Articles

Found 12 Documents
Search

STUDI PEMANFAATAN DAUN SIRSAK (Annona murica linn.) SEBAGAI MINUMAN SEDUH DENGAN PENAMBAHAN TEH (Camelia sinensis) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Tahir, Mulyati M.; Langkong, Jumriah; Anmar, Anmar
jurnal1 VOLUME 1 ISSUE 2, DESEMBER 2018
Publisher : Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/canrea.v1i2.98

Abstract

Kepok banana (Musaparadisiaca formatypica) is one fruit that contains enough digestivefiber for the body. Kepok banana (Musaparadisiaca formatypica) is usually processed byfrying or steaming, bananas have a short shelf life and easily damaged. Therefore, to extendthe shelf life of bananas, fruit will be processed into fruit leather products. However, becausethe color of bananas are less attractive, the color addition will make the product preferred byconsumers. Terung belanda (Solanum betaceum cav. has a bright color and has enough fibercontent so well processed into fruit leather. The objective of this research was to find the besttreatment combination between kepok banana (Musaparadisiaca formatypica) and terungbelanda (Solanum betaceum cav.) sugar concentration to produce a good physical andchemical properties and favored by consumers. The research was also to find out the effect ofsugar concentration addition to physical, chemical and organoleptic fruit leather banana andterung belanda (Solanum betaceum cav.). Treatment applied was A1: kepok banana(Musaparadisiaca formatypica) mashed 50%: terung belanda ((Solanum betaceum cav)mashed 45%: sugar 5%; A2: 45%: 40%: 15%; A3: 40%: 35%: 25%. Fruit leather is then testedorganoleptically including color, flavor, taste and texture and was chemically tested including moisture content, total acid, pH, anthocyanin and fiber. The result of the research shows thatA1 treatment: 50% banana porridge: terung belanda porridge 45%: 5% sugar produces thebest fruit leather product in terms of water content, total acid, pH, anthocyanin, fiber, aroma,taste, and texture
STUDI PEMBUATAN MINUMAN ISOTONIK BERBAHAN BAKU AIR KELAPA TUA (COCOS NICIFERA L) DAN EKSTRAK BELIMBING WULUH (AVVERHOA BILIMBI L) MENGGUNAKAN METODE STERILISASI NON-THERMALSELAMA PENYIMPANAN langkong, Jumriah; Sukendar, Nandi k; Ihsan, Zulfikar
jurnal1 VOLUME 1 ISSUE 1, JUNI 2018
Publisher : Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/canrea.v1i1.22

Abstract

Isotonic drinks is one type of beverages that serves to replace body fluids lost due to physical activity. The drink is made from raw materials of coconut water and extract ?wuluh? starfruit with the addition of sugar. Coconut water used from an optimally mature of coconut and young ?wuluh? starfruit. The material formulation was conducted with coconut water as much as 88%, extract ?wuluh? starfruit 5%, and the addition of sugar as much as 7%. Isotonic beverage was prepared by extracting ?wuluh? starfruit and preparing coconut before mixing all ingredients. The treatment was filtering using by micro filter (0.5 and 0.1 micron) and without filtering. The mixing process of the material was carried out hygienically to obtain a viable product. Based on product visualization testing by using a filter tool can longer than without a filter tool.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Pada Pengolahan Buah Dan Sayur Di Desa Pasui Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan Langkong, Jumriah
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Enrekang merupakan daerah yang potensial dengan berbagai hasil pertaniannya. Hasil pertanian terutama buah dan sayur merupakan sumber provitamin A, vitamin C dan mineral serta dari kalsium dan besi. Selain hal tersebut buah dan sayur merupakan sumber serat yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Tujuan IbW ini adalah untuk melakukan penerapan teknologi pengolahan buah dan sayur khususnya produk selai, dodol dan keripik) di desa Pasui Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Target khususnya adalah terciptanya para anggota IKM Mitra untuk mengembangkan usahanya dibidang pengolahan buah dan sayur. Metode pelaksanaan yang dilakukan di IKM Mitra desa Pasui Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang penanganan pascapanen, pengolahan dan pengemasan, serta sanitasi kebersihan bahan baku. Hasil yang diharapkan dalam IbW ini dapat meningkatkan perbaikan teknologi pengolahan dan pengemasan produk buah dan sayur yang berkualitas dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Penerapan Teknologi Tepat Guna Pada Pengolahan Buah Dan Sayur Di Desa Pasui Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan Langkong, Jumriah
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Enrekang merupakan daerah yang potensial dengan berbagai hasil pertaniannya. Hasil pertanian terutama buah dan sayur merupakan sumber provitamin A, vitamin C dan mineral serta dari kalsium dan besi. Selain hal tersebut buah dan sayur merupakan sumber serat yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Tujuan IbW ini adalah untuk melakukan penerapan teknologi pengolahan buah dan sayur khususnya produk selai, dodol dan keripik) di desa Pasui Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Target khususnya adalah terciptanya para anggota IKM Mitra untuk mengembangkan usahanya dibidang pengolahan buah dan sayur. Metode pelaksanaan yang dilakukan di IKM Mitra desa Pasui Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang penanganan pascapanen, pengolahan dan pengemasan, serta sanitasi kebersihan bahan baku. Hasil yang diharapkan dalam IbW ini dapat meningkatkan perbaikan teknologi pengolahan dan pengemasan produk buah dan sayur yang berkualitas dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK BUNGKIL KELAPA TERHADAP PERMEN COKELAT YANG DIHASILKAN Langkong, Jumriah; Latief, Rindam; Syaifudin, Namira
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Agrokompleks VOLUME 1 NOMOR 2, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chocolate candy is one of food products favored by children and society. Chocolatecandies was prepared by defatted coconut powder as a filler. Chocolate candy was made simplewith the main ingredients: cocoa butter (350 grams), cocoa powder (8%), refined sugar (28%),lecithin (0.5%), and defatted coconut powder. The treatment were the different amount ofdefatted of coconut powder, namely A1 (22%), A2 (27%), and A3 (32%). The purpose of thisstudy was to get of the amount of defatted coconut powder formulations to be used and todetermine the physical, chemical and acceptabillity (organoleptic) of chocolate candy. Theparameters were stability, fat bloom, water content, and organoleptic tests include color,aroma, taste, and texture. The results showed that the chocolate had good stability, the watercontent ranged from 0.61%-1.37%. The use of defatted coconut powder with levels of 22% toproduce chocolate candy products ware relatively more preferred by panelists on theorganoleptic parameters of color and texture.
PENGEMBANGAN OLAHAN TOMAT ENREKANG DALAM BENTUK KURMA TOMAT (KARAKTERISTIK KURMA TOMAT) Laga, Amran; Langkong, Jumriah; Muhpidah, .; Fitri, .; Wakiah, Nurul
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomatoes are one of the common fruit that is known to public. It has high availability and easy to be found in the market. Fresh tomatoes processing is still limited in some product meanwhile tomatoes are easily damaged and have a short-lived due to its high water content and presence of physical damages.  The processing of tomatoes into the product with lower water content such as dates (candied) is one of the methods to prolong shelf life and prevent it from the damage. The purpose of this paper is to increase the economic value of tomatoes through the processing into the tomatoes dates. This research is expected to provide benefits for farmers and processing industries, primarily engaged in the processing of vegetables and fruits, to support the development of agro-industries in rural areas. Making tomatoes dates begins with the sorting process, adding sugar to the ratio of tomatoes and sugar 2:1, then cooking on low heat and drying for 12 hours with observations every 3 hours. Tomato dates are divided into blanching and non-blanching tomatoes. It was concluded that blanching tomatoes is the best treatment with, water content of 13.8%, pH 5.32 and can maintaned total vitamin C of 60.25% during drying process. Organoleptic test showed that the panelists preferred the blanching tomatoes based on color, aroma, texture and taste.Keywords: Tomatoes, Tomato Dates, Blanching, Non-blanching
KAJIAN PENGARUH JENIS PENGERING DAN KONSENTRASI MALTODEKSTRIN TERHADAP PRODUK MINUMAN TEH - SECANG EFFERVESCENT Tahir, Mulyati M.; Langkong, Jumriah; Tawali, Abu Bakar; Abdullah, Nurlaila; surahman, surahman
jurnal1 VOLUME 2 ISSUE 1, JUNI 2019
Publisher : Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/canrea.v2i1.192

Abstract

Teh dan secang telah lama diyakini memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh,kandungan antioksidan mampu menangkal radikal bebas. Untuk memadukan sifat-sifat produk dalam penyiapan (instan), rasa sparkle, dansekaligus memiliki khasiat kesehatan maka dibuat produk minuman berbentuk effervescent. Minuman effervescent ini dibuat dengan menggabungkan antara komponen bioaktif yang terdapat dalam teh dan secang sehingga dihasilkan minuman kesehatan teh-secang effervescent.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi maltodekstrin dan jenis pengering yang tepat dalam pembuatan teh-secang effervescent. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah konsentrasi maltodekstrin yang terdiri dari 6 taraf (5%, 8%, 11%, 14%, 17%, dan 20%). Faktor II adalah jenis pengering yang terdiri dari 2 taraf (pengering vakum dan pengering beku). Analisis yang dilakukan meliputi kadar air, ph, aktifitas antioksidan, dan uji organoleptik terhadap warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik adalah penggunaan konsentrasi maltodekstrin 14% Hasil analisa kadar air : 1.99%, pH : 6.16, aktifitas antioksidan : 85.73% dan hasil uji organoleptik (warna, aroma, dan rasa) disukai oleh panelis. Sedangkan pengering beku merupakan pengering yang terbaik. Hasil analisa kadar air : 2.24%, pH : 6.28, aktifitas antioksidan : 82.49% dan uji organoleptik (warna, aroma, dan rasa) yang disukai oleh panelis
PEMANFAATAN KULIT BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) MENJADI PRODUK COOKIES COKLAT langkong, Jumriah; Mahendradatta, Meta; Tahir, Mulyati M; Abdullah, Nurlaila; Reski, Marina
jurnal1 VOLUME 2 ISSUE 1, JUNI 2019
Publisher : Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/canrea.v2i1.211

Abstract

Kulit biji kakao merupakan salah satu hasil samping dari kakao yang pemanfaatannya hanya sebagai pakan ternak dan bernilai ekonomis rendah. Nilai ekonomis dari kulit ari biji kakao dapat ditingkatkan dengan mengekstraksi kulit biji kakao menggunakan methanol menjadi bubuk lalu diaplikasikan ke dalam produk cookies. Cookies merupakan salah satu jenis biskuit yang dibuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi dan relatif renyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah bubuk yang ditambahkan dan pengaruh bubuk terhadap produk cookies yang dihasilkan. Adapun hasil analisa yang dilakukan yaitu uji organoleptik, sedangkan mutu kimiawi meliputi kadar air, kadar lemak, dan kadar abu. Hasil yang diperoleh menunjukkan kadar air berkisar antara 2,39% - 4,85%. Kadar lemak berkisar antara 7,57% - 8,64%, kadar abu berkisar antara 0,73% - 2,02% dan hasil uji organoleptik menunjukkan warna dan aroma yang disukai panelis dengan skor 3-4 (disukai) adalah perlakuan A0 (kontrol) sedangkan rasa dan tekstur yang disukai panelis adalah perlakuan A1 (penambahan 5% bubuk).
PENGARUH PENGGUNAAN JENIS GULA TERHADAP MUTU KURMA TOMAT Laga, Amran; Langkong, Jumriah; Muhpidah, Muhpidah
jurnal1 VOLUME 2 ISSUE 1, JUNI 2019
Publisher : Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/canrea.v2i1.212

Abstract

Pengolahan tomat segar menjadi suatu produk selain mampu mempertahankan daya simpannya juga mampu meningkatkan nilai jual dari tomat segar. Penggunaan jenis gula yang berbeda pada pengolahan tomat memberikan hasil yang berbeda pula terhadap karakteristik dan penerimaan panelis dari kurma tomat. Hasil analisa kadar air menunjukkan bahwa penggunaan gula pasir memiliki nila kadar air terendah yaitu 13,8%, tingkat keasaman 5,31 dan mampu mempertahankan tingkat vitamin C setelah pengolahan sebesar 60,25%. Sedangkan penggunaan gula merah pada kurma tomat menghasilkan nilai kadar air sebesar 14,8%, tingkat keasaman 5,84 dan hanya mampu mempertahankan kadar vitamin C setelah pengolahan sebesar 37,82%. Hasil analisa terhadap tingkat penerimaan dari kurma tomat menunjukkan bahwa kurma tomat dengan penggunaan gula pasir lebih disukai dibandingkan dengan penggunaan gula merah.
Pemanfaatan Potensi Lokal Ubi Jalar dan Labu Kuning untuk Meminimalisasi Penggunaan Tepung Gandum dalam Pembuatan Aneka Kue Rahman, Andi Nur Faidah; M. Tahir, Mulyati; Langkong, Jumriah
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2019): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.5.3.232-238

Abstract

Takalar District is one of the areas in South Sulawesi with its superior product that is sweet potato. Sweet potato production in this area is quite abundant but has not been utilized properly. This activity aimed to utilize the abundant local potential in making various cakes to minimize the use of wheat flour. The method used was counseling and training. The activity was carried out in Tala, Sombalabella Village, Pattalassang Subdistrict, Takalar District. Participants amount are 25 peoples consisting of cake traders and housewives who are not economically productive. The activity was carried out with two sessions, that is material present and practice. Based on the results of participant's questionnaires, there was an increase in the knowledge of the participants up to 80?, the participants already knew how to utilize the potential of sweet potatoes and pumpkin in their area to have higher economic value. In addition there was an increase in the skills of the participants up to 92? in processing sweet potatoes and pumpkin into a variety of cakes such as donuts, panada, and fried bread as well as participants skilled in packaging products with vacuum and non-vacuum plastic packaging. Community service activities from the economic side can increase people's income, and from the health side can add the nutritional value of the community from that various cakes produced.