Tri Nopiani Damayanti, Tri Nopiani
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Pembelajaran Elektromagnetika Terapan Berbasis Augmented Reality: Kasus Sistem Koordinat Budiawan, Rosyid; Damayanti, Tri Nopiani; Nurmantris, Dwi Andi
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1642.256 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v6i4.356

Abstract

This paper aims to develop interactive media in the form of application of Applied Electromagnetics learning, based on Augmented Reality (AR) technology. This application is developed to visualize a point and vector in 3 dimensional coordinate system (3D) using marker and camera of Android smartphone/tablet. The system is able to visualize Cartesian coordinates, cylindrical coordinates, and spherical coordinates, points, and vectors into 3D form with optimal distance of 10--40 cm. Questionnaire results obtain MOS value of 4.31. This result suggests that learning integrated with AR technology can help improve understanding and stimulate students' motivation in exploring learning subject Applied Electromagnetics, especially the coordinate system.
EFEK PIN HOLE UNTUK MENEKAN EFEK MULTILENSA PADA KOMUNIKASI FREE SPACE OPTICS Damayanti, Tri Nopiani; Priambodo, Purnomo Sidi
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan Vol 1 No 1: JETT December (2014)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jett.v1i1.82

Abstract

Teknologi FSOC pada jaringan teresterial memanfaatkan media atmosfer yang sangat terpengaruh kondisi cuaca sebagai media propagasi informasi sinyal optik. Pengaruh kondisi cuaca ini menyebabkan media atmosfer mengalami turbulens. Akibat turbulens atmosfer, teknologi FSOC dihadapkan oleh tantangan terbesar dimana salah satunya terjadi efek multi lensa akibat gradient temperature di atmosfer yang menyebabkan sinar meleset dari titik penerima.Gangguan yang terjadi pada FSOC bersifat random dan fluktuatif dalam domain spasial dan waktu sehingga dilakukan pendekatan secara statistik untuk menganalisa gelombang yang dipropagasikan pada sistem FSOC. Pengujian eksperimen penelitian melalui pendekatan dengan teknik SISO FSOC (Single-input single output) dengan menggunakan laser He-Ne pada panjang gelombang 632 nm. Sistem dirancang dengan menggunakan pin hole di receiver FSOC dimana pada eksperimen ini terjadi peningkatan nilai SNR sebesar 7.3443 dB saat sistem diuji menggunakan pin hole 10 μm.
PENANGANAN BLOCK CALL DAN DROP CALL PADA JARI UMTS BERDASARKAN PENGUKURAN PARAMETER ACCESSIBILITY, COVERAGE AND QUALITY Putri, Hasanah; Damayanti, Tri Nopiani
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan Vol 3 No 1: JETT July (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jett.v3i1.129

Abstract

Rendahnya performansi jaringan disebabkan karena jumlah pengguna yang terus meningkat. Penurunan performansi jaringan sering terjadi karena beberapa faktor, diantaranya blank spot yaitu suatu daerah yang tidak mendapatkan sinyal, ketidaktepatan planning, dan perangkat yang bermasalah. Pada penelitian ini dilakukan penanganan block call dan drop call pada jaringan UMTS. Untuk mengetahui kondisi jaringan UMTS menggunakan metode drive test. Software yang digunakan dalam mengukur parameter radio jaringan UMTS adalah software TEMS 9.0.3 Data Collection, yang berfungsi untuk pengambilan data kualitas jaringan dan pengolahan data untuk mengukur parameter KPI (Key Performance Indicator), RSCP dan Ec/No. Dari hasil pengukuran tersebut terlihat kualitas jaringan UMTS dan ditemukan masalah block call dan drop call, kemudian dilakukan perbaikan kualitas pada jaringan UMTS. Standar KPI yaitu RSCP > 80% dan Ec/No > 70%. Setelah dilakukan penanganan terhadap block call dan drop call pada jaringan UMTS diperoleh nilai RSCP sebesar 98% dan Ec/No 74%. Selain itu parameter CCSR juga meningkatmenjadi 100% dan RRC establishment fail rate sebesar 0%. Selain parameter-parameter tersebut, juga ditemukan faktor ketidaktepatan planning yang menyebabkan serving terlalu jauh atau overshoot, dan mengganggu serving dari site tetangganya. Berdasarkan data perbandingan antara standar KPI dengan hasil optimasi untuk penanganan blockcall dan dropcall mencapai nilai performansi yang optimal.
PERBANDINGAN UNJUK KERJA TRANSMISI JARINGAN FTTB MENGGUNAKAN GEPON DAN GPON Damayanti, Tri Nopiani; Putri, Hasanah
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan Vol 3 No 2: JETT December (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jett.v3i2.304

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa perbandingan unjuk kerja transmisi teknologi GEPON dan GPON pada jaringan Fiber to the Building (FTTB). Pembahasan perbandingan menggunakan  kedua teknologi PON tersebut untuk melihat performansi yang terbaik untuk di aplikasikan pada gedung bertingkat X  menggunakan passive splitter dua tingkat dengan rasio perbandingan passive splitter maksimum 1:16. Unjuk kerja transmisi disimulasikan berdasarkan parameter link power budget, rise time budget serta nilai Bit Error Rate (BER) untuk kelayakan sistem jaringan. Perhitungan Unjuk  jaringan dibagi menjadi bagian yaitu arah downstream dan arah upstream. Hasil perhitungan didapatkan pada arah downstream jarak terjauh, link GEPON menghasilkan nilai redaman sebesar 22.81 dB,  BER sebesar 7x 10-29 dan nilai rise time sebesar 0,2506 ns. Pada link GPON memiliki redaman sebesar 25.94 dB, BER sebesar 3.62955 x 10-12 dan nilai rise time sebesar 0.25 ns. Pada arah upstream jarak terjauh, link GEPON menghasilkan nilai redaman sebesar 4.65 dB, dengan nilai BER ≈ 0 ,dan nilai rise time sebesar,2061 ns. Pada GPON memiliki redaman sebesar 4.65 dB, BER ≈ 0 dan nilai rise time sebesar 0,260 ns. Berdasarkan hasil unjuk kinerja kedua teknologi tersebut dapat disimpulkan bahwa unjuk kinerja teknologi GPON lebih baik dibandingkan teknologi GEPON untuk aplikasikan di jaringan optik gedung bertingkat.
INTEGRASI SISTEM HEADEND HFC PADA JARINGAN FIBER TO THE HOME UNTUK LAYANAN TV BROADCAST ANALOG Mubarok, Fiqri Fadlillah; Damayanti, Tri Nopiani; ., Dudung Ruhimat
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan Vol 5 No 1: JETT July 2018
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jett.v5i1.1502

Abstract

Penelitian ini mengusulkan sebuah sistem headend Hybrid Fiber Coax (HFC) yang diintegrasikan pada jaringan Fiber to The Home (FTTH). Implementasi Headend HFC pada jaringan FTTH bertujuan untuk menambah layanan TV Broadcast Analog sehingga dengan menggunakan satu antenna dapat melayani banyak user dengan menggunakan panjang gelombang yang sama di 1550 nm. Implementasi jaringan yang diusulkan menggunakan perangkat FTTH meliputi perangkat OLT, ODC, passive splitter, patchcore, dan roset. Jaringan FTTH tersebut akan diintegrasikan dengan jaringan HFC dengan perangkat yang digunakan  yaitu fiber transmitter, fiber node, tv tuner, antena, dan amplifier. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa nilai daya terima antena memiliki kualitas layanan yang baik dengan nilai sebesar -40 dB. Nilai sensitivitas penerimaan perangkat fiber node sebesar -5 dBm sampai dengan -27 dBm dengan nilai CNR yang dihasilkan sebesar -47,7 dB.
IoT: smart garbage monitoring using android and real time database Putra, Riyan Hadi; Kusuma, Feri Teja; Damayanti, Tri Nopiani; Ramadan, Dadan Nur
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 17, No 3: June 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.472 KB) | DOI: 10.12928/telkomnika.v17i3.10121

Abstract

Every single day, garbage is always produced and sometimes, due to the unbalance between high volume produced and the garbage volume transported to the landfill; it then leads to the buildup. To prevent any negative impact on environment, a system is needed to support the waste management process. Smart Garbage Monitoring System consists of two parts: portable garbage can and monitoring application using android smartphone. The use of ultrasonic sensor, GPS and GSM Module on the garbage can aims to provide the data on the garbage and send it to the real time database, in which the data will be processed by the monitoring application on smartphone to determine the time of garbage transport purposely to prevent any buildup. The system doesn't need a server to process, because the entire process of will be run by android application on a smartphone. Test results showed the capability of the system in monitoring the garbage can with the minimum distance between the wastes by three meters. The information on the height level of garbage can be synchronized in real time to smartphone, with an average delay on the EDGE network of 4.57 seconds, HSPA+ of 4.52 seconds and LTE of 3.85 seconds.