Articles

Found 16 Documents
Search

TOKSISITAS SUBAKUT EKSTRAK BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP AKTIVITAS ENZIM SERUM GLUTAMIC OXALOASETIC TRANSMINASE (SGOT) MENCIT (MUS MUSCULUS) SECARA IN VIVO Safwan, Safwan; Wahid, Abdul Rahman; Husein, Ali Ridho; Mentari, Ni_Nyoman Mira
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 14 No 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v14i2.2061

Abstract

ABSTRACT  The aim of this study was to investigate the subchronic toxicity of extract of papaya seed (Carica papaya L.) on rat by evaluate Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) and Serum Glutamic Oxaloasetic Transaminase (SGOT) activity. Twenty (20) white male miceswere randomly grouped into four groups (one control and three treatment groups). Group 1 received 1% of CMCNa. Group 2, 3, and 4 received extract of papaya seed at a dose of 50 mg/kg body weight, 500 mg/kg body weight, and 5000 mg/kg body weight. After 28 days treatment, blood samples were collected from jugular vein near the eye to evaluate SGPT and SGOT level in serum. Data were analyzed using ANOVA (at 95% confidence). It is observed that extract of papaya seed at a dose 50 mg/kg body weight, 500 mg/ kg body weight, and 5000 mg/kg body weight have no effect to increase SGPT and SGOT activity.   Key Word : Papaya Seed,Subacute, Toxicity, SGPT, SGOT
ARSENIC CONTAMINATION SURVEY IN WHITE RICE IN ACEH Hanum, Farida; Sudiarto, Dwi; Zakiah, Noni; Safwan, Safwan; Al Rahmad, Agus Hendra
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 4, No 2 (2019): AcTion Vol 4 No 2 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.072 KB) | DOI: 10.30867/action.v4i2.177

Abstract

White rice as the major staple food for Indonesian people has the opportunity to be contaminated with chemical hazards. Research in USA shows that arsenic is contained in rice. The arsenic emissions of 75% are estimated to originate from the mining, fertilizers and pesticides. This study aims to determine qualitatively arsenic contamination of white rice consumed by Acehnese people and how to cook it. A total of 30 white rice samples were obtained with purposive technique from the Aceh Health Polytechnic employees who brought breakfast. The the consideration that they come from various regions in Aceh. Arsenic analysis contamination in samples was carried out using arsenic test kit. Data collected is in the form of interviews about white rice cooking techniques and the analysis of arsenic contamination. The results showed that white rice consumed by the employees was safe from arsenic and that the rice cooking technique on a household is feasible. Besides that the arsenic test was also carried out on white rice sold in stalls, the results were positive. This indicates that white rice is consumed by people in Aceh, there are those which are contaminated with arsenic. This study provides evidence that the contamination is still present in rice which has been processed into rice cooked.  Keywords:   ABSTRAKNasi putih sebagai salah satu sumber makanan pokok di Indonesia memiliki peluang tercemar bahan kimia yang sangat berbahaya. Penelitian di USA menunjukkan bahwa arsen terkandung di dalam beras, 75% emisi arsen diperkirakan berasal dari aktivitas penambangan, pemupukan dan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran arsen secara kualitatif pada nasi putih di Aceh dan bagaimana teknik memasaknya. Penelitian ini merupakan survey deskriptif berbasis laboratorium. Populasi adalah seluruh pegawai Poltekkes Kemenkes Aceh. Sebanyak 30 sampel nasi putih dicuplik secara purposif dari 30 orang pegawai yang membawa bekal sarapannya. Pertimbangan bahwa mereka berasal dari berbagai daerah di Aceh. Analisis arsen menggunakan arsen test kit. Data primer dikumpulkan dari hasil wawancara tentang teknik memasak nasi putih dan hasil analisis arsen pada nasi putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasi putih yang dikonsumsi oleh pegawai Poltekkes Kemenkes Aceh aman dari cemaran arsen. Hasil ini menegaskan bahwa teknik memasak nasi pada skala rumah tangga dapat menghasilkan nasi putih yang bebas dari cemaran kimia arsen. Analisis arsen juga dilakukan pada nasi putih yang dijual di warung sebagai pembanding, hasilnya positif. Ini menunjukkan bahwa nasi putih yang dikonsumsi oleh masyarakat Aceh, ada yang tercemar arsen. Penelitian ini membuktikan bahwa cemaran arsen masih ada pada beras yang telah diolah menjadi nasi.
UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI RIMPANG KUNYIT (Curcuma Longa Linn) PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY MODEL DEMENSIA (Kajian Penghambat Aktivitas Asetilkolinesterase) Safwan, Safwan; Yuliani, Sapto; Pramono, Suwidjiyo
Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.29 KB) | DOI: 10.26874/kjif.v2i2.29

Abstract

Demensia merupakan istilah pada penyakit yang berkaitan dengan penurunan fungsi memori. Memori merupakan proses penyimpanan dan pengambilan kembali informasi melalui sinyal-sinyal saraf di otak oleh senyawa asetilkolin (Ach). Senyawa ACh menjadi tidak aktif oleh aktivitas enzim asetilkolinesterase (AChE). Aktivitas AChE yang tinggi dapat menggambarkan terjadinya demensia. Senyawa yang dapat menghambat aktivitas AChE dapat menggambarkan potensi sebagai obat anti demensia. Tanaman yang berpotensi mengandung senyawa tersebut adalah kunyit (Curcuma longa Linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi minyak atsiri rimpang kunyit (Curcuma longa Linn) dalam menghambat aktivitas AChE  pada tikus model demensia yang diinduksi trimetiltin (TMT).Minyak atsiri diperoleh dari hasil destilasi menggunakan metode destilasi uap air kemudia dianalisis komponen senyawa yang terkandung menggunakan metode GC-MS. Uji penghambatan aktivitas AChE dilakukan pada tikus Sprague dawley jantan umur ±2 bulan. Hewan uji dibagi dalam 6 kelompok. Kelompok I, II, III (normal, kontrot dan citicoline) dan kelompok IV, V, VI  (diberi minyak atsiri dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB). Perlakuan dilakukan selama 29 hari. Pemberian TMT i.p dosis 8 mg/kg BB dilakukan pada hari ke-8 kecuali kelompok normal. Otak tikus diambil dan dipreparasi hingga diperoleh supernatan. Penetapan aktivitas AChE menggunakan reagen kit (katalog #K764-100). Analisis data menggunakan ANOVA dengan Post Hoc LSD. Komponen utama pada minyak atsiri rimpang kunyit hasil analisi GC-MS yaitu ar-tumerone (49,47%), alpha tumerone (19,91%), dan  alpha phellandrene (4,24%). Hasil uji penghambatan aktivitas AChE pada kelompok kontrol berbeda tidak bermakna (P>0.05) dibandingkan kelompok normal. Penurunan aktivitas AChE kelompok pemberian citicoline berbeda bermakna (p<0.05) terhadap kelompok kontrol. Penurunan aktivitas AChE otak pada kelompok MARK dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB berbeda bermakna (p<0.05) dibandingkan kelompok kontrol namun berbeda tidak bermakna pada dosis 100 mg/kgBB. Pemberian minyak atsiri rimpang kunyit mulai dosis 200 mg/kg BB dapat menghambat aktivitas enzim AChE pada tikus model demensia yang diinduksi TMT.
DESAIN SISTEM KEAMANAN RUMAH MELALUI PENYALAAN PERALATAN LISTRIK BERDASARKAN KEBIASAAN PEMILIK RUMAH Safwan, Safwan; Zulfikar, Zulfikar; Zulhelmi, Zulhelmi
Jurnal Karya Ilmiah Teknik Elektro Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah merupakan tempat tinggal dan tempat seseorang menghabiskan banyak waktu di dalamnya. Akan tetapi, pada saat tertentu rumah harus ditinggalkan dalam jangka waktu yang lama. Rumah yang ditinggalkan pemiliknya memiliki potensi terjadinya tindak pencurian, sehingga diperlukan sebuah sistem keamanan. Salah satu solusi untuk mengurangi resiko terjadinya pencurian adalah melakukan pencegahan dengan strategi situational crime prevention. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain sebuah sistem keamanan rumah melalui sebuah perangkat elektronika yang dapat memanipulasi situasi rumah. Hal tersebut dilakukan berdasarkan kebiasaan pemilik rumah dalam mengoperasikan peralatan listrik, sehingga situasi rumah yang ditinggalkan tetap sama dengan kondisi sehari-hari. Sistem ini dirancang menggunakan mikrokontroler yang akan membangkitkan dua tahapan bilangan acak. Tahapan pertama, setiap 10 menit sistem akan mengacak bilangan 0 sampai 7 yang merupakan jumlah peralatan listrik yang dikontrol. Tahapan kedua sistem akan mengacak durasi penyalaan setiap peralatan listrik berdasarkan data kebiasaan pemilik rumah. Hasil pengimplementasian menunjukkan sistem keamanan ini sudah mampu menyalakan setiap peralatan listrik rumah berdasarkan bilangan acak yang dibangkitkan. Kemudian sistem sudah mampu menentukan durasi penyalaan setiap peralatan listrik beserta membedakan waktu siang dan malam berdasarkan kebiasaan pemilik rumah.
AKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) JANTAN Safwan, Safwan; Adikusuma, Wirawan; Ananda, Dwi Rizki
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Daun melinjo (Gnetum gnemon L.) mengandung flavonoid yangberpotensi untuk mengurangi rasa nyeri dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun melinjo terhadap efek analgetik pada mencit.Dua puluh lima ekor mencit yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (CMC Na 0,5%), kelompok kontrol positif (asam mefenamat1,3 mg/kgBB) dan kelompok ekstrak daun melinjo (dosis 6,48 mg/kgBB, 25,92 mg/kgBB dan 51,84 mg/BB) pada mencit putih jantan. Pengujian efek analgetik dilakukan dengan cara memberikan rangsangan nyeri pada hewan uji, berupa rangsangan panas dengan suhu 55°C Pengamatan dilakukan sebelum pemberian zat uji, kemudian berturut-turut pada menit ke-30, 60, 90 dan 120 setelah pemberian zat uji. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanoldaun melinjo dengan dosis 51,84 mg/kgBB memiliki efek analgetik yang tidak berbeda signifikan dengan asam mefenamat dosis 1,3 mg/kgBB (P>0,05). Kata kunci: Analgetik, Antiinflamasi, Daun melinjo
PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) TERHADAP MOTILITAS DAN KONSENTRASI SPERMATOZOA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Safwan, Safwan; Sugara, Taufan; Rohmi, Mutiara Kusuma
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap mencit (Mus musculus) jantan untuk melihat konsentrasi s dan motilita spermatozoa. Sebanyak 20 mencit jantan berumur 2 bulan dengan berat badan 20-25 g dibagi kedalam 4 kelompok perlakuan. Pemberian ekstrak dilakukan  peroral setiap hari sampai hari ke 20. Pada hari ke 21 mencit dibunuh dan diperiksa motilitas dan konsentrasi spermatozoanya. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) yang diberikan 20 hari, dengan dosis 50 mg/g bb, 100 mg/g bb, dan 250 mg/g bb secara signifikan dapat meningkatkan motilitas dan konsentraasi spermatozoa mencit jantan
SKRINING FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER TERHADAP EKSTRAK TANAMAN RANTING PATAH TULANG (EUPHORBIA TIRUCALLI L.) Wahid, Abdul Rahman; Safwan, Safwan
Jurnal Ulul Albab Vol 23, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.574 KB) | DOI: 10.31764/jua.v23i1.1724

Abstract

Tanaman patah tulang termasuk dalam famili Euphorbiaceae, merupakan jenis tanaman kebun yang tumbuh tegak hingga setinggi 2-6m. Kandungan senyawa metabolit sekunder tanaman Euphorbia tirucalli L yaitu flavonid, fenol, saponin, dan tanin Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan daun ranting tanaman patah tulang. Senyawa metabolit sekunder diperoleh dari proses ekstraksi dengan pelarut etanol menggunakan metode maserasi dan partisi. Skrining fitokimia dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai pereaksi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian Pada skrining fitokimia diperoleh positif flavonoid, tanin dan steroid sedangkan alkaloid, saponin dan triterpenoid negatif. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanaman patah tulang mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin dan steroid
Efek Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis L.) pada Tikus Jantan Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Paracetamol (Kajian Aktivitas Enzim Katalase, SGOT dan SGPT) Wahid, Abdul Rahman; Safwan, Safwan
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.735 KB)

Abstract

Abstrak Ekstrak daun gaharu (Aquilaria malaccensis L.) mengandung metabolit sekunder flavonoid yang berfungsi sebagai senyawa antioksidan yang dapat melindungi kerusakan hati. Kerusakan hati selain disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus dan bakteri juga dapat disebabkan oleh obat-obatan dalam dosis toksik seperti parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek ekstrak etanol daun gaharu terhadap aktivitas enzim katalase, SGOT dan SGPT tikus putih galur SD (Sprague Dawley) yang diinduksi parasetamol. Penelitian ini menggunakan metode true eksperimental dengan rancangan penelitian post test control group design terdiri dari 5 kelompok perlakuan, yang terdiri dari kelompok kontrol normal yang diberi Na-CMC 0,5%, kelompok kontrol negatif (parasetamol 180 mg/kgBB), dan kelompok perlakuan ekstrak dosis 10 mg/kgBB, 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB. Perlakuan diberikan selama 7 hari berturut-turut dan pada hari ke-8 dilakukan pengambilan darah melewati vena mata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak 100 mg/kgBB dapat mempengaruhi aktivitas enzim katalase tertinggi sebesar (47,500±0.0600) dan mampu mempengaruhi efek aktivitas enzim SGOT dan SGPT terendah sebesar 98,3 ± 47,8 IU/L dan 34,3 ± 8,02 IU/L pada hepar yang diinduksi parasetamol.Kata kunci: Gaharu, Aqualaria malaccensis, katalase, SGOT, SGPT
KARAKTERISTIK WISATAWAN DAN PEMILIHAN RUTE PERJALANAN WISATA DI KOTA BANDA ACEH Khairul, Khairul; Sugiarto, Sugiarto; Safwan, Safwan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.831 KB)

Abstract

Abstract: Banda Aceh as the capital of Aceh province is a major tourist destination with a wide range of attractions on offer. This is consistent with the Department of Tourism Aceh program in 2017 in Aceh tourism market that is packaged in a branding 'The Light of Aceh'. In supporting the development of Banda Aceh travel necessary to determine an alternate route of travel between attractions as a guide for tourists visiting. Theoretically, the deciding factor is the object of tourist visits and the location (ease of attainment). The influence of these two factors on the development of tourism in an area can be measured by assessing the travel route. The method used in this study is a qualitative method to describe systematically travelers facts or characteristics in making travel route which includes the analysis of visitor and traffic analysis. Furthermore, based on quantitative analysis through the calculation of the duration of travel and the determination of the travel route, then obtained an alternative form of travel route in Banda Aceh City equipped with mapping. The result of the research shows the characteristics of the tourists in doing the travel route which is divided into the characteristics of the visitors (gender, origin, age, occupation, expenses, travel companion, source of information, and vehicle used), visit characteristic (object of tourist destination, Frequency of visits, length of stay, tourist route, and travel time). Determination of travel route based on the results of the analysis there are alternatives of travel routes are divided into 2 groups, which is based on the characteristics of types of attractions (tsunami tourism and cultural tourism) and based on the diversity of tourist attractions located in the city of Banda Aceh.Abstrak: Kota Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh merupakan tujuan utama wisatawan dengan berbagai macam objek wisata yang ditawarkan. Hal ini sesuai dengan program Dinas Pariwisata Aceh tahun 2017 dalam memasarkan pariwisata Aceh yang dikemas dalam sebuah branding ?The Light of Aceh?. Dalam menunjang pengembangan wisata Kota Banda Aceh diperlukan penentuan alternatif rute perjalanan antar objek wisata sebagai pedoman bagi wisatawan yang berkunjung. Secara teoritis, penentu kunjungan wisatawan adalah faktor objek dan lokasi (kemudahan pencapaian). Pengaruh kedua faktor tersebut terhadap perkembangan pariwisata suatu wilayah dapat diukur melalui penilaian rute perjalanan wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik wisatawan dalam melakukan rute perjalanan wisata yang meliputi analisis pengunjung dan analisis kunjungan. Selanjutnya berdasarkan analisis kuantitatif melalui perhitungan lama perjalanan dan penentuan rute perjalanan wisata maka diperoleh bentuk alternatif rute perjalanan wisata di Kota Banda Aceh yang dilengkapi dengan mapping. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik wisatawan dalam melakukan rute perjalanan wisata yang terbagi dalam karakteristik pengunjung (jenis kelamin, asal, umur, pekerjaan, biaya yang dikeluarkan, teman perjalanan, sumber informasi, dan kendaraan yang digunakan), karakteristik kunjungan (objek daerah tujuan wisata, motif, frekuensi kunjungan, lama tinggal wisatawan, rute perjalanan wisatawan, dan waktu tempuh). Penentuan rute perjalanan berdasarakan hasil analisis terdapat alternatif rute perjalanan wisata yang dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu berdasarkan karakteristik jenis objek wisata (wisata tsunami dan wisata budaya) dan berdasarkan dari keragaman jenis objek wisata yang terdapat di Kota Banda Aceh.
EVALUASI KOMPONEN FISIK BANGUNAN PASAR SAYUR DAN BUAH PEUNAYONG KOTA BANDA ACEH TERHADAP UPAYA RELOKASI Fahrizal, Effan; Aulia, Teuku Budi; Safwan, Safwan
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.728 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i3.11859

Abstract

Peunayong area is a trade and service area, as well as a heritage tourist area located in Kuta Alam Subdistrict, Banda Aceh City. Since it was inaugurated in 2007 until now Peunayong Vegetable and Fruit Market is not working properly. Traders only want to sell on the first floor, and along the corridor of RA road. Kartini, while the second and third floors are not occupied. In addressing the issue, the Banda Aceh City Government seeks to relocate the Peunayong Market to an integrated market in Lampulo, which is currently under construction. This study aims to identify the factors that cause traders not to occupy the market building of Peunayong Vegetables and Fruits, to identify buyers' perceptions of relocation of Peunayong Vegetable and Fruit Market, and to evaluate the physical, non-physical, and Peunayong Vegetables Market. This research uses qualitative method through observation and interview, and quantitative method through questionnaires distribution. Respondents in this research are 70 traders, and 100 buyers. The results showed that the factors that caused the traders did not occupy the Peunayong Vegetable and Fruit Market building were the buyers did not want to rise to the 2nd floor, the lack of good accessibility for traders and buyers, the constraints of goods circulation, and the number of kiosks and stalls not enough to accommodate all traders. The buyer's perception of the market relocation effort of Vegetables and Peunayong Fruits is built a new market building that can accommodate all traders, have complete public facilities, and designs that follow SOP Kemendag. Evaluation of Peunayong Vegetable and Fruit Market building on the physical component, generally not in accordance with the prevailing regulation with 36.84% level of conformity