Articles

Found 11 Documents
Search

APLIKASI WIND POWERED COMPOSTER DI KAWASAN PESISIR KELURAHAN CAMBAYYA KOTA MAKASSAR Ramdiana, Ramdiana; Anggraini, Nani; Yunus, Sattar; Kudsiah, Hadiratul
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Application of Wind Powered Composter in the Coastal Area of Cambayya Village, Makassar CityAbstract. Cambayya Village is one of the coastal areas of Makassar City which has a very complex waste condition, which is garbage from the people who live and carry out activities in the coastal area, garbage sent from land area that flows from rivers or gutters that flow into the coast. The Community Service Program aims to conduct activities in the form of training, practice and assistance in processing organic waste into compost using Wind Powered Composter technology located in the RT A community group of Cambayya Village. The problem by partners is the large amount of garbage generated in the coastal settlements of Cambayya Village, residents do not yet know how to process organic waste, and there is no practical application of renewable technology that is acceptable to the community in environmental management. The technology applied is Wind Powered Composter Technology which is an organic waste processing technology using wind power as an energy source to produce compost that can be useful for greening and economic value. This method is contained from a few stages: Preparation stage, namely processing permits, socializing activities to partners, and preparing training materials, Implementation stage conducting motivational training in processing waste, training on organic waste sorting, making composter equipment, making use of SOP training, the practice of composting, harvest compost and compost packaging, The evaluation stage by providing assistance and periodic checking of the composting process. The results of the implementation of this activity are the reduction in the volume of 60 kg of organic waste in each composting process, increased knowledge of citizens about organic waste processing, and the application of appropriate technology in coastal areas.Keywords: Organic waste, composter, wind poweredAbstrak.   Kelurahan Cambayya merupakan salah satu wilayah pesisir Kota Makassar yang memiliki kondisi sampah yang sangat kompleks yaitu sampah dari masyarakat yang tinggal dan melakukan aktivitas di wilayah pesisir, sampah kiriman dari wilayah daratan atas yang mengalir dari sungai atau selokan yang bermuara ke pesisir. Adanya program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan melakukan kegiatan dalam bentuk pelatihan, praktek dan pendampingan dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan teknologi Wind Powered Composter yang berlokasi di kelompok warga RT A Kelurahan Cambayya. Masalah yang dihadapi mitra  adalah  banyaknya timbulan sampah yang dihasilkan di permukiman pesisir Kelurahan Cambayya, warga belum mengetahui cara mengolah sampah organik, dan belum ada penerapan teknologi terbarukan yang praktis dan mampu diterima masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Teknologi yang diterapkan adalah Teknologi Wind Powered Composter yang merupakan teknologi pengolahan sampah organik menggunakan tenaga angin sebagai sumber energi menghasilkan kompos yang dapat bermanfaat untuk penghijauan dan bernilai ekonomi. Metode kegiatan ini diantaranya: Tahap persiapan yaitu pengurusan surat izin, sosialisasi kegiatan ke mitra, dan persiapan materi pelatihan, Tahap pelaksanaan melakukan pelatihan motivasi dalam mengolah sampah, pelatihan pemilahan sampah organik, pembuatan alat komposter, pelatihan SOP penggunaan alat, praktek pembuatan kompos, panen kompos, dan  pengemasan kompos, Tahap evaluasi dengan melakukan pendampingan dan pengecekan berkala terhadap proses pembuatan kompos. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah berkurangnya volume sampah organik maksimal 60 kg dalam setiap proses pengomposan, meningkatnya pengetahuan warga tentang pengolahan sampah organik, dan telah diterapkannya teknologi tepat guna di kawasan pesisir.Kata Kunci: Sampah organik, komposter, tenaga Angin 
Alih Teknologi Produksi Benih Anemon Laut secara Aseksual Syahdan, Muhammad; Kudsiah, Hadiratul; Muzdalifah, Muzdalifah
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi reproduksi aseksual anemon merupakan salah satu teknologi untuk memproduksi benih anemon laut secara buatan untuk kepentingan marikultur anemon laut di perairan alam. Kegiatan ini bertujuan untuk mentrasfer teknologi tersebut kepada kelompok nelayan Sipatuo Desa Teluk Tamiang, Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan secara aktif demonstratif dengan melibatkan secara penuh khalayak sasaran mulai dari penyuluhan kelas hingga demosntrasi di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran tentang teknologi produksi benih anemon laut secara aseksual dengan teknik fragmentasi tubuh secara longitudinal. Khalayak sasaran berminat dan mau mengaplikasikan teknologi ini sebagai upaya alternatif usaha selain sebagai nelayan.
Alih Teknologi Produksi Benih Anemon Laut secara Aseksual Syahdan, Muhammad; Kudsiah, Hadiratul; Muzdalifah, Muzdalifah
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi reproduksi aseksual anemon merupakan salah satu teknologi untuk memproduksi benih anemon laut secara buatan untuk kepentingan marikultur anemon laut di perairan alam. Kegiatan ini bertujuan untuk mentrasfer teknologi tersebut kepada kelompok nelayan Sipatuo Desa Teluk Tamiang, Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan secara aktif demonstratif dengan melibatkan secara penuh khalayak sasaran mulai dari penyuluhan kelas hingga demosntrasi di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran tentang teknologi produksi benih anemon laut secara aseksual dengan teknik fragmentasi tubuh secara longitudinal. Khalayak sasaran berminat dan mau mengaplikasikan teknologi ini sebagai upaya alternatif usaha selain sebagai nelayan.
MACROALGAE DIVERSITY IN CORAL REEFS AT THE WATERS OF TELUK TAMIANG VILLAGE, KOTABARU Rifa’i, Muhammad Ahsin; Syahdan, Muhammad; Kudsiah, Hadiratul
TROPICAL WETLAND JOURNAL Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : The Journal is published by Graduate Programe of Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to map the distribution of macroalgae at the waters of Teluk Tamiang Village, Kotabaru, South Kalimantan. The results showed that there were 8 species of macroalgae living in coral reef ecosystems. They originated from 7 order, 8 family, 8 genera, consisting of Acanthopora muscoides, Gracilaria coronopifolia, Amphiroa fragillissima Chlorodesmis sp., Halimeda macroloba, Enteromorpha sp., Turbinaria conoides, and Dictyota pinnatifida. The diversity index of two stations observed in this study was low.
IbM KELOMPOK USAHA BANDENG SEGAR TANPA DURI DI KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN Kudsiah, Hadiratul; Tresnati, Joeharnani; Ali, Syamsu Alam
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pengolahan ikan bandeng tanpa duri merupakan salah satu teknologi untuk menghilangkan tulang duri ikan bandeng sebelum dikonsumsi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan konsumsi jenis ikan bandeng.  Kegiatan ini bertujuan untuk mentrasfer teknologi tersebut kepada kelompok UD. Usaha Bandeng Segeri Makmur dan kelompok isteri-isteri pembudidaya ikan bandeng Sejahtera di kelurahan Pundatabaji Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Kegiatan dilaksanakan secara aktif demonstratif dengan melibatkan secara penuh khalayak sasaran mulai dari penyuluhan kelas hingga demosntrasi di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran tentang teknologi pengolahan ikan bandeng tanpa duri Khalayak sasaran berminat dan mau mengaplikasikan teknologi ini sebagai upaya meningkatkan nilai jual ikan bandeng dan memberdayakan masyarakat Kabupaten Pangkep khususnya para ibu nelayan atau ibu petambak yang dapat bekerja mengisi kekosongan waktu setelah pekerjaan rumah selesai
Estimasi Potensi Lestari dan Tingkat Pemanfaatan Anemon Laut di Selat Makassar Kudsiah, Hadiratul; Umar, Muh. Tauhid; Deliama, Deliama; Rifai, Muhammad Ahsin
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Agrokompleks VOLUME 1 NOMOR 1, JUNI 2018
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemon laut adalah salah satu biota laut yang kelestariannya mulai terancam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat potensi lestari dan tingkat pemanfaatan anemon laut.  Penelitian ini diharapkan sebagai bahan informasi dalam pengelolaan anemon laut di Perairan Selat Makassar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2017. Lokasi penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan lokasi geografis wilayah utama penangkapan anemon laut di Selat Makassar, yaitu di Kepulauan Spermonde, Pulau tanah Keke dan Liukang Tangaya.  Metode yang digunakan adalah metode survey dan observasi langsung.  Data yang dikumpulkan adalah data primer dengan cara observasi dan wawancara serta data sekunder berupa data berkala hasil tangkapan dan upaya penangkapan dari tahun 2006 sampai 2016.  Untuk menduga besarnya MSY sumberdaya perikanan dan upaya penangkapan optimal digunakan model Schaefer. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk mengestimasi dan membuat grafik upaya penangkapan (effort), serta tingkat CPUE terhadap sumberdaya anemon laut di Perairan Selat Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan model Schaefer dapat ditetapkan nilai MSY adalah 15596,4206 pcs, dengan upaya optimal (f.MSY) sebesar 179,9709 pcs serta tangkapan yang diperbolehkan (TAC) sebesar 12477,1365 pcs. Tingkat pemanfaatan tertinggi dari potensi lestari terjadi pada tahun 2006 sampai 2008
DEMPLOT PENGEMBANGAN BUDIDAYA KEPITING CANGKANG LUNAK DI DESA SALEMBA, KECAMATAN UJUNG LOI, KABUPATEN BULUKUMBA SULAWESI SELATAN Kudsiah, Hadiratul; Rahim, Sri Wahyuni; Rifa'i, Muhammad Ahsin; Arwan, Arwan
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknologi budidaya kepiting yang membutuhkan waktu relatif cepat dan mortalitas yang rendah adalah budidaya kepiting cangkang lunak. Luasnya potensi tambak yang belum tergarap dan terlantar (mangkrak) ditinggalkan pemiliknya, tingginya potensi pasar lokal, nasional ekspor, kelebihan teknologi budidaya dan nilai gizi/nutrisi produk yang dimiliki maka teknologi budidaya kepiting cangkang lunak sangat potensial untuk dikembangkan menjadi usaha baru yang menguntungkan bagi masyarakat pesisir dan pelaku dunia usaha perikanan. Kegiatan ini bertujuan melakukan transfer teknologi budidaya kepiting cangkang lunak sistem karamba apung bersekat di perairan tambak kepada masyarakat petambak di Kabupaten Bulukumba, khususnya masyarakat petambak Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loi, tempat demplot ini berlangsung. Kegiatan demplot diharapkan dapat menjadi altenatif usaha baru dan atau diversifikasi usaha budidaya tambak dengan budidaya kepiting cangkang lunak. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan mulai bulan April – Juli 2017, meliputi survei lokasi demplot, penyuluhan klasikal, demplot budidaya kepiting cangkang lunak di perairan tambak, dan desiminasi kegiatan. Hasil evaluasi penyuluhan kelas dan demplot menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran tentang teknologi budidaya kepiting cangkang lunak sistem karamba bambu apung bersekat di perairan tambak.
PENGEMBANGAN USAHA PRODUK INTELEKTUAL KAMPUS: ANEMON LAUT ORNAMEN Rifa'i, Muhammad Ahsin; Syahdan, Muhammad; Muzdalifah, Muzdalifah; Kudsiah, Hadiratul
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengembangan usaha produk inteketal kampus ini (PPUPiK) bertujuan untuk mengembangkan usaha budidaya anemon laut yang dapat memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Lambung Mangkurat dan mendorong berkembangnya budaya pemanfaatan hasil riset staf dosen untuk pemberdayaan masyarakat dan industri. Tujuan lainnya adalah mentransfer teknologi budidaya anemon laut ornamen pada kawasan terumbu karang non produktif menggunakan benih hasil reproduksi aseksual dengan teknologi fragmentasi tubuh kepada masyarakat nelayan Desa Teluk Tamiang. Khalayak sasaran adalah mahasiswa Ilmu Kelautan dan kelompok nelayan dan eks pembudidaya rumput laut Desa Teluk Tamiang. Target khusus yang ingin dicapai adalah berkembangnya usaha budidaya anemon laut ornamen sebagai mata pencaharian prospektif dan memiliki asas legalitas sebagai pengganti budidaya rumput laut dan penangkapan ikan di laut.Kegiatan ini dilaksanakan di perairan Desa Teluk Tamiang, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan dan di kampus Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat. Khalayak sasaran adalah mahasiswa dan masyarakat nelayan. Luaran kegiatan adalah produk anemon laut ornamen hasil budidaya dari benih produksi sendiri menggunakan teknologi reproduksi aseksual dengan teknik fragmentasi tubuh secara longitudinal. Produk anemon ornamen dipasarkan ke eksportir di Makassar. Ruang lingkup kegiatan meliputi persiapan, penadaan induk anemon ornament, produksi benih dengan teknologi reproduksi aseksual, budidaya anemon, pembangunan kantor PPUPIK, dan pemasaran produk anemon. Hasil kegiatan sampai 25 Oktober 2017 menunjukkan seluruh kegiatan yang direncanakan mencapia 100%, meliputi pembangunan sarana prasarana budidaya, pencarian induk anemon, produksi benih anemon, budidaya anemon, pembentukan unit usaha, pembangunan kantor pemasaran PPUPIK anemon laut ornament di kampus, pembentukan unit usaha mahasiswa ilmu kalautan di banjarbaru, dan pemasaran anemon laut. Produksi dan pemasaran produk anemon telah dilakukan mulai bulan September – Oktober 2017. 
TRANSFORMASI HAMA RUMPUT LAUT MENJADI PRODUK PERIKANAN Yaqin, Khusnul; Fachruddin, Liestiaty; Yanuarita, Dewi; Suwarni, Suwarni; Rahim, Sri Wahyuni; Tresnaty, Joeharnani; Umar, Muh. Tauhid; Kudsiah, Hadiratul
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mandalle adalah salah satu desa di Sulawesi Selatan yang memproduksi rumput laut. Salah satu hama budidaya rumut laut di perairan Desa Mandalle adalah kerang hijau.  Program pengabdian masyarakat yang didanai BOPTN Universitas Hasanuddin bertujuan untuk memanfaatkan hama rumput menjadi barang yang bernilai ekonmis penting. Di samping itu program ini juga bertujuan untuk memanfaatkan sumberdaya kerang yang lainnya seperti kerang simping, Placuna placenta.  Hasil yang dicapai pada program pengabdian ini adalah bagan tancap kerang hijau, keterampiran masyarakat dalam pengolah sumberdaya kerang menjadi bahan olahan seperti sate kerang dan grinting (kripik) simping dan mobile outlet (gerobak) sebagai wahana penjualan sate kerang, grinting simping dan jus rumput laut. Mobile outlet dimaksudkan untuk menciptakan pasar lokal produk olahan hasil laut Desa Mandalle dan menstimulasi masyarakat lokal untuk berbisnis hasil-hasil laut dari wilayah pesisir. Diharapkan program pengabdian ini menjadi inisiasi terbentuknya marine eco-techno-park. Hal ini didasarkan pada keeksotikan perairan Desa Mandalle dan banyaknya bahan aktif atau bioaktif hasil-hasil laut perairan Mandalle yang dapat diproses melalui pendekatan bioteknologi.
MACROALGAE DIVERSITY IN CORAL REEFS AT THE WATERS OF TELUK TAMIANG VILLAGE, KOTABARU Rifa?i, Muhammad Ahsin; Syahdan, Muhammad; Kudsiah, Hadiratul
TROPICAL WETLAND JOURNAL Vol 2 No 2 (2016): Tropical Wetland Journal
Publisher : Post-Graduate ULM Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/twj.v2i2.26

Abstract

The purpose of this study was to map the distribution of macroalgae at the waters of Teluk Tamiang Village, Kotabaru, South Kalimantan. The results showed that there were 8 species of macroalgae living in coral reef ecosystems. They originated from 7 order, 8 family, 8 genera, consisting of Acanthopora muscoides, Gracilaria coronopifolia, Amphiroa fragillissima Chlorodesmis sp., Halimeda macroloba, Enteromorpha sp., Turbinaria conoides, and Dictyota pinnatifida. The diversity index of two stations observed in this study was low.