Articles

Found 26 Documents
Search

DAMPAK PEMEKARAN WILAYAH TERHADAP PELAYANAN PUBLIK STUDI PADA KANTOR CAMAT MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN SYAHDAN, SYAHDAN
REZ PUBLICA Vol 4, No 2 (2018): Juny-August
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.736 KB)

Abstract

Pemekaran Kecamatan di Kecamatan Moramo Utara, dimana dimensi urgensi dan relevansi dalam kategori baik. Dalam artian masyarakat ikut dalam pemenuhan kebutuhan publik serta pelaksanaan kegiatan sesuai dengan layanan pemerintah. Dimensi prosedur dalam kategori baik. Dimana prosedur yang dilakukan tidak berbelit-belit dan memudahkan masyarakat dalam memahami prosedur. Dimensi implikasi dalam kategori baik dimana program yang dilakukan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat banyak.Kualitas pelayanan publik sebelum pemekaran dimana dimensi pengetahuan dan keterampilan dalam kategori kurang baik. Dalam artian aparat belum memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat karena terlalu banyak layanan. Dimensi sikap/prilaku dalam kategori cukup baik. Dalam artian aparat biasa-biasa saja dalam memberikan pelayanan. Dimensi kemudahan akses pelayanan kepada masyarakat terhadap prosedur pelayanan tidak memudahkan. Dimensi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan aparat kurang dipercaya. Kualitas pelayanan publik setelah pemekaran dimana dimensi pengetahuan dan keterampilan dalam kategori baik. Dalam artian aparat sudah memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dimensi sikap/prilaku dalam kategori baik. Dalam artian aparat ramah dan ikhlas dalam memberikan pelayanan. Dimensi kemudahan akses pelayanan kepada masyarakat terhadap prosedur pelayanan selalu memudahkan. Dimensi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan aparat dipercaya.Kata kunci: Dampak Pemekaran Wilayah dan Pelayanan Publik
AMELIORASI BAHASA SASAK PADA MASYARAKAT TUTUR DI DESA SENGKERANG, PRAYA TIMUR: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Anwar, Khairil; Syahdan, Syahdan; Fadjri, Muhammad
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 16 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v16i1.580

Abstract

 This study attempts to see amelioration form and its meaning Sasak language spoken in Sengkerang village and explores the reasons for using in a speech community. This study employed a qualitative descriptive method. Data were collected using observation and interview.  Records using audio-visual aids were used to administer the observation and interview.  Prior to analysis, records were transcribed verbatim to see their categories and classifications. Data were analyzed using theories proposed by Allan Keith and Keith Burridge, the steps of which included: reduction, data presentation, and conclusion. Results show that there are eleven forms of amelioration in Sengkerang village, namely 1) figurative, 2) flippancy, 3) remodeling, 4) circumcision, 5) clipping, 6) acronym, 7) abbreviation, 8) jargon, 9) hypernym, 10) hyponym, and 11) hyperbole. Meaning of the amelioration form is attached which it is spoken based on the context of which the speech is produced by a speaker. In addition, factors affecting to use the amelioration include humanity, physiological, characteristic, religiosity, and humor. 
SOCIOLINGUISTIC VARIATION IN LEARNERS’ CLASSROOM DISCOURSE Syahdan, Syahdan; Muhaimi, Lalu; Fadjri, M.; Waluyo, Untung
Jurnal Ilmiah Profesi pendidikan Vol 4, No 1 (2019): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.878 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v4i1.80

Abstract

Abstract : This study investigates the use of the sociolinguistic variation in classroom discourse by learners of English as a foreign language. By using qualitative descriptive method, this study finds out that (a) sociolinguistic variation tends to be used more in informal speech than in formal settings; (b) higher English proficiency and frequent interaction with peers in the classroom and with native speakers of English promote the appropriate contextual usage of sociolinguistic variation; and (c) females tend to adopt more formal language style than males. This study also finds that learners? patterns of sociolinguistic variation closely follow those of their teachers and textbooks, suggesting the necessity of explicit instruction in sociolinguistic variants in classrooms.Keywords : sociolinguistics; sociolinguistic variation; inter-language; language acquisition.
KODE LAKUAN PEREMPUAN DALAM NASKAH QURTUBI KARYA TGH. ALIMUDDIN PRAYA NUSA TENGGARA BARAT Kamarudin, Lalu; Syahdan, Syahdan; Mahyudi, Johan
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 16 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v16i2.606

Abstract

       This study examines codes of conduct of women in carrying out their life according to the Qurtubi text by TGH. Alimuddin Praya West Nusa Tenggara.  As the Islamic text from which values of women conducts based on hadits and the exemplars of Siti Fatimah, the daughter of the Muhammad Prophet, the text has been referenced as the core value of teaching for the society.  This study used content analysis where themes and constructs of morale were focused from the text. The study used is a qualitative approach with descriptive analytical method, namely a method that expresses the actual situation in the text. Data were collected using documentation techniques, interviews and content analysis.  The results show the code of conduct of women is conveyed through dialogue and actions experienced by the character depicted in the TGH Qurtubi text of Alimuddin Praya Lombok West Nusa Tenggara. The description of the action includes three codes, namely: 1) codes of conduct of women that depict social goodness, 2) codes of conduct of women that describe acts of conflict, and 3) codes of conduct of women that describe the attitude of guard and maintain.  This teaching implies that codes of conduct of the women indicate the attitude to develop understanding, actions or the nature of maintaining positive norms that are not contrary to the values ??of religion, culture or customs that apply.  
Pembagian Harta Warisan Dalam Tradisi Masyarakat Sasak : Studi Pada Masyarakat Jago Lombok Tengah Syahdan, Syahdan
PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol 4 No 2 (2016): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.214 KB)

Abstract

Masyarakat Sasak mempunyai cara tersendiri dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan harta seseorang yang meninggal dunia dengan anggota keluarga yang ditinggalkannya. Walaupun mayoritas beragama Islam, pembagian harta warisan berdasarkan ilmu faraidh sama sekali tidak diterapkan. Yang digunakan adalah sistem mayorat laki-laki, yaitu anak laki-laki sulung (atau keturunan laki-laki) merupakan ahli waris tunggal. Anak laki-laki tertua yang sudah dewasa bisa secara perorangan, ia berkedudukan sebagai pemegang mandat orang tua yang mempunyai kewajiban mengurus anggota keluarga yang lain yang ditinggalkan termasuk harta warisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; (1) metode observasi, (2) metode wawancara, dan (3) metode dokumentasi. Penelitian ini sendiri menggunakan pendekatan normatif-sosiologis. Pendekatan normatif dimaksudkan untuk menelusuri alasan yang dipakai dalam pelaksanaan sistem kewarisan adat berdasarkan norma-norma hukum yang berlaku, sedangkan sosiologis untuk melihat realitas kehidupan masyarakat Desa Jago dalam melaksanakan sistem kewarisan tersebut. Hasil yang diperoleh adalah: Pertama, karena menganut sistem mayorat laki-laki, secara otomatis seluruh harta warisan jatuh kepada anak tertua laki-laki, hanya saja pada harta tertentu seperti tanah, tetap diadakan pembagian kepada ahli waris lainnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan bekal bagi ahli waris tersebut. Kedua, Sistem dan praktek pembagian harta warisan tersebut tidak sesuai dengan farâ’id. Namun berdasarkan tasâluh hal ini dibolehkan karena sesuai dengan konsep pembentukan hukum Islam yaitu terwujudnya kemaslahatan ummat.Kata kunci: Tradisi, Harta Waris.
Partisipasi Orang Tua Peserta Didik Dalam Pendidikan Agama Islam di Lombok Timur Syahdan, Syahdan
PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol 2 No 1 (2014): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.214 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi orang tua dalam menunjang keberhasilan dan bentuk permasalahan yang dihadapi dalam meningkatkan mutu pendidikan anak. Desain penelitian ini adalah menggunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif porsentase. Sampel penelitian ini berjumlah 72 orang siswa yang diambil masingmasing 25% dari tiap-tiap kelas (kelas VII, VIII, dan IX). Instrumen penelitian ini adalah angket/kuesioner yang berjumlah 28 butir pertanyaan, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh adalah bahwa partisipasi orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak didiknya dengan porsentase 56% yang tergolong sedang. Sedangkan bentuk permasalahan dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah berdasarkan informasi dari guru PAI dan informasi kepala madrasah tentang langkah yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan Agama Islam yang di dilaksanakan MTs NW Mengkuru adalah berdasarkan KKM yang telah ditentukan oleh pihak madrasah, pemberian tugas tambahan selain jam sekolah, melakukan pendekatan secara personal/individu. Sedangkan langkah yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan evaluasi rutin terhadap pencapaian tujuan pembelajaran sesuai dengan KKM yang telah ditentukan, pemberian sanksi jika melanggar kode etik/statute madrasah, melakukan pembinaan bagi guru yang belum menguasai materi/kelas, melakukan pertemuan dengan wali siswa untuk mengevaluasi secara bersama, dan mengikuti kegiatan pelatihan atau mewakilkan pada salah seorang guru. Kata kunci : partisipasi orang tua, peningkatan mutu pendidikan
Pendidikan Akhlak dalam Karya Fiksi : Analisis Aspek Religius dalam Novel Sekayu Karya Nh. Dini Syahdan, Syahdan
PALAPA Vol 5 No 2 (2017): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan aspek religius yang terdapat di dalamnya. Manfaat yang diharapkan dapat memahami aspek religius yang terdapat dalam karya-karya sastra khususnya pada novel sekayu karya Nh. Dini, dan diharapkan juga sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya. Penelitian ini bersifat deskrftif. Dan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini dalam penelitian ini adalah novel sekayu karya Nh. Dini. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah adalah studi pustaka dan metode dokumenter. Langkah-langkah dalam analisis data yakni meganalisi mengklasifkasi dan menginterpretasi. Berdasarkan hasil pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa aspek religius dalam novel tersebut adalah moral religius suatu bentuk pendidikan akhlak dalam agama Islam, di antaranya: akhlak terhadap diri sendiri (sabar dan tabah dalam menerima ketentuan Tuhan), akhlak terhadap keluarga (berbakti kepada orang tua), akhlak terhadap masyarakat (tolong menolong, penyantun dan budi pekerti yang baik).
Peran Industri Rumah Tangga (Home Industry) pada Usaha Kerupuk Terigu terhadap Pendapatan Keluarga di Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur Syahdan, Syahdan
MANAZHIM Vol 1 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Manajemen Pendidikan Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/manazhim.v1i1.136

Abstract

Penelitian ini merupakan deskriptif untuk melihat gambaran tentang industri ibu rumah tangga (homeindustry) pada usaha kerupuk terigu dan pendapatan keluarga di Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur. Populasi berjumlah 279 orang. Pengambilan sampel diambil secara Simple Random Sampling dengan menetapkan dua desa dengan mengambil masing-masing 10% dari populasi dengan pertimbangan bahwa di dua desa/kelurahan ini cukup banyak terdapat usaha kecil kerupuk terigu. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa usaha kerupuk terigu memiliki peran dalam perolehan pendapatan keluarga di Kecamatan Sakra Lombok Timur.Hal ini sesuai dengan hasil pendapatan rata-rata ibu rumah tangga sebesar Rp. 1.110.675/bulan. Ini berarti bahwa pengelolaan industri ibu rumah tangga (homeindustry) pada usaha kerupuk terigu sangat layak untuk dikembangkan agar dapat memberikan rangsangan yang bersifat positif terhadap industri/usaha kecil lain di Kabupaten Lombok Timur khususnya.
PENINGKATAN PEMAHAMAN BAHASA ARAB MELALUI STRATEGI BERMAIN PERAN MAHASISWA SEMESTER II PAI STIT PALAPA NUSANTARA TAHUN AKADEMIK 2014/2015 Syahdan, Syahdan
PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol 3 No 2 (2015): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.214 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskrifsikan penggunaan strategi bermain peran untuk peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai Bahasa Arab baik yang berkenaan dengan qawa’id, mufradat dan lainnya pada mahasiswa semester II Jurusan PAI STIT Palapa Nusantara. Sedagkan perosedur penelitian ini adalah melaksanakan tindakan melalui tiga tahapan secara berdaur ulang sebagai siklus mulai dari (1) perencanaan, (2) tindakan dan pengamatan, serta (3) refleksi. Berdasarkan hasil pembahasan, penelitian ini menyimpulkan : (1) Tatacara penggunaan strategi bermain peran dalam upaya peningkatan prestasi belajar Bahasa Arab di STIT Palapa Nusantara Lombok-NTB adalah melalui beberapa tahapan kegiatan : (a) persiapan, (b) aktivitas belajar mengajar, (c) latihan, dan (d) pementasan. (2) Setelah diberi tindakan sebanyak dua kali (dua siklus) perestasi belajar mahasiswa meningkat. Setelah diberi tindakan 72% dapat terwujud karena didukung oleh keaktifan mahasiswa selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas. Pada penelitian ini hasil belajar yang diperoleh mahasiswa dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Dimana dalam hasil evaluasi siklus I, 18 orang dengan nilai A dan 7 mahasiswa dengan nilai B, maka jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai A/B adalah 25 mahasiswa sama dengan 50%, kemudian menjadi 36 orang mahasiswa (72%) pada siklus II. Hal ini didukung pula oleh tingkat keaktifan mahasiswa pada siklus I aktivitas mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar berkategori cukup aktif dan pada siklus II berkategori aktif. Kata kunci : pemahaman, bermain peran
Partisipasi Orang Tua Peserta Didik Dalam Pendidikan Agama Islam Di Lombok Timur Syahdan, Syahdan
PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol 3 No 1 (2015): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.214 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi orang tua dalam menunjang keberhasilan dan bentuk permasalahan yang dihadapi dalam meningkatkan mutu pendidikan anak. Desain penelitian ini adalah menggunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif porsentase. Sampel penelitian ini berjumlah 72 orang siswa yang diambil masing-masing 25% dari tiap-tiap kelas (kelas VII, VIII, dan IX). Instrumen penelitian ini adalah angket/kuesioner yang berjumlah 28 butir pertanyaan, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh adalah bahwa partisipasi orang tua terhadap pendidikan agama Islam anak didiknya dengan porsentase 56% yang tergolong sedang. Sedangkan bentuk permasalahan dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah berdasarkan informasi dari guru PAI dan informasi kepala madrasah tentang langkah yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan Agama Islam yang di dilaksanakan MTs NW Mengkuru adalah berdasarkan KKM yang telah ditentukan oleh pihak madrasah, pemberian tugas tambahan selain jam sekolah, melakukan pendekatan secara personal/individu. Sedangkan langkah yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan evaluasi rutin terhadap pencapaian tujuan pembelajaran sesuai dengan KKM yang telah ditentukan, pemberian sanksi jika melanggar kode etik/statute madrasah, melakukan pembinaan bagi guru yang belum menguasai materi/kelas, melakukan pertemuan dengan wali siswa untuk mengevaluasi secara bersama, dan mengikuti kegiatan pelatihan atau mewakilkan pada salah seorang guru