Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan

Bentuk Numeralia 1--10 dalam Bahasa-Bahasa Daerah di Kabupaten Kepulauan Yafen Aritonang, Buha
Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5 No 1 (2017): Gramatika, Volume V, Nomor 1, Januari--Juni 2017
Publisher : Kantor Bahasa Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31813/gramatika/5.1.2017.88.12--26

Abstract

Numeralia itu tidak semudah berhitung satu, dua, tiga, dan seterusnya dan bentuknya pun dalam setiap bahasa berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan bentuk numeralia 1—10 dalam bahasa-bahasa daerah di Kabupaten kepulauan Yafen Penelitian dilakukan di 12 kampung yang berdeda bahasa. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa (i) bentuk numeralia 1—10 dibedakan menjadi (a) numeralia dasar seperti numeralia 1—5 dan 10 dalam bahasa Ambai, Saweru, Yawa Onate, Serui Laut, Warari Onate, Busami, Marau, Munggui, Ansus-Papuma, Poom, Wabo, dan Wooi Dumani; 6—7 dalam bahasa Ambai; dan 6—9 dalam bahasa Marau, Munggui, Ansus-Papuma, Poom, Wabo, dan Wooi Dumani dan (b) numeralia gabungan seperti numeralia 8 dan 9 dalam bahasa Ambai dan 6—9 dalam bahasa Saweru, Yawa Onate, Serui Laut, dan Warari Onate; (ii) Sebagian numeralia turunan bahasa-bahasa daerah di Kabupaten kepulauan Yafen dihubungkan penghubung (linker) rei/iji ‘tambah’ seperti numeralia enam dalam bahasa Saweru dan Yawa; (iii) penghubung ko ‘tambah’ sangat penting untuk mewujudkan bentuk numeralia gabungan untuk pembentukan numeralia gabungan angka 6—9; (iv) numeralia gabungan tanpa penghubung untuk menyatakan angka 6—9 dalam Warari Onate; dan (v) numeralia gabungan dapat berbentuk pengurangan seperti bentuk numeralia gabungan untuk menyatakan angka 10 dalam bahasa Ambai.
Properti Subjek Bahasa Tetum Dialek Foho di Desa Nanaet Dubessi, Kabupaten Belu, Provinsi NTT Aritonang, Buha
Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6 No 2 (2018): Gramatika, Volume VI, Nomor 2, Juli--Desember 2018
Publisher : Kantor Bahasa Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.269 KB) | DOI: 10.31813/gramatika/6.2.2018.146.100--110

Abstract

Perilaku gramatikal bahasa yang beragam dan tipologi bahasa yang berbeda dari satu bahasa dengan bahasa lain menyebabkan pengertian dan penetapan tentang subjek memunculkan fenomena yang terus dapat diperdebatkan. Sehubungan dengan itu, subjek sebagai salah satu relasi gramatikal dalam bahasa masih memerlukan perhatian para linguis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan properti subjek bahasa Tetum dialek Foho di Desa Nanaet Dubessi, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Properti subjek bahasa itu dideskripsikan dengan pengetesan argumen yang ditengarai sebagai subjek. Metode penelitian menggunakan metode agih (metode distribusional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Tetum dialek Foho memiliki properti subjek (1) muncul struktur kanonis pada posisi praverbal, (2) dapat disisipkan adverbia dan penegasi di antara subjek sebagai argumen praverbal dengan predikat, (3) dapat direlatifkan subjek (perelatifan subjek), (4) dapat disisipkan penjangka kambang di antara subjek dan predikat, (5) dapat direfleksifkan subjek (perefleksian), (6) dapat dinaikkan objek langsung dan objek tak langsung (argumen yang bukan subjek) menjadi subjek melalui mekanisme penaikan (raising), dan (7) dapat memfokuskan subjek dengan kehadiran pemarkah fokus ne ‘yang’.