Articles

Found 7 Documents
Search

MENGENALKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA USIA 5-6 TAHUN DI TK BARUNAWATI PONTIANAK BARAT Amelia, Kiki; Ali, Muhamad; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 06 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.63 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan pendidikan agama Islam di TK Barunawati Pontianak Barat, membiasakan anak untuk membaca ayat-ayat   al-Quran dapat dilakukan sejak mereka masih kecil karena lebih mengakar dan membekas dalam diri mereka. Tidak hanya mengajari mereka membaca al-Quran tetapi  juga mengajarkan maknanya sehingga mereka memahami apa yang mereka baca. Agama dan pendidikan ini saling terkait, agama dapat secara umum penelitian ini untuk memperoleh informasi tentang pembiasaan membaca surah pendek dan artinya dalam mengenalkan pendidikan agama Islam pada anak usia 5-6 tahun di TK Barunawati Pontianak Barat. Secara khusus penelitian ini untuk mengetahui cara guru melakukan pembiasaan membaca surah pendek dan artinya dalam mengenalkan pendidikan agama Islam pada anak, media yang digunakan guru, kendala yang dihadapi. bentuk kualitatif dan bersifat deskriftif. Alat pengumpulan datanya adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, data dokumentasi, dan catatan lapangan. Kendala yang dihadapi yaitu keterbatasan media dan anak yang mudah bosan.   Kata kunci: Pedidikan Agama Islam, Anak Usia Dini Abstract: This study aimed to introduce Islamic religious education in kindergarten Barunawati West Pontianak, get children to read verses of the Koran to do since they were little because it is more entrenched and made an impression on them. Not only to teach them to read the Koran but must also teach the meaning so that they understand what they read. Religion and education are intertwined, religion can generally study is to obtain information about habituation read short chapters and means of introducing Islamic religious education to children aged 5-6 years in kindergarten Barunawati West Pontianak. Specifically this study to determine how teachers are doing habituation read short chapters and means of introducing Islamic religious education to children, the media used by teachers, the obstacles encountered. the form of qualitative and descriptive nature. Data collection tools are guidelines for observation, interview, documentation of data, and field notes. The obstacles faced by the limited media and children who are easily bored   Key Words: Islamic Education, Early Childhood
Potensi Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) yang Berasal dari Salah Satu Rawa di Palembang, Indonesia Hasanah, Mauizatul; Rizkyah. A.P, Muhamad; Amelia, Kiki
Jurnal Penelitian Sains Vol 18, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.98 KB)

Abstract

Potensi antioksidan dari ekstrak dan fraksi daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) yang berasal dari salah satu rawa di Palembang, Indonesia, telah diketahui. Sampel segar eceng gondok diperoleh dari rawa di Seduduk Putih, Palembang. Ekstraksi dilakukan terhadap 1000 g daun segar menggunakan pelarut etanol. Ekstrak kental kemudian difraksinasi menggunakan pelarut dengan berbagai tingkat kepolaran (n-heksan, etil asetat, air). Uji fitokimia dilakukan terhadap ekstrak dan fraksi yang diperoleh. Potensia antioksidan diketahui dengan menguji aktifitas ekstrak dan fraksi dalam menghambat radikal bebas difenilpikrilhidrazil (DPPH), dengan pengamatan absorbansinya pada alat Spektrofotometri UV-Vis. Hasil rendemen ekstrak kental diperoleh 2,68 %(b/b), sedangkan rendemen masing – masing fraksi berturut – turut untuk tiap pelarut adalah 30,94 %b/b (pelarut air), 39,65 %b/b (pelarut etil asetat), 5,80 %b/b (pelarut n-heksan). Hasil uji fitokimia terhadap fraksi, senyawa kimia yang terlarut di fraksi air dan etil asetat adalah golongan flavonoid, fenolik dan saponin, sedangkan n-heksan melarutkan steroid. Hasil uji antioksidan menunjukkan bahwa kekuatan potensi antioksidan dari ekstrak total etanol sebesar 164 µg/ml, fraksi air sebesar 367,70 µg/ml, fraksi etil asetat sebesar 104,40 µg/ml, fraksi n-heksan  sebesar 611,51 µg/ml. Kesimpulan, fraksi etil asetat memiliki potensi yang paling tinggi sebagai antioksidan.
Kajian Pola Penggunaan Antibiotik Profilaksis Hubungannya Dengan Angka Kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO) Pada Pasien Bedah Digestif Di Rumah Sakit Swasta Amelia, Kiki; Sumarny, Ros; Hasan, Delina; Komar, Hafidh
Jurnal Penelitian Sains Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.792 KB)

Abstract

Abstract: Prophylaxis antibiotics are given to prevent surgical site infection (SSI). This study aimed to examine the pattern of the use of prophylaxis antibiotics on the incidence and SSI risk factors. This study was an observational analytic study with a cross sectional design. SSI observation was directly observed in postoperative wounds, the first in the treatment room at the time of dressing change, the second observation was carried out in the surgical clinic at the time of repeated control. The total sample during the study period was 57. The results of this study showed the incidence of SSI in digestive surgery patients was 17.5% (10 out of 57 samples). The most widely used prophylaxis antibiotics ware the third generation cephalosporin group ceftriaxone (96,5%)
PROTOTIPE SISTEM PRAKIRAAN CUACA BERDASARKAN SUHU DAN KELEMBAPAN DENGAN METODE LOGIKA FUZZY DAN BACKPROPAGATION BERBASIS MIKROKONTROLER Aisuwarya, Ratna; Yendri, Dodon; Kasoep, Werman; Amelia, Kiki; Arifnur, Adi Arga
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu prototipe sistem monitoring cuaca dengan menggunakan platform Arduino, web dan perangkat mobile berbasis Android. Terdapat dua sistem pengujian yang akan dibandingkan data keakuratannya. Pada sistem pertama, data dikumpulkan secara  realtime danditampilkan pada laman  web  yang bisa diakses langsung. Identifikasi keakuratan data dengan prakiraan yang diinformasikan BMKG dilakukan dengan perhitungan menggunakan  toolbox fuzzy logic. Pada sistem kedua, metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropagation digunakan sebagaialgoritma pembelajaran untuk mendapatkan bobot yang sesuai. Data suhu dan  kelembapan  yang didapatkan dari BMKG Kota Padang digunakan sebagai data input yang di-training oleh toolbox JST Backpropagation pada Aplikasi Matlab. Bobot yang sesuai dari hasil  training JST digunakan sebagaifaktor penimbang pada proses testing JST di Arduino. Hasil proses testing mengindikasikan prakiraan cuaca yang dikirim langsung ke handphone Android. Hasil pengujian kedua sistem diperoleh tingkat keberhasilan prakiraan cuaca sebesar 60,94% dengan logika  Fuzzy  dan 78,6% dengan metode  JST Backpropagation.  Kata kunci: Cuaca,  Logika Fuzzy, JST Backpropagation, Arduino
KAJIAN POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS DAN DIAGNOSA PASCAOPERASI HUBUNGANNYA DENGAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) PADA PASIEN BEDAH DIGESTIF DI RUMAH SAKIT SWASTA Amelia, Kiki; Sumarny, Ros; Hasan, Delina; Komar, Hafid
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTProphylaxis antibiotics are antibiotics given to patients who have not yet had an infection, but are thought to have a high risk of being infected or if an infected can have an adverse effect on the sufferer. Prophylaxis antibiotics are given to prevent surgical site infection (SSI). SSI is one of the most common post-surgical and nosocomial infections in surgical patients. This SSI can cause functional disability, decrease the quality of life of patients, increase morbidity and mortality and increase the length of care and maintenance costs. This study aimed to examine the pattern of the use of prophylaxis antibiotics on the incidence and SSI risk factors. This study was an observational analytic study with a cross sectional design. SSI observation was directly observed in postoperative wounds, the first in the treatment room at the time of dressing change, the second observation was carried out in the surgical clinic at the time of repeated control. Surgical site infection are classified into three types, namely SSI superficial incisional, SSI incisional inside, SSI organ. The total sample during the study period was 57. The results of this study showed the incidence of SSI in digestive surgery patients was 17.5% (10 out of 57 samples). SSI was found as early as the third day and no later than the fifth day of post surgery. Data analysis included univariate and bivariate data analysis. The most widely used prophylaxis antibiotics ware the third generation cephalosporin group ceftriaxone (96,5%), the time for partial prophylaxis antibiotics was given <60 minutes before the incision (71,9%), and the duration of prophylaxis antibiotics was >48 hours (71%). Chi-square bivariate analysis showed that the time of prophylactic antibiotics (p = 0.00) and postoperative diagnosis (p = 0.00) had a significant relationship to SSI incidence (p <0.05). Keywords : Antibiotic Prophylaxis, Surgical Area Infection, SSI, Digestive Surgery. ABSTRAK Antibiotik profilaksis adalah antibiotik yang diberikan kepada penderita yang belum mengalami infeksi, tetapi diduga berpeluang besar untuk terinfeksi atau bila terkena infeksi dapat berdampak buruk bagi penderita. Antibiotik profilaksis diberikan untuk mencegah Infeksi Daerah Operasi (IDO). IDO atau Surgical Site Infection (SSI) merupakan salah satu komplikasi pasca bedah dan infeksi nosokomial yang paling sering terjadi pada pasien bedah. IDO ini dapat menyebabkan ketidakmampuan fungsional, penurunan kualitas hidup pasien, peningkatan morbiditas dan mortalitas serta peningkatan lama perawatan dan biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola penggunaan antibiotik profilaksis terhadap angka kejadian dan faktor resiko IDO. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian potong lintang (Cross sectional) prosfektif. Observasi IDO diamati secara langsung luka pascaoperasi, yang pertama diruang perawatan pada saat ganti perban, observasi kedua dilakukan di poliklinik bedah pada saat kontrol berulang. Infeksi Daerah Operasi diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu  IDO insisional superfisial, IDO insisional dalam, IDO organ/rongga. Total sampel selama periode penelitian sebanyak 57, dari hasil dari penelitian ini menunjukkan angka kejadian IDO pada pasien bedah digestif sebesar 17,5% (10 dari 57 sampel). IDO ditemukan paling cepat hari ketiga dan paling lama pada hari kelima. Analisa data meliputi analisa data univariat dan bivariate. Antibiotik profilaksis yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin generasi ketiga yaitu ceftriaxone (96,5%), waktu pemberian antibiotik profilaksis sebagian diberikan <60 menit sebelum insisi (71,9%), dan lama pemberian antibiotik profilaksis sebagia besar >48 jam (71%). Hasil analisa bivariate dengan Chi-square menunjukkan bahwa waktu pemberian antibioti profilaksis dan diagnosa pascaoperasi mempunyai hubungan bermakna terhadap angka kejadian IDO dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05).Kata kunci : Antibiotik Profilaksis, Infeksi Daerah Operasi, IDO, bedah digestif.
KAJIAN POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS HUBUNGANYA DENGAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) PADA PASIEN BEDAH DIGESTIF Amelia, Kiki; Komar, Hafid
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.6.3.186-190.2019

Abstract

Antibiotik profilaksis diberikan untuk mencegah Infeksi Daerah Operasi (IDO) Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola penggunaan antibiotik profilaksis terhadap angka kejadian IDO. Penelitian cross-sectional ini menggunakan data medical record dan pengamatan langsung. Observasi IDO diamati secara langsung luka pascaoperasi, yang pertama diruang perawatan pada saat ganti perban, observasi kedua dilakukan di poliklinik bedah pada saat kontrol berulang. Infeksi Daerah Operasi diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu IDO insisional superfisial, IDO insisional dalam, IDO organ/rongga. Hasil penelitian ini menunjukkan angka kejadian IDO pada pasien bedah digestif sebesar 17,5% memenuhi kriteria diagnosa IDO superficial. IDO ditemukan paling cepat hari ketiga dan paling lama pada hari kelima pasca operasi. Jenis antibiotik profilaksis dan lama penggunaan antibiotik profilaksis tidak mempunyai hubungan bermakna terhadap angka kejadian IDO (p>0,05). Akan terapi waktu pemberian antibiotik mempunyai hubungan bermakna terhadap angka kejadian IDO (p<0,05).
DAMPAK PEMBERIAN VITAMIN B1, B6, B12 PARENTERAL TERHADAP PROPORSI HIPERHOMOSISTEINEMIA PADA PASIEN HEMODIALISIS Pinzon, Rizaldy Taslim; Amelia, Kiki
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.958 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.4858

Abstract

Banyak pasien gagal ginjal kronis menderita hiperhomosisteinemia yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit vaskuler. Dari penelitian sebelumnya ditemukan bahwa pemberian vitamin B dapat mengurangi hiperhomosisteinemia pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur dampak pemberian vitamin B1, B6, B12 parenteral terhadap proporsi hiperhomosisteinemia pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian dilakukan dengan desain one group pretest-posttest menggunakan data sekunder rekam medis hasil laboratorium. Data didapatkan dari 117 pasien dengan metode consecutive sampling dan analisis data dilakukan menggunakan SPSS berlisensi dengan uji McNemar. Hasilnya terdapat penurunan proporsi hiperhomosisteinemia yang bermakna setelah pemberian vitamin B selama 2 minggu (70,94%; p=0,000) dan 4 minggu (66,38%; p=0,000), sehingga kesimpulannya, pemberian vitamin B1, B6, dan B12 dalam jangka waktu 2 minggu maupun 4 minggu dapat menurunkan proporsi hiperhomosisteinemia secara bermakna pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.