Articles

Found 3 Documents
Search

AKTIVITAS HEPATOPROTEKSI EKSTRAK ETANOL KECAMBAH KEDELAI (GLYCINE MAX) DENGAN PARAMETER HISTOPATOLOGI HEPAR PADA TIKUS YANG DIINDUKSI PARASETAMOL Rahimah, Sitti; Indrisari, Maulita; Sari, Ade Irma; Burhan, Asril
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 1, No 1 (2018): NOVEMBER
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.345 KB) | DOI: 10.24252/djps.v1i1.6438

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr) mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoproteksi ekstrak etanol kecambah kedelai pada tikus jantan yang diinduksi parasetamol dengan parameter histopatologi. Ekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% dilakukan untuk mendapatkan ekstrak etanol kecambah kedelai. Hewan uji yang digunakan adalah tikus jantan (Rattus norvegicus) sebanyak 15 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok, secara berturut-turut adalah kelompok I sebagai kontrol tanpa induksi, kelompok II sebagai kontrol dengan pemberian induksi parasetamol, kelompok III, IV dan V yang diberi ekstrak etanol kecambah kedelai, berturut-turut 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Pada hari ke-8 seluruh tikus, kecuali kelompok I, diberikan induktor kerusakan hepar, yaitu parasetamol dosis 180mg/200gBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kecambah kedelai 400 mg/kgBB memiliki aktivitas hepatoproteksi paling efektif dibandingkan dosis 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB dengan parameter histopatologi tikus jantan yang diinduksi parasetamol.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK BIJI SELASIH (Ocimum basilicum L.) DENGAN BEBERAPA PELARUT SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA MENCIT (Mus musculus) Rahimah, Sitti; hendrarti, Wahyu; Ramlah, Sitti
Jurnal Ilmiah As-Syifaa Vol 7, No 2 (2015): AS-SYIFAA Jurnal Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.534 KB)

Abstract

Seeds basil (Ocimum basilicum L.) has been known to the publicand is widely used to treat a variety of diseases. One of its benefits as lowering fever but have not been proven scientifically. This study was to determine whether there is an antipyretic effecte basil seeds (Ocimum basilicum L.) and to determine the effectiveness of extracts of basil seeds by using some of the solvent is n-hexane, ethyl acetate and ethanol compared with paracetamol in mice (Mus musculus). This study was an experimental study using RAL. Experimental animals used were 15 mice, stages of research giving treatment af mice in each group who had fasted for 12 hours, measured rectal temperature (initial temperature), then injected with 1 ml peptone/tail subcutaneously. The data obtained were analyzed ANOVA followed BNJ test. Test antipyretic extract basil seeds (Ocimum basilicum) with some solvent, most effectively used as a solvent in the basil seeds that solvent ethyl acetate compared with solvent n-hexane and ethanol. The results oft his study showed that the extract of basil seeds antipyretic effect.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL BUNGA BROKOLI (Brassica oleracea L. var. Italica) DENGAN METODE DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan METODE ABTS (2,2 azinobis (3-etilbenzotiazolin)-6-asam sulfonat) Sami, Fitriyanti Jumaetri; Rahimah, Sitti
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 2, No 2 (2015): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA
Publisher : FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.052 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol bunga brokoli (Brassica oleracea L. var. Italica) dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan metode ABTS (2,2-Azinobis (3-etilbenzotiazolin)-6-asam sulfonat). Bunga brokoli diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut metanol.  Ekstrak bunga brokoli (Brassica oleracea L. var. Italica) dibuat dalam berbagai konsentrasi dan diuji aktivitas antioksidannya. Pada metode DPPH diperoleh nilai IC50 sebesar 123,698 ppm dan IC50 vitamin C murni sebesar 3 ppm sedangkan pada metode ABTS diperoleh nilai IC50 sebesar 32,1292 ppm dan nilai IC50 vitamin C murni sebesar 6 ppm.