Articles

Found 12 Documents
Search

(IbM) DENGAN METODE GERAKAN PERSENDIAN RANGE OF MOTION (ROM) APLIKASI KETERAMPILAN TANGAN BAGI LANSIA PREVENTIF REUMATOID ARTHRITIS DI PSTW Chairil, Chairil; Isnaniar, Isnaniar; norlita, Wiwik; widiyanto, Juli; Siwi, Tri; Maswarni, Maswarni; Gasril, Pratiwi
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 1 No 1 (2017): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.332 KB)

Abstract

Proses penuaan secara alami pasti terjadi sesuatu hal yang harus di cermati bagaimanadi hari tua hidup sehat dan kriatif itu tidak semua lansia bisa menjalaninya salahdiantaranya adalah kurangnya gerakanyang di lakukan lansia tujuan IbM inimemberikan aplikasi gerakan rom untuk kratipitas keterampilan tangan sasaran lansiayang mengalami Reumatoid Arhritis dan mau untuk melakukan gerakan dalam bentukkerajinan tangan hal ini di pandang penting di sebabkan satu diantaranya jenis penyakityang ada adalah Rheumatoid arthritis.Rheumatoid arthritis adalah peradangan kronispada sendi yang menyebabkan rasa sakit,bengkak dan kaku pada persendian contohnyadi kaki dan tangan.Arthritis berarti radang sendi dan bisa berdampak pada jaringan disekitar persendian, seperti pada otot, ligamen, dan tendon. Seiring waktu, peradanganini bisa menghancurkan jaringan persendian. Efek dari kondisi ini akan membatasiaktivitas keseharian, seperti sulit untuk berjalan dan menggunakan tangan. Perawatanrheumatoid arthritis yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan terapi satudiantaranya dengan ROM serta pengobatan jangka panjang untuk menghambatperkembangan dan gejala rheumatoid arthritis. Jika perawatan dengan terapi danpengobatan sudah tidak efektif, untuk memperbaiki masalah persendian dapat dilakukan.Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankanatau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian secaranormal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot. Aktivitas adalahsuatu energy atau keadaan bergerak dimana manusia memerlukan untuk dapatmemenuhi kebutuhan hidup
Pelatihan Kesehatan Tentang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di SMAN 05 Tapung Kab. Kampar Yarnita, Yeni; Kusumaningrum, Tri Siwi; Isnaniar, Isnaniar; Gasril, Pratiwi; Maswarni, Maswarni; Widiyanto, Juli; Norlita, Wiwik; Chairil, Chairil
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 2 No 1 (2018): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.157 KB)

Abstract

Usaha kesehatan Sekolah (UKS) memiliki peran yang penting dalam meningkatkan darajat kesehatan di lingkungan sekolah. Hal ini tertuang dalam Tias program pokok  UKS diantaranya upaya pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan menciptakan lingkungan kehidupan di sekolah. Dengan demikian adanya upaya dari berbagai pihak khususnya pihak sekolah dalam mengembangkan peran dan fungsi UKS merupakan factor utama penentu keberhasilan dari tujuan UKS. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan fungsi UKS adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pelaksana dalam UKS di sekolah. Pengetahuan dan pemahanan yang cukup dari pelaksana UKS (sekolah) tentang Usaha kesehatan Sekolah, serta program-program dalam UKS seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K0) di sekolah diyakini dapat meningkatkan peran dan fungsi UKS di sekolah. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan Guru Pembina UKS, guru dan peserta didik terhadap UKS, PHBS dan P3K di sekolah sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan warga sekolah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di SMAN 05 Tapung dengan rangkaian kegiatan yaitu memberikan penjelasan atau pengetahuan yang berkaitan dengan konsep UKS, PHBS dan P3K di sekolah. Metode yang di gunakan yaitu ceramah, diskusi dan Tanya jawab. Manfaat pengabdian ini yaitu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan UKS, PHBS  dan P3K di sekolah pada guru Pembina, guru dan siswa
DESKRIPSI PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN EKTOPIK DI POLI KEBIDANAN RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU Widiyanto, Juli; Pratiwi, Suci
Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.439 KB)

Abstract

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar kandungan, di mana sel telur yang telah dibuahi tumbuh dan berimplantasi di tempat yang tidak normal. Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang berbahaya bagi seorang wanita, apabila terlambat mendapat penanganan yang tepat, dapat menyebabkan kondisi yang gawat bagi wanita tersebut. Keadaan gawat ini jika di biarkan dapat menyebabkan kehilangan darah dan berbagai komplikasi yang dapat berakhir dengan kematian. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan ektopik di Poli Kebidanan RSUD Arifin Achmad pekanbaru. Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel 30 responden dengan populasi adalah ibu-ibu hamil di Poli Kebidanan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13-29 Juli 2007 dengan menyebarkan kuesioner yang berisi 20 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan ektopik di Poli kebidanan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru adalah berpengetahuan kurang sebanyak 21 orang (70%), cukup sebanyak 8 orang (26,7 %), dan baik sebanyak 1 orang (3,3 %). Berdasarkan hasil penelitian tersebut perlu adanya penyebarluasan informasi tentang Kehamilan Ektopik agar pengetahuan ibu hamil meningkat sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu.
BEBERAPA FAKTOR RISIKO KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA Muslihatun, Wafi Nur; Widiyanto, Juli
Sistem Informasi Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.503 KB)

Abstract

Anak-anak dengan keterlambatan perkembangan berisiko mempunyai capaian akademik rendah serta memiliki dampak substansial pada kesehatan dan fungsi pendidikan. Periode penting perkembangan anak adalah masa usia di bawah lima tahun (balita). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan beberapa faktor risiko keterlambatan perkembangan pada anak usia balita.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Populasi studi adalah semua anak balita yang berkunjung ke Poliklinik Tumbuh Kembang RSUP dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2012. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur, observasi dan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan uji chi-square dan multipel regresi logistik.Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang terbukti berisiko terhadap keterlambatan perkembangan anak balita adalah riwayat asfiksia (OR= 69,3; 95%C = 1,8-2655,7), riwayat gizi kurang (OR= 19,5; 95%CI= 1,3-286,7), pemberian stimulasi kurang (OR= 17,1; 95%CI= 2,8-103,4) dan ibu bekerja (OR= 16,4; 95%CI= 2,2-119), dengan nilai probabilitas sebesar 76,6%. Disarankan untuk melakukan pencegahan dan penanganan cepat kejadian asfiksia, gizi kurang pada anak, pemberian stimulasi perkembangan yang baik dan meningkatkan interaksi ibu yang bekerja dengan anaknya.
PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PASIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PROPINSI RIAU Widiyanto, Juli; Rizki, Zakiyah
Sistem Informasi Vol 6 No 02 (2016): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.886 KB)

Abstract

Therapeutic communication is a communication made by nurses to patients who previously had been planned in advance. Therapeutic Communication aims to reduce the burden of perceived or experienced by the patient. While hallucination is a perception disorder that does not actually exist in reality. With the Application of Therapeutic Communication will be an alternative to overcome the problems associated with hallucinations patients. Aim of study is to look at describe Application of Therapeutic Communication Hallucinations in Patients at the Tampan Mental Hospital of Riau Province. Kind of Research used is simple description with time series desain and the sampling technique is simple random sampling technique whice are mostly nurses samples in this study who were at the Tampan Mental Hospital of Riau province are 38 respondents. The Instrumen to tool uses observation sheets and indepth interview. The Results of research has been indicated that describe Application of Therapeutic Communication in Patients Hallucinations at The Tampan Mental Hospital of Riau Province mayoritas is applied therapeutic communication as much as 24 respondents (63.2%) whereas in the category does not apply as much as 14 respondents (36.8%). Based on the results of these studies are expected to nurses at the Tampan Mental Hospital of Riau Province to improve the application of therapeutic communication is done to patients who experience mental illness of his special patients experiencing hallucinations.
KURANGNYA DUKUNGAN MODAL MENJADI SALAH SATU FAKTOR LAMBATNYA PENGEMBANGAN AMAL USAHA KESEHATAN PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH (Studi Kasus di Kota Pekanbaru) Widiyanto, Juli; Bakaruddin, -; Muslihatun, Wafi Nur
Sistem Informasi Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.582 KB)

Abstract

Latar Belakang : Fasilitas kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan sebagaimana konsepparadigma sehat dalam rangka terwujudnya derajad kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, terutama fasilitaskesehatan berupa rumah sakit, rumah bersalin, dan klinik sebagai wadah bagi seluruh lapisan masyarakat yangmembutuhkan layanan kesehatan. Persyarikatan muhammadiyah adalah salah satu organisasi yang cukup berperanbesar terhadap dinamika kehidupan masyarakat terutama riau, sekalipun telah banyak amal usaha yang telah dirintisoleh muhammadiyah namun amal usaha kesehatan peryarikatan di riau dapat diaktegorikan lambat, karena sampaisaat ini persyarikatan baru memiliki klinik yang terbatas bahkan rumah sakit belum mampu untuk didirikan, banyakfaktor yang menyebabkan lambatnya pengembangan amal usaha salah satunya adalah kurangnya dukungan modal.Tujuan Penenlitian : Penenlitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kurangnya dukungan modal berpengaruhterhadap pengembangan amal usaha kesehatan persyarikatan muhammadiyah.Metode Penelitian: Penenlitian ini merupakan peenlitian analaitik observasional dengan rancangan cross sectionalstudy. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, analisis digunakan dengan uji person Chi- Square.Hasil Penenlitian : hasil penenlitian ini membuktikan bahwa dukungan modal berpengaruh terhadappengambangan amal usaha kesehatan peryarikatan muhammadiyah, hal tersebut dibuktikan dengan nilai p-value <0,05 yaitu 0,046 dan Odd Ratio : 3,3 dengan Confiden Interval : 1,88 – 13,1Simpulan : Simpulan pada penenlitian ini adalah kurang dukungan modal berpengaruh terhadap lambatnyapengembangan amal usaha kesehatan persyarikatan muhammadiyah
KAJIAN EPIDEMIOLOGI MANAJERIAL PETUGAS SURVEILANS PUSKESMAS YANG BERPENGARUH TERHADAP PELAKSANAAN PENANGGULANGAN LEPTOSPIROSIS Widiyanto, Juli; Basuki, Hendro
Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.379 KB)

Abstract

Latar Belakang: Leptospirosis merupakan salah satu penyakit penular yang seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), untuk mengurangi kasus penyakit leptospirosis diperlukan upaya kewaspadaan dini. Sistem manajerial yang baik dalam hal ini adalah kelengkapan dan ketepatan laporan minguan W2 sebagai salah satu upaya kewaspadaan dini terutama pada pelaksana penanggulangan yaitu petugas surveilans puskesmas dapat mendukung keberhasilan program penanggulangan kejadian akibat leptospirosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan aspek manajerial pada petugas surveilans puskesmas.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi target dan populasi studi adalah semua petugas surveilans puskesmas di Kota Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Data di analisis dengan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek perencanaan dan aspek pelaksanaan terbukti tidak berhubungan sementara aspek pengawasan, monitoring dan evaluasi terbukti berhubungan dengan kelengkapan dan ketepatan laporan mingguan W2 dalam keberhasilan penanggulangan leptospirosis di Kota Yogyakarta ( PR=3,33;p=0,002 )Simpulan: Berdasar kondisi tersebut disimpulkan bahwa aspek pengawasan, monitoring dan evaluasi merupakan aspek manajerial yang berhubungan dengan kelengkapan dan ketepatan laporan mingguan W2 dalam keberhasilan program penanggulangan leptospirosis di Kota Yogyakarta. Disarankan agar faktor pengawasan, monitoring dan evaluasi senantiasa dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Bagi petugas surveilans puskesmas disarankan untuk meningkatkan kemampuan, kedisiplinan dalam pengaturan jadual dan bekerjasama dengan pemegang program lainnya.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN GASTRITIS Widiyanto, Juli; Khaironi, Mega
Sistem Informasi Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.434 KB)

Abstract

Stres dapat menimbulkan kecemasan yang erat kaitannya dengan pola hidup. Gangguan kecemasan dapat mengakibatkan berbagai respon fisiologis, diantaranya gangguan pencernaan. Produksi asam lambung akan meningkat pada keadaan stress, Kadar asam lambung yang meningkat dapat mengiritasi mukosa lambung dan jika hal ini dibiarkan lama-kelamaan dapat menyebabkan terjadinya gastritis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross Sectional. Populasi studi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru tahun 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur dan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil Penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara Tingkat Stres dengan kejadian Gastritis, yang dibuktikan dengannilai P - value < 0,005 yaitu0,001, dan nilai PR 15,6dengan CI:95 % (4,192-58,057). Disarankankepada petugas kesehatandan instansi terkait untuk melakukan promosi kesehatan mengenai penyakit gastritis serta memberikan managemen stres kepada pasien yang mengalami gastritis sehingga angka kejadian gastritis dan stress dapat ditekan.
TINDAKAN KEPERAWATAN SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR RISIKO INFEKSI NOSOKOMIAL DI INSTALASI MEDIKAL DAN SURGIKAL (STUDI DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU) Widiyanto, Juli
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.757 KB)

Abstract

Latar Belakang. Infeksi nosokomial adalah indikator tala ukur mutu sebuah rumah sakit.. Penelitian membuktikan bahwa mutu rumah sakit ditentukan oleh faktor pelayanan keperawatan dan sumber daya pelaksana tugas keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan tindakan keperawatan mempengaruhi terjadinya infeksi nosokomial di instalasi medikal dan surgikal. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Populasi target adalah semua pasien yang di rawat di rumah sakit. Populasi studi adalah semua pasien yang dirawat di Instalasi Medikal dan Surgikal RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau. Pengumpulan data menggunakan quesioner, observasi dan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan uji chi-square dan regresi logistik.Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa memakai APD, menerapkan SOP, cuci tangan sebelum tindakan, dan pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dengan infeksi nosokomial. Tindakan keperawatan yang terbukti berisiko terhadap kejadian infeksi nosokomial adalah tidak cuci tangan sebelum tindakan (OR= 3,6; 95%CI= 1,3-15,1) dan pengetahuan perawat yang rendah (OR= 3,5; 95%CI= 1,4-14,8), dengan nilai probabilitas sebesar 83%.Kesimpulan. Berdasar kondisi tersebut disimpulkan bahwa tindakan keperawatan yang merupakan faktor risiko infeksi nosokomial adalah tidak cuci tangan sebelum tindakan dan pengetahuan perawat yang rendah. Disarankan kepada tenaga keperawatan untuk meningkatkan kepatuhan cuci tangan dan pengetahuan tentang infeksi nosokomial.
STUDI RETORSPEKTIF HUBUNGAN ANTARA VARIETAS KONSUMSI BUAH DENGAN STATUS GLIKEMIK PADA PENDERITA DIABETESS MELITUS TIPE 2 Widiyanto, Juli; Isnaniar, -; Ningrum, Trisiwi Kusuma
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.981 KB)

Abstract

Penyakit infeksi tidak menular dewasa ini menjadi ancaman tersendiri dalam kehidupan masyarakat, diabetes mellitus adalah salah satunya, Pertumbuhan diabetes melitus di Indonesia sebesar 15,2% atau dari 8.426.000 orang pada tahun 2.000 dan diperkirakan menjadi 21.257.000 orang di tahun 2030. Penelitian metaanalisis oleh Miller dkk, 5 menemukan pasien diabetes yang mengkonsumsi diet indeks glikemik rendah mengalami penurunan kadar HbA1c 0,43% (CI 0,72-0,13) dan penurunan kadar protein terglikosilasi 7,4%. Penelitian metaanalisis menunjukkan diet dengan tinggi serat mempengaruhi kadar glukosa darah. Didapatkan penurunan kadar glukosa post prandial + 21%. Penelitian Andrew et.al (2012) membuktikan bahwa konsumsi buah dan sayuran yang bervariasi dapat mengurangi factor risiko kejadian diabetes tipe2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara varietas konsumsi buah dengan status glikemik pada penderita diabetes melitus tipeII di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo dan Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan case control study. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan uji Person Chi Squer. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat berhubungan yang bermakna antara varietas konsumsi buah juga berhubungan dengan status glikemik, hal tersebut dibuktikan dengan nilai p-value < 0,05 yaitu 0,017. Dengan OR: 3,6 dan CI95%: 1,22 – 10,61. Sehingga dapat disimpulkan bahwa varietas konsumsi buah pada penderita diabetes mellitus tipe dua berhubungan erat dengan status glikemik pada penderita diabetes mellitus. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubugan yang bermakna antara varietas konsumsi buah dengan status glikemik.