Budiman Darmowidjojo, Budiman
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Korelasi Trigliserida Pascaprandial dengan Penanda Biologis Aktivasi Endotel pada Artritis Reumatoid Utari, Amanda Pitarini; Isbagio, Harry; Darmowidjojo, Budiman; Effendi, Shuffrie
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Penyakit Dalam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan. Terdapat peningkatan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular (PKV) sebesar 50% pada pasien artritis reumatoid (AR). Trigliserida pascaprandial (TGPP) saat ini dikaitkan dengan risiko penyakit jantung iskemik, infark miokard, stroke iskemik, kematian, serta peningkatan kadar molekul adhesi. Kadar molekul adhesi yang meningkat merupakan tanda terjadinya aktivasi endotel, proses awal pada terbentuknya lesi aterosklerosis. Belum ada penelitian tentang peran TGPP dalam risiko kardiovaskular pada pasien AR. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara TGPP dengan penanda biologis aktivasi endotel.Metode. Penelitian ini adalah studi potong lintang, yang menggunakan analisis korelasi dengan analisis multivariat. Sampel diambil dengan metode consecutive sampling. Pada subjek penelitian dilakukan pemeriksaan profil lipid dan penanda aktivasi endotel. Sebagai penanda biologis aktivasi endotel digunakan sICAM-1 dan sE-selectin. Dilakukan uji korelasi antara TGPP dengan sE-selectin dan sICAM-1.Hasil. Tidak terdapat korelasi antara TGPP dengan kadar sE-selectin dan sICAM-1 pada analisis multivariat. HDL mempengaruhi kadar sICAM-1 (R2=0,087). Sementara itu kadar sE-selectin dipengaruhi oleh DAS-28 (R2=0,174), indeks massa tubuh (R2=0,125), dan gula darah pascaprandial (R2=0,138).Simpulan. Tidak ditemukan kaitan antara TGPP dengan kadar sE-selectin dan sICAM-1 pada pasien AR.
Korelasi Trigliserida Pascaprandial dengan Penanda Biologis Aktivasi Endotel pada Artritis Reumatoid Utari, Amanda Pitarini; Isbagio, Harry; Darmowidjojo, Budiman; Effendi, Shuffrie
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Internal Medicine Department, Faculty of Medicine Universitas Indonesia-RSCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.936 KB) | DOI: 10.7454/jpdi.v2i2.68

Abstract

Pendahuluan. Terdapat peningkatan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular (PKV) sebesar 50% pada pasien artritis reumatoid (AR). Trigliserida pascaprandial (TGPP) saat ini dikaitkan dengan risiko penyakit jantung iskemik, infark miokard, stroke iskemik, kematian, serta peningkatan kadar molekul adhesi. Kadar molekul adhesi yang meningkat merupakan tanda terjadinya aktivasi endotel, proses awal pada terbentuknya lesi aterosklerosis. Belum ada penelitian tentang peran TGPP dalam risiko kardiovaskular pada pasien AR. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara TGPP dengan penanda biologis aktivasi endotel.Metode. Penelitian ini adalah studi potong lintang, yang menggunakan analisis korelasi dengan analisis multivariat. Sampel diambil dengan metode consecutive sampling. Pada subjek penelitian dilakukan pemeriksaan profil lipid dan penanda aktivasi endotel. Sebagai penanda biologis aktivasi endotel digunakan sICAM-1 dan sE-selectin. Dilakukan uji korelasi antara TGPP dengan sE-selectin dan sICAM-1.Hasil. Tidak terdapat korelasi antara TGPP dengan kadar sE-selectin dan sICAM-1 pada analisis multivariat. HDL mempengaruhi kadar sICAM-1 (R2=0,087). Sementara itu kadar sE-selectin dipengaruhi oleh DAS-28 (R2=0,174), indeks massa tubuh (R2=0,125), dan gula darah pascaprandial (R2=0,138).Simpulan. Tidak ditemukan kaitan antara TGPP dengan kadar sE-selectin dan sICAM-1 pada pasien AR.
Herpes Zoster Sebagai Pencetus Ketoasidosis Diabetikum (KAD) Suwita, Christopher Surya; Johan, Michael; Tahapary, Dicky L.; Darmowidjojo, Budiman
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol 5, No 4 (2018)
Publisher : Internal Medicine Department, Faculty of Medicine Universitas Indonesia-RSCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.906 KB) | DOI: 10.7454/jpdi.v5i4.206

Abstract

Ketoasidosis diabetikum (KAD) merupakan komplikasi akut diabetes yang sering dijumpai dan mengancam jiwa. KAD terjadi akibat defisiensi insulin berat dan seringkali muncul sebagai gejala pertama pada penyandang diabetes yang belum terdiagnosis meski dapat juga muncul pada individu yang sudah menyandang diabetes. Beberapa keadaan yang dapat memicu KAD antara lain infeksi, infark miokard, stroke, pankreatitis, trauma, atau kepatuhan berobat yang tidak baik. Infeksi jaringan kulit seperti herpes zoster merupakan jenis pencetus yang langka pada KAD. Artikel ini akan membahas suatu kasus KAD yang dicetuskan herpes zoster.Kata Kunci: Herpes zoster, Infeksi, Ketoasidosis diabetikumHerpes Zooster Induced Diabetic Ketoacidosis Diabetic ketoacidosis (DKA) is an acute, life-threatening complication of diabetes which is common in daily practice. DKA is the result of severe insulin deficiency and often presents as the first symptom of an undiagnosed diabetes even though it may also appear in individuals with diabetes.Some conditions that can trigger DKA include infections, myocardial infarction, stroke, pancreatitis, trauma, or poor treatment compliance. Skin tissue infections such as herpes zoster are rare inciting factor in DKA. This article will discuss a case of DKA that is triggered by herpes zoster.