Elfi Indrawanis, Elfi
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS USAHA AGROINDUSTRI KERIPIK TEMPEDI DESA SUMBER DATAR KECAMATAN SINGINGIKABUPATEN KUANTAN SINGINGI (STUDI KASUS PADA USAHA KERIPIK TEMPE DJOKAM) Nugroho, Febry; Jamalludin, Jamalludin; Indrawanis, Elfi
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.296

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Samber Datar Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan, efesiensi usaha R/C dan untuk mengetahui BEP produksi dan BEP harga pada usaha Agroindustri Keripik Tempe Djokam di Desa Sumber Datar Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendapatan keripik tempe djokam Rp 425.327/produksi dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 574.673, yang terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap, nilai R/C sebesar 1,74, artinya setiap biaya yang dikeluarkan 1 rupiah maka diperoleh penerimaan sebesar 1,74 rupiah atau keuntungan sebesar 0,74 rupiah dan Break Even Poin produksi dengan total biaya sebesar Rp 574,673, maka harus memproduksi sebanyak 11,49 Kg dengan harga jualnya Rp 50.000, agar mencapai titik impas. Break Even Poin harga  dengan biaya sebesar Rp 574.673 maka Agroindustri Keripik Tempe harus memproduksi sebanyak 20 Kg dengan harga jual sebesar Rp 28.733, supaya mencapai titik impasnya.Kata Kunci : Agroindustri; Keripik Tempe; Pendapatan; R/C Ratio; BEP ABSTRACTThis research was conducted in Samber Datar Village, Singingi Subdistrict, Kuantan Singingi District. This study aims to determine the amount of revenue, efficiency of the R / C business and to determine the production BEP and price BEP in the Agroindustry of Tempe Djokam chips in Sumber Datar Village, Singingi District, Kuantan Singingi District. The results of this study indicate that the income of tempe chips djokam Rp 425,327 / production with a total cost incurred in the amount of Rp 574,673, consisting of fixed costs and variable costs, R / C value of 1.74, meaning that each cost incurred 1 rupiah is obtained revenue of 1.74 rupiahs or profit of 0.74 rupiahs and Break Even Points of production with a total cost of Rp 574,673, it must produce as much as 11.49 kg with a selling price of Rp 50,000, in order to break even. Break Even Price point at a cost of Rp 574,673 then the Tempe Chips Agroindustry must produce 20 kg with a selling price of Rp 28,733, in order to break even.Keywords: Agro-industry; Tempe Chips; Revenue; R / C Ratio; BEP
ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI TAHU DI DESA KUANTAN SAKO KECAMATAN LOGAS TANAH DARAT KABUPATEN KUANTAN SINGINGI (STUDI KASUS PADA USAHA AGROINDUSTRI TAHU MBAK RUBINGAH) Pebriansyah, Fajar; Indrawanis, Elfi; Mahrani, Mahrani
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 1: Juni 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i1.270

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan di Desa Kuantan Sako Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi, yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kelayakan secara finansial (NPV, Net B/C, PR, PBP dan BEP) usaha agroindustri tahu di Desa Kuantan Sako Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi. Hasil Penelitian Analisis kelayakan Agroindustri Tahu Mbak Rubingah di Desa Kuantan Sako Kecamatan Logas Tanah Darat berdasarkan Net Present Value (NPV), Net B/C Ratio dan Profitability Ratio memiliki nilai positif dimana Agroindustri Tahu Mbak Rubingah sangat layak untuk dijalankan, hal ini dapat diihat pada nilai Net Present Value (NPV) adalah Rp 2.303.553.375.31, nilai Net B/C Ratio sebesar 1.85, nillai Profitability Ratio sebesar 28.96 yang bergerak positif. Untuk Pay Back Period (PBP) Agroindustri Tahu Mbak Rubingah pada 2 bulan 28 hari. Sedangkan Break Event Point (BEP) Agroindustri Tahu Mbak Rubingah pada 2 tahun 6 bulan.Kata Kunci : Agroindustri Tahu; Kuantan Sako; Studi Kelayakan Usaha ABSTRACTThis research was conducted in Kuantan Sako Village, Logas Tanah Darat District, Kuantan Singingi Regency, which was held from February to April 2019. The purpose of this study was to determine the financial feasibility analysis (NPV, Net B / C, PR, PBP and BEP) tofu agroindustry in Kuantan Sako Village, Logas Tanah Darat District, Kuantan Singingi Regency. The research results of the feasibility analysis of Tahu Agroindustri Mbak Rubingah in Kuantan Sako Village, Logas Tanah Darat District based on the Net Present Value (NPV), Net B / C Ratio and Profitability Ratio have positive values where Tahu Agroindustri Mbak Rubingah is very feasible to run, this can be seen in The Net Present Value (NPV) value is Rp 2.303.553.375.31, the Net B / C Ratio value is 1.85, and the Profitability Ratio is 28.96 which is positive. Tofu Agroindustry Pay Back Period (PBP) Mbak Rubingah at 2 months 28 days. While the Break Event Point (BEP) of Tofu Agroindustry Mbak Rubingah at 2 years 6 months.Keywords: Tofu Agroindustry; Kuantan Sako; Business Feasibility Study
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI MELALUI TEKNIK BUDIDAYA DAN PUPUK KOMPOS JERAMI Ezward, Chairil; Indrawanis, Elfi; Seprido, Seprido; Mashadi, Mashadi
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada sawah irigasi di Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar. Penelitian dilaksanakan bulan September 2016 sampai dengan Februari 2017. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya, dan dosis pupuk kompos untuk meningkatkan produksi padi. Rancangan yang digu-nakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor, yaitu Faktor pertama berbagai teknik budidaya (T) terdiri dari : T1= Teknik konvensional (biasa); T2= Jejar Legowo 4: 1; T3= Jejar Legowo 2:1. Faktor kedua berbagai dosis pupuk kompos jerami padi (P) yaitu : P0 = Kontrol (Tanpa pupuk kompos), P1 = pupuk kompos 20 ton ha-1, P2 = pupuk kompos 30 ton ha-1, P3 = pupuk kompos 40 ton ha-1. Berdasarkan hasil penelitian perlakuan teknik budidaya secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter pengamatan jumlah anakan (17,86 batang), umur panen (135,83 HSS), jumlah anakan produktif (20,69 batang) dan berat gabah kering (860,58 g plot-1). Sedangkan pupuk kompos jerami padi secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter umur panen (135,78 HSS) dan berat gabah kering (783,00 g plot-1). Interaksi teknik budidaya dengan pupuk kompos jerami padi memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.
UJI KOMPOS SLUDGE DAN PUPUK SP-36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus. L) Bestari, R.Mirta; Indrawanis, Elfi; Ezward, Chairi
Jurnal Pertanian UMSB: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Pertanian Vol 2, No 1 (2018): Vol 2 No 1 Desember 2018
Publisher : Jurnal Pertanian UMSB: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompos sludge dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu faktor M (kompos sludge) terdiri dari 4 taraf : M0 (kontrol) M1 (pemberian 240 g/plot) M2 (pemberian 480 g/plot) M3 (pemberian 720 gr/plot). Faktor D (pupuk SP-36) terdiri dari 4 taraf : D0 (kontrol) D1 (pemberian 0,34 g/tanaman) D2 (pemberian 0,69 g/tanaman) D3 (pemberian 1,03 gr/tanaman). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemberian perlakuan kompos sludge (M) secara tunggal memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, perlakuan terbaik M2 (480g/plot) yaitu (28,88 cm), umur berbunga tercepat pada perlakuan M3 (35,78 hst), dan umur panen M3 (58.50 hst), jumlah polong M3 (35,97 buah) dan berat berat biji kering M3 (7,09 g/tanaman). Pemberian perlakuan pupuk SP-36 secara tunggal memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dengan perlakuan terbaik D3 (1.03 g/tanaman) yaitu (28,17 cm), umur berbunga pada perlakuan D3 (35,86 hst), umur panen pada perlakuan D2 (59,50 hst), jumlah polong D3 (26,75 buah), dan berat biji kering tedapat pada perlakuan D3 (6.10 g/tanaman). Pemberian perlakuan interaksi kompos sludge dan pupuk SP-36 berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan kecuali pada pengamatan umur muncul bunga. Perlakuan terbaik tinggi tanaman M2D3 (58.00 cm), umur panen M3D2 (58.00), jumlah polong M3D2 (38.67 buah),dan berat biji M3 D2 (7.67 g/tanaman).Kata kunci : kompos sludge, pupuk SP-36, kacang hijau
UJI KOMPOS SLUDGE DAN PUPUK SP-36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus. L) Bestari, R.Mirta; Indrawanis, Elfi; Ezward, Chairi
Jurnal Pertanian UMSB: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Pertanian Vol 2, No 1 (2018): Vol 2 No 1 Desember 2018
Publisher : Jurnal Pertanian UMSB: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/pertanian umsb.v2i1.1150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompos sludge dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu faktor M (kompos sludge) terdiri dari 4 taraf : M0 (kontrol) M1 (pemberian 240 g/plot) M2 (pemberian 480 g/plot) M3 (pemberian 720 gr/plot). Faktor D (pupuk SP-36) terdiri dari 4 taraf : D0 (kontrol) D1 (pemberian 0,34 g/tanaman) D2 (pemberian 0,69 g/tanaman) D3 (pemberian 1,03 gr/tanaman). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemberian perlakuan kompos sludge (M) secara tunggal memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, perlakuan terbaik M2 (480g/plot) yaitu (28,88 cm), umur berbunga tercepat pada perlakuan M3 (35,78 hst), dan umur panen M3 (58.50 hst), jumlah polong M3 (35,97 buah) dan berat berat biji kering M3 (7,09 g/tanaman). Pemberian perlakuan pupuk SP-36 secara tunggal memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dengan perlakuan terbaik D3 (1.03 g/tanaman) yaitu (28,17 cm), umur berbunga pada perlakuan D3 (35,86 hst), umur panen pada perlakuan D2 (59,50 hst), jumlah polong D3 (26,75 buah), dan berat biji kering tedapat pada perlakuan D3 (6.10 g/tanaman). Pemberian perlakuan interaksi kompos sludge dan pupuk SP-36 berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan kecuali pada pengamatan umur muncul bunga. Perlakuan terbaik tinggi tanaman M2D3 (58.00 cm), umur panen M3D2 (58.00), jumlah polong M3D2 (38.67 buah),dan berat biji M3 D2 (7.67 g/tanaman).Kata kunci : kompos sludge, pupuk SP-36, kacang hijau