Rostina Sundayana, Rostina
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGGUNAAN ALAT PERAGA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DALAM MEMAHAMI KONSEP BENTUK ALJABAR PADA SISWA KELAS VIII DI SMPN 2 PASIRWANGI Nugraha, Agah; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The results showed the existence of differences in the ability to understand the form of algebraic operations/between the lesson that students using props with which do not use props (t hitung > t tabel, price thitung =3,486, price ttabel = 2,686). Test results showed that the normalized gain an average increase in the learning outcomes of the experimental class is middle category (g= 0,619 ) and control class is low category (g = 0,415). Based on the supporting data in the form of observation and question form, assisted learning props more enjoyable and easy to understand. ABSTRAK Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kemampuan dalam memahami bentuk/operasi aljabar antara siswa yang pembelajarannya menggunakan alat peraga dengan yang tidak menggunakan alat peraga (thitung > ttabel, harga thitung = 3,486, harga ttabel = 2,686). Hasil uji gain ternormalisasi menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan hasil pembelajaran dari kelas eksperimen berkatagori sedang (g = 0,619) dan kelas kontrol berkatagori rendah (g = 0,415). Berdasarkan data pendukung berupa observasi dan angket, pembelajaran dengan dibantu alat peraga lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PRAKTIKUM ANALISIS DATA STATISTIK Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penelitian merupakan salah satu bagian dari tridharma perguruan tinggi, sehingga baik mahasiswa maupun dosen berkewajiban untuk melakukan kegiatan penelitian tersebut. Dalam melakukan penelitian, salah satu kegiatan peneliti adalah harus melakukan analisis data statistik. Kenyataan di lapangan pengolahan data ini masih dianggap hal yang sulit, sehingga perlu diupayakan jalan keluarnya untuk mengatasi persoalan tersebut. Dalam penelitian ini diungkap mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam melakukan praktikum analisis data statistika, diantaranya faktor kesiapan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan, kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah statistik secara teoritik, kualitas proses pembelajaran, dan tanggapan mahasiswa mengenai sarana dan prasarana laboratorium komputer. Dari hasil penelitian ini terungkap bahwa: dari masing-masing faktor tersebut berpengaruh secara signifikan dengan besar pengaruh sebagai berikut: 1) pengaruh kesiapan mahasiswa terhadap kemampuan praktikum sebesar 22,2%; 2) pengaruh kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah statistik secara teoritik terhadap kemampuan praktikum sebesar 19,2%; 3) pengaruh kualitas proses pembelajaran perkuliahan praktikum analisis data statistika terhadap kemampuan praktikum sebesar 28,9%; serta 4) pengaruh tanggapan mahasiswa mengenai kondisi sarana dan prasarana laboratorium komputer yang digunakan untuk pelaksanaan praktikum terhadap kemampuan praktikum sebesar 30,6%; Adapun pengaruh secara simultan dari keekmpat faktor yang diteliti sebesar 96,4%.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN SIKAP SISWA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE AIR DAN PROBING-PROMPTING Azizah, Gina Nur; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Matematika masih dianggap sulit bagi kebanyakan siswa. Hal itu menyebabkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah penerapan model pembelajaran yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji perbedaan pencapaian dan kualitas peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis serta sikap siswa antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) dengan tipe Probing-Prompting. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan berbentuk soal uraian, angket, dan lembar observasi. Materi yang digunakan adalah Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV). Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII di SMPN 2 Garut tahun ajaran 2015/2016 dengan sampel kelas yang dipilih yaitu kelas VIII-D dan kelas VIII-E dengan jumlah masing-masing 36 siswa. Dari hasil penelitian, diperoleh kemampuan awal dan kemampuan akhir siswa menghasilkan pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis yang sama, namun peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis pada kelas AIR mendapatkan peningkatan yang sedang, sedangkan pada kelas Probing-Prompting mendapatkan peningkatan yang tinggi. Adapun sikap siswa terhadap kedua model pembelajaran menghasilkan respon yang sama yaitu tergolong baik. Abstract Mathematics is still considered difficult for many students. This leads to students mathematical problem solving skill remains low. One of reasons is the implementation of inappropriate learning model. Therefore, this study aims to analyze the differences of students achievement and quality in mathematical problem solving skill enhancement as well as students attitudes between those who received Auditory Intellectually Repetition (AIR) cooperative learning and those who received Probing-Prompting type. The research method used in this study was quasi-experimental method. Meanwhile, the research instruments used in this study were test, questionnaire, and observation sheet. Material used was the linear equation of two variables (PLDV). The population in this study was all VIII-grade students in Garut Junior High School academic year 2015/2016 with two classes selected as sample. The classes used as sample were VIII-D class and VIII-E class with 36 students respectively for each class. Based on the results of this study, it was found that the students prior and final mathematical problem skills produced similar achievement. However, the increase of students mathematical problem solving skills in AIR class achieved medium increase. Meanwhile, in Probing-Prompting class the increase was high. Then, students attitudes towards both learning models produced similar responses. The responses could be categorized as good.
Kaitan antara Gaya Belajar, Kemandirian Belajar, dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Pelajaran Matematika Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada umumnya kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP masih rendah. Guru sebagai pelaksana kegiatan belajar mengajar, menjadi faktor utama yang menjadi penyebab masalah tersebut terjadi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah menciptakan suasana belajar yang cocok dengan jenis gaya belajar siswa (auditorial, visual, ataupun kinestetik), sehingga diharapkan tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Tarogong Kidul kelas IX pada tahun ajaran 2015-2016 semester ganjil. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian eksplanatif komparatif-asosatif. Dari hasil penelitian terungkap bahwa: 1) Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematik, antar siswa ditinjau dari jenis gaya belajarnya. 2) Tidak terdapat perbedaan tingkat kemandirian belajar matematika antar siswa ditinjau dari gaya belajarnya. 3) Kemandirian belajar siswa mempengaruhi tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa setiap siswa, baik yang mempunyai gaya belajar auditorial, visual, ataupun kinestetik mempunyai tingkat kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematik yang sama. Selain itu, diketahui pula bahwa semakin tinggi tingkat kemandirian belajar siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. ABSTRACT In general, independent learning and problem solving ability mathematics junior high school students is still low. Teachers practice teaching and learning activities, the main factor that causes the problem from happening. One of the efforts that teachers can do is to create a learning environment that matches the kind of student learning styles (auditory, visual, or kinesthetic), so hopefully learning objectives can be achieved effectively. This research was conducted in Tarogong South Junior High School 2 class IX in odd semester of school year 2015-2016. The method used in the form of comparative research explanation-associative. From the results of the study revealed that: 1) There is no difference in mathematical problem solving skills, among students in terms of the type of learning style. 2) There is no difference in the level of independence of learning mathematics among students in terms of learning styles. 3) Independence of student learning affects the level of students mathematical problem solving ability. From the results of these studies indicate that each student, both of which have auditory learning style, visual, or kinesthetic have this level of independent learning and problem solving skills the same mathematical. In addition, it is also known that the higher the level of independence of student learning, the higher the students mathematical problem solving ability.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA DOMAT Komariah, Imas; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebagian besar siswa SMP menganggap bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dipelajari dan membosankan. Salah satu penyebabnya adalah karena matematika bersifat abstrak serta pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat. Hal ini menjadi tantangan bagi para guru matematika untuk dapat menggunakan media pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif belajar matematika, sehingga para siswa merasa senang belajar matematika. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan media permainan DOMAT dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX-A SMP Negeri 2 Tarogong Kidul. Adapun hasil penelitian ini adalah pada siklus I belum menunjukkan tercapainya indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu jumlah siswa yang aktif sebanya 75% (27 orang). Artinya, pelaksanaan tindakan pada siklus pertama belum berhasil dan harus dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan perbaikan tindakan yang dianggap menjadi penyebab ketidakberhasilan. Pada siklus II sudah menunjukkan tercapainya indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan, yaitu jumlah siswa yang aktif pada setiap pertemuan 75%. Artinya, pelaksanaan tindakan pada siklus II sudah berhasil. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media permainan domat merupakan salah satu cara atau strategi untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci: Aktivitas belajar, Domino Matematika. Abstract Most junior high school students consider that math is a difficult subject to learn and bore. One reason is that mathematics is abstract and the choice of less precise learning method. It is a challenge for math teachers to be able to use instructional media that can involve students actively learning math, so that students feel happy learning math. The purpose of this classroom action research is to find out whether the use of DOMAT game media can improve the learning activity of grade IX-A students of SMP Negeri 2 Tarogong Kidul. The results of this study is that in cycle I has not shown the achievement of the established success indicators, ie the number of active students sebanya 75% (27 people). That is, the implementation of the action in the first cycle has not been successful and should proceed to the next cycle with the improvement of the action considered to be the cause of the unsuccessfulness. In the second cycle has shown the achievement of a predetermined success indicator, ie the number of students who are active at each meeting 75%. That is, the implementation of action in cycle II has been successful. Thus it can be concluded that the use of domat game media is one way or strategy to increase student activity in learning mathematics. Keyword: Learning Activities, Domino Mathematics.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI STATISTIKA MELALUI PEMBERIAN PRAKTIKUM PENGOLAHAN DATA BERBANTUAN KOMPUTER PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP GARUT Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general students assume that statistics is scary enough course because the material requires a lot of counting. The purpose of this research is to compare Statistical communication ability between students who received MS Excel with students who received SPSS. The research method is experiment method by taking two classes as research samples. The first experiment class received MS Excel and the second experiment class received SPSS. The research materials include two test average of the dependent samples, two test average of independent samples, one way ANOVA test, regression , and simple correlation. The research results by using independent t-test, one way ANOVA, two way ANOVA, as well as further Post Hoc test using Tukey HSD test with significant level of 0.05 conclude that : 1) Statistical communication ability of students who got MS Excel was better than those who got SPSS. 2) The increase in statistical communication ability of students who got MS Excel is better than those who got SPSS. 3) The increasing achievement of statistical communication, based on students early capability (low, average, high), of those students who got MS Exce was better than those who got SPSS for the students who have low and average level. For students who have high level there was no significant difference in students who got MS Excel than those who got SPSS. 4) There was no interactive influence between learning model given and students early capability toward statistical communication ability.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG MENDAPATKAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN METAKOGNITIF Al-Siyam, Egi; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is based on the fact that the understanding abilities of student mathematics o is low. The Purpose of this research was to know the mathematics comparison result mathematics understanding ability between the students get Contextual Teaching and Learning (CTL) and metacognitive. The research method is used quasi experiment, with a significant level of 1%. After perform posttest of can taken by conclusion that mathematics understanding ability between students’ who getting Contextual Teaching and Learning (CTL) as the same ability degree as metacognitive learning. Abstrak: Penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya fakta bahwa kemampuaan pemahaman matematika siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil perbandingan kemampuan pemahaman matematika antara siswa yang mendapatkan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Metakognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan taraf signifikan 1%. Setelah melakukan tes akhir dapat diambil kesimpulan kemampuan pemahaman matematika antara siswa yang mendapatkan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) mempunyai tingkat kemampuan yang sama dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran Metakognitif.
PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS ANTARA SISWA YANG MENDAPATKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E DENGAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION Maulani, Leni; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis dan peningkatannya antara siswa yang mendapatkan model pembelajaranLearning Cycle 5Edengan STAD. Populasi pada penelitian ini adalahsiswa kelasVIII di MTs Al-Musthofa tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari empat kelas dengan jumlah siswa 141 orang. Sampel diambil 63 siswa dari dua kelas, yaitu: kelas VIII-B menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5Edan kelas VIII-D menggunakan model pembelajaran STAD.Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan komunikasi matematis, angket skala sikap, dan lembar observasi.Hasil penelitian untuk data tes akhir dan Gain Ternormalisasi diperoleh bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi dan peningkatannya antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan STAD, dengan kualitas peningkatan keduanya berinterpretasi sedang.Sikap siswa yang mendapatkan model pembelajaran Learning Cycle 5Edan STAD menunjukan sikap dengan interpretasi baik. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis, Learning Cycle 5E, STAD. Abstract The research aim is to find the difference of mathematical communication ability and the improvement between students who get Learning Cycle 5E learning model with Student Teams Achievement Division (STAD). The population of the research were 8th grade students atMTs Al-Musthofa academic year 2015/2016 from four classes with total participants were 141 students. The sample took from 63 students from two classes, there were: VIII-Bclass that using Learning Cycle 5E learning model dan VIII-Dclass that usingSTAD learning model. The instrument was the mathematical communication ability test, attitude scale questionnaires and observations sheets. The result of the research of the final test and Normality Gain were that was the difference of mathematical communication ability and the improvement between students who get Learning Cycle 5E learning model with STAD, with the improvement quality of the both learning model interpreted average. The student attitude of the both learning model result interpreted good. Keyword: Mathematical Communication Ability, Learning Cycle 5E, STAD.
Pembuatan Sistem Informasi Pemesanan Beras Berbasis SMS Gateway Sutrio, Rudi; Sundayana, Rostina; Kurniadi, Dede
Jurnal Wawasan Ilmiah Vol 4, No 9 (2013): Jurnal Wawasan Ilmiah
Publisher : AMIK Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.887 KB)

Abstract

Dewasa ini kecepatan serta ketepatan dalam bekerja merupakan hal yang menjadi tuntutan etos kerja. Teknologi hadir untuk memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat terhadap suatu masalah yang dihadapi. Salah satunya adalah adanya SMS gateway yang telah banyak diimplementasikan pada aplikasi bisnis. Sebagai peningkatan pelayanan kepada konsumen kecepatan, ketepatan, efisiensi merupakan standar kriteria yang harus ada pada setiap aktifitas masyarakat modern saat ini. Untuk mendapatkan kriteria tersebut dibutuhkan teknologi yang mendukung. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang sifatnya memudahkan konsumen bertransaksi. Penggunaan teknologi tersebut dapat diartikan dengan mengubah sistem pemesanan manual ke yang berbasis teknologi dan terkomputerisasi yaitu berbasis SMS gateway. Pemanfaatan layanan SMS gateway sebagai sarana layanan informasi dapat dijadikan sebuah alternatif kepada permasalahan masyarakat terkait layanan pemesanan. Layanan informasi tersebut salah satunya adalah layanan pemesanan beras pada toko beras PD. Saputra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem informasi pemesanan beras berbasis sms gateway berbasis desktop application. Adapun metode perancangan yang penulis gunakan adalah Rapid Application Development (RAD) atau Pengembangan Aplikasi Cepat (PAC). Terdiri dari 3 fase yaitu: perencanaan syarat-syarat, workshop desain PAC, dan implementasi. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis gunakan ialah analisis dokumen, observasi, dan wawancara.