Articles

Found 37 Documents
Search

ANALYSIS OF MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING CAPABILITIES : IMPACT OF IMPROVE AND OSBORN LEARNING MODELS ON MANAGEMENT EDUCATION Munifah, Munifah; Septiyani, Windi; Rahayu, Indah Tri; Ramadhani, Rahmi; Tortop, Hasan Said
Desimal: Jurnal Matematika Vol 3, No 1 (2020): DESIMAL: JURNAL MATEMATIKA
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/djm.v3i1.5335

Abstract

Objectives The ability to solve problems is to gain knowledge and motivation in the problem solving process of students. The researcher used the IMPROVE and OSBORN learning models to improve problem solving skills. The IMPROVE and OSBORN learning models emphasize the development of optimal mathematical skills and generate new ideas in the process of problem solving. This research is used to see the impact of the IMPROVE learning model and OSBORN learning model which is better in mathematical problem solving abilities. This research uses the Quasy Experimental Design method. Hypothesis testing uses an independent sample test. The conclusion of the study is the mathematical problem solving ability of students who use the IMPROVE learning model is better than the mathematical problem solving abilities of students who use the OSBORN learning model.
PENGARUH LAYANAN DISKUSI KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA (STUDI KASUS di SMP NEGERI 4 PALU) Irsan, Irsan; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 1, June 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9514

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilaku prososial siswa sesudah diberikan layanan diskusi kelompok lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan layanan diskusi kelompok. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan keefektifan layanan diskusi kelompok dalam meningkatkan perilaku prososial siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 7 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti layanan diskusi kelompok,  siswa MU, MR, dan VS memiliki perilaku prososial yang sangat rendah dan siswa AR, MI, MA, dan IN memiliki perilaku prososial yang rendah. Sesudah mengikuti layanan diskusi kelompok, terjadi peningkatan perilaku prososial yaitu siswa MR memiliki perilaku prososial yang sangat rendah, siswa AR memiliki perilaku prososial yang rendah, siswa MU, MA, IN, dan VS memiliki perilaku prosoial yang tinggi, dan siswa MI memiliki perilaku prososial yang sangat tinggi. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa perilaku prososial siswa SMP Negeri 4 Palu sesudah mengikuti layanan diskusi kelompok lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti layanan diskusi kelompok.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MINAT BERKONSULTASI SISWA SMA NEGERI 1 BALAESANG Fatma, Fatma; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9510

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi dengan guru pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling, untuk mengetahui minat siswa berkonsultasi dengan guru pembimbing, serta untuk menjelaskan hubungan antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 481 orang siswa, sampel yang diambil sebanyak 175 orang siswa yang diambil secara random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket persepsi tentang layanan bimbingan dan konseling dan minat berkonsultasi. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment pada signifikan 95% (α = 0,05). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 12,57% siswa memiliki persepsi yang sangat positif tentang layanan bimbingan dan konseling, 84% siswa memiliki persepsi yang positif tentang layanan bimbingan dan konseling. 3,42% siswa memiliki persepsi yang negatif tentang layanan bimbingan dan konseling. Selanjutnya 11,42% siswa memiliki minat berkonsultasi yang sangat tinggi, 62,28% siswa memiliki minat berkonsultasi yang tinggi, dan 26,28% siswa memiliki minat berkonsultasi yang rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan dan konseling dengan minat siswa berkonsultasi.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN PERILAKUPERCAYA DIRI DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 17 PALU Madina, Siti; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9507

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok lebih tinggi jika dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok. Tujuan utama penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh layanan konseling kelompok dalam meningkatkan perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti layanan konseling kelompok, terdapat 66,67% memiliki perilaku percaya diri yang sedang dalam mengemukakan pendapat, dan 33,33% siswa memiliki parilaku percaya diri yang rendah dalam mengemukakan pendapat. Sesudah mengikuti layanan konseling kelompok, terjadi peningkatan perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat yaitu terdapat 50% siswa memiliki perilaku percaya diri yang tinggi dalam mengemukakan pendapat, 33,33% siswa memiliki perilaku percaya diri yang sedang dalam mengemukakan pendapat, dan 16,67% siswa memiliki perilaku percaya diri yang rendah dalam mengemukakan pendapat. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa tingkat perilaku percaya diri dalam mengemukakan pendapat siswa di SMP Negeri 17 Palu sesudah mengikuti layanan konseling kelompok lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATI TIPE TALKING STICK (TONGKAT BERBICARA) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR Munifah, Munifah
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2016): Apotema: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Talking Stick merupakan suatu modelpembelajaran yang menggunakan alat yaitu tongkat, apabila tongkat dipegang salah satu dari anggota dari suatu kelompok maka kelompoktersebut harus menjawab pertanyaan dari guru. Model pembelajarankooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif yangmembentuk kelompok heterogen dengan 2 tim yaitu tim asal dan timahli. Dengan belajar secara kooperatif, diharapkan prestasi belajar siswadapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimanakah perbandingan model pembelajaran kooperatif tipeTalking Stick dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsawterhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMPN 07 Bangkalan padamateri pecahan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan datakuantitatif, sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruhsiswa kelas VII SMPN 07 Bangkalan. Sebagai sampel terpilih kelasVII-A dan VII-B dengan ketentuan bahwa kelas VII-A sebagai kelaseksperimen (model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick)sedangkan kelas VII-B sebagai kelas kontrol (model pembelajarankooperatif tipe Jigsaw). Metode pengumpulan data yang digunakanadalah dengan metode tes. Dari hasil data yang diperoleh dan dianalisisdiketahui bahwa kedua sampel berasal dari kelas berdistribusi normaldengan varians homogen. Selanjutnya dengan uji-t diperoleh nilai thitung= 0,352 dan t1-α = 1,684 sehingga thitung t1-α sehingga dapatdisimpulkan prestasi belajar siswa pada kelas model pembelajarankooperatif tipe Talking Stick lebih baik dari pada kelas modelpembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
UPAYA MEREDUKSI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK MELALUI KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT (Studi Kasus di Kelas XI SMA Negeri 2 Palu) Abdullah, Abdullah; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9501

Abstract

This researh aims to reduce academic procrastination behavior of the student using group sounseling with self management technique. This was an action researh of guidance and counseling using Kemmis and Mc Taggart model. The researh was carried out in two cycle with four stage in each cycle, namely: planning, action, observation, and reflection. Subjects of the research were 6 student who have academic procrastination problem. The action conducted was group counseling with self management technique. Data collection method was observation and interview. The research results reveal that after conducting cycle I, the behavior of procrastination of the student decreased to 19.62%. While in cycle II it decreased to 13.59%. It indicates that self management technique in cycle II is improved based of reflection outcomes in cycle I. Therefore, it can be concluded that academic procrastination behavior of the student can be decreased using group counseling with self management technique. 
PENGARUH LAYANAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA KELAS X AP 3 SMK NEGERI 2 PALU Dian Sari, Ilmi; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 1, June 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9512

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat pemahaman siswa sesudah diberikan layanan informasi kesehatan reproduksi remaja dibandingkan sebelum diberikan layanan informasi kesehatan reproduksi remaja  lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi kesehatan reproduksi remaja. Subjek penelitian ini berjumlah 27 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket tingkat pemahaman siswa. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan infrensial. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik statistik yaitu uji t (satu ekor) pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa sebelum diberikan layanan informasi kesehatan reproduksi remaja yaitu 0% siswa yang memiliki pemahaman sangat baik tentang kesehatan reproduksi, 22,22% siswa memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi, 59,25% siswa yang memiliki pemahaman kurang baik tentang kesehatan reproduksi, dan 18,52% siswa memiliki pemahaman yang tidak baik tentang kesehatan reproduksi.Sedangkan sesudah diberikan layanan inforrmasi  kesehatan reprduksi remaja maka terjadi peningkatan pemahaman siswa  yaitu 44,44 % siswa memiliki pemahaman sangat baik tentang kesehatan reproduksi, 55,56% siswa memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi, dan 0% siswa yang memiliki pemahaman yang kurang baik serta tidak baik tentang kesehatan reproduksi. Dari hasil analisis infrensial menunjukan bahwa ada pengaruh positif layanan informasi kesehatan reproduksi remaja terhadap tingkat pemahaman kesehatan reproduksi remaja.
EFEKTIVITAS SOSIODRAMA DALAM MENINGKATKAN POPULARITAS SISWA TERISOLIR KELAS VIII A SMP NEGERI 4 SIGI DM, Fadhila; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9508

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat popularitas siswa terisolir sesudah mengikuti sosiodrama lebih meningkat jika dibandingkan dengan sebelum mengikuti sosiodrama. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan efektivitas sosiodrama dalam meningkatkan popularitas siswa terisolir. Subjek penelitian ini berjumlah 6 orang siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket sosiometri. Data penelitian selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa sebelum mengikuti layanan sosiodrama diperoleh -24,17% siswa yang memiliki popularitas makin ditolak kelompok. Sesudah mengikuti sosiodrama, terjadi peningkatan popularitas siswa menjadi 10,35% makin diterima kelompok. Hasil analisis inferensial diperoleh nilai T wilcoxon = 0,N=6 dengan taraf kepercayaan 95% (0,05), diperoleh nilai T wilcoxon = 2, sehingga 0 < 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa popularitas siswa sesudah mengikuti sosiodrama lebih meningkat jika dibandingkan sebelum mengikuti sosiodrama.
EFEKTIFITAS LAYANAN INFROMASI DAMPAK NEGATIF PELANGGARAN DISIPLIN DISERTAI MEDIA SPANDUK TERGADAP PENGEMBANGAN DISIPLIN SISWA SMP NEGERI 15 PALU Nurhazanah, Baiq; Thalib, Mansyur; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Jurnal Konseling dan Psikoedukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9504

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang sering kali melakukan pelanggaran disiplin. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mendeskripsikan bagaimana perkembangan disiplin siswa di SMP Negeri 15 Palu sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk serta menjelaskan efektifitas layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk terhadap pengembangan perilaku disiplin siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman wawancara perilaku disiplin. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukan  bahwa sebelum pemberian layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk yaitu siswa yang memiliki perilaku disiplin sedang yaitu 26,67% dan siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah yaitu 73,33%. Sedangkan sesudah diberikan layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk maka terjadi pengembangan perilaku disiplin yaitu 66,67 % siswa yang memiliki perilaku disiplin sedang, dan 33,33% siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah. Dari hasil analisis inferensial menunjukan bahwa layanan informasi dampak negatif pelanggaran disiplin disertai media spanduk efektif dalam pengembangan perilaku disiplin siswa SMPN 15 Palu.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI CARA BELAJAR MANDIRI TERHADAP PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 15 PALU Silawati, Devi; Munir, Abd; Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 1, Number 2, December 2016
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9505

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini apakah layanan informasi cara belajar mandiri berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendekripsikan kemandirian belajar siswa sebelum dan sesudah mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri serta untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif layanan informasi cara belajar mandiri terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 25 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kemandirian belajar. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskritif dan inferensial. Untuk menguji hipotesis digunakan teknik statistik yaitu uji t pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis deskritif menujukan bahwa kemandirian belajar siswa sebelum mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri yaitu 24% siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi 64% siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah dan 12% siswa yang memiliki kemandirian belajar sangat rendah. Sedangkan sesudah mengkuti layanan informasi cara belajar mandiri maka terjadi peningkatan kemandirian belajar yaitu 4% siswa yang kemandirian belajar  sangat tinggi, 68% siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, dan 28% siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa kemandirian belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 15 Palu sesudah mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan informasi cara belajar mandiri