Articles

SISTEM MONITORING TRAFO DISTRIBUSI PT.PLN (PERSERO) BERBASIS IOT Prasetyo, Budi Eko; Putra, Widhy Hayuhardhika Nugraha; Syauqy, Dahnial; Bhawiyuga, Adhitya; Wibowo, Sigi Syah; Ronilaya, Ferdian; Siradjuddin, Indrazno; Adhisuwignjo, Supriatna
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini memperkenalkan sebuah sistem manajemen Trafo Distribusi jaringan tegangan rendah (JTR) milik PT. PLN (Persero) yang disebut dengan Distributed Transformer Management System (DTMS). Trafo Distribusi merupakan asset strategis PT. PLN (Persero) karena keberlangsungan umur trafo distribusi adalah sangat penting dalam menjaga layanan penyediaan energi kelistrikan kepada pelanggan, dan sebagai sumber pendapatan utama.  Jumlah aset yang besar dan luasnya jangkauan pemasangan trafo distribusi menuntut PT. PLN (Persero) berinvestasi lebih untuk memantau kondisi Trafo agar tidak terjadi kerusakan dan mengurangi biaya perawatan. Oleh karena itu peran teknologi informasi saat ini menjadi salah satu investasi yang paling feasible bagi PT. PLN (Persero) dalam menjaga performa aset strategis tersebut. DTMS yang dibangun terdiri atas: (1) perangkat embedded system yang berfungsi untuk melakukan pengukuran dan pengiriman data, (2) perangkat lunak Web Service yang berfungsi untuk menerima data dari embedded system dan (3) perangkat lunak berbasis web untuk penyajian data dan pengelolaan data untuk menjadi sebuah Decision Support System (DSS). DTMS ini dibangun untuk memberikan fungsi peringatan dini terhadap anomali parameter trafo seperti overload, overvoltage dan black out events. Disamping itu, suhu operasi trafo juga menjadi parameter yang menggambarkan kondisi trafo dalam status aman, peringatan atau berbahaya. Embedded system yang dibangun akan mengukur kondisi trafo, kemudian dengan menggunakan protokol komunikasi RF 2,4 GHz dan GPRS, embedded system akan menampung dan mengirim data ke server melalui protokol HTTPS dengan antarmuka pemrograman yang disusun menggunakan format JSON. Setelah mendapatkan data, DTMS akan melakukan perhitungan untuk mendapatkan rekomendasi optimalisasi trafo berupa penyeimbangan, perawatan atau peningkatan daya. AbstractThis paper introduces a Low Voltage Distribution Transformer (JTR) Management owned by PT. PLN (Persero) which is also called the Distributed Transformer Management System (DTMS). Distribution transformer is a strategic asset of PT. PLN (Persero) because it?s lifecycle is highly important for PT. PLN (Persero) primarily in delivering electrical energy to customers, and of course as a main source of PT. PLN?s revenue. The large amount of assets and the broad range of installation of distribution transformers requires PT. PLN (Persero) invests more to monitor and maintain the condition of the Trafo in order to avoid unplanned damage and reduce the cost of unplanned maintenance. Therefore the role of information technology is currently one of the most feasible investment for PT. PLN (Persero) in maintaining the performance of this strategic assets. The DTMS consists of: (1) embedded system devices for data measurement and transmission, (2) Web Services software for receiving data from embedded systems, and (3) Web-based software for data presentation and data management for Decision Support System (DSS) purpose. The DTMS is built to provide early warning functionality to the transformer parameter anomalies such as overload, overvoltage and blackout events. In addition, the transformer operating temperature is also an important parameter that describes the condition of the transformer in safe state, warning state or danger state. The embedded system will measure the transformer's general conditions, then using the 2.4 GHz RF communications protocol and GPRS, then it will collect and transfer data to the server via the HTTPS protocol with a programming interface compiled using the JSON format. After getting the data, DTMS will do the calculation to get recommendation of transformer optimization such as balancing, maintenance or power uprating.
IMPLEMENTASI ALGORITME K-NEAREST NEIGHBOUR PADA SISTEM MONITORING DAN KLASIFIKASI AIR AQUARIUM IKAN KOI BERBASIS EMBEDDED SYSTEM Firmansyah, Dwi; Syauqy, Dahnial; Maulana, Rizal
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 8 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi air akuarium yang kurang baik dapat menyebabkan terganggunya kesehatan ikan, kondisi air yang cenderung tidak stabil dapat mengganggu dan mengancam kesehatan ikan. Gas amonia yang terlarut dalam air melebihi ambang batas yang bisa di toleransi oleh ikan koi dapat menyebabkan ikan koi cenderung tidak aktif dalam akuarium dikarenakan sisa-sisa makanan atau kotoran dari ikan terebut. Sensor mq-135 adalah sebuah perangkat untuk mendeteksi bau tidak sedap yang terdapat pada udara, dimana pada sistem ini digunakan untuk mendapatkan nilai gas amonia yang terdapat dalam kandungan pada air. Salinitas atau kadar garam yang terlarut pada air akuarium juga dapat mengakibatkan iritasi terhadap insan dan kulit ikan sehingga ikan cenderung menggesek-gesekkan tubuhnya ke dasar akuarium, namun apabila kadar garam terjaga dengan baik dapat mencegah, merawat dan membunuh bakteri yang mengganggu kesehatan ikan, salah satunya adalah bakteri yang disebabkan kotoran ikan(amonia). Sehingga pada penelitian ini dibuatlah sistem yang dapat mengklasifikasikan kondisi air akuarium dengan meng-implementasikan metode k-nearest neighbor. Input dari sistem ini yaitu nilai pembacaan sensor gas amonia dan konduktivitas listrik yang kemudian akan melakukan komputasi dan menampilkan hasil klasifikasi pada LCD serta nilai pembacaan sensor dikirim ke platform thingspeak. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil akurasi sebesar 27,28% untuk pengujian nilai k dan pengujian waktu yang diperlukan untuk melakukan komputasi sehingga didapatkan hasil klasifikas dengan rata-rata sebesar 1897,5ms atau 1,9 detik.
SISTEM PENGATURAN NYALA LAMPU BERBASIS GERAKAN TANGAN MELALUI WEARABLE DEVICE DENGAN METODE K-NEAREST NEIGHBOR Halim, Abdul Rahman; Syauqy, Dahnial; Kurniawan, Wijaya
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 8 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan gerakan merupakan teknologi yang memungkinkan suatu sistem untuk mengenali gerakan yang dilakukan pada bagian tubuh manusia dengan menggunakan kamera, suara dan sensor. Bagian tubuh manusia yang dapat digunakan sebagai indikator antara lain sepeti, tangan, kaki, kepala, dan lain lain. Pada penelitian ini dibangun sebuah sistem yang dapat melakukan klasifikasi dari gerakan tangan dengan menggunakan sensor MPU6050 pada wearable device yang digunakan pada tangan. Metode klasifikasi K-Nearest Neighbor (KNN) digunakan dalam penelitian ini karena memiliki kecepatan pengolahaan data yang cepat dalam melakukan klasifikasi. Data uji didapatkan melalui wearable device yang memiliki perangkat untuk melakukan pembacaan data sensor akselerometer, kemudian dikirim menggunakan modul nirkabel RF24 kepada Arduino Uno sebagai perangkat penerima untuk masuk kedalam proses klasifikasi gerakan dan menampilkan hasil klasifikasi pada kondisi LED. Pengujian pada penelitian ini memberikan hasil tingkat akurasi pengenalan gerakan sebesar 100% pada gerakan tangan melambai ke atas untuk menyalakan lampu, 100% pada gerakan tangan melambai ke kiri untuk meredupkan lampu, dan 100% pada gerakan tangan ke bawah untuk mematikan lampu.  Selain itu dilakukan pengujian waktu komputasi untuk melakukan klasifikasi gerakan dengan metode KNN pada penelitian ini. waktu komputasi dari pengujian memberikan waktu rata ? rata sebesar 94,3 milisecond pada 30 pengujian gerakan atau 10 pengujian pada 3 jenis gerakan.
RANCANG BANGUN SISTEM KLASIFIKASI KEMURNIAN SUSU SAPI DENGAN MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES Firmansyah, Dimas Rizqi; Syauqy, Dahnial; Utaminingrum, Fitri
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 10 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu sapi merupakan bahan pangan maupun minuman yang populer dikonsumsi pada masyarakat. Manfaat yang dihasilkan dari susu sapi sangat banyak, karena mengandung protein, vitamin, dan juga mineral yang dibutuhkan dalam tubuh. Penjualan susu sapi sering kali ditemui pada pedesaan, perkotaan, tempat wisata, pinggir jalan, hingga rumah makan. Karena masyarakat yang membutuhkan susu sapi ini banyak, maka sering kali dijumpai penjual atau oknum nakal yang menjual susu sapi tidak murni. Karena dengan memalsukan susu sapi tersebut maka penjual nakal mendapatkan keuntungan yang sangat banyak. Dari pemalsuan kemurnian susu sapi tersebut banyak sekali kerugian yang dirasakan oleh konsumen, antara lain adalah konsumen menjadi rugi, hingga yang parah adalah konsumen dapat masuk rumah sakit karena susu yang dipalsukan dimasukan bahan ? bahan yang tidak sesuai untuk bahan pangan. Oleh sebab itu, untuk membantu masyarakat agar tidak terjebak membeli susu sapi yang sudah campur air oleh oknum maka diperlukan alat yang mampu menguji kemurnian susu sapi secara langsung dan cepat. Karena adanya sebuah masalah tersebut maka diangkatlah penelitian untuk membangun alat yang mampu mendeteksi susu sapi, susu campuran atau susu murni. Penelitian ini memerlukan sensor warna TCS3200 yang digunakan mendeteksi warna pada susu sapi, dan juga sensor pH untuk memperoleh nilai keasaman pada susu sapi. Untuk hasil klasifikasi menggunakan perhitungan metode Naive Bayes. Pemilihan penggunaan klasifikasi Naive Bayes tersebut karena metode tersebut dapat digunakan untuk mengolah data yang bias serta hasil perhitungan yang akurat. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan akurasi perhitungan Naive Bayes sebesar 90% yang diambil dari 20 kali pengujian, dan pengujian tersebut terdapat 2 hasil yang tidak sesuai. Sedangkan kecepatan hitung alat yang dimulai dari pengambilan nilai oleh sensor hingga alat dapat mengeluarkan hasil klasifikasi rata ? rata sebesar 6932 ms.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGKALIBRASI NADA DAN PENGKONVERSI NADA MENJADI AKOR PADA INSTRUMEN GITAR DENGAN LABVIEW Jiwanda, Raga; Syauqy, Dahnial; Kurniawan, Wijaya
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam musik, terdapat berbagai macam permasalahan. Salah satunya dalam instrumen gitar. Apabila kualitas sinyal akustik dari senar pada instrumen gitar tidak terkalibrasi dengan baik, sinyal akustik yang dihasilkan tidak akan terdengar indah. Dalam musik terdapat 423 akor, tidak ada cara yang praktis untuk memahami suatu akor tersebut selain membaca buku akor. Penamaan suatu akor juga diperlukan dalam penulisan sebuah lagu, agar ketika lagu tersebut dimainkan oleh musisi lainnya, musisi tersebut dapat memahami akor yang ada. Dari kebutuhan tersebut muncul permasalahan seperti bagaimana merancang bangun sebuah sistem yang dapat melakukan pengkalibrasian nada dan pendeteksian akor pada sebuah instrumen musik. Pada penelitian ini, sistem pengkalibrasian nada dan pendeteksi akor dilakukan terhadap instrumen gitar. Proses perancangan sistem dan user interface dilakukan dengan menggunakan pemrograman Labview. Karena masukan yang diterima berupa sinyal akustik, diperlukan algoritma fast fourier transform dalam pemfilteran sinyal akustik. Pengujian sistem dilakukan untuk mengetahui fungsionalitas sistem dalam mendeteksi nada, waktu yang dibutuhkan untuk mengakuisisi data hingga muncul nada, tingkat akurasi pengkalibrasi nada dan pendeteksi akor. Performa yang dihasilkan oleh sistem dalam uji fungsionalitas pendeteksian nada, uji pengkalibrasi nada, uji pendeteksian akor, persentase keberhasilannya adalah 100%. Dalam proses akuisisi data hingga muncul nada rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah 0.622933 detik.
Sistem Penghitung Jumlah Orang Otomatis Pada Pintu Masuk Berbasis Sensor Ultrasonik dan Mikrokontroler Arduino Uno dengan Metode Bayes Ardiansyah, Eko; Fitriyah, Hurriyatul; Syauqy, Dahnial
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.712 KB)

Abstract

Menghitung jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan dapat memberikan sebuah informasi  pengelola untuk dapat mengoptimalkan tempat, dan mengevaluasi daya Tarik pada beberapa area perbelanjaan. Pengelola area dapat menganalisis memonitoring keadaan pusat keramaian tersebut. Dari semua permasalahan diatas, maka diperlukan sebuah sistem otomatis yang digunakan untuk menghitung jumlah orang yang melewati pintu. Dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah deteksi objek yang lewat. Alat ini akan menggunakan sensor ultrasonik HC-SR-04 yang diproses menggunakan klasifikasi Bayes untuk menghitung jumlah orang yang melewati sensor ultrasonik pada pintu tersebut. Didalam sistem tersebut menggunakan mikrokontroler Ardino Uno yang digunakan untuk menggontrol sistem dan output akan ditampilkan di LCD 16x2. Metode Bayes dipilih sebagai salah satu teknik untuk pengambilan keputusan klasifikasi penghitung jumlah orang yang melewati pintu secara bersamaan, metode ini merupakan salah satu metode klasifikasi yang cukup sederhana dan mudah dipahami. Akurasi yang diperoleh sistem ini dengan menggunakan metode Bayes adalah sebesar 80%. Hasil dari pengujian waktu dilakukan sebanyak 10 kali, waktu yang diperoleh dari sistem pengamilan keputusan rata-rata sebesar 679,2. Dalam kasus ini menggunakan ukuran pintu lebar 200 cm dan tinggi 190 cm.  
Implementasi Protokol MQTT Pada Monitoring Suhu Dan Ketersediaan Pakan Ikan Pada Akuarium Daulah, Moh. Saifud; Syauqy, Dahnial; Primananda, Rakhamadhany
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 9 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.974 KB)

Abstract

Pemberian pakan ikan umumnya masih sangat bergantung pada sumber daya manusia yang sifatnya masih manual. Selain itu mengetahui suhu dalam air akuarium juga diperlukan untuk pemeliharaan ikan. Akan tetapi masih banyak ketidak perdulian terhadap suhu dan pemberian pakan ikan yang tidak teratur. Sehingga dibutuhkan sebuah sistem otomatisasi pemberian pakan ikan dan monitoring kondisi suhu dalam air. Pada sitem ini menggunakan sensor duhu DS18B20 untuk mengetahui suhu dalam akuarium dan sensor loadcell digunakan untuk mengetahui ketersediaan pakan ikan pada wadah. Sensor loadcell digunakan untuk mengetahui perubahan berat wadah yang menampung pakan ikan, sehingga informasi tersebut diteruskan ke aplikasi. Informasi yang didapat perangkat keras dikirimkan ke aplikasi menggunakan komunikasi protokol MQTT dimana data hasil sensing. Perangkat keras bertindak sebagai publisher akan mengirimkan data ke broker. Aplikasi android yang bertindak subscriber akan menampilkan data berupa informasi suhu air, ketersediaan pakan dan  penjadwalan pakan ikan berdasarkan informasi yang didapat dari perangkat keras. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan adalah rata-rata persentase error suhu sebesar 21,87%. Kemudian untuk nilai berat rata-rata pakan keluar selama 5 detik sebesar 28.29 gr. Penjadwalan untuk buka tutup pakan dilakukan setiap 1 menit sekali.
PENERAPAN FILTER MAHONY PADA TRACKING SYSTEM PERGERAKAN ORIENTASI DAN POSISI KEPALA BERSKALA RUANG Fadhilah, Muhammad Kholash; Syauqy, Dahnial; Setiawan, Eko
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 10 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virtual Reality (VR) merupakan istilah pada lingkungan 3D yang dihasilkan oleh komputer dan memiliki kemampuan untuk membuat pengguna untuk dapat berinteraksi dengan realitas alternatif. Untuk berinteraksi dengan virtual reality, pengguna membutuhkan perangkat yang mengakomodasi interaksi pengguna dengan lingkungan VR. Perangkat VR berskala ruang mampu membuat pengguna untuk dapat berinteraksi lebih leluasa. Perangkat VR sekarang yang terdapat di pasaran masih membutuhkan perangkat luar pendukung sehingga mengakibatkan kurangnya portabilitas perangkat. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan perangkat berbasis orientasi kepala dan posisi kepala dengan berskala ruangan. Pada pengembangan perangkat, pengujian dilakukan untuk mengetahui kinerja sistem perangkat. Pengujian sistem perangkat dengan melibatkan penerapan Filter Mahony sebagai filter orientasi. Pengujian berdasar pada data orientasi kepala dan posisi kepala pengguna pada sebuah ruangan. Pengujian sistem perangkat memperoleh akurasi deteksi pada akuisisi data posisi kepala pada luas ruangan berukuran 3,33m2 dengan rata-rata eror sebesar 4,9cm dari ukuran jarak pada ruang sebenarnya dan untuk akurasi deteksi dari data orientasi oleh sistem, rata-rata eror sudut derajat adalah 2,59 derajat dari sudut derajat sebenarnya. Pada klasifikasi dalam penentuan heading oleh sistem memperoleh rata-rata kesuksesan sebesar 73,5%.
RANCANG BANGUN SISTEM PEMBEDA GERAKAN BERLARI DAN BERJALAN UNTUK ATLET LARI MENGGUNAKAN MPU6050 DAN METODE KLASIFIKASI K-NEAREST NEIGHBOR Sanjaya, Agastya Bramanta; Syauqy, Dahnial; Setyawan, Gembong Edhi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 7 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengembangkan kemampuan atlet lari jarak pendek dilakukan pelatihan. Pelatihan pada atlet lari jarak pendek secara konvensional membutuhkan setidaknya 2 (dua) komponen utama yaitu pelatih dan atlet. Sering kali atlet tidak melakukan pelatihan dengan baik seperti berjalan ketika diperintahkan untuk berlari, dan pelatih tidak memperhatikannya, hal ini yang dapat menyebabkan pelatihan lari tidak mendapatkan hasil maksimal. Dari permasalahan tersebut dirancang sistem pembeda gerakan berlari, berjalan dan diam menggunakan modul sensor MPU6050 dengan input nilai sensor gyroscope dan accelerometer dan metode k-nearest neighbor sebagai algoritme klasifikasi. Dengan adanya sistem yang dapat membedakan gerakkan berlari, berjalan dan diam diharapkan dapat membantu pelatih lari untuk memonitoring gerakan dari seorang atlet saat pelaksanaan latihan dengan tidak harus selalu mengamati atlit lari saat latihan serta diharapkan dapat membantu pelatih melakukan pelatihan dengan jumlah atlit lari lebih dari 1 (satu) orang secara bersamaan. Sistem ini berbasis wearable device yang digunakan pada bagian tubuh atlet dan mengirimkan data sensor kepada perangkat lain pada pelatih. Sistem ini memiliki tingkat akurasi sebesar 96,7% dalam membedakan gerakan berlari, berjalan dan diam serta waktu komputasi yang dibutuhkan sebesar 0,922 detik.
Rancang Bangun Pengenalan Modul Sensor dengan Konfigurasi Otomatis Berbasis Komunikasi I2C Kusna, Nicho Ferdiansyah; Akbar, Sabriansyah Rizqika; Syauqy, Dahnial
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 10 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.198 KB)

Abstract

Wireless Sensor Network merupakan salah satu dari sekian banyak teknologi yang saat ini digunakan di berbagai bidang. Namun pada kenyataannya untuk dapat membuat suatu sistem WSN dapat bekerja membutuhkan banyak waktu, pengalaman dan juga pengetahuan yang memadai. Hal tersebut dikarenaka sulitnya mengkonfigurasi suatu node agar dapat bekerja dengan baik. Agar sensor node dapat digunakan sendiri proses yang harus dilalui cukup rumit, mulai dari penyusunan rangkaian, pengkabelan, pemrograman dan lain-lain. Salah satu solusi dari masalah tersebut yaitu dengan cara menerapkan sistem Modular WSN dimana bagian dari node dipisahkan menjadi modul tertentu berdasarkan jenis dan kegunaannya, jenis modul dibagi menjadi modul core (perangkat pengendali), modul komunikasi dan modul sensor. Pada modul yang ada diterapkan sistem Plug and Play agar tiap modul dapat langsung digunakan tanpa harus melalui proses konfigurasi apapun. Pada penilitian yang ini hanya berfokus pada modul sensor dimana nantinya modul sensor terdiri dari beberapa jenis sensor yang berbeda. Modul sensor yang telah diterapkan sistem PnP dapat langsung digunakan ketika dihubungkan pada perangkat pengendali. Proses pendeteksian dan proses identifikasi dilakukan dengan memanfaatkan komunikasi serial I2C (Inter Integrated Circuit). Dari hasil beberapa pengujian yang dilakukan diketahui bahwa proses pendeteksian, pengiriman data dan juga pemilihan modul aktif berhasil dilakukan tanpa mengalami kendala apapun.
Co-Authors Abidin, Rioadam Sayyid Achmad Basuki Achmad Rizal Zakaria, Achmad Rizal Adharul Muttaqin Adhisuwignjo, Supriatna Adhitya Bhawiyuga, Adhitya Adi Putra, Tio Haryanto Agi Putra Kharisma, Agi Putra Agung Prasetyo Agung Setia Budi, Agung Setia Ajizi, Mohammad Faizal Akbar, La Ode Muh. Fadlun Akbar, Muhammad Fajaruddin Akbar, Sabrian Rizqika Alfansuri, Latief Nurrohman Alrynto, Alrynto Amani, Rint Zata Anshari, Rifqi ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ardiansyah, Faizal Ariadana, Lb Novendita Arief Kurniawan Barlian Henryranu Prasetio Bastomi, Ahmad Yazid Bayu Rahayudi Clinton, Afdy Darmawan, Bukhori Daulah, Moh. Saifud Dharmawan, Muchamad Rafi Djoedir, Belsazar Elgiborado Giovani Eko Ardiansyah, Eko Eko Setiawan Era Imanningtyas, Era Fadhilah, Muhammad Kholash Fajar, Yurliansyah Hirma Fantara, Fungki Pandu Fauzan, Fikri Fauzi Rivani, Fauzi Fauzi, M Ali Fauzi, M Ali Firdaus, Addin Miftachul Firmansyah, Dimas Rizqi Firmansyah, Dwi Firmansyah, Eko Hilmi Firmansyah, Hamdan Bagus Fitri Utaminingrum, Fitri Gembong Edhi Setyawan Gumelar, Agung Widya Halim, Abdul Rahman Haqiqi, Mustajib Furqon Himmah, Shelsa Faiqotul Hurriyatul Fitriyah, Hurriyatul Ibad, Ahmad Mustafidul Ihsanurrahim Ihsanurrahim, Ihsanurrahim Ikhsan, Nurul Ismawati, Dini Issa Arwani Jiwanda, Raga Kafila, Kresna Wiska Khairul Anwar Kusna, Nicho Ferdiansyah Kusumo, Cipto Bagus Jati Lavanna Indanus Ramadhan, Lavanna Indanus M Nuzulul Marofi, M Nuzulul Mhd. Idham Khalif, Mhd. Idham Mochammad Hannats Hanafi Ichsan, Mochammad Hannats Hanafi Mochammad Hannats Hanafi, Mochammad Hannats Mubarak, Vira Muda Tantriburhan Mubarok, A. Baihaqi Muhammad Eraz Zarkasih, Muhammad Eraz Muhammad Naufal, Muhammad Muhsin, Mohammad Ali Mukmin Mukmin Nur, Salman Farizy Nurhayati, Izza Febria Pahlevi, Alfian Reza Perdana, Raka Bagas Pradiansyah, Devo Harwan Prasetyo, Budi Eko Pratama, Adryan Chiko Pratiwi, Rizka Ayudya Primananda, Rakhamadhany Putra Pandu Adikara Putra, Ganda Wibawa Putra, Hazal Kurniawan Putra, Widhy Hayuhardhika Nugraha Putri, Nanda Epriliana Asmara Rahmana, M. Adib Fauzi Rakhmadhany Primananda, Rakhmadhany Ramadan, Muhammad Yusuf Randy Cahya Wihandika, Randy Cahya Rezak Andri Purnomo, Rezak Andri Ringga Aulia Primahayu, Ringga Aulia Rizal Maulana, Rizal Rochmatullah, Agung Wismawan Rodhi, Moh. Zainur Ronilaya, Ferdian Sabriansyah Rizqika Akbar Sandi, Govinda Dwi Kurnia Sanjaya, Agastya Bramanta Santoso, Rudy Agus Saputra, Achmad Fanani Kurniawan Satrio, Wildo Septiawan, Idang Wahyuddin Setiawan, Oggy Siahaan, Bunga Boru Hasian Sigi Syah Wibowo Siradjuddin, Indrazno Siswanto, Dedi Soleha, Nikmatus Styandi, Anggi Diatma Sugianto, Eka Nanda Sukmaarta, Agung Bachtiar Sutikno Sutikno Tibyani Tibyani, Tibyani Virza Audy Ervanda, Virza Audy Wahyu Adi Prayitno, Wahyu Adi Wahyu Wicaksono, Arief Wijaya Kurniawan Woggiasworo, Muhammad Wingga Yantama, Firdy Yuita Arum Sari Yurianda, Herwin Zainullah, Moch. Alfian Zulfy, Ikhwan