Articles

Found 19 Documents
Search

PERANAN HORMON PERTUMBUHAN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETES PRATAMA, ARVENDA REZKY; Wathoni, Nasrul; Rusdiana, Taofik
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.548 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12483

Abstract

Diabetes merupakan penyakit yang disebabkan oleh insulin. Salah satu komplikasi kronis yang disebabkan oleh diabetes adalah diabetic foot ulcer (DFU) yang disebabkan oleh neuropati perifer dan terganggunya penyembuhan luka. DFU yang parah dapat menyebabkan biaya rumah sakit yang tinggi bahkan hingga amputasi. Tahap-tahap pnymbuhan luka yang terdiri dari hemostatis, inflamasi, proliferasi dan remodeling. Pada review ini dijelaskan peranan hormon pertumbuhan untuk mempercepat penyembuhan luka dan contoh aplikasinya.
AKTIVITAS BIOLOGI DAN APLIKASI BIOMEDIS DARI APHANOTHECE SACRUM : REVIEW PRATIWI, ELASARI DWI; Wathoni, Nasrul
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.15 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12476

Abstract

Aphanothece sacrum merupakan tanaman ?hijau? yang berasal dari Jepang, yang dibudidayakan di sungai Kogane, Prefukor Fukuoka (Jepang Selatan) dan dilindungi secara hukum di habitat aslinya di Prefukor Kumamoto. Sacran adalah polisakarida molekuler alami yang diekstrak dari alga Aphanothece sacrum, yang mengandung gugus anionik seperti karboksilat dan sulfonat yang sangat tinggi (32 mol % dari total gula Unit), berat molekul yang sangat tinggi  (BM 1,6 x 107), dan memiliki ukuran sangat panjang (lebih dari 8 µm). Beberapa penelitian mengungkapkan aktivitas bilogi dari Aphanothece sacrum diantaranya yaitu sebagai anti inflamasi, mempercepat proses penyembuhan luka, dan dapat digunakan dalam pengiriman obat-obatan yang diberikan secara topikal
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN VAKSIN PNEUMONIA DI BERBAGAI NEGARA Saputri, Fanny Seftiani Dwi; Wathoni, Nasrul
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.047 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.22281

Abstract

Pnemonia adalah penyakit infeksi yang menyerang sistem pernafasan bawah akut disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumonia dan merupakan salah satu penyakit yang memiliki presentase besar menyebabkan kematian. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif  yang optimal yaitu dengan menggunakan vaksin pneumonia (Pneumococcal Conjugate Vaccine) yang diduga memiliki hasil cost-effective. Cost Effectiveness Analysis (CEA) merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui efektivitas biaya dari penggunaan vaksin pnemonia di beberapa negara. Berdasarkan lima studi literature berbagai negara yaitu Cina, Filipina, Malaysia, Turki, Korea, Paraguay, Kolombia, United Kingdom, Peru, Taiwan, Belanda dapat diketahui setiap vaksin menghasilkan efektivitas dan biaya yang berbeda setiap negara. Umumnya, vaksin pnemokokus dapat digunakan sebagai upaya preventif penyakit pneumoni yang cost effective.
REVIEW ARTIKEL: METODE PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIKONVULSAN SEBAGAI SKRINING PENGOBATAN EPILEPSI Alfathan, Praditya; Wathoni, Nasrul
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.277 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21938

Abstract

Antikonvulsan adalah suatu aktivitas yang diberikan oleh senyawa tertentu yang dapat mengobati penyakit yang memiliki gejalan kejang seperti epilepsi. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui potensi obat yang ingin dikembangkan untuk penyakit epilepsy. Pengujian antikonvulsan ini dibagi dengan tiga cara yaitu secara in vitro, in vivo, dan in silico. Dalam pengujian ini terdapat uji MES, Neurotoksisitas, Induksi PTZ, Induksi PIL, Midazolam Sleeping Assay, Electrophysiological recording, [3H] Flunitrazepam Binding, [3H]-t-Butylbicycloortho benzoate ([3H] TBOB) Binding,  dan molecular docking.
Polisakarida Baru Sacran Potensial Mempercepat Penyembuhan Luka Wathoni, Nasrul
-
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.599 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v1i2.9704

Abstract

Sebuah polisakarida natural baru yang dinamai Sacran dan berasal dari algae (cyanobacterium) Aphanothece sacrum (Suizenji nori) memiliki berat molekul terbesar di dunia. Saat ini dipasaran Jepang telah beredar kosmetik yang mengandung sacran yang diklaim memiliki efek kelembaban atau moisturizing paling baik di dunia. Dengan berat molekul yang super tinggi, saat ini sacran memiliki karakteristik yang unik yang bisa digunakan dalam berbagai aplikasi terutama dalam bidang biomedik. Baru-baru ini telah dikembangkan sacran hidrogel film sebagai wound dressing atau penutup luka yang mampu meningkatkan tingkat penyembuhan luka serta lebih baik dibanding polisakarida alam yang saat ini digunakan dipasaran yakni Alginat. 
SELULOSA MIKROKRISTAL : ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN APLIKASI DALAM BIDANG FARMASETIK Widia, Ina; Wathoni, Nasrul
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.189 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13068

Abstract

Selulosa mikrokristal merupakan selulosa murni yang diisolasi dari alfa selulosa. Selulosa mikrokristal dapat diisolasi dari beberapa sumber alam seperti tanaman berkayu, kulit kapas, jerami, ampas tebu dengan tahapan delignifikasi menggunakan larutan basa, bleaching, dan hidrolisis ?-selulosa dengan menggunakan larutan asam encer pada suhu  tinggi. Karakterisasi selulosa mikrokristal dapat dilakukan melalui uji organoleptik, analisis kualitatif, uji pati, kelarutan, susut pengeringan, pH, daya alir dan sudut diam, kompresibilitas, serta dengan menggunakan instrumen Fourier Transform Infrared (FTIR), Scanning Electron Microscope Energy-Dispersive X-ray Spectrofotometry (SEM-EDS), dan Difraktometer sinar-x.  Aplikasi selulosa mikrokristal dalam bidang farmasetik dapat digunakan sebagai pengisi tablet untuk metode kempa langsung, selain itu dapat berfungsi juga sebagai pengikat, penghancur tablet, mempercepat sistem penyampaian obat, dan pembawa padat yang tidak larut air.Kata kunci : selulosa mikrokristal, isolasi, karakterisasi, aplikasi dalam bidang farmasetik.
PERSEPSI, KESADARAN, DAN PENGETAHUAN DIABETES MELITUS DI SALAH SATU SMA DI PANGANDARAN Wathoni, Nasrul; Nur Hasanah, Aliya; Sriwidodo, Sriwidodo
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.737 KB)

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan tingginya kadar gula darah. Prevalensi DM di Indonesia terus meningkat secara signifikan dan menduduki peringkat ke-4 di dunia. Gaya hidup dan kesehatan tubuh menjadi perhatian utama bagi penderita penyakit diabetes yang bisa mengendalikan kadar gula darah dan penyakit DM. Edukasi mengenai penyakit diabetes saat ini masih jarang dilakukan di kalangan masyarakat sejak dini. Oleh karenanya, melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mencoba menganalisa persepsi[ah1] , kesadaran, dan pengetahuan DM di salah satu SMA di Pangandaran. Metode kuesioner dengan total 14 pertanyaan dilakukan pada 50 siswa SMA di Pangandaran. Hasil PKM menunjukkan bahwa 57,4% setuju terhadap program PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) untuk penyakit DM yang merupakan solusi pemenuhan hak kesehatan rakyat. 74,07% sangat setuju terhadap program hidup sehat sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyakit DM. Pengetahuan tentang DM pun sangatlah baik, sekitar sekitar 55,55% mereka mengerti bahwa penyakit DM bukan merupakan penyakit menular. Namun, sebanyak 66,66% mereka mengira bahwa penyakit diabetes merupakan penyakit turunan. Hal ini menandakan bahwa edukasi mengenai penyakit diabetes perlu ditingkatkan untuk mendorong gaya hidup sehat sedini mungkin.
ARTIKEL REVIEW : DIAGNOSIS DAN REGIMEN PENGOBATAN SKABIES DEWI, MAYANG KUSUMA; Wathoni, Nasrul
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.208 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.12898

Abstract

Abstrak Skabies merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei. Infeksi tungau ini dapat menyebabkan gatal-gatal yang sangat hebat. Skabies ditandai dengan lesi. Terdapat dua lesi pada skabies yaitu lesi spesifik (liang atau terowongan) dan lesi nonspesifik (papula, vesikel dan ekskoriasi). Tempat  khas dari tubuh yang biasanya tekena skabies adalah jari-jari, pergelangan tangan, lipatan aksila, perut, bokong, dan alat kelamin. Riview artikel ini bertujuan untuk mengetahui beberapa macam metode diagnosis dan pilihan terapi yang tepat pada skabies. Diagnosis pasti dapat dilakukan dengan cara preparasi KOH, biopsi, dermoskopi dan pembesaran fotografi digital, serta burrow ink test (BIT). Pengobatan skabies dapat dilakukan secara oral maupun topikal. Ivermektin digunakan secara oral sedangkan permetrin, lindane, benzyl benzoate, crotamiton dan sulfur yang diendapkan digunakan secara topikal. Berdasarkan beberapa penelitian, pengobatan lini pertama skabies adalah dengan obat topikal krim permetrin 5%.
REVIEW ARTIKEL : AKTIVITAS FARMAKOLOGI CASSIA FISTULA LINN Sari, Nita; Wathoni, Nasrul
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.998 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13054

Abstract

Cassia fistula atau Trengguli adalah tanaman tropis yang memiliki banyak manfaat. Secara empiris, orang menggunakan Cassia fistula sebagai penyembuh pencahar dan luka. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menguji aktivitas farmakologi Cassia fistula sebagai antibakteri, antijamur, antioksidan, laksatif, hepatoprotektor, nefroprotektor, anti inflamasi, antipiretik, antitusif, antiulcer, antelmentik, inhibitor asetilkolinesterase, anti aging, penyembuhan luka, dan hipolipidemik. Review ini akan membahas tentang beberapa aktivitas farmakologi ekstrak Cassia fistula dari berbagai pelarut dan dari beberapa bagian tanaman.Kata kunci: Cassia fistula, Golden Shower, Aktivitas Farmakologis.
KARAKTERISASI EFISIENSI PENJERAPAN PADA NANOPARTIKEL NATRIUM DIKLOFENAK DALAM SEDIAAN TOPIKAL SAVITRY, PUTRI EKA; WATHONI, NASRUL
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3598.06 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17593

Abstract

Sistem penghantar nanopartikel telah banyak dijumpai karena memiliki berbagai keuntungan, di antaranya dapat meningkatkan pelepasan zat aktif. Natrium diklofenak merupakan jenis obat analgesik yang memiliki waktu paruh singkat serta efek samping berbahaya bagi pencernaan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Rute permberian secara topikal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Sistem penghantaran obat melalui kulit telah banyak mengalami perkembangan, salah satunya dilakukan modifikasi ukuran partikel menjadi nanopartikel guna memanfaatkan keuntungannya sebagai sistem penghantar obat untuk meningkatkan penetrasi obat melalui stratum korneum. Karakterisasi nanopartikel menjadi hal yang penting dilakukan untuk mendapatkan nanopartikel yang optimal melalui berbagai teknik pembuatan nanopartikel. Salah satu karakterisasi yaitu menghitung efisiensi penjerapan/efisiensi enkapsulasi sebab menjadi kriteria penting apabila penggunaan zat aktif dengan harga yang tinggi. Review ini meninjau efisiensi penjerapan natrium diklofenak dalam berbagai polimer dan teknik nanopartikel yang digunakan dalam sediaan topikal. Kata kunci : Nanopartikel, natrium diklofenak, efisiensi penjerapan, sediaan topikal