Eko Sakti Pramukantoro, Eko Sakti
Unknown Affiliation

Published : 61 Documents
Articles

Perbandingan Kinerja Routing Multi Copy Dan Routing First Contact Dengan Stationary Relay Node Pada Delay Tolerant Network (DTN) Hutajulu, Poltak G.; Yahya, Widhi; Pramukantoro, Eko Sakti
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2 No 7 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.877 KB)

Abstract

Internet menjadi salah satu media penyaji dan pertukaran informasi yang paling banyak digunakan. Pertukaran informasi tersebut dapat diakses jika menggunakan konektivitas yang memadai. Beberapa tempat masih memiliki konektivitas yang rendah dan tidak memiliki konektivitas seperti daerah pendakian gunung Semeru, sehingga pertukaran informasi akan sulit diakses dikarenakan delay dan tingkat loss yang tinggi. Masalah tersebut diatasi dengan Delay Tolerant Network (DTN). DTN adalah sebuah konsep jaringan yang toleran terhadap delay dan koneksi yang terputus pada suatu jaringan. Pada penelitian ini menggunakan proses simulasi jaringan DTN pada The ONE simulator untuk membandingkan kinerja protokol routing DTN dengan penambahan Stationary Relay Node. Jenis routing yang digunakan adalah routing First Contact, Epidemic, MaxProp, ProPHET, dan Spray and Wait dengan skenario jalur pendakian Semeru. Hasil pengujian  penelitian ini menunjukkan delivery probability tertinggi didapatkan sebesar 0,5388 dengan jumlah 200 node dan 15 Stationary Relay Node oleh routing Spray and Wait. Overhead ratio tertinggi yang didapatkan sebesar 6,7484 dengan jumlah 50 node dan 20 stationary relay node oleh routing Spray and. Routing First Contact sebelum dan sesudah penambahan Stationary Relay Node memiliki tingkat average latency yang lebih tinggi. Average latency terendah yang didapatkan sebesar 7491,9710 dengan jumlah 200 node dan 15 Stationary Relay Node oleh routing MaxProp.  
IMPLEMENTASI MEKANISME END-TO-END SECURITY MENGGUNAKAN ALGORITMA AES DAN HMAC PADA PENGIRIMAN DATA SENSOR ECG BERBASIS LORA Rahman, Al Ghitha Aulia; Pramukantoro, Eko Sakti; Amron, Kasyful
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.941 KB)

Abstract

LoRa (Long Range) merupakan salah satu media transmisi nirkabel yang dirancang untuk perangkat dengan keterbatasan sumberdaya seperti sensor dan hanya perlu mentransmisikan sejumlah kecil data dalam jarak jauh. Penerapan media transmisi LoRa pada IoT seperti pemantauan ECG (electrocardiogram) akan sangat membantu pasien. Namun, salah satu tantangan utama dalam menerapkan IoT ialah keamanan pada data saat ditransmisikan. Terlebih lagi, data sensor seperti data ECG dinilai bersifat sensitif karena menjadi dasar diagnosis suatu penyakit oleh tenaga medis. Oleh karena itu, salah satu solusi dari kerentanan tersebut ialah menerapkan mekanisme keamanan antar endpoints (end-to-end security). Mekanisme end-to-end security dapat implementasi menggunakan kriptografi. Pada penelitian ini akan menerapkan mekanisme end-to-end security menggunakan algoritma kriptografi AES dan HMAC. Pemilihan kedua algoritma tersebut didasari pada keterbatasan sumberdaya perangkat yang digunakan. Mekanisme tersebut diterapkan pada node sensor dan gateway sebagai endpoints pengiriman data ECG. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa  mekanisme end-to-end security berhasil diterapkan. Namun, penerapan mekanisme tersebut memiliki dampak yaitu kenaikan end-to-end delay melebihi waktu delay yang ditoleransi oleh data ECG. Sehingga mekanisme tersebut tidak direkomendasikan untuk diterapkan.
AN EVENT-BASED MIDDLEWARE FOR SYNTACTICAL INTEROPERABILITY IN INTERNET OF THINGS Pramukantoro, Eko Sakti; Anwari, Husnul
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 8, No 5: October 2018
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.821 KB) | DOI: 10.11591/ijece.v8i5.pp3784-3792

Abstract

Internet of Things (IoT) connecting sensors or devices that record physical observations of the environment and a variety of applications or other Internet services. Along with the increasing number and diversity of devices connected, there arises a problem called interoperability. One type of interoperability is syntactical interoperability, where the IoT should be able to connect all devices through various data protocols. Based on this problem, we proposed a middleware that capable of supporting interoperability by providing a multi-protocol gateway between COAP, MQTT, and WebSocket. This middleware is developed using event-based architecture by implementing publish-subscribe pattern. We also developed a system to test the performance of middleware in terms of success rate and delay delivery of data. The system consists of temperature and humidity sensors using COAP and MQTT as a publisher and web application using WebSocket as a subscriber. The results for data transmission, either from sensors or MQTT COAP has a success rate above 90%, the average delay delivery of data from sensors COAP and MQTT below 1 second, for packet loss rate varied between 0% - 25%. The interoperability testing has been done using Interoperability assessment methodology and found out that ours is qualified.
IMPLEMENTASI ANTARMUKA KOMUNIKASI BERBASIS LONG RANGE PADA IOT MIDDLEWARE UNTUK MENDUKUNG NETWORK INTEROPERABILITY Candra, Galih Bhaktiar; Pramukantoro, Eko Sakti; Primananda, Rakhmadhany
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.905 KB)

Abstract

Karakteristik yang dimiliki IoT ialah heterogenitas perangkat dan antarmuka komunikasi. Heterogenitas antarmuka komunikasi dalam IoT menyebabkan permasalahan network interoperability. Network interoperability ialah membahas tentang jaringan dan antarmuka komunikasi yang digunakan oleh objek (things ­dalam IoT) untuk terhubung dengan perangkat lainnya.   IoT middleware yang sudah ada saat ini dikembangkan salah satunya untuk mendukung network interoperability dengan menyediakan komunikasi menggunakan antarmuka komunikasi WiFi, BLE, serta 6LoWPAN.  Diterapkannya BLE, WiFi dan 6LoWPAN merupakan pengembangan yang terbatas pada jenis Wide Personal Area Network, dimana jarak jangkau media transmisi tersebut dalam kategori yang sama. Dalam hal ini dibutuhkan pengembangan antarmuka komunikasi yang berbeda jenis dan memiliki jangkauan lebih jauh untuk mendukung network interoperability. Antarmuka komunikasi yang dipilih untuk ditambahkan adalah LoRa. LoRa dipilih dan diterapkan dalam penelitian ini karena merupakan jenis Low Power Wide Area Network. LoRa merupakan teknologi wireless untuk IoT yang menjadi populer dikarenakan transfer datanya dalam jumlah yang kecil pada interval yang pendek melalui jarak komunikasi yang jauh. LoRa diterapkan di IoT middleware sebagai antarmuka komunikasi baru dan menggantikan antarmuka komunikasi 6LoWPAN. Berdasarkan pengujian, hasil yang didapat menunjukkan bahwa antarmuka komunikasi LoRa dapat menjangkau jarak 500 meter dengan rata-rata delay sebesar 0,502 detik. LoRa juga dapat menerima data dari node sensor yang berbeda. Selain itu, LoRa dapat berjalan serta dapat menerima paket secara bersama-sama dengan WiFi dan BLE, sehingga penggunaan LoRa dapat menambah kemampuan middleware untuk mendukung network interoperability.
CLOUD-BASED MIDDLEWARE FOR SYNTACTICAL INTEROPERABILITY IN INTERNET OF THINGS Pramukantoro, Eko Sakti; Bakhtiar, Fariz Andri
Journal of Information Technology and Computer Science Vol 5, No 1: April 2020
Publisher : Faculty of Computer Science (FILKOM) Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1552.039 KB) | DOI: 10.25126/jitecs.202051148

Abstract

Heterogeneity of protocol communications, data formats, data structure, and hardware specifications on the Internet of things can lead to an Interoperability problem. The solution provides middleware that capable to work in heterogeneity communications, data formats, etc. This paper proposed. A cloud-based middleware that provides a communication interface to receive data from sensor nodes based on Restful and CoAP. Received data then stored in heterogenous IoT data storage based on the NoSQL database. From experiment and testing, interoperability testing methodology was used. The result shows proposed middleware can receive data from both protocols. The received data could store based on structure data or unstructured data on IoT data storage.
DEVELOPING ACTOR-BASED MIDDLEWARE AS COLLECTOR SYSTEM FOR SENSOR DATA IN INTERNET OF THINGS (IOT) Trisnawan, Primantara Hari; Bakhtiar, Fariz Andri; Pramukantoro, Eko Sakti
Journal of Information Technology and Computer Science Vol 5, No 1: April 2020
Publisher : Faculty of Computer Science (FILKOM) Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3329.019 KB) | DOI: 10.25126/jitecs.202051101

Abstract

The use of Internet of Things (IoT) plays an important role in supporting wireless communication for middleware in collecting data sensors. An actor-based middleware is designed to bridge protocol differences between cloud and sensor nodes. This middleware also acts as an initiator in accessing data from several sensor nodes, and then sending data that has been collected to the cloud. Incorporating the differences of communication protocols and data formats between sensor nodes and cloud is the responsibility of middleware. This Middleware acts as an actor by acting proactively accessing data from each sensor node, so that it can facilitate the completion of sending data from the sensor node to the middleware by avoiding from "signal collisions? among sensor nodes. After the data is collected in the middleware, the data is sent to the cloud using the Websocket or HTTP protocol above the TCP / IP protocol. The performance of the system is evaluated based on the success of the middleware bridging communication between sensor nodes and the cloud, as well as the readability of IoT data sensors that have been adjusted by cloud. The test results show that built-in middleware can bridge protocols between cloud and sensor nodes. In addition, the Websocket usage protocol produces a lower delay value than the MQTT and CoAP protocols.
Pengembangan Push Notification Menggunakan Websocket Yudianto, Andrias; Pramukantoro, Eko Sakti; Amron, Kasyful
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.287 KB)

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ketersediaan informasi, maka dikembangkan teknologi dengan nama push notification. Teknologi push notification adalah teknologi yang memungkinkan sebuah perangkat (client) mendapatkan informasi berupa notifikasi yang dikirimkan oleh penyedia informasi (server) secara otomatis. Pada umumnya mekanisme pengiriman notifikasi dari server ke client menggunakan push service yang berdiri sendiri (broker) dan menggunakan protokol Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Namun masih sering terjadi keterlambatan pengiriman notifikasi dengan menggunakan mekanisme pengiriman tersebut. Broker yang membatasi antar server dan client dalam mekanisme pengiriman notifikasi dinilai tidak efisien. Diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk mengatasi dua masalah tersebut. Penelitian ini akan mengembangkan mekanisme pengiriman notifikasi dengan push notification yang akan diimplementasikan dengan menggunakan protokol websocket dan implementasi broker kedalam server. Hasil pengembangan pada penelitian memiliki jumlah maksimal client yang dapat terhubung dengan server sebanyak 1015 client serta rata-rata delay yang didapat dari pengujian pengiriman notifikasi secara massal, pengiriman notifikasi dengan ukuran yang berbeda, dan pengiriman notifikasi menggunakan bandwidth yang berbeda.
IMPLEMENTASI ENKRIPSI PAYLOAD MENGGUNAKAN ALGORITME GRAIN 128 BERBASIS IOT MIDDLEWARE Safitri, Winda Ayu; Kusyanti, Ari; Pramukantoro, Eko Sakti
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 11 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.223 KB)

Abstract

Kriptografi merupakan sebuah usaha untuk mengamankan sebuah pesan dengan menggunakan teknik enkripsi dimana menggunakan sebuah kunci untuk menemukan pesan aslinnya. Kriptografi sangat penting digunakan pada proses bertukar pesan pada Internet of Things agar pesan yang dikirim tidak dapat dicuri atau dimanupulasi. Di dalam IoT, terdapat sebuah protocol standart yang juga disediakan untuk gateway  pada middleware. Pada skema middleware, fitur keamanan belum diterapkan baik pada transmisi data maupun validasi data sehingga dibutuhkan metode untuk mengtasi celah keamanan tersebut. Demi mengatasi masalah tersebut, terdapat metode untuk menjamin kerahasiaan data pada komunikasi tersebut yaitu dengan menerapkan algoritme Grain 128. Algoritme Grain 128 dapat melindungi paket yang dikirimkan. Dari hasil penelitian, algoritme Grain 128bit telah berhasil diimplementasikan untuk payload data pada protokol MQTT dan CoAP.  Algoritme Grain 128 yang telah diimplementasikan pada sistem penelitian telah melalui pengujian test vector dan dinyatakan valid. Pengujian kerahasiaan data membuktikan bahwa aspek confidentiality dan aspek integrity dapat dilakukan pada proses enkripsi dan dekripsi. Pengujian serangan aktif berhasil dilakukan ketika user memasukkan plaintext dan mengetahui ciphertextnya, karena proses xor dari plaintext dan ciphertext akan menghasilkan sebuah keystream. Pengujian serangan pasif berhasil dilakukan karena pada hasil pengamatan, plaintext yang dikirim dan diterima tidak berubah. Pada proses enkripsi data yang dikirim sudah berupa ciphertext.
Sistem Penilaian Otomatis Jawaban Esai Pada Elearning belajardisini.com Pramukantoro, Eko Sakti
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3, No 4: Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.533 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201634187

Abstract

AbstrakPada penelitian sebelumnya dihasilkan sebuah media pembelajaran berbasis gamification, yaitu memadukan konsep game dalam sebuah elearning. Pada sistem tersebut untuk koreksi jawaban uraian pendek(esai) masih dilakukan secara manual. Bertambahnya jumlah pelajar dan banyaknya ujian mengakibatkan pengajar harus meluangkan waktu untuk menilai jawaban soal ujian, sehingga penggunaan e-learning dan tanpa e-learning dari sisi efisiensi waktu tidak ada perbedaan. Oleh karena itu diperlukan sistem penilaian otomatis untuk jawaban esai. Penelitian sebelumnya didapat algoritma cosine similarity yang sesuai dengan kebutuhan sistem elearning tersebut. Dari hasil penelitian tersebut dikembangkan sistem (automated essay scooring )AES dengan algorima cosine similarity dan dilakukan uji perfoma sistem berdasarkan penggunaan CPU, Memori dan  page load time. Proses uji performa server dari dua jenis soal yang diujikan disimpulkan bahwa semakin besar pengguna yang mengakses sistem maka semakin besar juga CPU Usage yang dibutuhkan yaitu paling besar adalah 0,2556 %. Untuk pengujian page load time dan memory usage tidak ditemukan perbedaan yang cukup signifikan ketika sistem digunakan oleh satu pengguna maupun banyak pengguna yaitu antara 0,208392 detik sampai 0,406842 detik untuk page load time dan antara 1,49 % sampai 1,56 % untuk memory usage.Kata kunci: automated essay scooring, cosine similarity, elearningAbstractIn a previous research developed a elearning system based on gamification concept, which combines the concept of games in an elearning system. In that system for correction the answer of essay exam) is still done manually. Increasing the number of students and the number of exam makes teachers having to take time to assess the answers to the exam, so using  elearning and without elearning in asessment there is no different esspisially in term time efficiency. Therefore we need an automatic scoring system for the essay. Previous research, said cosine similarity algorithm that fits the needs of the e-learning system. From the results of these studies was developed automated essay scooring system using cosine similarity and examine the performance of the system based on the use of CPU, memory and page load time. The test result shown server performance of the two types of questions that tested concluded that the users accessing the system, the greater the required CPU Usage is at most 0.2556%. For the test page load time and memory usage found no significant difference when the system is used by a single user or multiple users is between 0.208392 seconds to 0.406842 seconds to page load time and between 1.49% to 1.56% for memory usage.Kata kunci: automated essay scooring, cosine similarity, elearning
Belajardisini : The E-learning Framework Based on Gamification Concept Pramukantoro, Eko Sakti; Yahya, Widhi
Journal of Information Technology and Computer Science Vol 1, No 1: June 2016
Publisher : Faculty of Computer Science (FILKOM) Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.477 KB) | DOI: 10.25126/jitecs.2016116

Abstract

Abstract. The lack of motivation and student engagement in the learning process are the Challenges in education today. E-learning is one of the methods used to resolve these issues.The E-learning, the digital based learning media, enable students to study every where and every time. Basically the e-learning is only used for repository of teaching materials and for evaluation. This kind of e-learning cannot motivate  the learning process. The development of e-learning must be done in order to increase the motivation to learn. The proposed solution extends the e-learning application with the Gamification approach. Gamification is adopted mechanism of the game in non game context. Typically, gamification is used in the business world. The Leaderboard, Challenges, and reward are components that are used to stimulate products sales by marketing. The reward will be given to the top rank salesman on the Leaderboard. This interesting concept can be applied to e-learning to stimulate the learning motivation
Co-Authors Achmad Basuki Adhitya Bhawiyuga, Adhitya Adyandana, Agus Aji, Ahmad Lutfi Bayu Aji, Binariyanto Al Faathin, Ahmad Riyadh Alex Sandro Irawan, Alex Sandro Alifiandi, Fadila Rafi Anggi Atmajaya Siagian, Anggi Atmajaya Ari Kusyanti Aryo Pinandito, Aryo Azis, Maxi Luckies Ginanjar Bachtiar, Fariz Andri Bachtiar, Fariz Andri Bakhtiar, Fariz Andri Bakhtiar, Fariz Andri Candra, Galih Bhaktiar Dany Primanita Kartikasari Dewa, Deny Hari Prasetya Djajalaksana, Susanthy Faodiansyah, Yoga Febriyani, Fitri Gabreil Arganata, Gabreil Hamid, Tuti Wardani Heru Nurwarsito Heru Nurwasito Husnul Anwari, Husnul Ibrahim Ibrahim Irsahnda, Ula Auliya Ilham Jahiduddin, Abd. Kasyful Amron Kharisma, Satria Adhi Khatami, Ulul Albab Kurniawan, Adam Kukuh Kurniawan, Eric Ferdy Kusuma, Wahyu Teja Luckies, Maxi Mahendra Data Mochammad Hannats Hanafi Ichsan, Mochammad Hannats Hanafi Mohammad Fahrur Rozi Muhammad Taufiqur Rahman, Muhammad Taufiqur Nihri, Hilman Pambudhi, Heru Dias Poltak G. Hutajulu, Poltak G. Pratama, Aditya Chamim Pratama, Rasidy Cakra Putra, Made Rezananda Putra, Moh Wahyudi Rahadiyan Yuniar Rahmanda, Rahadiyan Yuniar Rahman, Al Ghitha Aulia Rakhmadhany Primananda, Rakhmadhany Rani Andriani, Rani Redila Permata Anindita, Redila Permata Reza Andria Siregar, Reza Andria Risyad, Emir Romiz, Ahmad Naufal Sabriansyah Rizqika Akbar Safitri, Winda Ayu Safrizal, Firman Budi salman al farizi Santoso, Prasetyo Rizqi Setiyono, Bagus Aji Pamungkas Sibarani, Immanuel Siregar, Andi Reza Trilia Septiana, Yugi Trisnawan, Primantara Hari Trisnawan, Primantara Hari Tuzumah, Atiqo Urbani, Steven Wicaksono, Niki Yuniar Widhi Yahya Wijonarko, Reza Azzubair Wulandari, Jessy Ratna Yahya, Widhy Yazid Yazid, Yazid Yudianto, Andrias