahir dari asas kebebasan berkontrak. Adanya asas kebebasan berkontrak para pihak bebas membuat perjanjian yang berlaku sebagai undang-undang. Asas kebebasan berkontrak dibatasi oleh peraturan perundang-undangan dan norma kesusilaan. Perjanjian keagenan PT. Pertamina (Persero) kerap dijumpai inkonsistensi antara judul perjanjian dengan klasula-klausula yang merugikan agen dan masyarakat. Perjanjian keagenan PT. Pertamina (Persero) menarik untuk diteliti mengenai pelaksanaan dan akibatnya jika perjanjian keagenan tersebut melanggar ketentuan dalam peraturan perundang-undangan. Perjanjian keagenan PT. Pertamina (Persero) merupakan perjanjian baku didalamnya terdapat klausula yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan karakteristik perjanjian keagenan. Perjanjian keagenan LPG PT. Pertamina (Persero) dengan Agen lebih menunjukkan kesesuaian dengan perjanjian distributor. Akibat dari perjanjian keagenan tersebut yang tidak sesuai dapat dilakukan addendum atau perubahan. Jika tidak terjadi kesepakatan maka dapat diajukan pembatalan oleh Agen.   Kata Kunci: Kebebasan Berkontrak,Perjanjian, Keagenan,
APLIKASI ALAT PERAGA ANALISA GANGGUAN PENGENDALI ELEKTROMAGNETIK PADA MATA PELAJARAN MENGOPERASIKAN SISTEM PENGENDALI ELEKTROMAGNETIK KELAS XI SMK N 3 SEMARANG Syarief, Ahmad; Isdiyarto, Isdiyarto
Edu Elektrika Journal Vol 4 No 1 (2015): Edu Elektrika Journal
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mata pelajaran produktif dibutuhkan media pembelajaran secara visual yaitu sebuah alat peraga.  Alat peraga dapat mempermudah guru menyampaikan materi dan siswa dapat menerima materi. . Berdasarkan hasil observasi di SMK N 3 Semarang pada mata pelajaran mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik khususnya pada kompetensi dasar melacak gangguan pada sistem kontrol berbasis relay atau kontaktor magnetik, nilai tertinggi siswa adalah 80, nilai terendah siswa adalah 30. Kriteria ketuntasan minimal ( KKM ) 75 dengan nilai rata – rata siswa  62 maka hasil belajar siswa belum tuntas. Ada dugaan siswa belum dapat menerapkan materi bagaimana cara melacak gangguan pada sistem pengendali elekrtomagnetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem pengendali elektromagnetik yang diberi pengajaran menggunakan alat peraga dengan siswa yang tidak menggunakan alat peraga. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental yaitu Nonequivalent Control Group Design. Analisis data yang digunakan meliputi uji t. Pada penelitian ini terdapat perbedaan hasil belajar kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, berdasarkan uji t didapat nilai t(hitung) sebesar 2,72, t(hitung) tersebut lebih besar dari pada nilai t(tabel) yaitu sebesar 2,00. Jadi dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan alat peraga dan yang tidak menggunakan alat peraga. Sebagai saran dalam proses pembelajaran Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik supaya menggunakan alat peraga analisa gangguan pengendali elektromagnetik.  In the productive subjects required visual learning media is a props. Props can make teachers deliver the material and student can receive material. Based on observations in SMK N 3 Semarang on subjects particularly electromagnetic control system operates specially on the basis of competency tracking control system based on the distruption of the relay or magnetic contactor, highest grade of students is 80, the lowest grade of students is 30.  The minimum completeness criteria 75, students value avarage 62 result hadn’t student learning. There are allegations of students haven’t been able to apply the maerial how to track disturbances in the electromagnetic control system. This research aims to find out if there is a difference in students learning outcomes in subjects with electromagnetic control system using props with teaching students who don’t use props. This research used Quasi Experimental it’s Nonequivalent Control Group Design. The analysis of the data used include t-test. On the research, there are differences in learning outcomes of the experimental group and control group, based on the obtained value t test t (count) by 2.72, t (count) is greater than the value of  t (table) that is  2.00. So it can be concluded there is a difference in learning outcomes between students who use props and who do not use props. As a suggestion in the learning process so that the Electromagnetic Control System Operate using props analysis controlling electromagnetic interference.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DAN PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI Syarief, Ahmad; Maarif, M. Syamsul; Sukmawati, Anggraini
Jurnal Manajemen dan Organisasi Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Manajemen dan Organisasi
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.1 KB) | DOI: 10.29244/jmo.v8i3.22447

Abstract

ABSTRACTOrganizational commitment and extra role behavior of the employees in the workplace is needed by every institution for service excellent to stakeholders and can be implemented very well. Many factors influence the organizational commitment and extra role of the employee. Among them are leadership style and organizational culture. This study aims to analyze the influence of transformational leadership and organizational culture on organizational commitment and organizational citizenship behavior. The data was collected by distributing 115 questionnaires to the employee of the Faculty of Economics and Business of the Universitas Indonesia. Analytical tool used Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that transformational leadership style did not affect organizational commitment; furthermore organizational culture had a significant influence on organizational commitment. Transformational leadership had an influence on the organizational citizenship behavior, organizational culture did not affect organizational citizenship behavior, and organizational commitment had a significant effect on organizational citizenship behavior. ABSTRAKKomitmen organisasi dan sikap ekstra peran karyawan dalam bekerja sangat dibutuhkan oleh setiap institusi agar pelayanan terhadap pemangku kepentingan dapat dilaksanakan dengan sangat baik. Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen dan sikap ekstra peran pada karyawan. Diantaranya adalah gaya kepemimpinan dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap komitmen organisasi dan perilaku kewargaan organisasi. Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran sebanyak 115 kuesioner kepada karyawan tenaga kependidikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan transformasional tidak mempengaruhi komitmen organisasi, budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh terhadap perilaku kewargaan organisasi, budaya organisasi tidak mempengaruhi perilaku kewargaan organisasi, dan komitmen organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku kewargaan organisasi.
LAYANAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP LOYALITAS NASABAH BANK SYARIAH MANDIRI KOTA PALOPO. Syarief, Ahmad
journal of institution and sharia finance Vol 3, No 1 (2020): 1 JUNI 2020
Publisher : journal of institution and sharia finance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.282 KB)

Abstract

Abstract: This study is to analyze the services provided by Bank Syariah Mandiri and its effects on customer loyalty. The type of research used is field research, by examining directly on the object, namely Bank Syariah Mandiri customers in Palopo City. This research uses quantitative research type, the population in this study are customers of Bank Syariah Mandiri in Palopo City amount to 3,600 people, with a sample of 100 people drawn questionnaires. The technique used in sampling is the technique (probability sampling) simple random sampling (random sample). The instrument used was a questionnaire (questionnaire) with 23 items presented in the form of a Likert scale. The results of research and data processing obtained are the independent variable X1 (physical form) significantly influencing the variable Y (Customer Loyalty) while the other four independent variables namely X2 (Empaty), X3 (Reliability), X4 (Responsiveness), X5 (Guarantee ) does not significantly influence the variable Y (Customer Loyalty), this is evidenced by using the t test in which the physical appearance variable has a t count of 3,847 greater than the t value of the table 2,627, while all four variables have a t count of empathy 0,465, reliability 0,648, responsiveness 2.155, and the guarantee 0.166 is not greater than the value of t table 2.627. While simultaneously the independent variables, X1 (Physical Existence), X2 (Empaty), X3 (Reliability), X4 (Responsiveness) and X5 (Guarantee) significantly influence the dependent variable Y (Customer Loyalty), this is evidenced by using the f test where the physical appearance variable, empathy, reliability, responsiveness and guarantee have f count 5.217 greater than f table 1.93.Keywords: Service, Customer Loyalty, Islamic BanksAbstrak: Penelitian ini untuk menganalisis layanan yang diberikan oleh Bank Syariah Mandiri dan pengaruhnya terhadap loyalitas nasabah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan, dengan meneliti langsung pada objek, yaitu nasabah Bank Syariah Mandiri Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, populasi dalam penelitian adalah nasabah Bank Syariah Mandiri Kota Palopo berjumlah 3.600 orang, dengan penarikan sampel 100 orang yang diberikan angket. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik (probability sampling) pengambilan sampel acak sederhana (random sample). Instrumen yang digunakan adalah angket (kuesioner) dengan 23 butir pernyataan yang disajikan dalam bentuk skala likert. Hasil penelitian dan pengolahan data yang diperoleh adalah variabel bebas X1 (Wujud fisik) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y (Loyalitas Nasabah) sedangkan empat variabel bebas lainnya yaitu X2 (Empaty), X3 (Keandalan), X4 (Daya Tanggap), X5 (Jaminan) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variable Y (Loyalitas Nasabah), ini dibuktikan dengan menggunakan uji t dimana variabel wujud fisik mempunyai t hitung 3,847 lebih besar dari nilai t tabel 2,627, sedangkan keempat variabel tersebut mempunyai t hitung empati 0,465, keandalan 0,648, daya tanggap 2,155, dan jaminan 0,166 tidak lebih besar dari nilai t tabel 2,627. Sedangkan secara simultan variabel bebas, X1 (Wujud Fisik), X2 (Empaty), X3 (Keandalan), X4 (Daya Tanggap) dan X5 (Jaminan) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat Y (Loyalitas Nasabah), ini dibuktikan dengan menggunakan uji f dimana variabel wujud fisik, empati, keandalan, daya tanggap dan jaminan mempunyai f hitung 5,217 lebih besar dari f tabel 1.93.Kata Kunci: Layanan, Loyalitas Nasabah, Bank Syariah