Articles

Found 17 Documents
Search

Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah/Madrasah Nur, Jabal
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.738 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i1.36

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Manajemen dan kepemimpinan dalam kontekspendidikan. Manajemen mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. faktor keberhasilan yang tak kalah pentingnya dari manjemen yaitu faktor kepemimpinan atau keterampilan memimpin termasuk manajemen dan kepemimpinan dalam pendidikan. Dalam    konteks pendidikan konsep manajemen sekolah yang baik adalah mengenali stokeholder sekaligus  melibatkannya, mempunyai Visi  dan  Misi,  analisis yang realistis, mempunyai tujuan strategis ( Skala prioritas ), mempunyai perencanaan,  baik  jangka  pendek  maupun  jangka  panjang,  mempunyai jadwal kegiatan. Sedangkan konsep kepemimpinan sekolah yang baik adalah pemimpin yang visioner, pemimpin yang mempunyai keberanian, pemimpin yang realistis, pemimpin yang dapat diterima oleh semua pihak. Kata kunci: Manajemen. Kepemimpinan.
QAWA’ID AL-TAFSIR HUBUNGANNYA DENGAN BAHASA ARAB (Kaidah-Kaidah Dasar yang Harus Dikuasai Dalam Pembelajaran Tafsir) Nur, Jabal
Al-Tadib No 2 (2013): VOL 6. NO. 2 JULI-DESEMBER 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.151 KB)

Abstract

Qawaid al-Tafsir merupakan salah alat bantu untuk memahamimakna firman Allah swt. Menurut Imam al-Zarwaniy dikutip oleh Al-Zarqaniy mengatakan bahwa bagi seorang mufassir yang tidakmemenuhi syarat-syarat seorang mufassir (memahami ( قواعد التفسيرproduk tafsirnya dikategorikan kepada produk tafsir terendah, bahkanbelum bisa disebut tafsir.Qawaid al-tafsir sangat berkaitan erat dengan beberapakaidah bahasa Arab yang dapat membantu penafsiran al-Quran. Olehsebab itu penguasaan terhadap kaidah-kaidah kebahasaan itu harusdikuasai, sehingga penafsiran al-Quran mendekati makna yang akuratdan dapat dipertanggungjawabkan.Kata Kunci: Qawaid al-tafsir, bahasa Arab.
RANCANG BANGUN LOAD BALANCING PADA DATABASE CLUSTER MENGGUNAKAN HAPROXY Ardiansyah, Sandi; Nur, Jabal; Mukmin, Muhammad
JURNAL INFORMATIKA Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Informatika
Publisher : Prodi Teknik Informatika Unidayan Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.928 KB)

Abstract

Informasi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Informasi dituntut untuk selalu up todate sehingga diperlukan sarana berupa server yang mampu menyediakan layanan tanpa mengalami masalah. Cluster database merupakan teknologi yang memanfaatkan beberapa sumber daya komputer yang kemudian bekerja bersama-samasehingga tampak seperti satu sistem yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan sistem failover cluster sebagai solusi untuk mengatasi kegagalan fungsi server dengan menggunakan HAProxy sebagai load balancing. Failover cluster yang dibangun terdiri dari dua buah load balancing yang di konfigurasi secara aktif-pasif. Serta penerapan teknik replikasi multi master pada database cluster untuk mencegah kehilangan data. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu load balancing dapat bekerja dengan baik ketika request datang dari client telah berhasil didistribusikan balancer secara merata kepada setiapnode cluster. Sehingga server tidak mengalami overload dan kemampuan kemampuan recovery data replikasi multi master yang diterapkan dapat menjaga konseistensi data antar node pada database cluster.Kata Kunci: Load Balancing, HaProxy, Database Cluster, Replikasi.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENENTUAN MAHASISWA BERPRESTASI MENGGUNAKAN WEIGHTED PRODUCT (WP) Mukmin, Muhammad; Nur, Jabal
JURNAL INFORMATIKA Vol 7, No 1 (2018): JURNAL INFORMATIKA
Publisher : Prodi Teknik Informatika Unidayan Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.626 KB)

Abstract

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sebuah sistem berbasis komputer yang berfungsi untuk membantu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, salah satu penerapan SPK yaitu, penentuan mahasiswa berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasiSPK penentuan mahasiswa berprestasi pada program studi teknik Informatika Universitas Dayanu Ikhsanuddin. Metode yang digunakan yaitu metode Weighted Product (WP) dengan empat kriteria penilaian berdasarkan Pedoman Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Program Sarjana, Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun 2017 yaitu nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan bobot (20%), Tugas Akhir (TA) dengan bobot (30%), prestasi mahasiswa dengan bobot (25%) dan nilai bahasa Inggris dengan bobot (25%). Penelitian ini menghasilkan aplikasi SPK penentuan mahasiswaberprestasi dengan jumlah peserta sebanyak 259 orang mahasiswa, hasil perhitungan diperoleh nilai vektor tertinggi yaitu 0,004490. Kata kunci : Mahasiswa, Prestasi, SPK, Weighted Product. 
Kepala Sekolah dan Kualitas Sikap pada Tugas Nur, Jabal
Shautut Tarbiyah Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.818 KB)

Abstract

Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah.  Dalam pengembangan lembaga pendidikan  dibutuhkan seorang pemimpin sebagai pemegang tanggung jawab utama,  pemimpin pendidikan adalah orang yang penuh  dengan kegiatan (aktif), hampir seluruh kegiataannya adalah mengambil keputusan yang semuanya dilakukan dalam rangkaian pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tuntutan profesionalitas kerja menjadi  salah satu  barometer keberhasilan dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya, selain itu  dibutuhkan pula penguasaan ilmu  pengetahuan  dan  kemampuan manajemen. Pengetahuan mengenai suatu obyek tidak sama dengan sikap  terhadap objek itu. Pengetahuan saja belum menjadi penggerak, seperti halnya pada sikap, pengetahuan mengenai subyek baru menjadi attitude terhadap subyek tersebut apabila pengetahuan itu disertai dengan kesiapan untuk bertindak sesuai dengan pengetahuan terhadap suatu obyek. Untuk itu kepala sekolah harus mampu mengarahkan dan mengkoordinir segala kegiatan yang ada sehingga memudahkan melaksanakan tugas-tugas yang ada dalam pendidikan yang salah satunya adalah menyusun program-program yang ada di sekolah karena kepala sekolah berperan penuh terhadap seluruh kegiatan/aktifitas yang dilakukan di dalam sekolah. ada tiga jenis ketrampilan pokok yang harus dimiliki oleh kepala sekolah sebagai pemimpin, pendidikan yaitu ketrampilan teknis (technical skill), ketrampilan berkomunikasi (human relations skill) dan ketrampilan konseptual (conceptual skill).Kata kunci: Sikap , Profesional, dan Tugas The principal is an education leader who has a very large role in developing the quality of education in schools. In the development of educational institutions, it takes a leader as the main holder of responsibility, education leaders are people who are full of activities (active), almost all of their activities are to make decisions that are all carried out in a series of goals that have been previously set. The demands of work professionalism are one of the barometers of success in carrying out their leadership duties, in addition to that, mastery of knowledge and management capabilities is also needed. Knowledge of an object is not the same as attitude towards that object. Knowledge alone has not become a driver, as in attitude, knowledge about new subjects becomes attitude towards the subject if that knowledge is accompanied by readiness to act in accordance with the knowledge of an object. For this reason, the principal must be able to direct and coordinate all existing activities so that it is easier to carry out the tasks in education, one of which is to arrange programs in the school because the principal has a full role in all activities / activities carried out in the school. . there are three types of basic skills that must be owned by the principal as a leader, education namely technical skills, communication skills (human relations skills) and conceptual skills.Keywords: Attitudes, Professionals, and Tasks
MANAGEMENT MODEL WITH BY IN MODEL PENGELOLAAN DENGAN PELIBATAN MASYARAKAT ADAT PADA KAWASAN TAMAN NASIONAL RAWA AOPA KABUPATEN BOMBANA Nur, Jabal; Intan, Nur
Jurnal Ius Constituendum Vol 2, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.574 KB) | DOI: 10.26623/jic.v2i2.658

Abstract

MANAGEMENT MODEL WITH BY IN MODEL PENGELOLAAN DENGAN PELIBATAN  MASYARAKAT ADAT  PADA KAWASAN TAMAN NASIONAL RAWA AOPA KABUPATEN BOMBANA Jabalnur dan Nur IntanThe School of Law, University of Halu Oleo, Kendari, Indonesia  Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi kawasan Taman Nasional Rawa Aopa yang merupakab bagian wilayah masyarakat adat Moronene Hukaea Laea dan merumuskan model pengeloaan dengan pelibatan masyarakat adat sebagai pelestarian kearifan local pada kawasan Taman Nasional Rawa Aopa. Berdasar hasil penelitian tersebut dapat dijadikan indikator dan acuan dalam mengatasi permasalahan dalam pengelolaan kawasan taman nasional.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan normatif empiris karena dianggap paling tepat untuk merumuskan model pengelolaan dengan pelibatan masyarakat adat pada kawasan Taman Nasional Rawa Aopa dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pengelolaan kawasan taman nasional serta menganalisis fenomena yang ada di lapangan sehingga akan diperoleh suatu strategi dalam pengelolaan taman nasional. Kata Kunci : Pengelolaan, Masyarakat Adat, Kawasan Taman Nasional          VOLVING INDIGENOUS PEOPLE IN THE NATIONAL PARK AREAS OF RAWA AOPA BOMBANA DISTRICT                                                     Jabalnur and Nur IntanThe School of Law, University of Halu Oleo, Kendari, Indonesia                                                                 AbstractThe purpose of this research is to identify Rawa Aopa National Park area which is part of indigenous community of Moronene Hukaea Laea and to formulate model of management by involving indigenous community as preservation of local wisdom in Rawa Aopa National Park area. Based on the results of the study, it can be used as indicators and references in overcoming problems in the management of the park area.The method used in this research was the type of descriptive qualitative research with the empirical normative approach. Since it is considered most appropriate to formulate the management model with the involvement of indigenous peoples in the area of Rawa Aopa National Park with reference to legislation regulating the management of national park area and analyze the phenomenon that exist in the field, so that it will obtain a strategy in the management of national parks.Keywords: Management, Indigenous Peoples, National Park Area
Kepala Sekolah dan Kualitas Sikap pada Tugas Nur, Jabal
Shautut Tarbiyah Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.818 KB)

Abstract

Abstrak            Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah.  Dalam pengembangan lembaga pendidikan  dibutuhkan seorang pemimpin sebagai pemegang tanggung jawab utama,  pemimpin pendidikan adalah orang yang penuh  dengan kegiatan (aktif), hampir seluruh kegiataannya adalah mengambil keputusan yang semuanya dilakukan dalam rangkaian pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tuntutan profesionalitas kerja menjadi  salah satu  barometer keberhasilan dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya, selain itu  dibutuhkan pula penguasaan ilmu  pengetahuan  dan  kemampuan manajemen. Pengetahuan mengenai suatu obyek tidak sama dengan sikap  terhadap objek itu. Pengetahuan saja belum menjadi penggerak, seperti halnya pada sikap, pengetahuan mengenai subyek baru menjadi attitude terhadap subyek tersebut apabila pengetahuan itu disertai dengan kesiapan untuk bertindak sesuai dengan pengetahuan terhadap suatu obyek. Untuk itu kepala sekolah harus mampu mengarahkan dan mengkoordinir segala kegiatan yang ada sehingga memudahkan melaksanakan tugas-tugas yang ada dalam pendidikan yang salah satunya adalah menyusun program-program yang ada di sekolah karena kepala sekolah berperan penuh terhadap seluruh kegiatan/aktifitas yang dilakukan di dalam sekolah. ada tiga jenis ketrampilan pokok yang harus dimiliki oleh kepala sekolah sebagai pemimpin, pendidikan yaitu ketrampilan teknis (technical skill), ketrampilan berkomunikasi (human relations skill) dan ketrampilan konseptual (conceptual skill).Kata kunci: Sikap , Profesional, dan TugasAbstract            The principal is an education leader who has a very large role in developing the quality of education in schools. In the development of educational institutions, it takes a leader as the main holder of responsibility, education leaders are people who are full of activities (active), almost all of their activities are to make decisions that are all carried out in a series of goals that have been previously set. The demands of work professionalism are one of the barometers of success in carrying out their leadership duties, in addition to that, mastery of knowledge and management capabilities is also needed. Knowledge of an object is not the same as attitude towards that object. Knowledge alone has not become a driver, as in attitude, knowledge about new subjects becomes attitude towards the subject if that knowledge is accompanied by readiness to act in accordance with the knowledge of an object. For this reason, the principal must be able to direct and coordinate all existing activities so that it is easier to carry out the tasks in education, one of which is to arrange programs in the school because the principal has a full role in all activities / activities carried out in the school. . there are three types of basic skills that must be owned by the principal as a leader, education namely technical skills, communication skills (human relations skills) and conceptual skills.Keywords: Attitudes, Professionals, and Tasks
ANALISIS DAN SIMULASI PENGEMBANGAN JARINGAN WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER PADA UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN Nur, Jabal; Samliomart, Ratny
JURNAL INFORMATIKA Vol 8, No 1 (2019): JURNAL INFORMATIKA
Publisher : Prodi Teknik Informatika Unidayan Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.204 KB)

Abstract

Universitas Dayanu Ikhsanuddin merupakan Universitas swasta pertama di Pulau Buton, terletak di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Seiring dengan perjalanannya, Universitas Dayanu Ikhsanuddin terus berbenah untuk meningkatkan kapasitasnya, melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Dosen, Manajemen, kegiatan mahasiswa, penelitian dan publikasi, serta perbaikan sarana dan prasarana kampus. Salah satu syarat terbentuknya sistem digital yang saling terintegrasi ini adalah adanya jaringan komputer yang akan menghubungkan gedung Rektorat dan seluruh gedung yang ada di Universitas Dayanu Ikhsanuddin dalam pengembangan jaringan komputer nantinya..Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun simulasi infrastruktur jaringan komputer Universitas Dayanu Ikhsanuddin yang akan menghubungkan tiap-tiap gedung menggunakan simulasi Cisco Packet Tracer. Metode pengujian yang dalam penelitian ini menggunakan metode Ping Test dan Add Simple Protocol Data Unit (PDU) yang didasarkan pada tes koneksi dengan Command Prompt yang ada pada sistem. Penelitian ini menghasilkan simulasi telah dapat menghubungkan perangkat-perangkat jaringan komputer pada gedung-gedung di Unidayan dan berhasil mengirim informasi pada setiap perangkat jaringan komputer yang tersebar serta berguna untuk pemeliharaan dalam pengembangan jaringan komputer di Unidayan.Kata Kunci : Analisis Jaringan, Cisco Paket Tracker, Wireless LAN
APLIKASI KRIPTOGRAFI KEAMANAN DATA MENGGUNAKAN ALGORITMA BASE64 Azlin, Azlin; Musadat, Fithriah; Nur, Jabal
JURNAL INFORMATIKA Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Informatika
Publisher : Prodi Teknik Informatika Unidayan Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.715 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang keamanan data  dimana keamanan data merupakan salah satu hal yang selayaknya diberikan perhatian yang lebih, khususnya bagi pemakai yang senantiasa melakukan proses sharing data ataupun pesan teks yang bersifat rahasia. Sistem pengamanan data yang lazim digunakan adalah password yang terdiri dari beberapa karakter. Sistem pengamanan tersebut masih mengalami kendala dalam mengamankan data. Salah satunya password mudah diretas karena mudah ditebak atau jumlah karakter yang minim. Kerahasiaan data yang tidak memiliki sistem keamanan masih sangat mudah di akses oleh pihak yang tidak berkepentingan yang akibatnya data atau pesan teks tersebut dapat disalahgunakan. Untuk mengamankan dan menjaga kerahasiaan data aplikasi dibuat dengan menggunakan kriptografi algoritma base64. Algoritma base64 merupakan salah satu algoritma untuk encoding dan decoding dalam format ASCII,yang didasarkan pada bilangan dasar 64 bit atau salah satu metode yang digunakan untuk melakukan encoding terhadap  data binary. Dari proses pengujian pada aplikasi kriptografi algoritma Base64 dapat di simpulkan bahwa algoritma base64 mampu melakukan pengamanan data text dengan mengenkripsi file text menjadi sebuah karakter acak dan mengembalikan data text dengan cara mendeskripsi dari hasil enkripsi menjadi file text kebentuk semula tanpa merubah keasliannya.Kata Kunci : Aplikasi, Algoritma Base 64, Data
Kepala Sekolah Dan Kualitas Sikap pada Tugas Nur, Jabal
Shautut Tarbiyah Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/str.v24i2.1172

Abstract

Abstrak            Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah.  Dalam pengembangan lembaga pendidikan  dibutuhkan seorang pemimpin sebagai pemegang tanggung jawab utama,  pemimpin pendidikan adalah orang yang penuh  dengan kegiatan (aktif), hampir seluruh kegiataannya adalah mengambil keputusan yang semuanya dilakukan dalam rangkaian pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tuntutan profesionalitas kerja menjadi  salah satu  barometer keberhasilan dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya, selain itu  dibutuhkan pula penguasaan ilmu  pengetahuan  dan  kemampuan manajemen. Pengetahuan mengenai suatu obyek tidak sama dengan sikap  terhadap objek itu. Pengetahuan saja belum menjadi penggerak, seperti halnya pada sikap, pengetahuan mengenai subyek baru menjadi attitude terhadap subyek tersebut apabila pengetahuan itu disertai dengan kesiapan untuk bertindak sesuai dengan pengetahuan terhadap suatu obyek. Untuk itu kepala sekolah harus mampu mengarahkan dan mengkoordinir segala kegiatan yang ada sehingga memudahkan melaksanakan tugas-tugas yang ada dalam pendidikan yang salah satunya adalah menyusun program-program yang ada di sekolah karena kepala sekolah berperan penuh terhadap seluruh kegiatan/aktifitas yang dilakukan di dalam sekolah. ada tiga jenis ketrampilan pokok yang harus dimiliki oleh kepala sekolah sebagai pemimpin, pendidikan yaitu ketrampilan teknis (technical skill), ketrampilan berkomunikasi (human relations skill) dan ketrampilan konseptual (conceptual skill). Kata kunci: Sikap , Profesional, dan TugasAbstract            The principal is an education leader who has a very large role in developing the quality of education in schools. In the development of educational institutions, it takes a leader as the main holder of responsibility, education leaders are people who are full of activities (active), almost all of their activities are to make decisions that are all carried out in a series of goals that have been previously set. The demands of work professionalism are one of the barometers of success in carrying out their leadership duties, in addition to that, mastery of knowledge and management capabilities is also needed. Knowledge of an object is not the same as attitude towards that object. Knowledge alone has not become a driver, as in attitude, knowledge about new subjects becomes attitude towards the subject if that knowledge is accompanied by readiness to act in accordance with the knowledge of an object. For this reason, the principal must be able to direct and coordinate all existing activities so that it is easier to carry out the tasks in education, one of which is to arrange programs in the school because the principal has a full role in all activities / activities carried out in the school. . there are three types of basic skills that must be owned by the principal as a leader, education namely technical skills, communication skills (human relations skills) and conceptual skills. Keywords: Attitudes, Professionals, and Tasks