Articles

Found 9 Documents
Search

PENGGUNAAN SEMEN DARI BERBAGAI MACAM MERK PADA RANCANGAN CAMPURAN BETON NORMAL DENGAN MUTU f’c 30 Mpa, f’c 20 Mpa dan f’c 15 Mpa ADI, ARI SASMOKO
KURVA S Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik dan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v5i1.2643

Abstract

Beton terbentuk dari campuran antara semen, agregat kasar, agregat halus, air dan jika diperlukan ditambah bahan tambah dengan maksud mengubah sifat beton yang akan dicampur. Semen Portland disebut juga semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak semen portland terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan bahan tambahan lain. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa karakteristik kuat tekan beton dari berbagai penggunaan merk semen dengan mutu beton f’c 30 MPa, f’c 20 MPa dan f’c 15 MPa. Hasil penelitian dari mutu beton yang digunakan pada campuran dengan menggunakan seemen merk tonasa, semen merk gersik dan semen merk conch hasil Pengujian kuat tekan beton diatas tasget yang disyaratkan yaitu spesifikasi batas atas. Campuran beton menggunakan semen merk tiga roda dan semen merk bosowa hasil ujinya ada yang dibawah target atau spesifikasi batas atas tetapi memenuhi syarat dari mutu beton yang direncakanan.
ANALISA PERSENTASE PENAMBAHAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA CAMPURAN BETON DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK ADI, ARI SASMOKO
KURVA S Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik dan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.802 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v5i2.2892

Abstract

Bata beton atau disebut juga paving block adalah  suatu  komposisi  bahan  bangunan  yang  terbuat  dari campuran  semen  portland  atau  bahan  perekat  hidrolis  lainnya,  air  dan agregat   dengan   atau   tanpa   bahan   tambahan   lainnya   yang tidak mengurangi mutu beton. Penggunaan material lokal yang memenuhi syarat sangatlah sulit didapat sehingga didatangkan dari luar Kalimantan Timur yaitu dari Palu. Dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dalam campuran beton pada pembuatan paving block dengan menggunakan bahan tambah fly ash dan bottom ash.                Hasil uji dengan menggunakan bahan tambah fly ash dapat meningkatkan mutu beton sesuai persyaratan dalam pembuatan paving block, penggunaan fly ash dengan persentase 2 % kuat tekan rata-rata 53,95- MPa, persentase 3 % kuat tekan rata-rata 79,559 Mpa, persentase 4 % kuat tekan rata-rata 81,396 MPa, persentase 5 % kuat tekan rata-rata 85,720 MPa, persentase 6 % kuat tekan rata-rata 50,406 MPa. dan persentase tambah fly ash 7 % kuat tekan rata-rata 42,277 Mpa. Bahan tambah dengan menggunakan bottom ash hanya pada penambahan 2 % memenuhi Mutu D hanya dapat digunakan untuk Taman dengan kategori tidak memikul beban.
PENGGUNAAN SEMEN DARI BERBAGAI MACAM MERK PADA RANCANGAN CAMPURAN BETON NORMAL DENGAN MUTU f’c 30 Mpa, f’c 20 Mpa dan f’c 15 Mpa ADI, ARI SASMOKO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton terbentuk dari campuran antara semen, agregat kasar, agregat halus, air dan jika diperlukan ditambah bahan tambah dengan maksud mengubah sifat beton yang akan dicampur. Semen Portland disebut juga semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak semen portland terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan bahan tambahan lain. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa karakteristik kuat tekan beton dari berbagai penggunaan merk semen dengan mutu beton f’c 30 MPa, f’c 20 MPa dan f’c 15 MPa. Hasil penelitian dari mutu beton yang digunakan pada campuran dengan menggunakan seemen merk tonasa, semen merk gersik dan semen merk conch hasil Pengujian kuat tekan beton diatas tasget yang disyaratkan yaitu spesifikasi batas atas. Campuran beton menggunakan semen merk tiga roda dan semen merk bosowa hasil ujinya ada yang dibawah target atau spesifikasi batas atas tetapi memenuhi syarat dari mutu beton yang direncakanan
BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) AKIBAT ADANYA HAMBATAN SAMPING DI BADAN JALAN ADI, ARI SASMOKO
KURVA S Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik dan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.597 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v1i1.4286

Abstract

Kemacetan yang ada di beberapa ruas jalan di Kota Samarinda disebabkan oleh hambatan samping salah satunya adalah kendaraan yang parkir di badan jalan. Samarinda disebut juga sebagai pusat kota pemerintahan dan bisnis disaat jam sibuk sering mengalami tundaan yang cukup lama, sehingga mempengaruhi biaya operasional kendaraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biaya operasional kendaraan ringan akibat adanya hambatan samping di Kota Samarinda. Hasil penelitian rerata arus bebas kendaraan tanpa kendaraan parkir di badan jalan (FV) 12,671 Km/jam, dan rerata  arus bebas kendaraan dengan adanya kendaraan parkir di badan jalan (FV) 11,641 Km/jam. Biaya operasional kendaraan tanpa adanya kendaraan parkir di badan jalan terbesar sore hari di lajur 2 antara pukul 14.00 – 18.00 Wita, jenis kendaraan Avanza (mobil penumpang) Rp. 84,31 dan kendaraan jenis Isuzu D-Max (Double Cabin) dengan biaya terbesar Rp. 69,71. Biaya operasional kendaraan (BOK) dengan adanya kendaraan parkir di badan jalan terbesar sore hari pada lajur 2 antara pukul 14.00 – 18.00 Wita, untuk jenis kendaraan Avanza (mobil penampang) dengan biaya Rp. 104,28 dan kendaraan jenis Isuzu D-Max (Double Cabin) dengan biaya Rp. 166,98.
PENGGUNAAN ABU BATUBARA HASIL PEMBAKARAN ASPHALT MIXING PLANT (AMP) SEBAGAI BAHAN CAMPURAN LAPIS ASPAL BETON (LASTON) Adi, Ari Sasmoko
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2017
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.322 KB) | DOI: 10.30556/jtmb.Vol13.No1.2017.144

Abstract

Di Kalimantan Timur umumnya jalan yang sering dilewati kendaraan banyak mengalami penurunan kualitas sehingga fungsi lapis perkerasan jalan tidak optimal digunakan pemakai jalan. Maksud dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas lapis perkerasan aspal beton (Laston) dengan bahan tambah berupa abu batu bara dengan atau tanpa filler (semen). Abu batubara diperoleh dari hasil pembakaran batubara di alat produksi aspal panas di AMP. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan abu batu bara pada jenis campuran aspal Lapis Permukaan ACBC 2% dan 3% dapat memenuhi spesifikasi teknis. Bila menggunakan semen sebagai filler penambahan abu batubara 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% memenuhi spesifikasi teknis pada campuran ACBC. Hasil pengujian nilai kekuatan (Stabilitas) dan keawetan (Durabilitas) untuk campuran ACBC menggunakan abu batu bara adalah sebagai berikut : Stabilitas pada penambahan abu batu bara 2% = 1.875,18 Kg dan Durabilitas pada penambahan abu batu bara 3% = 152,05 % sedangkan pada campuran ACBC yang menggunakan abu batu bara dan semen sebagai filler diperoleh stabilitas pada penambahan abu batu bara 2% = 1.875,18 Kg dan durabilitas pada penambahan abu batu bara 3% dan 4% = 152,05 %.
ANALISIS KEPADATAN ARUS KENDARAAN DI KAKI SIMPANGAN JALAN Ir. H. JUANDA KOTA SAMARINDA ADI, ARI SASMOKO
KURVA S Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik dan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.49 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v6i1.4295

Abstract

Simpang adalah suatu area yang kritis pada suatu jalan raya yang merupakan tempat titik konflik dan tempat kemacetan karena bertemunya dua ruas jalan atau lebih, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan terutama disaat volume kendaraan semakin meningkat. Ruas Jalan Ir. H. Juanda jalan arteri yang berdekatan dengan simpang 4 Air Putih merupakan jalan utama yang menghubungkan ke luar kota dan ke arah Bandara APT. Pranoto Samarinda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepadatan arus kendaraan di kaki simpang dan tingkat pelayanan ruas jalan Ir. H. Juanda Samarinda. Hasil penelitian kepadatan arus kendaraan terjadi setiap sore hari antara pukul 14.00 – 18.00 Wita, yang terbesar kepadatannya 1.491 kendaraan/jam, kelas hambatannya Slow and of Vehicles (SMV) berjumlah 651 kendaraan dengan tingkat pelayanan F dimana arus yang terhambat, kecepatan rendah, volume diatas kapasitas, sering terjadi kemacetan pada waktu yang cukup lama
ANALISIS KEPADATAN ARUS KENDARAAN DI KAKI SIMPANGAN JALAN Ir. H. JUANDA KOTA SAMARINDA ADI, ARI SASMOKO
KURVA S Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik dan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.222 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v6i1.4364

Abstract

Simpang adalah suatu area yang kritis pada suatu jalan raya yang merupakan tempat titik konflik dan tempat kemacetan karena bertemunya dua ruas jalan atau lebih, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan terutama disaat volume kendaraan semakin meningkat. Ruas Jalan Ir. H. Juanda jalan arteri yang berdekatan dengan simpang 4 Air Putih merupakan jalan utama yang menghubungkan ke luar kota dan ke arah Bandara APT. Pranoto Samarinda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepadatan arus kendaraan di kaki simpang dan tingkat pelayanan ruas jalan Ir. H. Juanda Samarinda. Hasil penelitian kepadatan arus kendaraan terjadi setiap sore hari antara pukul 14.00 ? 18.00 Wita, yang terbesar kepadatannya 1.491 kendaraan/jam, kelas hambatannya Slow and of Vehicles (SMV) berjumlah 651 kendaraan dengan tingkat pelayanan F dimana arus yang terhambat, kecepatan rendah, volume diatas kapasitas, sering terjadi kemacetan pada waktu yang cukup lama.
PENGARUH VOLUME SEPEDA MOTOR TERHADAP KEMACETAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN PANGERAN ANTASARI SAMARINDA ADI, ARI SASMOKO
KURVA S Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik dan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.282 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v2i1.4367

Abstract

Sepeda Motor adalah kendaraan bermotor beroda 2 (dua) dengan atau tanpa rumah- rumah dan dengan atau tanpa kereta samping, atau kendaraan bermotor beroda tiga (3) tanpa rumah-rumah. Data BPS Prov. Kaltim sepeda motor terus meningkat 5,67 % di Tahun 2017 dengan jumlah sepeda motor 2.319.159 unit. Dalam penelitian pada ruas Jalan P. Antasari menggunakan metode survei jumlah kendaraan terutama sepeda motor. Hasil analisis kepadatan arus kendaraan terjadi di pagi sebesar 25 Kendaraan/Km dan sore hari dengan jumlah 27 Kendaraan/Km. Proporsi sepeda motor yang tinggi memberikan pengaruh terhadap menurunnya kecepatan pada kendaraan ringan dan kendaraan berat. Tingkat pelayanannya arus kendaraan terjadi perlambatan kendaraan (DS > 1), kecepatan rendah, volume diatas kapasitas dan sering terjadi kemacetan pada waktu yang cukup lama.
ANALISA PENGGUNAAN PASIR SILIKA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON Adi, Ari Sasmoko
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.402 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i1.25

Abstract

Silika mineral adalah senyawa yang banyak ditemui dalam bahan tambang/galian yang berupa mineral seperti pasir kuarsa, granit, dan fledsfar yang mengandung kristal-kristal silika (SiO2). Silika mengandung senyawa pengotor yang terbawa selama proses pengendapan, sebelum digunakan sebagai bahan campuran beton harus di kontrol dengan melakukan pengujian kandungan lumpur di dalam pasir silika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas material pasir silika, komposisi gradasi gabungan agregat dan kualitas karakteristik mutu beton. Pelaksanaan penelitian dengan melakukan pengujian analisa saringan material agregat kasar dan halus untuk mendapatkan komposisi agregat gabungan. Rancangan campuran beton dengan melakukan analisis perhitungan guna mengetahui komposisi pemakaian agregat kasar, agregat halus, air, semen dan bahan tambah (additive). Sampel beton diambil dari hasil pengecoran dilapangan sedangkan curing beton di laboratorium. Komposisi agregat gabungan untuk agregat kasar 2/3 = 16 %, agregat kasar 1.2 = 41 % dan agregat halus (Pasir Silika) = 43 %. Kuat tekan beton rata-rata (f?cr) = 266,102 Kg/cm2, simpangan baku (S) = 37,155 Kg/cm2dan kuat tekan beton karakteristik (f?c) = 205,167 Kg/cm2. Sedangkan hasil analisis rata-rata dua sampel dengan hasil uji kuat tekan beton rata-rata (f?cr) = 266,102 Kg/cm2, simpangan baku (S) = 35,352 Kg/cm2 dan kuat tekan karakteristik (f?c) = 208,124 Kg/cm2. Evaluasi mutu beton dilapangan hasil analisis syarat mutu I > f?c ? 0,82 x S = > 223,655 Kg/cm2 sedangkan syarat mutu II yaitu harus >  0,85 x f?c = > 191,250 Kg/cm2.