Articles

Found 3 Documents
Search

PERILAKU KONSUMSI MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF ISLAM DI KELURAHAN BAROMBONG KOTA MAKASSAR Rahman, Aulia; Fitrah, Muh
LAA MAISYIR Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pandangan Islam terhadap perilaku konsumsi Masyarakat di Kelurahan Barombong Kota Makassar.            Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi etnografis dan normatif. Kemudian teknik pengolahan dan analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Perilaku konsumsi masyarakat di Kelurahan Barombong Kota Makassar tingkat ekonomi atas, untuk memenuhi kebutuhanya, sebagian masyarakat masih belum menerapkan perilaku yang sesuai dengan Islam, yaitu berperilaku tabzir (boros). Sedangkan perilaku konsumsi masyarakat di Kelurahan Barombong Kota Makassar tingkat ekonomi menengah dan tingkat ekonomi rendah dalam memenuhi seluruh kebutuhannya sudah sangat baik. Karena telah mengkonsumsi sesuai etika dan prinsip konsumsi dalam Islam.
MENGIDENTIFIKASI FAKTOR PENGHAMBAT GURU MATEMATIKA KECAMATAN DOMPU NTB TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS Fitrah, Muh
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 1, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.498 KB) | DOI: 10.33394/jk.v1i1.401

Abstract

The purpose of this research is to identify an inhibiting factor of teachers and to seek a solution in mathematics learning process at senior high school in Dompu NTB. This is a qualitative-descriptive research. The subject of this research is five mathematics teachers who spread out at five high schools. Research data is gained by a means of: 1) a field note; 2) interview; 3) questionnaire, & 4) document. Datum analysis technique uses descriptive qualitative. The result of this research shows that the inhibiting factor of the teacher s in mathematics learning process: 1) students, low basic knowledge on mathematics concept they have, specially lack of mastering a basic subject; 2) teachers, the teachers only tend to teach the basic matter on mathematics concept; 3) learning process , teachers? low motivation in combining and implementing various models of learning approach which make the students miss mathematics; 4) a learning evaluation, lack of teacher?s skill and knowledge in designing the learning evaluation instrument, and 5) a learning means and instrument, no proper media of mathematics learning at schools, no creativity, no innovation, and no teaching art of teachers in arranging the learning media.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA MATERI SEGIEMPAT SISWA SMP Fitrah, Muh
KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp51-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aktivitas guru dan siswa pada pembelajaran berbasis masalah yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan peningkatan pemahaman konsep siswa pada konsep matematika materi segiempat serta respon siswa pada pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas bersifat kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 1 Dompu Kelas VIIA sebanyak 34 Orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes, observasi dan wawancara, angket serta dokemen. Data penelitian inipun dianalisis dalam bentuk rata-rata dan persentase kemudian dikombinasikan dengan hasil wawancara yang bersumber dari guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa dapat ditingkatkan menggunakan pembelajaran berbasis masalah, terbukti pada peningkatan setiap siklus pembelajaran. Hal ini didukung pada aktivitas guru dan siswa berdasarkan langkah-langkah pada pembelajaran berbasis masalah yaitu pada siklus pertama aktivitas guru dengan presentasenya 92,5% meningkat disiklus kedua sebesar 97,5%, sedangkan aktivitas siswa disiklus pertama dengan presentasenya adalah 93,8% dan meningkat pada siklus kedua sebesar 97,69%. Sedangkan pada hasil tes pemahaman konsepnya adalah pada siklus pertama adalah 79, 41% dengan rata-rata nilainya adalah 77,35 dan pada siklus kedua pemahaman konsep matematika siswa meningkat secara signifikan, hal ini terbukti presentasenya adalah 88,24% dengan rata-rata nilainya adalah 84,26. Sehingga pencapaian antara aktivitas guru dan siswa serta pemahaman konsep matematika siswa pada pembelajaran berbasis masalah mendapatkan respon yang positif berdasarkan transkripsi dari siswa, karena siswa merasa senang dengan suasana belajar yang memaksimalkan aktivitas pada kelompok yang dibagikan.