Senja Putri Merona, Senja Putri
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

KOMBINASI TUTORIAL DENGAN METODE TANYA JAWAB UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIKA DI PERGURUAN TINGGI Merona, Senja Putri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah kombinasi tutorial tambahan dengan metode tanya jawab yang dapat meningkatkan pemahaman matematika mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan dalam 3 pertemuan. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang memprogram matakuliah Statistika Matematika pada semester genap 2015/2016. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan tutorial dengan tanya jawab yang dapat meningkatkan pemahaman matematika siswa adalah sebagai berikut: (1) Perencanaan: pada tahap ini dosen mempelajari bahan ajar, mengidentifikasi bagian yang dirasa sulit, dan menyusun strategi pembimbingan, (2) Persiapan: pada tahap ini dosen menyiapkan bahan ajar tambahan, menyiapkan soal-soal sederhana sebagai latihan dan analogi untuk menyelesaikan permasalahan serupa yang lebih kompleks, (3) Pelaksanaan: pada tahap ini dosen mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan mahasiswa dan melaksanakan tutorial untuk menyelesaikan kesulitan tersebut. Pelaksanaan tutorial dikombinasikan dengan tanya jawab dengan metode reinforcement dan prompting, dan (4) Evaluasi dan Penutup: pada tahap ini dosen melaksanakan konfirmasi untuk memastikan bahwa mahasiswa telah dapat mengatasi kesulitannya dan mememinta mahasiswa untuk mengerjakan tugas tambahan untuk memantapkan pemahamannya. Dari hasil tes akhir siklus diperoleh skor pemahaman matematika siswa pada siklus satu yaitu 42.86% dan 80.95% pada siklus kedua. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman matematika mahasiswa mengalami peningkatan. The purpose of this study is to describe the steps the combination of additional tutorials with question and answer method can improve student understanding of mathematics. This research is a classroom action research in two cycles. Each cycle carried out in three meetings. The subjects of this study are students Prodi FKIP Mathematics, University of Muhammadiyah Ponorogo program Mathematical Statistics courses in the second semester 2015/2016. The result showed that the implementation of the tutorial by questions and answers that can improve the understanding of mathematics students are as follows: (1) Planning: at this stage lecturers studying teaching materials, identify the part that is considered difficult, and strategize guidance, (2) Preparation: on this stage lecturers prepare supplementary instructional materials, prepare questions simple as exercise and analogy to resolve similar issues are more complex, (3) Implementation: at this stage lecturer identify and analyze the difficulties students and carry out the tutorial to resolve these difficulties. Implementation tutorial combined with a question and answer with the method of reinforcement and prompting, and (4) Evaluation and Closing: at this stage lecturers carry out a confirmation to ensure that students have been able to overcome the difficulties and mememinta students to perform additional tasks to solidify their understanding. From the end of the cycle test results obtained scores understanding of mathematics students in cycle one, namely 42.86% and 80.95% in the second cycle. This suggests that the increased student understanding of mathematics.
IbM Workshop Bisnis Online Media dan Alat Peraga Pembelajaran bagi Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Ekayanti, Arta; Suhendar, Uki; Merona, Senja Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 2, No 2 (2018): Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini memberikan bekal kemampuan berbisnis mahasiswa. Sehingga mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi untuk memasarkan karya tugas mahasiswa sendiri, terutama yang berbentuk alat peraga dan media pembelajaran. Pemecahan permasalahan tersebut dapat  dilakukan dengan menyelenggarakan lokakarya untuk memahamkan mahasiswa tentang perlunya memasarkan alat peraga dan media pembelajaran hasil karya tugas mahasiswa, menyelenggarakan workshop pengadaan sarana dan teknologi untuk memasarkan alat peraga dan media pembelajaran, serta menyelenggarakan pelatihan kepada mahasiswa tentang bagaimana melakukan bisnis online. Pada awalnya beberapa mahasiswa belum begitu memahami konsep workshop bisnis online tersebut, serta belum begitu berminat dengan bisnis online. Hal ini perlahan dapat teratasi ketika narasumber memberikan gambaran serta motivasi terkait bisnis online. Praktek bisnis online dengan membuka toko online berhasil dilaksanakan walaupun pada awalnya ada beberapa mahasiswa yang mengalami kesulitan, namun pada akhirnya beberapa toko online telah terbentuk. Bahkan dalam beberapa hari pantauan diperoleh dua toko online terbaik yaitu ginuks_lapak dan takrim_arrijal, yaitu toko online dengan barang yang dijual sesuai dengan ketentuan, jumlah pengunjung dan jumlah barang yang terjual relatif banyak.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Wardani, Verra Novia; Merona, Senja Putri
JURNAL SILOGISME : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/js.v1i2.274

Abstract

Mathematical communication is very important for mathematic learning. But, mathematic learning in school can’t increase mathematical communication. This research aims to describe the implementation of  problem based learning to enhance students mathematical communication know increase of the mathematical communication through problem based learning in class VII MTs. Maarif Balong Ponorogo.This research is a classroom action  research (CAR) conducted in two cycles. This research subject is the students of class VII B MTs. Ma’arif Balong Ponorogo. The data collection technique used is a test block, at the end of each cycle to measure mathematical communication and observation to evaluate the adherence of teachers and students activities. The results showed that mathematical communication increased from the first cycle to the second cycle after the  implementation of problem-based learning model. This score average has been increased in accordance with the indicator of the success that was determined by the researchers. Based on the analysis of learning process  through observation sheets of problem-based learning model showed that the average percentage activities of teachersand students activities increased from the first cycle to the second cycle. Keywords: Problem Based Learning, Mathematical Communication, Increase
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA POKOK BAHASAN DIMENSI DUA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMK AL-INABAH PONOROGO Okzolatavina, Dina; Merona, Senja Putri
EDUPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v2i2.150

Abstract

This research aimed to produce learning media using Macromedia Flash in subject discussion dimension 2. Other than that to find out the feasibility of interactive learning media based on criteria of validity, practicality and effectiveness. This learning media be developed because lack of student motivation and the absence of learning support media. This research is a development research. This development research use Plomp development model which consists 4 phases, there are (1) the initial investigation phase, (2) design phase, (3) realization/construction phase, (4) test, evaluation, and revision phase. The subject of the validity trial consisted of 1 media expert and 11 student of 11th grade multimedia SMK A-Inabah and for the subject of the effectiveness trial is 11 student of 11th grade multimedia SMK A-Inabah. Data collection tchniqyes using questionnaries. And the instruments used to collect data included media expert validation sheets, expert material validation sheet, teacher response questionnaire, student response questionnaire, and student learning motivation questionnaire on mathematics. Data analysis techniques are used to analyze validity and practicality in the form of quantitative data analysis and then converted to qualitative data. While to analyze the effectiveness of learning media using Wilcoxon non-parametric test. The result of this development study resulted that validity values of media experts and material experts meet the good criteria. For the practicality value from the teacher respondents meet the good criteria while from the students respondents meet the very well criteria. For the results of effectiveness shows that    and so  is rejected. Its means that students learning motivation after using media is better than students learning motivation before using the media. So that it can be concluded that the interactive learning media developed have fulfilled the validity, practicality, and effectiveness criteria
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PENALARAN MATEMATIS PADA MATAKULIAH FUNGSI KOMPLEKS Merona, Senja Putri; Santi, Erika Eka
FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 4, No 2 (2018): FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/fbc.4.2.17-26

Abstract

Kemampuan penalaran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari matematika. Dalam pengembangan kemampuan penalaran matematika di perguruan tinggi, setiap matakuliah sebaiknya menyisipkan konten penalaran ini dalam materi yang disampaikan. Salah satu cara pengembangan kemampuan penalaran ini dalam matakuliah fungsi kompleks adalah dengan memasukkan indikator kemampuan penalaran matematis dalam asesmen yang dilakukan.   Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan instrumen asesmen penalaran matematis pada matakuliah fungsi kompleks dan (2) menghasilkan instrumen asesmen penalaran matematis pada matakuliah fungsi kompleks. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Subyek penelitian ini adalah sebanyak 21 mahasiswa semester VI tahun akademik 2016/2017. Dari penelitian ini dapat dideskripsikan bahwa proses pengembangan instrumen asesmen penalaran matematis pada matakuliah fungsi kompleks ini berdasarkan teori McKenney (dalam Plomp, 2010: 18-19), yaitu (1) penelitian pendahuluan, yaitu menganalisis situasi (konteks) dan kebutuhan, meninjau literatur untuk menetapkan indikator kemampuan penalaran matematis, dan mengembangkan kerangka kerja penelitian untuk menghasilkan instrumen asesmen penalaran matematis; (2) pembuatan prototype, yaitu mengembangkan instrumen penalaran matematis berdasarkan indikator yang telah ditetapkan, merevisi instrumen awal yang telah dikembangkan melalui penilaian ahli; dan (3) penilaian, yaitu menguji coba instrumen yang telah dikembangkan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa instrumen asesmen penalaran matematis valid, praktis, dan efektif.
Experimentation the Influence of Problem-Based Learning Model on Critical Thinking Ability and Understanding the Mathematical Concept of Class VII MTs Setiawan, Rois Mahfud; Merona, Senja Putri
MEJ (Mathematics Education Journal) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Study Program of Mathematics Education University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.501 KB) | DOI: 10.22219/mej.v3i1.8414

Abstract

This study aimed to determine whether the problem based learning models was better than conventional learning models in terms of critical thinking and mathematics conceptual understanding. Based on observations at MTs-N Sampung Ponorogo, it was obtained that students’ mathematics conceptual understanding and critical thinking were quite low. This research was a quasi-experimental with the population students of class VII MTs-N Sampung Ponorogo. The sample was class VII A given a conventional learning model and class VII B given a problem-based learning model. Reasearch data was collected by using test. Pretest and postest was used to get preliminary and final data. Pretest data was analyzed by using t-test while posttest data was analyzed by using the Mann Withney U test. The results of this study were the students’ ability on critical thinking and matematical conceptual understanding used problem based learning models was better than students’ used conventional learning models
PENGGUNAAN MODUL STATISTIKA MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Merona, Senja Putri
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 7, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v7i1.1637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa semester 4 Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo melalui penggunaan modul dalam perkuliahan Statistika Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket kemandirian belajar siswa. Data ini kemudian dianalisis secara deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian ini ditarik kesimpulan bahwa dalam menggunakan modul agar dapat meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa dapat ditempuh melalui beberapa langkah yaitu:  (1) dosen menyiapkan modul dengan materi pokok tertentu, (2) dosen membagikan modul yang akan digunakan sebelum pelaksanaan perkuliahan (minimal 3 hari sebelum perkuliahan), (3) dosen meminta mahasiswa mempelajari modul yang diberikan, (4) pada proses perkuliahan, dosen menggunakan model pembelajaran tertentu dengan bahan ajar berupa modul yang telah diberikan sebelumnya. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebaiknya dosen tidak perlu menjelaskan materi secara lengkap, secukupnya saja untuk memancing usaha mahasiswa untuk mencari bahan belajar sendiri. Dosen juga perlu meminta mahasiswa mengumpulkan kembali modul yang sudah diisi untuk mengkonfirmasi pekerjaan mahasiswa sekaligus memberikan penilaian tambahan.
BERPIKIR REFLEKTIF SISWA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT DAN FIELD DEPENDENT Rahmawati, Sayyidah Umma; Merona, Senja Putri
EDUPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v3i2.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir reflektif siswa ditinjau dari gaya kognitif field independent dan field dependent. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun istrumen yang digunakan adalah Group Embedded Figure Test (GEFT), tes soal berpikir reflektif dan wawancara. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data Miles dan Huberman yang tediri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada indikator berpikir reflektif reacting terdapat kesamaan berpikir reflektif antara siswa field independent dan field dependent. Pada indikator berpikir reflektif comparing terdapat perbedaan dalam hal menghubungkan pengetahuan yang diberikan dengan pengetahuan yang dimiliki. Pada indikator berpikir reflektif contemplating terdapat perbedaan pada kemampuan mendeteksi kesalahan. Temuan lain dalam penelitian ini adalah bahwa siswa field independent menjelaskan jawabannya dengan detail dan rinci, cenderung menggunakan cara menghafal dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sedangkan siswa field dependent menjelaskan jawabannya secara umum, memiliki analisis yang baik dan menyukai cara yang telah ditetapkan