Abd. Muin, Abd.
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PREFIX PROCESS IN LEXICAL MORPHOLOGY Muin, Abd.
Elite English and Literature Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24552/elite.v1i01.3347

Abstract

ABSTRACTLearning vocabulary is difficult thing to remember, therefore, this writing tries to give solution that the learner should study the affixation process in English. There are two kinds of affixation, first, the bound morpheme comes after root is called suffix, and secod one, the bound morpheme comes before root is called prefix.  But if we expalion both of them look too broad, Therefore, the writer just focuses on prefix process in English relating with negative and positive prefixes. The examples of negative prefixes are un, in, im, dis, mis, ill, ir and anti, while positive ones such as re, out, super, under, multi and over.ABSTRAKPelajaran kosakata adalah hal yang sulit untuk diingat; oleh karena itu, tulisan ini mencoba memberikan solusi bahwa pelajar harus mempelajari proses afiksasi dalam bahasa Inggris. Ada dua jenis afiksasi; pertama, morfem terikat terdapat setelah root disebut suffix, dan kedua, morfem terikat berada terdapat root disebut prefix. Tetapi jika kita menjelaskan keduanya tampak terlalu luas, karena itu, penulis hanya berfokus pada proses awalan dalam bahasa Inggris yang berkaitan dengan prefiks negatif dan positif. Contoh-contoh dari prefiks negatif adalah un, di, im, dis, mis, ill, ir dan anti, sementara yang positif seperti re, out, super, under, multi dan over.   
Code Switching as a Communication Strategy Muin, Abd.
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 11, No 2 (2011): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba melihat bentuk-bentuk alih kode yang digunakan oleh mahasiswa program S.3 dari universitas Hasanuddin Makassar yang berjumlah 14 orang, berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda yang mengikuti program Sandwich di Universitas Griffith-Brisbane Australia selama tiga bulan. Temuan menunjukkan bahwa alih kode berfungsi sebagai strategi berkomunikasi, apabila pembicara tidak bisa mengungkap dalam bahasa Inggris, maka dia harus menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Jenis alih kode yang paling sering muncul adalah kosa kata atau prase dalam dalam kalimat itu sendiri.
Teaching English by Usi ng Code Switching in The Classroom Muin, Abd.
Sulesana Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Sulesana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1399

Abstract

Pengajaran bahasa Inggris dengan menggunakan  alih kode merupakan gejala  kebahasaan yang menarik dicermati.  Oleh karena itu,  penulis mencoba melihat secara sederhana kenapa pengajar (guru atau dosen) bahasa Inggris terkadang beralih kebahasa lain ketika mengajar bahasa Inggris, misalnya mereka menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah di dalam kelas. Idealnya harus menggunakan bahasa Inggris secara total di dalam kelas. Alasan menggunakan alih kode adalah untuk memberikan percepatan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.  Alih kode bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai strategi pengajaran bahasa. Alih kode bahasa Inggris kebahasa daerah untuk membangun solidaritas dan keakraban antara guru/dosen dan siswa/mahasiswa alih kode seperti ini tidak dapat digunakan sebagai strategi pengajaran bahasa di dalam kelas.
LEARNING STRATEGIES USED BY STUDENTS IN ACQUIRING FLUENCY IN FOREIGN LANGUAGE Mirsah, Kartini; Muin, Abd.
Elite English and Literature Journal Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24552/.v1i02.3361

Abstract

ABSTRACTThis research aims to find out kinds of learning strategies dominantly used by the students of English and Literature Department of UIN Alauddin Makassar under cumlaude (3.76-4.00) GPA. This research is important to know, especially for the students in foreign language major, because learning strategies has function as the way to improve language achievement and students ability in applying foreign language. The researcher uses a descriptive method in analyzing the data. The researcher states the result of data analysis by describing them through percentage and explanation. The researcher uses questionnaire as the instrument to collect the data. Referring to the finding and discussion of this research, the result shows that from three kinds of learning strategies: 1. Metacognitive learning strategies, 2. Cognitive learning strategies, 3. Socioaffective learning strategies proposed by O’Malley et al, the highest learning strategies used by the students of English and Literature Department of Adab and Humanities Faculty of UIN Alauddin Makassar who have cumlaude (3.76-4.00) GPA is socioaffective learning strategies, the second is cognitive learning strategies, and the last is metacognitive learning strategies. So, the writer concludes that learning strategies that dominantly used by students of English and Literature Department of Adab and Humanities Faculty of UIN Alauddin Makassar who have cumlaude (3.76-4.00) GPA is socioaffective learning strategies.
THE ONOMATOPOEIA IN ROBERT VENDETTI’S COMIC “THE FLASH” Muin, Abd.; Rauf, Masykur; Hidayat, Amrullah Nur
Elite English and Literature Journal Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24552/elite.v3i01.3412

Abstract

AbstractThis research studied about the onomatopoeia in Robert Vendetti’s comic “The Flash”. The aims of this research was to find the kinds of onomatopoeia that are used by the author in The Flash comics and to know the lexical and contextual meanings of those onomatopoeia words in The Flash comic. This research applied descriptive qualitative method where the data were analyzed through Bredin’s theory. The researcher found that there are twenty-nine Onomatopoeia words that applied in The Flash comic and there are some onomatopoeia words that has no lexical meaning and some contextual meaning are similar with the lexical meaning. The researcher concluded that most of onomatopoeia words that applied in The Flash comic is Direct Onomatopoeia and there are only two Associative Onomatopoeia that applied in The Flash comic. The implication of this research is to give more description and comprehending about onomatopoeia. Moreover, it can be a reference for the student of Adab and Humanities faculty who attracted to observe the similar research. AbstrakThe Onomatopoeia in Robert Vendetti’s Comic “The Flash”. Penelitian ini belajar tentang onomatopoeia di Robert Vendetti komik "Flash". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan jenis onomatopoeia yang digunakan oleh penulis dalam komik Flash dan mengenal makna leksikal dan kontekstual kata-kata onomatopoeia dalam komik Flash. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif yang mana data dianalisis melalui teori Bredins. Peneliti menemukan bahwa ada dua puluh sembilan Onomatopoeia kata yang diterapkan dalam komik Flash dan ada beberapa onomatopoeia kata-kata yang tidak ada artinya leksikal dan beberapa arti kontekstual sama dengan makna leksikal. Peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar kata-kata onomatopoeia yang diterapkan dalam komik Flash adalah Onomatopoeia langsung dan ada hanya dua Onomatopoeia asosiatif yang diterapkan dalam komik Flash. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk memberikan keterangan lain dan memahami tentang onomatopoeia. Selain itu, dapat menjadi referensi untuk mahasiswa Fakultas Adab dan humaniora yang menarik untuk mengamati penelitian serupa.
Function of Code Switching and Code Mixing in The Classroom Muin, Abd.
Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Adabiyah
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba melihat proses pembelajaran bahasa lnggris di dalam ruangan kelas dengan menggunakan alih kode, (code switching) atau campur code (Code mixing). Kedua istilah ini merupakan gelajah bahasa yang terjadi dalam process berinteraksi dalam ruangan kelas. Code switching dan code mixing mempunyai peranan sangat strategis dalam berkomunikasi. Fungsi utamanya untuk memperjelas makna sebuah istilah,atau untuk mengulangi informasi yang kurang jelas atau agar supaya komunikasi tetap berlanjut. Ada dua alsan mendasar kenapa guru/dosen melakukan alih kode atau campur kode. Pertama, karena mereka tidak mampu mengekspresikan dalam bahasa target, akhirnya beralih kode. Kedua, karena mereka ingin menunjukkan variasi bahasa yang mereka miliki, dengan kata lain, karena mereka bilingualism atau multilingualism.