Muhri Muhri, Muhri
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

KESEJARAHAN DAN TEMA PUISI PENYAIR PEREMPUAN BANGKALAN Muhri, Muhri
Jurnal Sastra Aksara Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Sastra Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP-PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/jsa.v6i2.209

Abstract

This article is motivated by the conditions of Bangkalan poeters who after a long time did not produce female writers, in the fourth generation emerged through the work of five female poets. This presents a research problem question 1) What is the history of women's writing in Bangkalan? and 2) What are the dominant themes raised by the Bangkalan female poet in their poetry? The research method uses two methods, namely descriptive analysis method and content analysis method. From the results of the study, two discussions can be produced in accordance with the research problem. Historically it can be discussed that women's art activists have existed since the third generation. They did not produce enough writing to become a book. Based on the content of the theme, poetry with the theme of love dominates. In general, social themes are also dominant in their writing.
TRADISI, KETOKOHAN, DAN KARYA SASTRA GENERASI KEDUA SASTRA MODERN BANGKALAN: STUDI SEJARAH SASTRA Muhri, Muhri
Jurnal Sastra Aksara Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Sastra Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP-PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tiga hal yaitu, 1) tradisi kesusastraan pada generasi kedua sastrawan Bangkalan, 2) mendeskripsikan tokoh sastra pada generasi kedua dan kiprahnya dalam perkembangan sastra Bangkalan, dan 3) mendeskripsikan ide dan gagasan sastrawan generasi kedua yang tercermin dalam karya-karya mereka. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini pendekatan penelitian kualitatif interpretif. Subjek penelitian adalah tokoh seniman sastra dan seniman lain di Bangkalan. Objek berupa data primer karya sastra dan hasil-hasil penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan dua metode yaitu wawancara dan studi dokumen. Analisis dilakukan dengan dua metode yaitu deskriptif dan analisis isi. Dari proses diperoleh hasil penelitian yang meliputi tiga hal. Pertama, latar belakang tradisi yang melahirkan sastra generasi kedua yaitu tradisi bersastra yang dilatari kegiatan dalam komunitas seni terutama teater. Kedua, tokoh-tokoh generasi kedua dipelopori oleh Suro Wahono dengan Teater Mutiara kemudian dilanjutkan oleh M. Helmy Prasetya yang mendirikan Komunitas Masyarakat Lumpur dan R. Timur Budi Raja yang mendirikan Komunitas Bawah Arus. Ide sastrawan generasi kedua sebagaimana ditunjukkan karyanya menunjukkan bahwa generasi ini dominan menyampaikan ide mereka dengan menggunakan corak romantisme.
PERKEMBANGAN TEMA PUISI-PUISI PENYAIR BANGKALAN: KAJIAN SEJARAH SASTRA Muhri, Muhri
ATAVISME Vol 20, No 2 (2017): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.413 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v20i2.305.168-180

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengklasifikasi penyair bangkalan menjadi generasi-generasi dan kecenderungan tema pada masing-masing generasi. Teori yang mendasari teori-teori yang mempengaruhi subdisiplin sejarah sastra terutama teori-teori dengan paradigma dekonstruktif. Data diperoleh melalui wawancara tokoh dan studi terhadap pustaka, yaitu karya-karya penyair Bangkalan. Dari analisis, generasi penyair Bangkalan dibagi menjadi empat generasi berdasarkan tradisi dan kesamaan minat yang termanifestasi dalam organisasi atau forum tempat penyair berkumpul. Generasi pertama pada Dewan Kesenian Bangkalan (DKB), generasi kedua terkumpul dalam Komunitas Tera? Bulan, generasi ketiga berasal dari Komunitas Teater Kampus, dan generasi keempat dalam komunitas masyarakat lumpur dan Komunitas Bawah Arus. Tema metafisik dan sosial adalah tema dominan dalam generasi awal, tema cinta libidinal merupakan tema yang cenderung muncul pada generasi kedua, tema lokal dan liris cenderung muncul pada generasi ketiga dan keempat.
KESEJARAHAN DAN TEMA PUISI PENYAIR PEREMPUAN BANGKALAN Muhri, Muhri
Jurnal Sastra Aksara Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Sastra Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP-PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/a.v6i2.625

Abstract

This article is motivated by the conditions of Bangkalan poeters who after a long time did not produce female writers, in the fourth generation emerged through the work of five female poets. This presents a research problem question 1) What is the history of women's writing in Bangkalan? and 2) What are the dominant themes raised by the Bangkalan female poet in their poetry? The research method uses two methods, namely descriptive analysis method and content analysis method. From the results of the study, two discussions can be produced in accordance with the research problem. Historically it can be discussed that women's art activists have existed since the third generation. They did not produce enough writing to become a book. Based on the content of the theme, poetry with the theme of love dominates. In general, social themes are also dominant in their writing.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL CERITA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE BERMAIN KARTU SOAL BAGI SISWA KELAS VI SDN ARJANGKA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Muhri, Muhri
MEDIA BINA ILMIAH Vol 12, No 8: MARET 2018
Publisher : BINA PATRIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.33 KB) | DOI: 10.33758/mbi.v12i8.45

Abstract

Penelitian tindakan kelas bertujuan secara deskriptif untuk mengetahui keefektifan metode bermain kartu soal terhadap peningkatan kemampuan mengerjakan soal cerita pada pelajaran matematika kelas VI SDN Arjangka tahun pelajaran 2014/2015. Hipotesis pada penelitian ini adalah “Model pembelajaran dengan menggunakan kartu soal dapat  meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SDN Arjangka tahun pelajaran 2014/2015 dalam mengerjakan soal cerita pada mata pelajaran matematika.” Subjek yang diberi tindakan adalah siswa kelas VI SDN Arjangka tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 26 peserta didik dan terbagi atas 6 kelompok. Bentuk tindakan yang diberikan adalah dengan menggunakan kartu soal yang digunakan untuk menuliskan soal cerita kemudian dibahas oleh siswa secara berkelompok selanjutnya  dibahas secara bersama antara guru dan siswa. Untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal cerita dilakukan tes uji coba yang dilaksanakan dua kali kemudian hasilnya dianalisis. Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa kecenderungan prestasi belajar matematika siswa kelas VI SDN Arjangka ada peningkatan, yakni dengan perolehan skor rata-rata sebelum diadakan tindakan sebesar 5,97 dan setelah diadakan tindakan menjadi 6.65 dengan demikian berarti ada peningkatan prestasi sebesar 0.68.
PERKEMBANGAN PENERBITAN DAN PUBLIKASI KARYA SASTRA DI BANGKALAN MULAI MASA 60-AN SAMPAI DENGAN MASA MUTAKHIR Muhri, Muhri; Masnawati, Eli
Jurnal Sastra Aksara Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Sastra Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP-PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims (1) to describe the publishing of local literary work of Bangkalan from 1960s till now and (2) to describe background and factors of publishing local literary work of Bangkalan from 1960s till now. Methods of collecting data in this research are document study and interview. Document study was used to collect data for (1) and interview for (2). Analysis results that local literary work of Bangkalan, though written since 1960s, was published firstly by 1998. It was one of some agenda in Temu Sastrawan Jawa dan Bali held by Lingkar Sastra Junok (Junok Literary Circle). The factors behind the publishing of literary work in Bangkalan including three things: first, publishing as part of the art (literary) event, second, publishing for (self)-conservation and third, publishing for competition event.
PEMAKNAAN NAMA DIRI TOKOH DALAM NOVEL KETIKA CINTA BERTASBIH KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY: KAJIAN SEMIOTIKA Muhri, Muhri
Jurnal Sastra Aksara Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Sastra Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP-PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proper name in literary work is not the same as in factual reality. Proper name in literary work is not only indexical, but also implicating to messages sent by an author. Objectively viewed, the message is known by appropriation of proper name linguistically, in characterization, and in plot. Focusing on unity of form and content, this research takes structural-semiotics theory as an approach of descriptive-qualitative research method. Analytically it is found that proper name has appropriate meaning linguistically, in characterization, and in plot. It is proved that proper name functions not only indexical but also as a symbol and an icon.
PERKEMBANGAN PENERBITAN DAN PUBLIKASI KARYA SASTRA DI BANGKALAN MULAI MASA 60-AN SAMPAI DENGAN MASA MUTAKHIR Muhri, Muhri; Masnawati, Eli
Jurnal Sastra Aksara Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Sastra Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP-PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.29 KB)

Abstract

This research aims (1) to describe the publishing of local literary work of Bangkalan from the 1960s till now and (2) to describe background and factors of publishing local literary work of Bangkalan from the 1960s till now. Methods of collecting data in this research are document study and interview. Document study was used to collect data for (1) and interview for (2). Analysis results that local literary work of Bangkalan, though written since the 1960s, was published firstly by 1998. It was one of some agenda in Temu Sastrawan Jawa dan Bali held by Lingkar Sastra Junok (Junok Literary Circle). The factors behind the publishing of literary work in Bangkalan including three things: first, publishing as part of the art (literary) event, second, publishing for (self)-conservation and third, publishing for a competition event.