Articles

Found 12 Documents
Search

Rancang Bangun dan Pengujian Tungku Peleburan Aluminium Berbahan Bakar Minyak Bekas istana, Budi; Lukman, Japri
Jurnal Surya Teknika Vol 2, No 04 (2016): Surya Teknika
Publisher : Jurnal Surya Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peleburan logam merupakan suatu proses produksi dengan cara mencairkan logam hingga mencapai titik lebur kemudian dituang ke dalam rongga cetakan  hingga menghasilkan bentuk geometri semirip  produk akhirnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat dan menguji tungku peleburan aluminium berbahan bakar minyak bekas (Minyak Jelantah). Tungku peleburan logam yang dihasilkan berkapasitas peleburan 10 Kg Aluminium. Dimensi luar tungku berbentuk silinder dengan diameter 36 cm, tinggi 40 cm dan dimensi dalam diameter 30 cm dan tinggi 35 cm. Dari hasil pengujian diperoleh waktu yang dibutuhkan untuk melebur 1 Kg Aluminium adalah 25 menit pada temperature mencapai 701 oC dengan konsumsi bahan bakar sebanyak 1,48 Liter. Tungku ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam perkuliahan teknik pengecoran logam non ferro khususnya aluminium.
OPTIMASI TUNGKU PELEBURAN LOGAM ALUMINIUM KAPASITAS 10 KG BERBAHAN BAKAR OLI BEKAS SKALA LABORATORIUM Istana, Budi; Ridwan, Abrar; Rilnanda, Ade
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.955 KB)

Abstract

Metal melting furnace is a device used to fuse a metal. In the world of metal furnace industry is still dominated by liquid fuel in the form of diesel or solid fuel in the form of coal. In this research the source of fuel used is waste of used oil. Used oil is a waste that is promising when in the process of becoming fuel. The purpose of this study for the optimization clicking or enhance an aluminum melting furnace and get better efficiency in terms of the manufacturing process, design, raw materials, fuel consumption, time, procedures for use. This study was conducted using an experimental method to build the furnace and burner that will be used for smelting logam.isolator used is refractory cement (TNC 16) and Glass Wool. The capacity created in this study is 10 kg of aluminum. In designing the software use ANSYS 12.1 to simulate the state when in operation. The furnace was tested with variable weight of aluminum to be melted: 0.5 kg, 1 kg, 0.5kg. Later tempratur on the furnace in measuring on the inside, the outside, cover, and fuel consumption. From the results of tests and calculations get the amount of time required for the melt of 0.5 kg, 1 kg and 1.5 kg of solid aluminum is ± 29-34 minutes. The time required until the 660 oC temprature is ± 24 minutes. The pouring temperature of this test reaches 887 oC. Q losses are 19,48197 kw and the resulting heat is 128854,91 kj.
RANCANG BANGUN TUNGKU GASIFIKASI BIOMASA HEMAT ENERGI DAN RAMAH LINGKUNGAN PENGHASIL LISTRIK Ridwan, Abrar; Istana, Budi
Sistem Informasi Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.809 KB)

Abstract

Provinsi Riau merupakan daerah yang kaya akan sumber daya biomasa salah satunya adalah kabupaten Bengkalis, dimana hampir 80% penduduknya masih menggunakan tungku berbahan bakar kayu untuk memasak, sementara untuk mendapatakan bahan bakar fosil dan gas elpiji sangat sulit. Telah dilakukan penelitian dan uji eksperimental perancangan dan pembuatan tungku gasifikasi biomasa penghasil listrik dengan memanfaatkan panas buang sekelilingnya. Diameter dalam tungku 14,8 cm dan diameter luar luar 21,4 cm dengan diameter ruang annulus 66 cm, tinggi tungku 50 cm. Alat ukur temperatur menggunakan termokopel tipe K dan dengan data akuisisi Advantech DAQ 4718. Tungku dapat menghasilkan listrik dengan pemanfaatan panas buang pada temperatur sisi panas T = 100 0 C dengan temperatur sisi dingin 32 0 C dimana tegangan termoelektrik ±1,2 V dan arus ±60 mA. Tungku dapat membakar ulang hasil pembakaran melalui lobang di sekeliling tabung dalam sehingga terjadi gasifikasi. Efisiensi termal tungku adalah 10,7 % yaitu dapat mendidihkan 1 kg air pada menit ke-10 dengan berat bahan bakar kayu 1 kg.
PELATIHAN HEAT TREATMENT SEDERHANA UNTUK SISWA SMK SE-PEKANBARU Istana, Budi; Sunaryo, Sunaryo; Nasution, Ahmad Kafrawi; Ridwan, Abrar; Hakim, Legisnal; Utami, Lega Putri
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 1 No 2 (2017): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.271 KB) | DOI: 10.37859/jpumri.v1i2.224

Abstract

Industri pengecoran logam umumnya menggunakan baja karbon sebagai bahan baku utama. Hal ini disebabkan oleh besarnya kebutuhan industri terutama industri pengolahan kelapa sawit, kertas dan industri lainnya terhadap komponen mesin yang diproduksi dengan teknik pengecoran logam. Banyak dipakainya baja karbon pada industri tersebut mengakibatkan bahan tersebut harus mengalami penyesuaian pada sifat mekanis yang diinginkan oleh pemakainya, salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan melakukan proses perlakuan panas, proses ini akan sangat bergantung pada komposisi kimia bahan, suhu pemanasan, waktu penahanan (hold time) dan kecepatan pendinginan (cooling rates). Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa SMK di lingkungan kampus tentang pengaruh proses pendinginan paska perlakuan panas terhadap sifat mekanik logam terutama nilai kekerasannya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa dalam mempelajari ilmu metalurgi.
PERBANDINGAN NILAI KEKUATAN TARIK KOMPOSIT MENGGUNAKAN METODE HAND LAY UP DAN METODE VARI Utami, Lega Putri; Ginting, Delovita; Nasution, Ahmad Kafrawi; Istana, Budi
Sistem Informasi Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.428 KB)

Abstract

Some Types of the method of making composite materials are the Vacuum Assited Resin Infusion (VARI) Method and the Hand Lay Up Method. The purpose of this study was to compare the tensile strength of composite materials made using the hand lay up and VARI methods. The types of fibers used as composite materials are palm frond fibers and matrices used in polyester resin. Composites reinforced with palm fronds are printed using the hand lay up and VARI methods. The results showed the value of composite tensile strength with the hand lay up method of 27.37 MPa and composite tensile strength using the VARI method of 28.40 MPa. From the results of the study, the differences in the tensile strength values of the two methods were obtained.
PELATIHAN KETERAMPILAN LAS UNTUK MASYARAKAT USIA PRODUKTIF DI KELURAHAN SUKAJADI KEC. SUKAJADI KOTA PEKANBARU Sunaryo, Sunaryo; Ridwan, Abrar; Hakim, Legisnal; Nasution, Ahmad Kafrawi; Istana, Budi
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 1 No 1 (2017): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.133 KB) | DOI: 10.37859/jpumri.v1i1.26

Abstract

Jumlah angkatan kerja di Riau pada Februari 2015 mencapai 2.974.014 orang, atau naik 172,849 orang (6,17 persen) dibandingkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2014 sebesar 2.801.165 orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Riau pada Februari 2015 sebesar 2,774,245 orang atau bertambah 112,918 orang (4,2 persen) dibandingkan dengan keadaan pada Februari 2014. Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2015 sebesar 6,72 persen, lebih tinggi dibandingkan keadaan pada Februari 2014 (4,99 persen). Sebagian besar para remaja putus sekolah usia produktif tidak memiliki keterampilan berwirausaha sehingga tidak bisa mendapatkan atau menciptakan lapangan kerja. Jumlah bengkel las di kecamatan Sukajadi khususnya kelurahan sukajadi relatif masih kurang dibandingkan dengan jumlah pengguna jasa las. Masih kurangnya pembinaan terhadap Sebagian besar Para remaja putus sekolah usia produktif untuk mendapatkan/menciptakan lapangan pekerjaan khususnya dibidang teknik pengelasan. Teknik mesin fakultas teknik UMRI,menyelenggarakan pengabdian dalam bentuk kegiatan pelatihan keterampilan las pada remaja putus sekolah usia produktif di kelurahan Sukajadi Kecamatan Sukajadi kota Pekanbaru , pelatihan dilaksanakan selama lima hari dengan jumlah peserta 10 orang. Para peserta secara langsung praktek dibawah bimbingan dan pengawasan pelaksana pelatihan yang bertindak sebagai instruktur. Metode demontrasi dan peragaan ini sangat efektif untuk pelatihan las , peserta pelatihan menerapkan modul yang telah didiskusikan dengan tim pelaksana, secara langsung pada peralatan las yang telah disiapkan oleh panitia.
Analisis Pengaruh Variasi Bahan Bakar Biomassa terhadap Mampu Nyala dan Kandungan Tar pada Reaktor Gasifikasi Tipe Updraft Ridwan, Abrar; Istana, Budi
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2480.644 KB) | DOI: 10.30588/jeemm.v2i1.353

Abstract

Pada Gasifikasi tipe Updraft bahan bakar dimasukkan dari bagian atas dan udara masuk pada bagian bawah reaktor.Kekurangan dari gasifikasi tipe Updraft adalah gas yang keluar dari reaktor berada pada kondisi temperatur rendah (<500 0C), serta membawa tar yang terkondensasi serta minyak yang berasal dari proses pirolis. Pada penelitian ini akan membandingkan bahan bakar biomassa Tempurung Kelapa dan Pelepah Kelapa Sawit dari segi mampu nyala dan kandungan tar. Bahan bakar tersebut dibakar didalam reaktor sampai Syngas terproduksi, setelah Syngas berproduksi pada reaktor, penarikan tar dapat dilakukan dan penarikan tar dihentikan apabila Syngas pada reaktor telah padam. Dari hasil penelitian, didapat mampu nyala dari biomassa Tempurung kelapa selama 43 menit 14 detik sedangkan biomassa Pelepah kelapa sawit selama 10 menit 26 detik.Berat tar kering hasil proses gasifikasi yang ditimbang menggunakan timbangan digital pada Biomassa Tempurung kelapa adalah 8,99 g, sedangkan pada Biomassa Pelepah kelapa sawit adalah 4,62 g. Banyaknya gas sampel yang disedot pompa vakum pada Biomassa Tempurung kelapa adalah 138,58 liter sedangkan pada Biomassa Pelepah kelapa sawit adalah 133,88 liter. Massa tar pada setiap liter gas sampel Biomassa Tempurung kelapa adalah 0,064 gram/liter sedangkan Biomassa Pelepah kelapa sawit adalah 0,034 gram/liter.
PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) BAGI GURU SMKN 1 KECAMATAN MEMPURA KABUPATEN SIAK Utami, Lega Putri; Hakim, Legisnal; Nasution, Ahmad Kafrawi; Sunaryo, Sunaryo; Ridwan, Abrar; Istana, Budi; Afdhal, Afdhal; Abdurahman, Ridwan
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 3 No 1 (2019): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.392 KB) | DOI: 10.37859/jpumri.v3i1.1108

Abstract

Classroom Action Research (CAR) is research conducted by teachers in their own class by planning, implementing and reflecting actions collaboratively and participatively with the aim of improving performance as a teacher so that student learning outcomes can improve. Thus PTK can facilitate teachers to develop an understanding of pedagogy in order to improve their learning. This training also invites teacher friends to step into various records that after being processed can manifest into a quality study. Carry out research on what is done daily by a teacher who can finally produce a work called PTK. This can happen if a general sequence of procedures, which starts from the identification of research problems encountered until the final report is recorded. So, it is very important that this procedure is understood and adhered to by the teacher who is researching. The overall service activities are quite good in terms of the target number of participants and enthusiasm in receiving the material provided.
Rancang Bangun dan Pengujian Tungku Peleburan Aluminium Berbahan Bakar Minyak Bekas Istana, Budi; Lukman, Japri
Jurnal Surya Teknika Vol 2 No 04 (2016): Jurnal Surya Teknika
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.575 KB) | DOI: 10.37859/jst.v2i04.42

Abstract

Peleburan logam merupakan suatu proses produksi dengan cara mencairkan logam hingga mencapai titik lebur kemudian dituang ke dalam rongga cetakan hingga menghasilkan bentuk geometri semirip produk akhirnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat dan menguji tungku peleburan aluminium berbahan bakar minyak bekas (Minyak Jelantah). Tungku peleburan logam yang dihasilkan berkapasitas peleburan 10 Kg Aluminium. Dimensi luar tungku berbentuk silinder dengan diameter 36 cm, tinggi 40 cm dan dimensi dalam diameter 30 cm dan tinggi 35 cm. Dari hasil pengujian diperoleh waktu yang dibutuhkan untuk melebur 1 Kg Aluminium adalah 25 menit pada temperature mencapai 701 oC dengan konsumsi bahan bakar sebanyak 1,48 Liter. Tungku ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam perkuliahan teknik pengecoran logam non ferro khususnya aluminium.
Analisis Kekasaran Permukaan Benda Kerja Hasil Pembubutan dengan Variasi Jenis Material dan Pahat Potong Istana, Budi; Sunaryo, Sunaryo; kennedi, jon
Jurnal Surya Teknika Vol 5 No 01 (2017): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v5i01.351

Abstract

The surface shape and roughness of a product produced by machine tools such as lathe plays an important role. This is due to the surface shape and roughness of the product related to friction, wear, lubrication system and so on. The machining process will determine the surface roughness at a certain level where the surface roughness can be used as a reference for evaluation of machining products. The surface roughness of a product does not have to be of little value. One product that is required to have a low surface roughness is the shaft. In the analysis of surface roughness, the steps taken are the selection of work material and the type of chisel that is often used in production workshops in Pekanbaru. Material of the workpiece used is ST41 and S45C while the type of cutting tool used is HSS and Widia Carbide. For the next process is the process of making workpieces with lathes with variations of types of cutting tool on each material workpiece. HSS chisel and carbide with ST41 steel material with rotation variation 300 rpm, 500 rpm and 840 rpm. In this material using HSS chisel it has increased roughness from 300 rpm (3,254 μm) to 500 rpm (5,425 μm) while 840 rpm (5,212 μm) has decreased roughness. otherwise the carbide has a roughness rate of 300 rpm (4,154 μm), 500 rpm (4,035 μm) and a round of 840 rpm (2,608 μm). HSS chisel and carbide with S45C steel material with rotation variation 300 rpm, 500 rpm and 840 rpm. In this material using HSS chisel has increased roughness from 300 rpm (5,778 μm) to 500 rpm (6,563 μm) while 840 rpm (5,712 μm) decreased roughness. otherwise the carbide has a roughness rate of 300 rpm (5.050 μm), 500 rpm (4,785 μm) and 840 rpm (4,116 μm).