Articles

Found 8 Documents
Search

STUDI ANALISIS KEBUTUHAN TERHADAP PENGEMBANGAN MODEL BLENDED LEARNING PADA SISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI LULUSAN Thaib, Dina; Wahyudin, Dinn; Rahmawati, Yulia; Riyana, Cepi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5133

Abstract

Abstract: Open University in Indonesia as the higher education institution is using DE modes. All course content are delivered through printed learning modules, and 25 percent of course materials are multimedia packages. Learning support is provided via face-to-face, online, and broadcast modes. Radio tutorials are broadcast by the government-owned National Radio Station Network. Online courses use a learning management system. All online support services can be accessed by students through the UT-Online portal, which contains online tutorials and exercises, Web-based learning materials, streamed TV programs, a digital library with journals and transcripts, academic counseling, and ther online education facilities. This study aimed to analyze the need of the development model of blended learning for action research course which increasing the competence of primary school teacher students. The research was conducted in UPPJJ UT Bandung, one of UT’s regional office in west java. Research subject was students, tutors and administrator classroom. By the study, specific goals can be outlined as follows: (i) to study the existing condition of the learning process that occurs at present in S1 PGSD UPBJJ UT Bandung; (ii) to develop form of a blended learning model can improve the competency of graduates; (iii) to study the perceptions of students and faculty on the application of blended learning model on distance learning System; (iv) to study the effectiveness of blended learning model on distance learning systems at UPBJJ S1 PGSD Bandung Indonesia.Keyword: Long Distance Education, blended learning; teacher educationAbstrak: Universitas Terbuka di Indonesia adalah lembaga pendidikan tinggi yang menggunakan DE mode. Seluruh perkuliahan disampaikan melalui modul pembelajaran cetak, dan 25 persen dari materi perkuliahan adalah paket multimedia. Dukungan belajar disediakan melalui tatap muka, online, dan mode broadcast. tutorial radio yang disiarkan oleh Jaringan Stasiun Radio Nasional milik pemerintah. Perkuliahan online menggunakan sistem manajemen pembelajaran. Semua layanan dukungan online dapat diakses oleh siswa melalui portal UT-Online, yang berisi tutorial online dan latihan, bahan belajar berbasis web, streaming program TV, perpustakaan digital dengan jurnal dan transkrip, konseling akademik, dan fasilitas pendidikan online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan model pengembangan blended learning untuk perkuliahan penelitian tindakan yang meningkatkan kompetensi siswa guru sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di UPPJJ UT Bandung, salah satu kantor regional UT di Jawa Barat. Subjek penelitian ini adalah siswa, tutor dan administrator kelas. Pemelitian ini memiliki tujuan spesifik yang dapat diuraikan sebagai berikut: (i) untuk mempelajari kondisi yang ada dari proses pembelajaran yang terjadi saat ini di S1 PGSD UPBJJ UT Bandung; (ii) mengembangkan bentuk model blended learning dapat meningkatkan kompetensi lulusan; (iii) untuk mempelajari persepsi mahasiswa dan fakultas pada penerapan model pembelajaran blended tentang Sistem pembelajaran jarak jauh; (iv) untuk mempelajari efektivitas model pembelajaran blended pada sistem pembelajaran jarak jauh di UPBJJ S1 PGSD Bandung Indonesia..Kata Kunci: pendidikan jarak jauh, blended learnng, pendidikan guru
Penguatan Life Skills dalam Implementasi Kurikulum 2013 pada SMA (Sekolah Menengah Atas) di Jawa Barat Wahyudin, Dinn; Rusman, Rusman; Rahmawati, Yulia
MIMBAR PENDIDIKAN Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbardik.v2i1.6023

Abstract

ABSTRAKSI: Tak semua lulusan SMA (Sekolah Menengah Atas) bisa meneruskan pendidikannya ke jenjang PT (Perguruan Tinggi). Oleh sebab itu, lulusan SMA perlu dibekali kemampuan dan keterampilan untuk bisa bertahan dalam menempuh kehidupan usai lulus SMA. Penelitian ini difokuskan pada penguatan pengalaman belajar bercirikan kecakapan hidup dalam implementasi Kurikulum 2013 pada SMA di Jawa Barat, Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pemahaman kepala sekolah dan guru SMA dalam merancang dan mengimplementasikan Kurikulum 2013 dan menjamin lulusannya memiliki keterampilan belajar, keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi, serta dapat bekerja dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk hidup. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan sampel para kepala sekolah dan guru SMA. Hasil penelitian menunjukan masih variatifnya derajat pemahaman kecakapan hidup para guru dan kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum 2013. Ada juga sejumlah kendala yang dialami guru dan kepala sekolah dalam implementasi pembelajaran kecakapan hidup. Kendala tersebut bersifat konseptual dan teknis implementatif di sekolah. KATA KUNCI: Manajemen Kurikulum; Kurikulum 2013; Kecakapan Hidup; Pembelajaran Aktif; Kendala Konseptual dan Teknis.  ABSTRACT: “Strengthening the Life Skills in the Implementation of Curriculum 2013 in Senior High Schools in West Java”. Not all Senior High School graduates can continue their education to the College level. Therefore, they need to be provided with the ability and skills to survive in their life after graduation. This study is focused on strengthening the learning experience characterized by life skills in the implementation of Curriculum 2013 in Senior High Schools in West Java, Indonesia. The purpose of the study is to determine the understanding of Senior High Schools’ principals and teachers in designing and implementing Curriculum 2013 and ensuring their graduates to have the skills to learn, to use information technology and media, and to be able to work and survive by using life skills. This research used a descriptive method, with a sample of Senior High Schools’ principals and teachers. The results show that there is still a variation of the teachers and principals’ degrees of understanding of life skills in the implementation of Curriculum 2013. There are also a number of constraints experienced by the teachers and principals in the implementation of the life skills’ learning, which pertain to the conceptual and technical aspects in implementing the life skills in the schools.KEY WORD: Curriculum Management; Curriculum 2013; Life Skills; Active Learning; Conceptual and Technical Constraints.    About the Authors: Dr. Dinn Wahyudin, Dr. Rusman, dan Dr. Yulia Rahmawati adalah Dosen di Program Studi Pengembangan Kurikulum SPs UPI (Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia. Emel penulis: dinn_wahyudin@upi.eduHow to cite this article? Wahyudin, Dinn, Rusman & Yulia Rahmawati. (2017). “Penguatan Life Skills dalam Implementasi Kurikulum 2013 pada SMA (Sekolah Menengah Atas) di Jawa Barat” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.2(1) March, pp.65-80. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Chronicle of the article: Accepted (January 15, 2017); Revised (February 15, 2017); and Published (March 30, 2017).
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK BERVARIASI UNTUK MENINGKATKAN SIKAP NASIONALISME PESERTA DIDIK Yusepana, Sandra; Abdulhak, Ishak; Maryani, E.; Wahyudin, Dinn
SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal Vol. 5 No. 2 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v5i2.10555

Abstract

Salah satu karakter yang dibutuhkan dalam era pendidikan abad 21 adalah  nasionalisme. untuk menciptakan peserta didik yang memiliki nasionalisme yang kuat, maka diperlukan model pembelajaran yang dapat menguatkan sikap nasionalisme.Dalam dokumen kurikulum 2013, salah satu tujuan diajarkan geografi di SMA supaya  peserta didik tetap mampu  menunjukkan perilaku cinta tanah air, bangga sebagai bangsa Indonesia, dan bertanggung jawab terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Sementara dalam silabus tidak ada materi khusus yang membahas mengenai nasionalisme itu sendiri.  Maka desain model PIKB (Pembelajaran Investigasi Kelompok Bervariasi) ini adalah solusinya. model pembelajaran PIKB ini  mengadopsi konsepnya dari model investigasi kelompok yang dijelaskan oleh  Joyce (2009:319). Model PIKB  merubah dan memaknai   materi pelajaran geografi yang biasa diajarkan  menjadi luar biasa efeknya bagi sikap nasionalisme peserta didik. Berdasarkan  parameter nasionalisme yang dikemukakan oleh Hertz (1944:171) yaitu : 1) Memiliki  rasa ingin  untuk selalu mencapai kesatuan dan persatuan 2) keinginan  untuk mencapai kemerdekaan 3) keinginan  untuk mencapai keaslian 4) keinginan   untuk mencapai kehormatan bangsa. Diperoleh  skor Pengetahuan, sikap dan perilaku nasionalisme peserta peserta didik mengalami kenaikan yang signifkan. 
PENGARUH KINERJA TERHADAP LAYANAN PRIMA DI CENTER OF INFORMATION SCIENTIFIC RESOURCES AND LIBRARY (CISRAL) UNIVERSITAS PADJAJARAN Hamdayani, Masitoh; Wahyudin, Dinn
Edulib Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v3i1.4146

Abstract

Masalah yang menjadi kajian dalam penelitian adalah mengenai layanan prima. Inti kajiannya difokuskan pada salah satu faktor yang dapat mempengaruhi layanan prima yaitu kinerja pustakawan. berdasarkan hal tersebut, pokok masalah yang diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimana pengauh kinerja pustakawan terhadap layanan prima. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu kinerja pustakawan (X) dan layanan prima (Y). kinerja pustakawan diukur melalui indikator karakteristik tingkah laku (behavioral characteristics), pengetahuan (knowledge), dan kemampuan dalam memberikan layanan referensi (reference skill). Layanan prima diukur melalui indikator bukti nyata (tangibles), reliabilitas (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dengan skala lima kategori Likert dan menggunakan analisis data korelasi dan regresi.Populasi pada penelitian ini adalah pemustaka di bagian layanan referensi CISRAL UNPAD yaitu berjumlah 121 orang. Sampel yang diambil adalah berjumlah 55 orang berdasarkan rumus Slovin dengan metode penarikan sampel yaitu sampling insidental. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kinerja pustakawan mempunyai tingkat hubungan yang kuat dan berpengaruh signifikan terhadap layanan prima, dengan besarnya pengaruh sebesar .
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA BAPUSIPDA TERHADAP BRAND JUDGMENT PEMUSTAKA Monika, Winda; Wahyudin, Dinn
Edulib Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v3i2.4155

Abstract

Abstrak. Masalah yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah brand judgement pemustaka di Bapusipda Provinsi Jawa Barat. Inti kajiannya difokuskan pada salah satu faktor yang memiliki hubungan dengan brand judgement pemustaka yaitu kepemimpinan Kepala Bapusipda. Berdasarkan hal tersebut, pokok masalah diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan kepemimpinan Kepala Bapusipda dengan brand judgement pemustaka. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan disproportionate stratified random sampling. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif korelational dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data diketahui kepemimpinan Kepala Bapusipda memiliki hubungan kuat dengan brand judgement pemustaka dengan korelasi. Hasil pengujian hubungan kepemimpinan Kepala Bapusipda dengan brand judgement pemustaka menunjukkan indikator kebijakan/keputusan memiliki korelasi dengan derajat hubungan pada kategori sedang, indikator komunikasi memiliki korelasi dengan derajat hubungan pada kategori sedang, indikator motivasi memiliki korelasi dengan derajat hubungan pada kategori kuat, dan penyeleksian sumber daya manusia oleh Kepala Bapusipda memiliki korelasi dengan derajat hubungan pada kategori kuat.
A View on Teaching Philosophy in Curriculum Implementation at the Indonesia University of Education Wahyudin, Dinn
SOSIOHUMANIKA Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Efforts have been done by TEIs (Teacher Education Institutions) in Indonesia. UPI (Indonesia University of Education) in Bandung is having effort to reformulate its curriculum. The formula of redesign of professional education for teachers that was developed by UPI is a response to need for better teacher education. This study focused on philosophy of education in the implementation of curriculum in Study Program at UPI. In curriculum implementation, aspect of philosophy of teaching is very important in the educational institutions. It is applied in the teaching-learning situations, in the conduct of research, and in developing educational policies. Teaching philosophy of individual lecturer is based on the university and faculty’s vision and mission, concept, beliefs, and attitudes on teaching, and how they put these into the teaching-learning process. This has implications to classroom management, pedagogy, facilitating and evaluating learning, and curriculum development. This study presents some empirical base data from two faculties in UPI, namely FIP (Faculty of Educational Sciences) and FPTK (Faculty of Technology and Vocational Education). Instruments used were questioners, interview, focused group discussion, and documentation study. Result shows that the implementation of curriculum and individual teaching philosophies of lecturers are strongly influenced and inspired by institutional teaching philosophy and its vision and mission. KEY WORD: Curriculum Development; Teaching Philosophy; Teacher Education; Indonesia University of Education; Implementation of Curriculum. RESUME: “Pandangan tentang Falsafah Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum di Universitas Pendidikan Indonesia”. Pembenahan LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) di Indonesia terus dilakukan. UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), sebagai salah satu LPTK di Indonesia, tengah melakukan reformulasi pendidikan profesional guru, sebagai respon terhadap tuntutan kebutuhan guru yang lebih bermutu dan bermartabat. Studi ini memfokuskan pada kajian falsafah pembelajaran dalam  implementasi kurikulum  di UPI. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan sampel melibatkan unsur pimpinan  fakultas dan program studi. Dalam implementasi kurikulum, telaah filsafat pembelajaran menjadi isu penting dalam praktek di fakultas atau jurusan. Hal tersebut diimplementasikan dalam situasi belajar-mengajar, penelitian, ataupun dalam mengembangkan kebijakan pendidikan. Penelitian ini menyajikan beberapa data dasar empiris dari dua Fakultas di UPI, yaitu FIP (Fakultas Ilmu Pendidikan) dan FPTK (Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan), yaitu  bagaimana falsafah pembelajaran yang dianut setiap individu dosen dipengaruhi pula oleh sistem nilai, visi dan misi  universitas, fakultas, dan program studi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, FGD (Focused Group Discussion), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam implementasi kurikulum dan filosofi mengajar individu dosen sangat dipengaruhi dan terinspirasi oleh filosofi, sistem nilai, serta visi dan misi lembaga penaungnya.KATA KUNCI: Pengembangan Kurikulum; Falsafah Pendidikan; Pendidikan Guru, Universitas Pendidikan Indonesia; Implementasi Kurikulum.About the Author: Dr. Dinn Wahyudin is a Senior Lecturer at the Faculty of Educational Sciences UPI (Indonesia University of Education), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, West Java, Indonesia. For academic interests, the author is able to be contacted via his e-mail at: dinn_wahyudin@upi.edu How to cite this article? Wahyudin, Dinn. (2016). “A View on Teaching Philosophy in Curriculum Implementation at the Indonesia University of Education” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.9(2) November, pp.235-248. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UPI Bandung, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (September 29, 2016); Revised (October 28, 2016); and Published (November 30, 2016).
The Curriculum Implementation for Cross-Cultural and Global Citizenship Education in Indonesia Schools Wahyudin, Dinn; Suwirta, Andi
EDUCARE Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : EDUCARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.812 KB)

Abstract

ABSTRACT: The CCE (Cross-Cultural Education) and GCE (Global Citizenship Education) are two issues now newly attracting attention with the focus on universal human rights and global issues. If the first is a process of education by which individuals and groups can learn to internalize the facts of cultural pluralism to bring about a society that recognizes cultural diversity; while the later is about educating the qualifications, qualities, rights, and responsibilities of global citizens. Many efforts have been made by MoEC (Ministry of Education and Culture) of the Republic of Indonesia to reform the education system and redesign system of curriculum. One of hot issue is concerning with cross culture and global citizenship that can be implemented in primary school as well as secondary school curriculum, as it is one of the requirements in implementing the SDGs (Sustainable Development Goals). The paper, by using the qualitative method and explanation descriptively, discussed some topics concerning CCE and GCE. They are: (1) informing policies and programs lead by MoEC of the Republic of Indonesia in redesigning of new curriculum that give more spaces for increasing the CCE and GCE; (2) identifying general trends as well as indigenous aspects in supporting and enriching teaching-learning activities related to cross-cultural and global education for heterogeneous students; (3) presenting best practices created by schools in developing school culture and global citizenship that empowering students from diverse races, religions, ethnics, and cultural groups; and (4) identifying  schools efforts in developing cross-cultural and global citizenship curriculum as meaningful learning experience for students.KEY WORDS: Cross-Cultural Education; Global Citizenship Education; Curriculum Development; Education Sustainable Development; Indonesia Schools.  About the Authors: Prof. Dr. Dinn Wahyudin is a Lecturer at the Faculty of Education UPI (Indonesia University of Education), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, West Java, Indonesia. Andi Suwirta, M.Hum. is a Lecturer at the Faculty of Social Studies Education UPI in Bandung, West Java, Indonesia. For academic interests, the authors can be contacted via their e-mails at: dinn_wahyudin@upi.edu and suciandi@upi.eduSuggested Citation: Wahyudin, Dinn & Andi Suwirta. (2017). “The Curriculum Implementation for Cross-Cultural and Global Citizenship Education in Indonesia Schools” in EDUCARE: International Journal for Educational Studies, Volume 10(1), August, pp.11-22. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI, ISSN 1979-7877. Article Timeline: Accepted (March 2, 2017); Revised (June 1, 2017); and Published (August 30, 2017).
PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIFSISWA SD PADA MATERI MAKANAN DAN KESEHATAN Rohana, Rena Surya; Wahyudin, Dinn
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyataan menunjukkan pembelajaran IPA masih berfokus pada buku teks dan jarang menggunakan model pembelajaran yang bervariatif sehingga kreativitas dan penguasaan konsep siswa menjadi terbatas. Tujuan penelitian penerapan model PBL untuk meningkatkan penguasaan konsep peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan di SD Swasta Kartika Siliwangi XIX-3 Kabupaten Garut, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 66 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol berjumlah 33 siswa. Analisis penelitian menggunakan N-Gain dan pengujian hipotesis rumus t-test dengan menggunanakan software SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kreativitas siswa lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan kelas ekspositori dengan perbandingan di kelas eksperimen N-Gain 0,472 kategori sedang dan kelas kontrol N-Gain 0,223 kategori rendah.Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan t-test hasinya dengan nilai sig 0.009< α yaitu 0,025 artinya ditolak maka terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen.