Articles

Found 16 Documents
Search

PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) ABILITY OF PRE SERVICE BIOLOGICAL TEACHERS BASED ON LESSON PLAN AND TEACHING PRACTICE Situmorang, Risya Pramana
EDUSAINS Vol 11, No 1 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v11i1.10988

Abstract

PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) KEMAMPUAN GURU BIASA PRA PELAYANAN BERBASIS RENCANA PELAJARAN DAN PRAKTEK PENGAJARAN AbstrakPenelitian ini mengidentifikasi empat aspek berbeda dari pengetahuan pedagogi dan tiga aspek dari pengetahuan materi, serta terkait di antara aspek-aspek PCK. Penelitian ini menunjukkan bahwa skor PCK calon guru biologi dalam menyusun rencana pelajaran dan praktik mengajar berada dalam kategori baik, dengan hasil persentase skor CK 70,83% (baik), hasil persentase skor PK 75,70% (baik), dan hasil persentase skor PCK 66,67% (sangat baik). Temuan dalam penelitian ini adalah kemampuan smahasiswa calon guru mulai berkembang mengenai PCK melalui cara penyampaian materi pelajaran biologi dengan menghargai ide-ide siswa sebelumnya dalam pembelajaran, meskipun kedalaman pemahaman bervariasi. Selain itu, hasil PCK menunjukkan banyak perkembangan dalam perancangan rencana pelajaran melalui pengetahuan konstruktivis. Pengembangan terhadap pengetahuan pedagogi, konten dan PCK berkaitan dengan keterampilan mengajar merupakan aspek yang sangat penting. Penggunaan rencana pelajaran yang mudah diakses dapat meningkatkan kemampuan PCK untuk mengembangkan prinsip-prinsip pedagogis. Meskipun pengembangan konten dan PCK terkait pedagogis, mungkin cukup untuk memungkinkan mahasiswa calon guru untuk membuat dan menghubungkan konteks materi pelajaran biologi yang memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kontekstual. AbstractThis study identified four distinct aspects of pedagogical knowledge and three aspects of content knowledge, as well as related among these PCK aspects. This study shows that the PCK scores of pre service biology teachers in preparing lesson plan and teaching practice are in good category, with result of CK score percentage 70.83% (good), result of PK score percentage 75.70% (good), and result of PCK score percentage 66.67% (very good). Finding in this study were pre service students ability about PCK began to develop an understanding of the way to deliver biology subject material that values students? prior ideas in learning, eventhough the depth of this understanding varied. In addition, PCK show as much growth in their lesson plan with respect to the constructing knowledge. In developing a pedagogy and content knowledge of PCK, relating to skills about teaching, appears to be critical. Using lesson plan that is simple accessible seems to increase PCK ability to develop pedagogical principles. Although development of content and pedagogical related PCK, it may be enough to allow pre-service student to create and relate the biology subject material contexts that facilitate students in contextual learning.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI JARINGAN TUMBUHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS XI IPA SMA Ariana, Desi; Situmorang, Risya Pramana; Krave, Agna Sulis
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpmipa.v11i1.31381

Abstract

This study aims to develop a module based on discovery learning in improving scientific literacy skills in the 11th grade of science class in senior high school. This study refers to the modified Borg and Gall model into 7 steps, (1) preliminary study; (2) planning; (3) preparation of modules; (4) expert judgment; (5) revisions; (6) limited trials; (7) revision II. The research samples are in XI MIPA 2 and XI MIPA class at 3 SMAN 1 Bringin. The technique of collecting data using written tests, questionnaires, and observations. Hypothesis testing to measure the increase in cognitive learning outcomes of students using an independent t-test on n-gain students. Assessments from material experts, subject matter teachers, colleagues, and high school students show that the modules that have been developing suitable for use in the learning process with an achievement level of 86%, 95%, 88%, and 90% respectively. The results of the t-test showed an increase in students' literacy skills (p <0.05) of 0.71 (high category). It can be concluded, the modules that have been developing become worthy to use in the learning process and effective in enhancing the scientific literacy skills of senior high school students in XI class.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berdasarkan discovery learning dalam meningkatkan keterampilan literasi sains di kelas XI MIPA di Sekolah Menengah Atas. Studi ini mengacu pada model Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi 7 langkah, (1) studi pendahuluan; (2) perencanaan; (3) persiapan modul; (4) penilaian ahli; (5) revisi; (6) uji coba terbatas; (7) revisi II. Sampel penelitian adalah kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA di 3 SMAN 1 Bringin. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis, angket, dan observasi. Pengujian hipotesis untuk mengukur peningkatan hasil belajar kognitif siswa menggunakan uji-t independen pada siswa n-gain. Penilaian dari ahli materi, guru materi pelajaran, kolega, dan siswa sekolah menengah menunjukkan bahwa modul yang telah dikembangkan cocok untuk digunakan dalam proses pembelajaran dengan tingkat pencapaian masing-masing 86%, 95%, 88%, dan 90%. Hasil uji-t menunjukkan peningkatan keterampilan baca tulis siswa (p <0,05) dari 0,71 (kategori tinggi). Dapat disimpulkan, modul yang telah dikembangkan menjadi layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran dan efektif dalam meningkatkan keterampilan literasi ilmiah siswa SMA di kelas XI.Kata Kunci: discovery learning, modul, uji jaringan tumbuhan
IMPLEMENTASI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SISWA MELALUI PROGRAM ADIWIYATA DI SMP NEGERI 7 SALATIGA Beanal, Yohanis; Situmorang, Risya Pramana; Hastuti, Susanti Pudji
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP Negeri 7 Salatiga adalah sekolah yang telah menerapkan program sekolah adiwiyata. Program adiwiyata adalah lingkungan berbasis sekolah yang diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk sekolah yang berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa di kelas VII, VIII dan IX tingkat SMP Negeri 7 Salatiga. Objek penelitian ini adalah penerapan karakter kepedulian lingkungan di SMP Negeri 7 Salatiga. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kepedulian terhadap lingkungan memiliki persentase tertinggi aspek anti-pengecualian dengan persentase kategori baik 79%. Sedangkan persentase terendah adalah krisis lingkungan dengan persentase 52% dalam kategori cukup. Implementasi karakter kepedulian terhadap lingkungan siswa melalui program adiwiyata di SMP Negeri 7 Salatiga mencapai 15% dalam kategori baik, dari total 83 siswa. Berdasarkan hasil pengamatan, pengembangan proses pembelajaran menerima persentase 86% dalam kategori baik.
ANALISIS LEARNING CONTINUUM TINGKAT SD SAMPAI SMP PADA TEMA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA Situmorang, Risya Pramana
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p1-13

Abstract

Hasil analisis yang dilakukan dalam kajian ini adalah tema sistem pencernaan manusia dalam ruang lingkup Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan untuk tingkat Sekolah Dasar dengan Standar Kompetensi 1.Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan, dan Kompetensi Dasar 1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan. Pencapaian pembelajaran tingkat Sekolah Dasar sampai pada mengenal dan mengidentifikasi struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus) (C1: Faktual), Memahami struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus (C2: Konseptual); Mengaitkan hubungan antara organ pencernaan, makanan dan kesehatan) (C3: Konseptual). Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama tema pembahasan pada KD 1.4 mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan dengan masing-masing indikator terdiri atas mengetahui gangguan pencernaan makanan (C1: Faktual), mengetahuai proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C2: Konseptual), menjelaskan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C3: Konseptual), menganalisis Menganalisis hubungan antara organ-organ sistem pencernaan dan makanan serta kesehatan (misal: mulut: gigi (memecah makanan), lidah (membantu menelan), usus halus: menyerap makanan, anus (mengeluarkan sisa makanan) (C4: Prosedural), Menyimpulkan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus serta hubungannya dengan kesehatan (C5: Konseptual).
Analisis Learning Continuum Tingkat SD Sampai SMP pada Tema Sistem Pencernaan Manusia Situmorang, Risya Pramana
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p1-13

Abstract

Hasil analisis yang dilakukan dalam kajian ini adalah tema sistem pencernaan manusia dalam ruang lingkup Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan untuk tingkat Sekolah Dasar dengan Standar Kompetensi 1.Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan, dan Kompetensi Dasar 1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan. Pencapaian pembelajaran tingkat Sekolah Dasar sampai pada mengenal dan mengidentifikasi struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus) (C1: Faktual), Memahami struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus (C2: Konseptual); Mengaitkan hubungan antara organ pencernaan, makanan dan kesehatan) (C3: Konseptual). Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama tema pembahasan pada KD 1.4 mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan dengan masing-masing indikator terdiri atas mengetahui gangguan pencernaan makanan (C1: Faktual), mengetahuai proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C2: Konseptual), menjelaskan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C3: Konseptual), menganalisis Menganalisis hubungan antara organ-organ sistem pencernaan dan makanan serta kesehatan (misal: mulut: gigi (memecah makanan), lidah (membantu menelan), usus halus: menyerap makanan, anus (mengeluarkan sisa makanan) (C4: Prosedural), Menyimpulkan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus serta hubungannya dengan kesehatan (C5: Konseptual).
Cultivating students’ environmental awareness by creating bottle garden in school: A qualitative study Situmorang, Risya Pramana; Tarigan, Sari Dewi
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 4, No 3 (2018): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.266 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v4i3.6785

Abstract

Environmental awareness has becoming a critical value to be integrated among youth. This research aimed to analyze the implementation of students’ environmental awareness of Christian Junior High School 2 in Salatiga by creating bottle garden in school. This research was descriptive qualitative which was conducted in the second semester of academic year 2017/2018 and involved 47 students. The data collection techniques used were questionnaire and observation. The implementation of environmental awareness was measured based on the New Ecological Paradigm theory with five main indicators, namely: 1) anti-exemptionalism, 2) anti-anthropocentrism, 3) limits to growth, 4) balance of nature, and 5) eco-crisis. The results showed that by learning through bottle garden activities, students have reached a good understanding of eco-crisis, anti-exemptialism, balance of nature, anti-anthropocentrism, and limit of growth in which the value were 3.35; 3.11; 3.2; 3.19; and 3.14 respectively (3.21 ≤ score <3.73). This means that the students have possessed a ‘good’ level of environmental awareness.
EFEKTIVITAS MODEL JOYFUL LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP DENGAN MEMPERHATIKAN DOMAIN SOAL Yuniarti, Ratih Dwi; Situmorang, Risya Pramana; Krave, Agna Sulis
JIPVA (Jurnal Pendidikan IPA Veteran) Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Science Education Programme Study, IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/jipva.v2i1.540

Abstract

This study aims to determine the difference in understanding of the concept and effectiveness of the use of Joyful learning model by taking into account the Noting Domain Problem. This research is a quantitative research using quasi experimental design. The research sample is class VIII D using joyful learning model, and class VIII E using conventional model, which is chosen by purposive sampling. Technique that use for collecting understanding data is using written test, observation, and documentation. Hypothesis test using independent sample t test. The results showed that the use of Joyful learning model with attention to domain problems experienced show a significant increase and more effective than the conventional model of concept understanding. Joyful learning model effective approve of 0,04 &lt; 0,05 (significant level 0.05) concluded that Joyful learning model is more effective than conventional learning model.
Penggunaan Media Animasi Berbasis Macromedia Flash untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Materi Sistem Peredaran Darah Manusia Situmorang, Risya Pramana; Andayani, Elisabeth Perti
Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education Vol 2, No 1 (2019): Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education
Publisher : Biology Education Department, Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to improve cognitive, affective and psychomotor learning outcomes through using animation based on macromedia flash. The subjects of classroom action research were 20 students, 11 male students and 9 female students from class VIII Christian Middle School 4 Salatiga. The study was conducted for 2 months in the 2017/2018 school year with 4 meetings. Measurements on cognitive learning outcomes, used instruments in the form of learning outcomes tests with 25 items, affective and psychomotor domains using questionnaire and observation sheets. Data processing and analysis used is description analysis. The percentage gain in the pre-cycle is 25% and the percentage of student learning completeness is obtained in the first cycle with a percentage of 52.9%. Furthermore cognitive learning outcomes also increased in the second cycle to 82.3%. The increase in the percentage of students 'completeness with an average of 53.4% indicates that there is a change and an increase in students' cognitive learning outcomes from the pre-cycle, cycle I and cycle IIAffective learning outcomes in the first cycle had a achievement of 55%, the acquisition of affective aspects in the first cycle still had not achieved the expected completeness, namely the standard score of 70%. However, in the second cycle the affective aspect achieved a percentage score of 78%. While the psychomotor aspects in the first cycle were 53%, increasing up to 75% in the second cycle with completeness of ≥75%.
STUDI KOMPARASI KETERCAPAIAN HASIL UJIAN AKHIR NASIONAL IPA PROGRAM REGULER DAN INTERNASIONAL SMP KRISTEN KALAM KUDUS SURAKARTA Anggada, Richard Dharma; Situmorang, Risya Pramana; Dewi, Lusiawati
Jurnal Komunikasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.597 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbandingan antara program internasional dan reguler terhadap ketercapaian ujian akhir dari peserta didik di SMP Kristen Kalam Kudus Surakarta.Hasil ujian nasional Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dari tahun 2012-2017 digunakan untuk membandingkan kedua program berdasarkan uji statistik Mann-Whitney sebagai dasar pengambilan keputusan. Selain itu, dilakukan analisis faktor yang mempengaruhi ketercapaian hasil belajar yang meliputi: sarana prasarana, kompetensi profesional guru, dan ketercapaian kurikulum didapatkan melalui angket yang diberikan kepada guru IPA dan observasi. Berdasarkan uji Mann-Whitney, nilai P uji kedua kelompok ini sebesar 0.005 (sig. < 0.05) dari rata-rata program internasional yaitu 81.45 yang lebih besar dibandingkan rata-rata program reguler yaitu 78.32. Perbedaan hasil belajar tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti sarana prasarana, kompetensi profesional guru, dan ketercapaian kurikulum. Program internasional cenderung lebih baik pada ketiga faktor tersebut dibandingkan program reguler meskipun ketercapaian nilai UN IPA antar tahun pelajaran dari program internasional menunjukkan tren menurun apabila dibandingkan dengan tren program reguler yang cenderung meningkat. Analisis terhadap faktor yang mempengaruhi hasil belajar menunjukkan bahwa sarana prasarana, kompetensi professional guru, dan ketercapaian kurikulum akan mempengaruhi ketercapaian pembelajaran peserta didik.Kata kunci : program kelas reguler, program internasional
ANALYSIS OF ACTIVE LEARNING IN SCHOOL (ALIS) ON BIOLOGY SUBJECT AT SENIOR HIGH SCHOOL IN SALATIGA Priyayi, Desy Fajar; Situmorang, Risya Pramana; Airlanda, Gamaliel Septian
EDUTECH Vol 15, No 2 (2016): METODE DAN PROGRAM PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i2.4068

Abstract

Abstract, Active learning in school (ALIS) is one of the learning models that can be applied by teachers to improve students? achievement. This study aims to determine the implementation of ALIS indicator on biology subject at senior high school in Salatiga and to know the factors that influence it. This is a descriptive qualitative research and the data was collected using  questionnaires, observation, interview, and documentation technique. The objects of study were 156 students and 5 biology teachers at five senior high schools in Salatiga. The results showed the percentage of ALIS indicators from low level to high were: learning to encourage students to interact multidirectional (60.42%); using the environment as a medium and learning resources (64.94%); maintaining the learning environment (65.81%); learning encourages student to think at high level (66.11%); student-centered learning (66.91%); there are feedback on student work (70.47%); monitoring the learning process by teacher (71.04 %); contextual learning (73.63%); learning model accommodate different learning style (75.71%). Biology teachers in Salatiga have been implementing ALIS but there are some factors influence it which include lack of time to study with so many subject materials, inadequate facilities and infrastructure, and the students? unfamiliarity with the application of active learning.Keywords: ALIS, active learning, biology teaching and learningAbstrak, Active learning in school (ALIS) merupakan salah satu pilihan model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru dan memberikan dampak positif kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan indikator ALIS pada mata pelajaran biologi sekolah menengah atas (SMA) di Salatiga dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Obyek penelitian adalah 156 siswa dan 5 guru biologi yang tersebar di  lima Sekolah Menengah Atas (SMA) kota Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan persentase keterlaksanaan indikator ALIS dari tingkat rendah ke tinggi adalah: pembelajaran mendorong siswa untuk berinteraksi multiarah (60,42%), pembelajaran penggunaan lingkungan sebagai media dan sumber belajar (64,94%), adanya penataan lingkungan belajar (65,81%), pembelajaran mendorong anak untuk berpikir tingkat tinggi (66,11%), pembelajaran berpusat pada siswa (66,91%), adanya umpan balik terhadap hasil kerja siswa (70,47%), pemantauan proses belajar oleh guru (71,04%), pembelajaran terkait dengan kehidupan nyata (73,63%), pembelajaran mengakomodasi gaya belajar yang berbeda-beda (75,71%).Guru biologi di Salatiga telah melaksanakan ALIS, namun terdapat beberapa hambatan antara lain: keterbatasan waktu dengan tuntutan banyaknya materi, terbatasnya sarana dan prasarana, dan belum terbiasanya siswa menerapkan pembelajaran aktif.