Hendri Restuadhi, Hendri
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

AKAL BUDI MANUSIA DAN KONFLIK KELANGKAAN SUMBER-SUMBER ALAM Restuadhi, Hendri
UNISIA No 30 Tahun 1996
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.v0i30.5818

Abstract

-
SOCIAL ENGINEERING ON MANGROVE PRESERVATION BASED ON FISHERMEN'S LOCAL WISDOM Suyanto, Edy; Wardhiana, Sotyania; Wardhiyono, FX; Restuadhi, Hendri
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 33, No. 1, Year 2017 [Accredited by Ristekdikti]
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v33i1.1983

Abstract

Kampung Laut Segara Anakan is a mangrove forest area which has a wealth of biodiversity and ecotourism. For a couple of years, mangrove forest has suffered the destruction caused by the lack of wise (immanent) and not transcendent. It is necessary to conduct social engineering in form of revitalization of mangrove management to cope with the decrease in mangrove ecosystems. The objective of this study is to explore issues among fishermen about environmental management in mangrove forests management to embody innovative village. The method used is a combination of qualitative and quantitative with a purposive sampling technique. The research sites conducted in two villages. The objects of this research are the fishermen communities, NGOs, Community Association of Fishermen, village authorities, and environmental Pioneer activists. The results show that the awareness of fishermen to the existence of mangrove forest is relatively low, Kampung Laut local wisdom has undergone changes due to sedimentation and lifestyle. 
INDUSTRI KREATIF FASHION Utami, Restu; Restuadhi, Hendri
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.985 KB) | DOI: 10.20884/1.juss.2017.1.1.390

Abstract

The article deals with the phenomenon of creative industries in Purwokerto, particularly fashion. It focuses on the survival strategy and idealism of Kidal Kolektif, one of fashion outlets in Purwokerto. This article selects to analyze Kidal Kolektif as the outlet has uniqueness incomparable to other fashion outlets in Purwokerto. Kidal Kolektif is a social economic movement attempting to create independence through fashion business. It also has a specific feature as they attempt to nurture idealism in their distinctive product designs. In their efforts to develop their business, a part of their survival is undertaking partnerships with other organizations in form of profit sharing. The other part is being persistent with their esteem that every human being would be able to fulfill their need by working with their own interest, talent, and need, and maintain their economic independence.
Pegiat Pekerja Migran Di Banyumas Dan Suami Buruh Migran Restuadhi, Hendri; Mutakhir, Arizal; Hariyadi, Hariyadi; Santoso, Jarot; Baharuddin, Nalfaridas; Santosa, Rahmad
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 2 No 2 (2018): LOCAL AUTONOMY AND COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.591 KB) | DOI: 10.20884/juss.v2i2.1534

Abstract

Salah satu syarat menjadi pekerja migran bagi perempuan adalah adanya ijin dari suaminya. Hal itu menunjukkan, jika suami memberi ijin, suami seharusnya sadar akan segala konsekuensinya yaitu kesejahteraan dan tumbuh kembang anak-anaknya yang harus berjauhan dengan ibunya. Ia harus mampu menjadi pengasuh bagi anak-anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pegiat dan organisasi pekerja migran dalam upayanya meningkatkan praktik parenting dan kesadaran suami pekerja migran tentang relasi gender dan seksualitas sehingga dapat meningkatkan kemampuannya untuk melaksanakan peran domestik-publik sekaligus. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pegiat pekerja migran di Banyumas sebagai sasaran penelitian dan suami pekerja migran yang saat penelitian istrinya masih bekerja di luar negeri dan mantan pekerja migran sebagai sasaran validasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program, kegiatan, dan aktivitas yang dilaksanakan oleh para pegiat pekerja migran dan organisasinya di Banyumas belum banyak menyentuh praktek parenting dan kesadaran suami pekerja migran akan relasi gender dan seksualitasnya. Selama ini, secara deterministik, pemisahan antara tugas di ranah domestik-publik telah menciptakan jarak relasi gender antara perempuan dengan laki-laki. Tugas domestik telah diidentikkan menjadi tanggung jawab perempuan sedangkan tugas publik adalah tanggung jawab laki-laki. Relasi gender yang terpisah semacam itu telah pula berdampak kepada seksualitas perempuan dan laki-laki.
PEGIAT PEKERJA MIGRAN DI BANYUMAS DAN SUAMI BURUH MIGRAN Restuadhi, Hendri; Mutakhir, Arizal; Hariyadi, Hariyadi; Santoso, Jarot; Baharuddin, Nalfaridas; Santosa, Rahmad
Jurnal Sosial Soedirman Vol 2 No 2 (2018): LOCAL AUTONOMY AND COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.591 KB) | DOI: 10.20884/juss.v2i2.1534

Abstract

Salah satu syarat menjadi pekerja migran bagi perempuan adalah adanya ijin dari suaminya. Hal itu menunjukkan, jika suami memberi ijin, suami seharusnya sadar akan segala konsekuensinya yaitu kesejahteraan dan tumbuh kembang anak-anaknya yang harus berjauhan dengan ibunya. Ia harus mampu menjadi pengasuh bagi anak-anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pegiat dan organisasi pekerja migran dalam upayanya meningkatkan praktik parenting dan kesadaran suami pekerja migran tentang relasi gender dan seksualitas sehingga dapat meningkatkan kemampuannya untuk melaksanakan peran domestik-publik sekaligus. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pegiat pekerja migran di Banyumas sebagai sasaran penelitian dan suami pekerja migran yang saat penelitian istrinya masih bekerja di luar negeri dan mantan pekerja migran sebagai sasaran validasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program, kegiatan, dan aktivitas yang dilaksanakan oleh para pegiat pekerja migran dan organisasinya di Banyumas belum banyak menyentuh praktek parenting dan kesadaran suami pekerja migran akan relasi gender dan seksualitasnya. Selama ini, secara deterministik, pemisahan antara tugas di ranah domestik-publik telah menciptakan jarak relasi gender antara perempuan dengan laki-laki. Tugas domestik telah diidentikkan menjadi tanggung jawab perempuan sedangkan tugas publik adalah tanggung jawab laki-laki. Relasi gender yang terpisah semacam itu telah pula berdampak kepada seksualitas perempuan dan laki-laki.
INDUSTRI KREATIF FASHION Utami, Restu; Restuadhi, Hendri
Jurnal Sosial Soedirman Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.985 KB) | DOI: 10.20884/1.juss.2017.1.1.390

Abstract

The article deals with the phenomenon of creative industries in Purwokerto, particularly fashion. It focuses on the survival strategy and idealism of Kidal Kolektif, one of fashion outlets in Purwokerto. This article selects to analyze Kidal Kolektif as the outlet has uniqueness incomparable to other fashion outlets in Purwokerto. Kidal Kolektif is a social economic movement attempting to create independence through fashion business. It also has a specific feature as they attempt to nurture idealism in their distinctive product designs. In their efforts to develop their business, a part of their survival is undertaking partnerships with other organizations in form of profit sharing. The other part is being persistent with their esteem that every human being would be able to fulfill their need by working with their own interest, talent, and need, and maintain their economic independence.