Juharyanto Juharyanto, Juharyanto
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI Putri, Friska Fridiana; Bafadal, Ibrahim; Juharyanto, Juharyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Principal's leadership is the main factor that supports schools in improving achievement. In this study aims to determine (1) Achievements that have been achieved by principals and schools that are led, (2) Characteristics of high school principals' leadership leadership, (3) Supporting factors for high school principals' leadership, and (4) inhibiting factors for school principals' leadership achievers in SD Negeri Tunjungsekar 1, Malang City. Where this is to find out the principal's leadership in improving achievement. The method used by researchers in this research is qualitative using a case study design. Data collection techniques used are in-depth interviews, participant observation, and study documentation. The subject of this study was the Principal of Malang Tunjungsekar 1 Elementary School, Malang, with the principal being the principal and teachers. Data analysis is done by reducing, presenting data, and drawing conclusions and verification. The results of this study are, (1) Principal achievers have a lot of achievements and the school they lead has a lot of achievements in various fields up to the national level. (2) Principal of SD Negeri Tunjungsekar 1 Malang has disciplined characteristics, has a lot of experience, is open, etc. (3) Good communication between the principal, teachers, students, guardians of students, and the community is able to be a supporter in improving achievement. (5) Barriers that occur in terms of time, energy, costs, and school conditions. Keywords: Leadership, principal's leadership, achievement Abstrak: Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor utama yang mendukung sekolah dalam meningkatkan prestasi. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui (1) Prestasi yang telah diraih oleh kepala sekolah dan sekolah yang dipimpin, (2) Karakteristik kepemimpinan kepala sekolah berprestasi, (3) Faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah berprestasi, dan (4) Faktor penghambat kepemimpinan kepala sekolah berprestasi di SD Negeri Tunjungsekar 1 Kota Malang. Dimana hal tersebut untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala SD Negeri Tunjungsekar 1 Kota Malang, dengan sumber kepala sekolah dan guru. Analisa data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini yaitu, (1) Kepala sekolah berprestasi memiliki prestasi yang banyak serta sekolah yang dipimpinnya memiliki prestasi yang banyak dalam berbagai bidang hingga level tingkat nasional. (2) Kepala SD Negeri Tunjungsekar 1 Kota Malang memiliki karakteristik yang disiplin, memiliki pengalaman berprestasi yang banyak, terbuka, dll. (3) Komunikasi yang baik antara kepala sekolah, guru, peserta didik, wali murid, dan masyarakat mampu menjadi pendukung dalam meningkatkan prestasi. (5) Hambatan yang terjadi dari segi waktu, tenaga, biaya, dan kondisi sekolah. Kata Kunci: Kepemimpinan, kepemimpinan kepala sekolah prestasi 
MODEL KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DASAR DALAM LATAR BUDAYA MASYARAKAT PENDALUNGAN Sobri, Ahmad Yusuf; Nurabadi, Ahmad; Juharyanto, Juharyanto
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 No. 1 November 2016
Publisher : JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.647 KB)

Abstract

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan karakteristik kepemimpinankepala sekolah dasar dalam latar budaya masyarakat Pendalungan, (2) mendeskripsikannilainilaiyang diterapkan oleh sekolah dalam budaya masyarakat Pendalungan, (3) menemukenalimodel peningkatan profesionalisme guru yang dilakukan kepala sekolah dasar dalam latarbudaya masyarakat Pendalungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganjenis penelitian fenomenologis sosiologis.Sumber data terdiri dari dua macam, yaitu insani(kepala sekolah, guru dan siswa) dan non insani (literatur dan bahan cetakan yang relevan).Teknikpengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.Analisisdata dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian adalah (1)Kepemimpinankepala sekolah bersifat terbuka, bijaksana dan berwibawa terutama dalam pengambilankeputusan dengan kebijakan yang dibuat dengan melibatkan seluruh guru, (2) nilai-nilai yangditerapkan oleh sekolah berdasarkan nilai budaya masyarakat Pendalungan dan nilai-nilaiIslam, dan (3) pengembangan profesionalisme guru dalam rangka peningkatan kemampuanpersonel sekolah melaksanakan tugas dan fungsinya dilakukan dalam berbagai teknik.Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, profesionalisme guru, budaya PendalunganAbtract: This study aims to (1) describe the characteristics of the leadership of schoolprincipals in the background of Pendalungan culture, (2) describe the values applied by thePendalungan culture, (3) identify the model of improving the professionalism of elementaryschool teacher conducted by principal in the background of Pendalungan culture. Thisstudy used a qualitative approach, sociological phenomenological research. The data sourceconsists of two kinds, human source (principals, teachers, and students), and non-humansource (literature and relevant printed materials). The technique of collecting data usinginterviews, observation and documentation. Data were analyzed by descriptive qualitativemethod. The results of the study are (1) the principal’s leadership is open, thoughtful andauthoritative, especially in decision-making with the policies made by involving all teachers,(2) the values adopted by the school based on the value of culture Pendalungan and Islamicvalues, and (3) professional development of teachers in order to improve the ability of schoolpersonnel carry out their duties and functions performed in various techniquesKeyword: the leadership of school principals, he professionalism of teacher, Pendalunganculture
KEPEMIMPINAN UNGGUL KEPALA SEKOLAH DASAR DAERAH TERPENCIL (Studi Multisitus pada Sekolah Dasar di Kabupaten Bondowoso) Juharyanto, Juharyanto
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.109 KB) | DOI: 10.17977/um009v26i12017p089

Abstract

Abstract: This study aims at describing the problem and capacity of leadership, the role of excellent leadership, and its behaviors of Elementary School’s Principal in remote areas. This research used the qualitative approach with multi-sites study design. The data were collected through in-depth interviews, participant observation, documentation and it analyzed inductively using modified analytic. The results showed that; 1) Elementary schools in remote areas have similar relative leadership problems and capacity; 2) there is four dominant excellent leadership played by the principal in realizing an effective school, among others: spiritual leadership, transformational leadership, the leadership of learning, and leadership of enterprener.Keywords: superior leadership, elementary school, remote areaAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problem dan daya dukung kepemimpinan, peran kepemimpinan unggul, dan perilaku kepemimpinan unggul Kepala SD daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekata kualitatif dengan rancangan studi multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam; observasi berperan serta; studi dokumentasi dan dianalisis secara induktif analitik yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan; 1) SD di daerah terpencil memiliki problem dan dukungan kepemimpinan yang relatif sama; 2) terdapat empat kepemimpinan unggul dominan yang diperankan kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah efektif, antara lain: kepemimpinan spiritual, kepemimpinan transformasional, kepemimpinan pembelajaran, dan kepemimpinan enterprener.Kata kunci:, kepemimpinan unggul, sekolah dasar, terpencil
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KOPERASI MAHASISWA DAN KEPUASAN ANGGOTA KOPERASI MAHASISWA Lutvita, Priska Ardiana Adi; Maisyaroh, Maisyaroh; Juharyanto, Juharyanto
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.728 KB)

Abstract

Boone, L.E., dan David L. Kurtz. 1995. 8th Ed., Contemporary Marketing Plus. Texas: Dryden Press. JPNN.com, 2016 JPNN.com. 2016. Kemenkop Dorong Koperasi Mahasiswa jadi Basis Kewirausahaan, (Online), (http://Kemenkop Dorong Koperasi Mahasiswa jadi Basis-JPNN.com.htm), diakses 9 Maret 2016. Kotler, P. 2002. Manajemen Pemasaran. Edisi Milenium 1. Terjemahan oleh Hendra Teguh. 2002. Jakarta: Prenhallindo.    Parasuraman, Zeithaml, V. A & Berry. 2002.  Delivering Service Quality. New York: Mc Milan. p.21. Sari, R. P. 2013. Pengaruh Kualitas Pelayanan Sekolah terhadap Kepuasan Peserta Didik dan Orangtua Peserta Didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri se Kota Malang. Skripsi Tidak Diterbitkan. Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suryana,Y & Bayu, K. 2011.  Kewirausahaan: Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses. Cetakan 2. Jakarta: Kencana. Tjiptono, F. 2002. Manajemen Jasa. Yogyakarta: Andi Offset. Tjiptono, F. 2004. Strategi Pemasaran. Edisi Kedua. Yogyakarta: Andi Offset Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI MAHASISWA MENGIKUTI ORGANISASI KEMAHASISWAAN Nugroho, Hanto; Benty, Djum Djum Noor; Juharyanto, Juharyanto
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.93 KB)

Abstract

Anam, K. 2006. Hubungan Persepsi dan Minat Berorganisasi dengan Partisipasi Berorganisasi Mahasiswa. Jurnal Manajemen Pendidikan, 19 (1): 61-75.Fajrina, A. D. dan Rosiana, D. 2014. Hubungan Flow dengan Psychological Well-Being Mahasiswa Psikologi Unisba yang Aktif Organisasi. (Online), (http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/psikologi/article/dowload/1292/pdf), diakses pada 11 Januari 2017.Hamalik, O. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Tahun 2017 tentang Struktur Kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. 2017. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan UM.Peraturan Rektor Universitas Negeri Malang Nomor 13/Kep/UN32/KM/2012 tentang Pedoman Organisasi Kemahasiswaan Universitas Negeri Malang. 2012. (Online), (http://kemahasiswaan.um.ac.id/wp-content/uploads/2013/05/SK-ORMAWA-2012-Final-TDD-File-Rektor.rtf), diakses 22 Februari 2016.Robbins, S. P. 1994. Teori Organisasi: Struktur, Desain & Aplikasi. Terjemahan Jusuf Udaya. Jakarta: Arcan.Robbins, S. P. dan Timothy, A. J. 2008. Perilaku Organisasi. Terjemahan Diana Angelica. Jakarta: Salemba Empat.Sardiman, A. M. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.Setyadin, B. 2005. Modul 2a Reduksi Data Melalui Analisis Faktor Eksploratori. Malang: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang.Setyadin, B. 2005. Modul I: Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Malang: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang.Shaleh, A. R. 2008. Psikologi: Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam. Jakarta: Kencana.Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Thobroni, M. dan Mustofa, A. Belajar dan Pembelajaran: Pengembangan Wacana dan Praktik Pembelajaran dalam Pembangunan Nasional. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2013. Bandung: Citra Umbara.Wiyono, B. B. 2007. Metodologi Penelitian (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Action Research) (Burhannuddin, Ed.). Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
SISTEM PENGELOLAAN GURU TIDAK TETAP (GTT) DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Rahayu, Milla; Ulfatin, Nurul; Juharyanto, Juharyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.108 KB)

Abstract

Abstract: A teachers have a very important role in the achievement of a goal education.Basically management teachers fully had an enormous impact and regarded as the key in improving the quality of education.Yet management teachers was intended to produce professional teachers so that it can be created an output that capable, having budi sublime are good and profitable to the nation.The development of science and technology ( science and technology ) then the system education also increase significantly, this might impact on the needs teachers. This Non Permanent Teacher (GTT) also has the status a very vital at the school due to the presence of gtt very petrified school.The majority gtt is those who can afford to controls science and in accordance with the developments of the times.Keyword: Needs, Recruitment, Selection, Compensation.Abstrak: Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan pendidikan. Pada dasarnya pengelolaan guru sepenuhnya mempunyai pengaruh yang sangat besar dan dianggap sebagai kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hakikatnya pengelolaan guru bertujuan untuk menghasilkan guru yang profesional sehingga dapat menciptakan output yang cakap, memiliki budi luhur yang baik dan berguna bagi bangsa. Semakin berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) maka sistem pendidikan juga ikut meningkat, hal ini berdampak pada kebutuhan guru. Guru Tidak Tetap (GTT) juga memiliki kedudukan yang sangat vital disekolah karena keberadaan GTT sangat membatu sekolah. Mayoritas GTT adalah mereka yang mampu menguasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sesuai dengan perkembangan zaman.Kata kunci: Kebutuhan, Rekrutmen, Seleksi, Kompensasi.
KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Alifiyah, Ika; Imron, Ali; Juharyanto, Juharyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.581 KB)

Abstract

Abstract:The focus of this research is the formulation of school vision, the shared vision process conducted by the principal, the process of implementing the vision by the principal, the principal's approach in implementing visionary leadership to develop the student's character, and the student character developed in the visionary leadership of principal. This study uses a qualitative method. Qualitative research is a study that intends to understand the phenomenon of behavior, action, the overall situation in a research subject. While the type of research used is case study research. The reason for using case studies is that this research method focuses on an intensive, detailed, and unique case.The unique case in this study is a principal who leads for three periods of leadership, who in the process of leadership has achieved many achievements and shaped the character of learners through the values embedded in the activities at school. The results of this study are: (a) the formulation of the vision carried out by the principal involving all teachers and staff and carried out with SWOT analysis of the school; (b) the shared vision process by the principal is done through the stage of socialization, memorization, implementation, reminding and modeling, assessing and evaluating, rewarding and punishment; (c) the implementation of the vision is done through polite behavior, smile greetings, greetings, responsibilities, discipline and orderly, prioritizing KBM and maximize facilities infrastructure, and establish good cooperation with external; (d) approach in the implementation of the principal's leadership is done through MSG activities, workshop for teachers and school staff, application of 5 S industry culture; core value of the school, and provide an example to the school's citizens; (e) the character of the learner developed in the headmaster's leadership in islami, discipline, and responsibility that is implemented in congregational prayer activities, Dhuha Prayer, PDS, and PIC.Keywords: leadership, vision, character of the students. Abstrak: Fokus penelitian ini adalah perumusan visi sekolah, proses shared vision yang dilakukan oleh kepala sekolah, proses penerapan visi oleh kepala sekolah, pendekatan yang dilakukan kepala sekolah dalam implementasi kepemimpinana visioner guna mengembangkan karakter peserta didik, dan karakter peserta didik yang dikembangkan dalam implemetasi kepemimpinan visioner kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang perilaku, tindakan, keadaan menyeluruh pada sebuah subjek penelitian. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Alasan menggunakan studi kasus adalah metode penelitian ini memusatkan perhatian pada suatu kasus yang unik secara intensif dan rinci.Kasus unik dalam penelitian ini adalah seorang kepala sekolah yang memimpin selama tiga periode kepemimpinan, yang dalam proses kepemimpinannya telah mencapai banyak prestasi serta membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. Hasil penelitian iniadalah: (a) perumusan visi yang dilakukan oleh kepala sekolah melibatkan seluruh guru dan staf dan dilaksanakan dengan analisis SWOT terhadap sekolah; (b) proses shared vision oleh kepala sekolah dilakukan melalui tahap sosialisasi, dihafal, diimplementasikan, mengingatkan dan memberi teladan, dinilai dan dievaluasi, memberikan penghargaan dan hukuman; (3) penerapan visi dilakukan melalui perilaku santun, senyum salam, sapa, tanggungjawab, disiplin dan tertib, mengutamakan KBM dan memaksimalkan sarana prasarana, serta menjalin kerjasama yang baik dengan eksternal; (4) pendekatan dalam implementasi kepimimpinan kepala sekolah dilakukan melalui kegiatan MSG, lokakarya bagi guru dan staf sekolah, penerapan budaya industri 5 S; nilai inti sekolah, serta memberikan teladan kepada warga sekolah; (5) karakter peserta didik yang dikembangkan dalam kepemimpinan kepala sekolah yakni islami, kedisiplinan, dan tanggungjawab yang diimplementasikan dalam kegiatan sholat berjamaah, Sholat Dhuha, PDS, dan PIC.Kata Kunci:kepemimpinan, visi, karakter peserta didik 
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KIAI DALAM PENGEMBANGAN SEKOLAH BERBASIS PONDOK PESANTREN Romady, Muhammad; Sultoni, Sultoni; Juharyanto, Juharyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.408 KB)

Abstract

Abstract: The main objective of research to know about (1) The profile of principal and kiai (2) the role of principal as a leadership of change in improving the quality of education, (2) the principal's strategy as a leadership of change in improving the quality of education, (3) innovation principal as a leadership of change in improving the quality of education, (4) factors supporting of change, and (5) inhibiting factors of change. This research uses a qualitative approach with case study. Place the research in SMP An-Nur Bululawang Malang. Data collection techniques through in-depth interviews, field observation and documentation. Analytical techniques used are reduction, data display, and data verification. Results from this research (1) the role of headmaster as a leadership of change in improving the quality of education, as philosophy, responsible, locomotive, motivator, and partner work, (2) the strategy used by the principal is to accept students 1 to 10 with a minimum test score of 7.5, foster school culture, discipline students with strict rules, recruit and develop teachers, the freedom of learners to design the classroom, conduct the UN and SBMPTN drafting counseling program, accompanying the students to write job applications and to recommend to the work agencies, (3) innovations made by the principal of gopek management and athlete classes, (4) the factors that support the change come from the internal school such as the principal's leadership, the support of the foundation and the means of infrastructure, from the external needs of the community for education and competition between schools, and (5) the inhibiting factors of change come from the difficult teacher's mind set, teacher competence, and poor school image in society. Key word: leadership of change, quality of education Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Profil kepala sekolah dan kiai, (2) peran kepala sekolah dan kiai dalam pengembangan sekolah berbasis pondok pesantren, (3) strategi kepala sekolah dan kiai dalam pengembangan sekolah berbasis pondok pesantren, (4) kinerja yang dihasilkan kepala sekolah dan kiai dalam pengembangan sekolah berbasis pondok pesantren, (5) faktor pendukung pengembangan, dan (6) faktor penghambat pengembangan. Penelitian ini menggunakan rancangan pendekatan kualitatif, dengan rancangan penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini yaitu di SMP An-Nur Bululawang Malang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam, observasi lapangan serta dokumentasi.  Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi, display data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini (1) Riwayat  pendidikan Kepala Sekolah: a) MI Kudat Lor; b) Mts Gondanglegi; c)MA An-nur; d) STISIA Jakarta; e) Univ.Darul ulum, riwayat pendidikan kiai: a)MI Al-Khoiryiyyah; b) Mts AlKhoiriyyah; c) MA An-Nur; d) STAIN Malang  S1 Sastra Arab; e) S2 Universitas Islam Lamongan ; f) S3 IAIN Sunan Ampel Surabaya, Pengalaman organisasi kepala sekolah: a) MWC NU; b) Organisasi Komite; c) Organisasi Kepala Sekolah, pengalaman organisasi kiai: a) MWC NU; b) PMII, pengalaman kerja kepala sekolah: Menjadi guru Pendidikan Agama, pengalaman kerja kiai: a) Tenaga pengajar bahasa arab di PP An-nur; b) Guru tafsir dan tasawuf pondok pesantren An-Nur; c) Dosen MK Ulum-AlQuran STIT Raden Rahmad Kepanjen; d) Direktur Ma’had Al-Aly An-nur; e) Tenaga pengajar umul qur’an An-Nur, usaha yang dimiliki kepala sekolah: a) Pertanian; b) Peternakan; c) Toko Pracangan, usaha yang dimiliki kiai: a) Pertanian; b) Saham; c) Kerjasama Travel Umroh, (2) peran kepala sekolah dan kiai dalam melakukan pengembangan yaitu manajerial SDM yang ada di sekolah, pengawas kegiatan di pondok pesantren dan sekolah yang berada dibawah naungan pesantren, pengambil keputusan tertinggi, Penanggung jawab program yang ada disekolah, sebagai model (Uswatun Hasanah) kepada masyarakat sekolah dan pesantren, motivator bagi guru dan staff, patner kerja bagi guru dan staff, (3) strategi yang digunakan kepala sekolah dan kiai yaitu memperbaiki manajemen sarana dan prasarana seperti gedung dan fasilitas kelas dan kantor, memperbaiki manajemen sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan, menumbuhkan budaya sekolah ala pondok pesantren, melakukan supervisi, menjaga komunikasi dengan kepala sekolah untuk mengawasi perkembangan sekolah, (4) kinerja yang dihasilkan kepala sekolah dan kiai yaitu menyelenggarakan program kelas idaman, mendapatkan status sekolah akreditasi-A, E-Report sebagai bahan evaluasi online, mendirikan pondok khusus penghafal Al-Qur’an, mendapatkan penghargaan akademik dan non-akademik, (5) faktor pendukung pengembangan berasal dari internal sekolah seperti kepemimpinan kepala sekolah dan kiai, dukungan pondok pesantren, sarana prasarana, wali murid, dari eksternal yaitu kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan formal dan agama tinggi, peserta didik berprestasi namun tidak mempunyai biaya, kesuksesan lembaga pendidikan lain, (5) faktor penghambat pengembangan yaitu membagi waktu peserta didik di sekolah dan di pesantren, pola pikir kepala sekolah dan kiai yang berbeda dalam mengambil kebijakan, inkonsistensi dalam menjalankan program. Kata Kunci: Kepemimpinan pengembangan, sekolah berbasis pondok pesantren, kualitas pendidikan
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Penguatan Peran Multi-Stakeholders Forum (Masalah dan Strategi Solutif Peningkatan Mutu SD – SMP Satu Atap di Daerah Terpencil) Juharyanto, Juharyanto; Sultoni, Sultoni; Arifin, Imron; Nurabadi, Ahmad
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 28 Nomor 1 Mei 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.584 KB) | DOI: 10.17977/um009v28i12019p001

Abstract

The study aims to describe the problem and find effective leadership strategies that can be done by principals in Elementary School - Junior High School One Roof (SATAP) in remote areas. Qualitative research with a multi-site approach. The data was obtained through the principal, the head of the LPIKIPI representative (Training Institute and Indonesian Educational Innovation Consultant), and tested the credibility and validity in triangulation through the Forum Group Discussion (FGD) and expert testing. The results obtained include: 1) the problems faced by one-roof principals in remote areas are closely related to aspects of cultural, social, economic, demographic, and geographic aspects, as well as historically; 2) effective school leadership solution strategies emphasizing spiritual, personal, and social aspects.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan dan menemukan strategi kepemimpinan efektif yang dapat dilakukan kepala sekolah pada SD – SMP Satu Atap (SATAP) di daerah terpencil. Penelitian kualitatif dengan pendekatan multi-situs. Data diperoleh melalui kepala sekolah, ketua perwakilan LPIKIPI (Lembaga Pelatihan dan Konsultan Inovasi Pendidikan Indonesia), dan diuji kredibilitas dan validitasnya secara triangulasi melalui Forum Grup Discussion (FGD) dan uji ahli. Hasil yang diperoleh antara lain: 1) permasalahan yang dihadapi kepala sekolah satu atap daerah terpencil sangat terkait dengan aspek-aspek aspek budaya, sosial, ekonomi, demografi, dan geografi, serta historis; 2) strategi solutif kepemimpinan efektif sekolah menekankan pada aspek spiritual, personal, dan sosial.
KEPEMIMPINAN SITUASIONAL UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING LUARAN PENDIDIKAN ABAD 21 Nindiantika, Vivi; Ulfatin, Nurul; Juharyanto, Juharyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.859 KB) | DOI: 10.17977/um027v2i22019p40

Abstract

Abstrack: The purpose of this research was to describe the situational leadership to improve the external competitiveness of the education of the 21st century. This study used a qualitative approach. The data collected by the method of interview, observation, and documentation. The result of the research was (1) the external competitiveness of the educational Profile of the 21st century the intended Junior Hight School Brawijaya Smart School there are three components, among others, character, competence, and insight; (2) situational leadership Behavior to improve the external competitiveness of the education of the 21st century through the orientation of the vision, mission, and goals, as well as through programs that are made; (3) leadership in the circumstantial conditioning to improve the external competitiveness of 21st century education is done through conditioning affect teachers, educational personnel in influencing conditioning, conditioning affect carers his pupil, and conditioning in affect learners. Keywords: situational leadership, education output of 21st century Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kepemimpinan situasional untuk meningkatkan daya saing luaran pendidikan abad 21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan  metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah: (1) Profil daya saing luaran pendidikan abad 21 yang dituju SMP Brawijaya Smart School yaitu terdapat tiga komponen antara lain karakter, kompetensi, dan wawasan; (2) Perilaku kepemimpinan situasional untuk meningkatkan daya saing luaran pendidikan abad 21 yaitu melalui orientasi visi, misi, dan tujuan, serta melalui program yang dibuat; (3) Pengondisian dalam kepemimpinan situasional untuk meningkatkan daya saing luaran pendidikan abad 21 dilakukan melalui pengondisian dalam mempengaruhi guru, pengondisian dalam mempengaruhi tenaga kependidikan, pengondisian dalam mempengaruhi wali murid, dan pengondisian dalam mempengaruhi peserta didik. Kata Kunci: kepemimpinan situasional, luaran pendidikan abad 21