Eunice W. Setyaningtyas, Eunice W.
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TO ENHANCE LEARNING OUTCOME Patimah, Siti; Slameto, Slameto; Setyaningtyas, Eunice W.
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 51, No 3 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpp.v51i3.15925

Abstract

This study aimed at determining the increase in students? learning outcomes in social science by applying the student teams achievement divisions (STAD) model with the steps based on Curriculum 2013. This research was a type of a classroom action research which was conducted in two cycles in 33 fourth grade students in a primary school in Salatiga in second semester of academic year 2017/2018. Data was collected using test and non-test techniques with help of evaluation test and an observation sheet. Results show improvement of learning outcomes by applying STAD model on social science subjects. The average completeness of learning outcomes increased from pre-cycle to cycle II. At pre-cycle, the average was 57.71 with 31,42% completeness, at cycle I was 68.28 with 50% completeness, and cycle II was 70 with 71.87% completeness. Therefore, applying the STAD model can improve the learning outcomes of primary students in social science.
PERSEPSI MAHASISWA PPL 1 DAN 3 PGSD BIPE UKSW MENGENAI PROFESI GURU SD YANG PROFESIONAL DAN PENGAJARAN LITERASI Setyaningtyas, Eunice W.
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p139-152

Abstract

Penelitian kualitatif pada 21 mahasiswa program BIPE PGSD ini bertujuan menganalisa persepsi mengenai sosok seorang guru SD yang profesional sebagai guru bahasa sehingga menjadi bekal yang memadai dalam melaksanakan pembelajaran yang ideal. Hasil penelitian ini juga berguna untuk pihak program studi untuk memonitor hasil belajar praktik magang (PPL 1 dan PPL 3) di sekolah-sekolah negeri maupun nasional plus dan internasional. Data dikumpulkan dari hasil angket Y-chart yang terbagi atas bagian “apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan”. Hasil menunjukkan mahasiswa tahap Magang 1 memiliki persepsi mendasar mengenai guru profesional dalam pembelajaran literasi yaitu rapi, berwibawa, lebih memilih menggunakan strategi, metode, dan teknik pembelajaran kreatif dan menyenangkan daripada metode belajar yang kerap digunakan sehingga kurang memaksimalkan aktivitas belajar siswa. Sedangkan mahasiswa Magang 3 lebih berorientasi pada kebutuhan di konteks kelas sesuai dengan karakter siswa yaitu kebutuhan belajar, minat, serta kemampuannya. Disarankan pihak penyelenggara pendididkan calon guru agar dapat memfasilitasi dengan pengalaman nyata dan pelatihan lebih intensif yang dapat membuka wawasan luas namun tidak melupakan kearifan lokal.
Persepsi Mahasiswa PPL 1 dan 3 PGSD BIPE UKSW Mengenai Profesi Guru SD yang Profesional dan Pengajaran Literasi Setyaningtyas, Eunice W.
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p139-152

Abstract

Penelitian kualitatif pada 21 mahasiswa program BIPE PGSD ini bertujuan menganalisa persepsi mengenai sosok seorang guru SD yang profesional sebagai guru bahasa sehingga menjadi bekal yang memadai dalam melaksanakan pembelajaran yang ideal. Hasil penelitian ini juga berguna untuk pihak program studi untuk memonitor hasil belajar praktik magang (PPL 1 dan PPL 3) di sekolah-sekolah negeri maupun nasional plus dan internasional. Data dikumpulkan dari hasil angket Y-chart yang terbagi atas bagian “apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan”. Hasil menunjukkan mahasiswa tahap Magang 1 memiliki persepsi mendasar mengenai guru profesional dalam pembelajaran literasi yaitu rapi, berwibawa, lebih memilih menggunakan strategi, metode, dan teknik pembelajaran kreatif dan menyenangkan daripada metode belajar yang kerap digunakan sehingga kurang memaksimalkan aktivitas belajar siswa. Sedangkan mahasiswa Magang 3 lebih berorientasi pada kebutuhan di konteks kelas sesuai dengan karakter siswa yaitu kebutuhan belajar, minat, serta kemampuannya. Disarankan pihak penyelenggara pendididkan calon guru agar dapat memfasilitasi dengan pengalaman nyata dan pelatihan lebih intensif yang dapat membuka wawasan luas namun tidak melupakan kearifan lokal.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TINGKAT DASAR DENGAN PERMAINAN CATURJANTRA Setyaningtyas, Eunice W.
ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an) Vol 3, No 2 (2016): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/elementary schoo.v3i2.573

Abstract

This qualitative research discussed some literatures and gives suggestions of teaching ideas and methods for language learning using games in the classroom. Withliterature study methods, it could be deeper understood that language learning needscommunicative and cooperativeapproach, without leaving a challenging and funatmosphere and better if the learrning is adjusted according to students characteristics.One of the ways is through the use of ?Catur Jantra? game with these steps: 1)stimulation, 2) exploration, 3) structure learning, 4) ?Catur Jantra?, 5) evaluation andreflection. This game is still open for modification appropriate to learning topics and students? need as one of the ways to apply the differentiation strategy in the class. Thisidea brought some theoretical and practical implications for effective learning. It issuggested teachers apply this game method to facilitate the students, for native speakerslearners as well as to foreign/ second language learners, in attempts of their fluency inIndonesian language learning. Keywords: Indonesian language learning, Catur Jantra game, communicative, active learning.