Articles

Found 4 Documents
Search

PREPARASI DAN KARAKTERISASI KATALIS MO-NI/HZ DENGAN METODE IMPREGNASI UNTUK CRACKING KATALITIK MINYAK LIMBAH CAIR PENGOLAHAN KELAPA SAWIT MENJADI BAHAN BAKAR NABATI Lestari, Shinta; Sundaryono, Agus; Elvia, Rina
Alotrop Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : FKIP University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the characteristics of Mo-Ni/HZ catalysts and test the ability of Mo-Ni/HZ catalysts in converting vegetable oils into biofuels through catalytic cracking reactions.Catalyst preparation is carried out by the impregnation method which begins with activation of natural zeolite.Impregnation is carried out by dissolution, reflux, filtration, drying and calcination.Catalyst characterization included the determination of the distribution of metals in zeolites using IR spectroscopic analysis and total acidity of the catalyst by ammonia adsorption gravimetric method.Preparation of samples prior to cracking is heating, degumming and bleaching.Catalytic cracking was carried out at 280oC using Mo-Ni/HZ catalyst for 100 minutes.The constituent components of the cracking results were analyzed by GC-MS and IR spectroscopy.The results obtained from the catalytic cracking process were then determined by physical characteristics which included density, viscosity, fog point and pour point test.Based on the shift of wave number in IR spectroscopy, it can be concluded that the Ni and Mo metals are embedded in the HZ.This Mo-Ni/HZ catalyst has total acidity of 8.39 mmol/gammonia.The results of the study prove that the Mo-Ni/HZ experiment proved to be able to crack oil frompalm oil processing wastewater by 91.46% to composition C=O ester CH aliphatic.The physical characteristics of cracking productshave parameters density of 0.93 g/cm3, a viscosity of 26.60 cSt, a fog point of 15oC and pour point of 11.67oC.
Analisis Logam Fe, Zn Dan Protein pada Kecap Industri Rumah Tangga dan Kecap Indofood Fatma, Fatma; Ginting, Tjurmin; Lestari, Shinta
Jurnal Penelitian Sains No 4 (1998)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengukuran kandungan besi, seng dan protein pada kecap industri rumah tangga merek Ayam, Ikan Mas dan sebagai pembanding juga dianalisa kecap merek Indofood. Terhadap air yang dipakai untuk merebus kacang kedelai dari kecap industri rumah tangga juga diukut kandungan logam besi dan sengnya. Kadar logam dalam kecap maupun air yang dipakai untuk merebus kacang kedelai diukur secara Spektro fotometri Serapan Atom melalui proses persiapan sampel secara destruksi basah dengan HNO3-H2SO4 dan H2O2, sedangkan penentuan protein dilakukan dengan metode semi mikro kjeddahl. Hasil penelitian untuk kecap indofood didapatkan kadar seng 4,35 ppm, besi tidak ada, protein 8,77%. Untuk kecap merek Ayam kadar besinya 28,01 ppm, Seng 44,054 dan protein 66,7%. Kecap merek Ikan Mas mengandung besi 118,45 ppm, seng 6,69 ppm dan protein 6,43%.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN, ERITROSIT, DAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN ANGKATAN 2016 ARNANDA, QUINZHEILLA PUTRI; FATIMAH, DIAH SITI; LESTARI, SHINTA; WIDIYASTUTI, SHELLA; OKTAVIANI, DEDE JIHAN; RAMADHAN, SAQILA ALIFA; AZURA, ALIA RESTI; ISLAMI, MAURA SYAFA; DIRGANTARA, KIARA; SINURAYA, RANO KURNIA; DESTIANI, DIKA PRAMITA; WICAKSONO, IMAM ADI
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.898 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22053

Abstract

ABSTRAKHemoglobin dan eritrosit memiliki fungsi yang penting dalam tubuh, salah satunya adalah membawa dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Saat kadar hemoglobin kurang, oksigen yang dibawa oleh hemoglobin berkurang, sehingga kinerja organ yang bersangkutan akan menurun dan kelancaran proses fisiologis akan terganggu, salah satunya siklus menstruasi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan antara kadar hemoglobin, eritrosit, dan siklus menstruasi pada mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran angkatan 2016. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data siklus menstruasi dengan menggunakan lembar observasi, kemudian dilakukan pengambilan sampel darah untuk dianalisis dengan haematoanalyzer untuk mengukur kadar hemoglobin dan eritrosit. Hasil analisis dengan uji asosiasi Chi-Square hitung lebih kecil dari table yaitu 1.160 untuk hemoglobin dan 0.040 untuk eritrosit dengan nilai p value 0.314 untuk hemoglobin dan 0.842 untuk eritrosit lebih besar dari 0.005 sehingga dapat simpulkan tidak ada hubungan antara siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin dan eritrosit.Kata kunci : eritrosit, hemoglobin, siklus menstruasi ABSTRACTHaemoglobin and erythrocytes have important functions in the body, one of which is carrying and circulating oxygen throughout the body. When the haemoglobin level is less, the oxygen carried by haemoglobin decreases, so the performance of the organs is disrupted and the physiological process will be disrupted, one of which is the menstrual cycle. This study was conducted to determine whether or not there was an association between haemoglobin, erythrocyte, and menstrual cycle in students of the Faculty of Pharmacy, University of Padjadjaran 2016. The study was conducted by collecting menstrual cycle data using observation sheets, then taking blood samples and analyzed with haematoanalyzers to measure haemoglobin and erythrocytes level. The results of the analysis with Chi-Square association tests are smaller than Chi-Square table, 1.160 for haemoglobin and 0.040 for erythrocytes with a P-value of 0.314 for haemoglobin and 0.842 for erythrocytes greater than 0.005 so that there are no relationship between the menstrual cycle and haemoglobin and erythrocyte levels.Keywords : erythrocytes, haemoglobin, menstrual cyclee 
Review: Konsep BDDCS (Biopharmaceutical Drug Disposition Classification) sebagai Landasan Pengembangan Produk Obat Lestari, Shinta; Rusdiana, Taofik
Majalah Farmasetika Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.533 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v4i3.22960

Abstract

Tantangan dalam proses penemuan dan pengembangan obat salah satunya adalah memprediksi secara klinis interaksi obat. Sehingga para ilmuan baru-baru ini banyak menggunakan Sistem Klasifikasi Disposisi Obat Biofarmasi atau dikenal dengan BDDCS untuk membantu menentukan hal tersebut. BDDCS mampu memprediksi metabolisme enzim dan efek transporter pada disposisi obat sehingga dapat menentukan ketersediaan hayati obat di dalam tubuh. BDDCS juga berguna dalam memprediksi: interaksi obat-obat; toksisitas; efek farmakogenomik dan substrat endogen; efek makanan; efek ke sistem saraf pusat; rute eliminasi obat; dan resistensi obat yang dimediasi oleh transporter. Sehingga BDDCS bisa menjadi alat prediksi yang kuat setiap kali transporter obat terlibat dalam proses fisiologis dan dapat dijadikan landasan pada tahap awal proses penemuan dan pengembangan obat. Kata Kunci : Biopharmaceutics Drug Disposition Classification System (BDDCS), efek transporter pengembangan obat, tingkat metabolisme