Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKSI SEFALOSPORIN C DARI Acremonium chrysogenum CB2/11/1.10.6 DENGAN OPTIMASI MEDIA MENGGUNAKAN METODE RESPON PERMUKAAN Prabandari, Erwahyuni; Hidayati, Dyah Noor; Dewi, Diana; Islamiati, Eni Dwi; Syamsu, Khaswar
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 4, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.471 KB) | DOI: 10.29122/jbbi.v4i1.1808

Abstract

Cephalosporin is a β-lactam antibiotic produced by Acremonium chrysogenum using submerged fermentation. Carbon and nitrogen are the most influential medium ingredients for cephalosporin formation. The purpose of this study was to obtain the best composition of media for cephalosporin C production. Response surface methodology was used for production optimization. The results showed that molasses of 70 g/Lwas the best carbon source, while the best nitrogen source was the combination of corn steep liquor, urea and ammonium sulphate. DL-methionine, carbon, and nitrogen source significantly affected  the production of cephalosporin C. The mathematically modelled optimization showed that the highest production of cephalosporin C (3876 mg/L) was obtained using medium composition of 68.28 g/L molasses, 71.61 g/L nitrogen, and 0.4 g/L DL-methionine. Laboratory verification using the same medium composition produced 3696 mg/L of cephalosporin C, being 4.65% different from the mathematically optimized results. Medium optimization increased the cephalosprin C production which was 1.48 times higher than that using the previous medium, where the maximum production was only 2487 mg / L.Keywords: Carbon,  cephalosporin C, cultivation medium, nitrogen, A. chrysogenum ABSTRAKSefalosporin C adalah golongan antibiotik β-lactam yang dihasilkan Acremonium chrysogenum melalui fermentasi cair. Komponen yang sangat berpengaruh terhadap produksi sefalosporin C adalah sumber karbon dan nitrogen. Penelitian ini bertujuan mendapatkan komposisi media terbaik untuk produksi sefalosporin C. Optimasi dilakukan menggunakan metode respon permukaan. Hasil menunjukkan bahwa molases 70 g/L adalah sumber karbon terbaik dan kombinasi corn steep liquor, urea dan ammonium sulfat adalah sumber nitrogen terbaik. DL-methionin, sumber karbon, dan nitrogen berpengaruh nyata terhadap produksi sefalosporin C. Optimasi menggunakan model matematika menunjukkan produksi sefalosporin C tertinggi (3876 mg/L) yang diperoleh dengan komposisi media 68,28 g/L molases, 71,61 g/L nitrogen, dan  0,4 g/L DL-methionin. Verfikasi di laboratorium menggunakan komposisi media yang sama menghasilkan sefalosporin C sebesar 3696 mg/L, berbeda 4,65% dibanding dengan hasil optimasi matematis. Optimasi media mampu meningkatkan produksi sefalosprin C sebesar 1,48 kali dibanding media yang digunakan sebelumnya, dimana maksimal hanya menghasilkan 2487 mg/L.Kata kunci: Karbon, sefalosporin C, media kultivasi, nitrogen, A. chrysogenum
PENGARUH PENAMBAHAN DL-METIONIN DALAM MEDIA KULTIVASI TERHADAP PRODUKSI SEFALOSPORIN C DARI KAPANG ACREMONIUM CHRYSOGENUM CB2/11/1 Islamiati, Eni Dwi; Syamsu, Khaswar; Prabandani, Erwahyuni E
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 10, No 1 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.192 KB) | DOI: 10.15408/kauniyah.v10i1.3595

Abstract

Abstrak Sefalosporin merupakan antibiotik  ?-laktam yang mempunyai efektivitas dalam melawan bakteri Gram positif dan negatif. Antibiotik ini dihasilkan oleh kapang Acremonium chrysogenum. Media kultivasi yang optimum dapat meningkatkan produksi sefalosporin. Komposisi media kultivasi yang paling berpengaruh adalah induser. Induser dapat meningkatkan produksi sefalosporin dari kapang A. chrysogenum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh metionin dalam media produksi sefalosporin dari kapang A. chrysogenum CB 2/11/1. Inokulum A.chrysogenum dibiakkan pada media kultivasi sefalosporin tanpa penambahan DL-metionin  dan  pada media kultivasi  dengan penambahan DL-metionin. Penentuan level konsentrasi DL-metionin dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor pada tiap-tiap proses penentuan nutrisi. Data yang diperoleh dari masing-masing perlakuan dianalisis sidik ragam pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metionin sebagai induser dapat meningkatkan produksi sefalosporin sebesar 1,2 kali dibandingkan dengan media kultivasi yang tanpa menggunakan metionin. Pada pengujian level konsentrasi DL-metionin menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik metionin adalah 0,4 g/L menghasilkan sefalosporin sebesar 3989 mg/L. Abstract Cephalosporins is a ?-lactam antibiotic that has effectiveness against Gram-positive and negative bacteria. This antibiotic is produced by Acremonium chrysogenum. Optimum cultivation medium can increase the production of cephalosporins. The most influential cultivation medium composition is an inducer that increases production of cephalosporin from the fungi. The objective of this study was to investigate the influence of methionine in the cephalosporin production medium containing A. chrysogenum CB 2/11/1, with DL-methionine as the inducer. The inoculum was cultivated in the cultivation media containing cephalosporins without the addition of DL-metionin and in the media with the addition of DL-metionin. The result showed that the DL-methionine increased cephalosporins production 1.2 fold compared to those without using methionine. The assay on the concentration level of DL-methionine showed the best concentration methionine of 0.4 g/L produced cephalosporin by 3989 mg/L.
PENINGKATAN PRODUKSI SEFALOSPORIN C DARI ACREMONIUM CHRYSOGENUM CB2/11/1.10.6 DENGAN OPTIMASI MEDIA MENGGUNAKAN METODE RESPON PERMUKAAN Prabandari, Erwahyuni; Hidayati, Dyah Noor; Dewi, Diana; Islamiati, Eni Dwi; Syamsu, Khaswar
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 4, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.471 KB) | DOI: 10.29122/jbbi.v4i1.1808

Abstract

Cephalosporin is a ?-lactam antibiotic produced by Acremonium chrysogenum using submerged fermentation. Carbon and nitrogen are the most influential medium ingredients for cephalosporin formation. The purpose of this study was to obtain the best composition of media for cephalosporin C production. Response surface methodology was used for production optimization. The results showed that molasses of 70 g/Lwas the best carbon source, while the best nitrogen source was the combination of corn steep liquor, urea and ammonium sulphate. DL-methionine, carbon, and nitrogen source significantly affected  the production of cephalosporin C. The mathematically modelled optimization showed that the highest production of cephalosporin C (3876 mg/L) was obtained using medium composition of 68.28 g/L molasses, 71.61 g/L nitrogen, and 0.4 g/L DL-methionine. Laboratory verification using the same medium composition produced 3696 mg/L of cephalosporin C, being 4.65% different from the mathematically optimized results. Medium optimization increased the cephalosprin C production which was 1.48 times higher than that using the previous medium, where the maximum production was only 2487 mg / L.Keywords: Carbon,  cephalosporin C, cultivation medium, nitrogen, A. chrysogenum ABSTRAKSefalosporin C adalah golongan antibiotik ?-lactam yang dihasilkan Acremonium chrysogenum melalui fermentasi cair. Komponen yang sangat berpengaruh terhadap produksi sefalosporin C adalah sumber karbon dan nitrogen. Penelitian ini bertujuan mendapatkan komposisi media terbaik untuk produksi sefalosporin C. Optimasi dilakukan menggunakan metode respon permukaan. Hasil menunjukkan bahwa molases 70 g/L adalah sumber karbon terbaik dan kombinasi corn steep liquor, urea dan ammonium sulfat adalah sumber nitrogen terbaik. DL-methionin, sumber karbon, dan nitrogen berpengaruh nyata terhadap produksi sefalosporin C. Optimasi menggunakan model matematika menunjukkan produksi sefalosporin C tertinggi (3876 mg/L) yang diperoleh dengan komposisi media 68,28 g/L molases, 71,61 g/L nitrogen, dan  0,4 g/L DL-methionin. Verfikasi di laboratorium menggunakan komposisi media yang sama menghasilkan sefalosporin C sebesar 3696 mg/L, berbeda 4,65% dibanding dengan hasil optimasi matematis. Optimasi media mampu meningkatkan produksi sefalosprin C sebesar 1,48 kali dibanding media yang digunakan sebelumnya, dimana maksimal hanya menghasilkan 2487 mg/L.Kata kunci: Karbon, sefalosporin C, media kultivasi, nitrogen, A. chrysogenum