Afib Rulyansah, Afib
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Kelompok Industri Kreatif “ Kerupuk Lele Organik ” Di Kecamatan Kademangan, Kanigaran Kota Probolinggo jun, junaidi jun; Rulyansah, Afib; Herawati, Herlin
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Februari
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v1i2.48

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini ditujukan untuk masyarakat ekonomi produktif (Usaha Kecil Menengah). Usaha Kecil Menengah yang dimaksud adalah milik Bapak Zainul Abidin (Mitra 1) dan Bapak Hasyim Asyari Fatin (Mitra 2). Kedua Mitra memproduksi Kerupuk Lele Organik. Mitra 1 bertempat di Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Mitra 2 bertempat di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Kedua mitra memiliki permasalahan yaitu permasalahan produksi dan manajemen keuangan dan organisasi. Permasalahan produksi mitra 1 adalah lamanya proses pemotongan Kerupuk Lele Organik yakni berbentuk gelondong. Permasalahan produksi mitra 2 adalah lamanya mengeringkan Kerupuk Lele Organik dimana tergantung panas matahari. Permasalahan manajemen kedua mitra adalah masih belum mencapai optimal pada sistem manajemen keuangan serta organisasi. Luaran dari program ini berupa mesin untuk pemotong Kerupuk Lele Organik, mesin untuk oven Kerupuk Lele Organik, pelatihan pelatihan manajemen keuangan dan organisasi, peningkatan dalam hal kuantitas dan kualitas produk, dan draf jurnal ilmiah dari hasil progam ini. Hasil dan luaran yang dicapai dalam laporan kemajuan ini adalah persiapan, diskusi, dan proses pengumpulan referensi, mendesain dan membuat mesin pemotongan Kerupuk Lele Organik gelondongan dan mesin untuk oven Kerupuk Lele Organik. Rencana tahapan berikutnya adalah menguji coba dan ditambah mengevaluasi mesin, dan pelatihan manajemen.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK BERDASARKAN BRAIN BASED LEARNING BERORIENTASI MULTIPLE INTELLIGENCES Rulyansah, Afib
PEDAGOGY Vol 4 No 2 (2017): JURNAL PEDAGOGY VOL.4 NO.2 JULI 2017
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems that occur teachers are less able to develop thematic learning in primary schools. Develop thematic learning models one of the right steps to strengthen students basic skills. This research was conducted in Class IV SDN Kebonsari 5 Kota Probolinggo with the aim to produce thematic learning model based on Brain Based Learning Oriented Multiple Intelligences. The resulting product is a thematic learning model based on Brain Based Learning Oriented Multiple Intelligences which has a level of validity and stability. Development method with Bord and Gall model. The results of this study showed that the validation test results of experts stated very valid with the average score of 87.8%. Level of product absorption with score 84%. Key Words: thematic learning, brain based learning.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTIMEDIA INTERAKTIF DISERTAI PETA KONSEP Rulyansah, Afib
PEDAGOGY Vol 2 No 1 (2015): JURNAL PEDAGOGY VOL.2 NO.1 JANUARI 2015
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi organ peredaran darah manusia terdapat pada kelas V sekolah dasar semester 1 tergolong abstrak karena siswa sulit mengamati secara langsung organ peredaran darah jika tidak ada objek fisik untuk memodelkan hal tersebut. Hal ini mempengaruhi ketertarikan siswa dalam belajar materi tersebut sehingga berdampak negatif pada hasil belajar siswa. Permasalahan di atas perlu secepatnya diselesaikan. Salah satu alternatif pemecahan masalah yaitu mengembangkan bahan ajar disesuaikan dengan karakteristik siswa. Bahan ajar multimedia interaktif merupakan salah satu jenis bahan ajar. Bahan ajar multimedia interaktif memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan bahan ajar lain. Pembelajaran bermakna dapat dilakukan melalui peta konsep. Peta konsep memberikan bantuan visual untuk mengorganisasikan konsep-konsep yang akan dipelajari. Dengan pertimbangan tersebut, dikembangkan Bahan Ajar Multimedia Interaktif disertai Peta Konsep ini. Pengembangan Bahan Ajar Multimedia Interaktif disertai Peta Konsep ini menggunakan Model Pengembangan Modifikasi Borg & Gall. Secara garis besar langkah penelitian ini, yaitu (1) Studi Pendahuluan, (2) Perencanaan, (3) Desain Produk, (4) Validasi Produk, (5) Uji Coba Produk, dan (6) Produk Akhir. Dilakukan studi pustaka dan survey lapangan pada studi pendahuluan. Dilakukan analisis struktur isi, perumusan tujuan pembelajaran, pengembangan instrumen uji kelayakan produk, dan penyusunan story board pada tahap perencanaan. Dilakukan penyusunan bahan ajar dan petunjuk penggunaannya pada tahap desain produk. Validasi produk, diberikan kepada ahli materi dan ahli media. Uji Coba Produk dilakukan dengan uji coba terbatas kepada guru dan siswa dilanjutkan revisi sehingga didapatkan produk akhir Bahan Ajar Multimedia Interaktif disertai Peta Konsep.Uji coba produk terdiri atas uji coba awal dan uji coba terbatas. Uji coba awal terdiri atas validasi ahli materi dan validasi ahli media. Uji coba terbatas dilakukan kepada guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian, bahan ajar multimedia interaktif disertai peta konsep telah valid, praktis, menarik, dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPA kelas V sekolah dasar materi organ peredaran darah manusia.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERWAWASAN KECERDASAN INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS II SEMESTER GANJIL DI SDN AMBULU I SUMBERASIH – PROBOLINGGO TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Rulyansah, Afib
Pedagogy : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 5 No 1 (2018): JURNAL PEDAGOGY VOL. 5 NO. 1 JANUARI 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Panca Marga Probolinggo Jalan Yos Sudarso No. 107 Pabean, Dringu- Probolinggo Email: pedagogy@upm.ac.id. Contact person : 085736671746

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui model pembelajaran role playing berwawasan kecerdasan interpersonal peserta didik diajak untuk memainkan peran sesuai dengan kondisi lingkungannya, sehingga mereka dapat merasakan pentingnya hubungan sosial dengan demikian kepekaan yang sebelumnya mereka abaikan menjadi masalah utama dalam pengembangan ini. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk adalah untuk menghasilkan produk Pengembangan Model Pembelajaran Role Playing Berwawasan Kecerdasan Interpersonal Pada Siswa Kelas II Semester Ganjil di SDN Ambulu I Sumberasih – Probolinggo Tahun Pelajaran 2017/2018 yang mempunyai tingkat kevalidan, kepraktisan, dan kemenarikan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengadaptasi penegambangan Borg & Gall. Data yang dianalisis diperoleh dengan cara memberikan angket dan wawancara kepada subjek yang diteliti. Sesuai dengan indikator (1) penerapan pengembangan model, (2) hasil analisis kevalidan, (3) uji coba kepraktisan guru dan peserta didik, (4) uji coba kemenarikan peserta didik.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produk pengembangan model pembelajaran Role Playing berwawasan kecerdasan interpersonal untuk kelas II di SDN Ambulu I Sumberasih sudah mempunyai tingkat kevalidan sebesar 89%, kepraktisan 89%, dan kemenarikan 97%. Dari hasil presentase tersebut, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran ini tidak memerlukan revisi.
PENGEMBANGAN MODEL RUANG KELAS BERBASIS TEMATIK DI SEKOLAH DASAR Wardana, Ludfi Arya; Rulyansah, Afib
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 28 Nomor 2 November 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to produce a thematic-based classroom model in grade V at Tisnonegaran 1 Elementary School in Probolinggo City. This research and development method used Borg & Gall, which had adapted and consisted of (1) confidential information, (2) planning, (3) product development, (4) expert validation, (5) field trials, (6) final products. The results of the study showed that the learning technology expert validation reached 97.2%, the linguist's validation result showed 90.6%, and the result of the field trial that used readability test met 92.8%. The product of the thematic-based classroom model in primary school has a strong level of validation and a high level of openness. Suggestions for further development can use different classes and levels. Keywords: classroom model, thematic-based learning, elementary school, learning environment Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model ruang kelas berbasis tematik di sekolah dasar di kelas V di Sekolah Dasar Tisnonegaran 1 di Kota Probolinggo. Metode penelitian dan pengembangan ini menggunakan Borg & Gall yang diadaptasi menjadi 6 tahap yaitu: (1) informasi rahasia, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) validasi ahli, (5) uji coba lapangan, (6) produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli teknologi pembelajaran 97,2%, validasi ahli bahasa 90,6% dan uji coba lapangan dari tes keterbacaan 92,8%. Hal ini menunjukkan bahwa produk pengembangan model ruang kelas tematik di sekolah dasar memiliki tingkat validasi yang kuat dan tingkat keterbukaan yang tinggi. Saran untuk pengembangan lebih lanjut dapat menggunakan kelas dan level yang berbeda. Kata kunci: model ruang kelas, pembelajaran tematik, sekolah dasar, lingkungan belajar
Pengembangan Modul Berbasis Kecakapan Hidup pada Pelajaran Matematika Sekolah Dasar Rulyansah, Afib; Sholihati, Mardiyatus
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/must.v3i2.2088

Abstract

Prestasi belajar siswa kelas VI SDN Curahsawo dalam materi Debit  rendah karena siswa dituntut mempelajari materi yang tidak sesuai dengan karakter siswa dan hanya menggunakan satu bahan ajar yang menekankan pada aspek kognitif. Pengembangan modul berbasis kecakapan hidup ini disesuaikan dengan karakter siswa dan memperhatikan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik serta membekali siswa dengan pendidikan kecakapan hidup. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul berbasis kecakapan hidup yang valid, praktis, menarik, efektif, serta dapat meningkatkan prestasi siswa kelas VI dari 52% menjadi minimal 70%. Penelitian ini mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall. Tahap pengembangan ini adalah studi pendahuluan, perencanaan, desain produk, validasi modul, uji coba lingkup kecil, uji coba lingkup besar, revisi modul, dan produk akhir. Hasil validasi ahli materi mencapai 87,5% dan hasil validasi ahli media mencapai 96,8%. Hasil rata-rata angket kepraktisan berpersentase 88,35% dan hasil angket kemenarikan siswa berpersentase 94,1% dalam uji coba lingkup kecil. Sementara untuk uji coba lingkup besar, tingkat kepraktisan modul mencapai 89,5%, tingkat kemenarikan modul mencapai 92,5%, dan hasil evaluasi belajar siswa menunjukkan 83,3% tuntas belajar atau 31,3% lebih tinggi dibandingkan pretest yaitu 52%. Berdasarkan hasil tersebut, modul berbasis kecakapan hidup telah valid, praktis, menarik, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Matematika kelas VI.
KELOMPOK INDUSTRI KREATIF “ KERUPUK LELE ORGANIK ” DI KECAMATAN KADEMANGAN, KANIGARAN KOTA PROBOLINGGO Rulyansah, Afib; Junaidi, Junaidi; Herawati, Herlin
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 1, No 1 (2018): NOVEMBER
Publisher : JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.894 KB)

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini ditujukan untuk masyarakat ekonomi produktif (Usaha Kecil Menengah). Usaha Kecil Menengah yang dimaksud adalah milik Bapak Zainul Abidin (Mitra 1) dan Bapak Hasyim Asyari Fatin (Mitra 2). Kedua Mitra memproduksi Kerupuk Lele Organik. Mitra 1 bertempat di Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Mitra 2 bertempat di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Kedua mitra memiliki permasalahan yaitu permasalahan produksi dan manajemen keuangan dan organisasi. Permasalahan produksi mitra 1 adalah lamanya proses pemotongan Kerupuk Lele Organik yakni berbentuk gelondong. Permasalahan produksi mitra 2 adalah lamanya mengeringkan Kerupuk Lele Organik dimana tergantung panas matahari. Permasalahan manajemen kedua mitra adalah masih belum mencapai optimal pada sistem manajemen keuangan serta organisasi. Luaran dari program ini berupa mesin untuk pemotong Kerupuk Lele Organik, mesin untuk oven Kerupuk Lele Organik, pelatihan pelatihan manajemen keuangan dan organisasi, peningkatan dalam hal kuantitas dan kualitas produk, dan draf jurnal ilmiah dari hasil progam ini. Hasil dan luaran yang dicapai dalam laporan kemajuan ini adalah persiapan, diskusi, dan proses pengumpulan referensi, mendesain dan membuat mesin pemotongan Kerupuk Lele Organik gelondongan dan mesin untuk oven Kerupuk Lele Organik. Rencana tahapan berikutnya adalah menguji coba dan ditambah mengevaluasi mesin, dan pelatihan manajemen.Kata Kunci : Kerupuk Lele; Mesin Pemotong; dan Mesin Pengering,
Pengembangan Panduan Desain Ruang Kelas Berbasis Tematik di Sekolah Dasar Wardana, Ludfi Arya; Rulyansah, Afib
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 12: DESEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.547 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i12.11842

Abstract

Abstract: This research was aimed to produce design guidelines based on thematic classrooms conducted in class V schools of Tisnonegaran 1 Elementary School Probolinggo. This research and development method uses Borg & Gall which has been modified to be: (1) collection of information, (2) planning, (3) product development, (4) expert validation, (5) field trials, and (6) final products. The results of the development research showed that the results of the validation of learning technology experts were 97.2% and linguists were 90.6% and the readability test was 92.8%.The conclusion of thematic-based classroom design products in inclusive schools has expert validation levels and a high level of readability so that they can be used in improving the quality of learning. Suggestions for further development can use different classes and levels.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk panduan desain ruang kelas berbasis tematik di sekolah dasar pada kelas V di SDN Tisnonegaran 1 Kota Probolinggo. Metode penelitian dan pengembangan ini menggunakan Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) validasi ahli, (5) uji coba lapangan, dan (6) produk akhir. Hasil penelitian pengembangan menunjukkan hasil validasi ahli teknologi pembelajaran 97,2 % dan ahli bahasa 90,6 % dan uji keterbacaan 92,8%. Kesimpulan produk ruang kelas berbasis tematik di sekolah dasar mempunyai tingkat validasi ahli dan tingkat  keterbacaan yang tinggi sehingga dapat digunakan dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Saran pengembangan lebih lanjut dapat menggunakan kelas dan jenjang yang berbeda.
Development of Thematic Based Classroom Design in Inclusive Schools Wardana, Ludfi Arya; Rulyansah, Afib
Journal of ICSAR Vol 3, No 2 (2019): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.728 KB)

Abstract

The purpose of this study produce design guidelines based on thematic classrooms conducted in class V inclusive schools of  Tisnonegaran 1 Elementary School Probolinggo. This research and development method uses Borg & Gall which has been modified to be: (1) collection of information, (2) planning, (3) product development, (4) expert validation, (5) field trials, (6) final products. The results of the development research showed that the results of the validation of learning technology experts were 97.2% and linguists were 90.6% and the readability test was 92.8%.The conclusion of thematic-based classroom design products in inclusive schools has expert validation levels and a high level of readability so that they can be used in improving the quality of learning. Suggestions for further development can use different classes and levels.
IDEALISASI IDEOLOGI PANCASILA UNTUK PENCEGAHAN RADIKALISME MELALUI AKTIVITAS BELA NEGARA PADA PK2MABA UNIVERSITAS PANCA MARGA Rulyansah, Afib; Wardana, Ludfi Arya; Sari, Intan Novita
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 12: DESEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v3i12.13103

Abstract

Abstract: This research aims to instill the value of Pancasila through the approach of defending the country or loe of the motherland to prevent the entry of radicalism in the environment Universitas Panca Marga Probolinggo. Research conducted at Universitas Panca Marga Probolinggo, the research method used is qualitative, interview and documentation techniques with descriptive research and analiysis of the resuls used is qualitative research. The conclusion of the results of this study, it can be concluded that student should get basic knowledge to love their homeland more and practice their obligation to maintain and practice the attitude and sense of unity and ubity and love of the homeland in order to avoid radicalism.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pamahaman tentang nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan Bela Negara untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air agar mencegah masuknya Radikalisme dilingkungan Universitas Panca Marga Probolinggo. Penelitian dilakukan di Universitas Panca Marga Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan jenis penelitian deskriptif menggunakan analisis hasil penelitian kualitatif. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah siswa hendaknya mendapatkan pengetahuan dasar agar lebih mencintai tanah airnya, mengamalkan kewajiban mereka untuk menjaga dan mengamalkan sikap persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air, agar terhindar dari paham yang bersifat radikalisme.