Articles

Found 26 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEJARAH (MODUL) BERBASIS DIORAMA MUSEUM BENTENG VREDEBURG UNTUKMENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KALASAN SLEMAN YOGYAKARTA Lazmihfa, L.; Waluyo, Herman J.; Haryanto, Samsi
HISTORIKA Vol 15, No 2 (2014): Pengembangan Model Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/historika.v15i2.29378

Abstract

This research aims to 1) The analyze and describe the condition of land in high school history teaching materials 1 kalasansleman Yogyakarta, 2) The analyse the needs of the teaching material in high school N 1 kalasansleman Yogyakarta, 3) The described the development of teaching materials vredeburg fortress based history museum to increase awareness of the history of high school students class XI IPSN 1 kalasansleman Yogyakarta, 4)Described the effectiveness of teaching materials based history museum in fort vredeburg increase awareness of the history of high school students class XI social class high school 1 kalasansleman Yogyakarta. This research method using research methods Research and Development (R&D), adapted and modified Borg & Gall. Work steps in the study include: (1) Preliminary studies, 2) Media development, (3) Implementation of media use, 4) Test the effectiveness of the product. This research was conducted at secondary school (High School) Kalasan, SlemanYogyakartan. The subject of this research is the grade XI IPS 1 as experimental class and Class XI IPS 3 as a class controls. The instruments used in this research is the now the consciousness of history and achievement test results of the study. The next test is used to  t test to tested the hypothesis.From the results t test for achievements of students obtained  thit = 3.246 than at t tab 2,015 ( significance level of 5 % ), so that can be said that t hit> t tab or 3,246 > 2,015.Through these results then can be concluded that the use of the media with learning to teaching materials ( module ) can give impact on the value of students. AchievementThe results of the test and t to consciousness history students obtained is thit = 2,353 compared on ttab 2,015 ( significance level of 5 % ), so that can be said that t hit> t tabel  or 2,353 > 2,015. Through these results then can conclude that with the use of the media in the form of modules learning can provide influence against historical awareness students.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNINGTERHADAP PRESTASI BELAJAR SEJARAH DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI DI KABUPATEN BOYOLALI Nugraha, Muhammad Adika; Waluyo, Herman J.; Haryanto, Samsi
HISTORIKA Vol 17, No 2 (2015): Pembelajaran Sejarah di Sekolah
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/historika.v17i2.29280

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menemukan perbedaan pengaruh antara model pembelajaran kooperatif jenis jigsaw dengan model ekspositori terhadap prestasi belajar sejarah (2) Untuk menemukan perbedaan pengaruh antara kelompok siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan siswa yang memiliki minat belajar rendah terhadap prestasi belajar sejarah, (3). Untuk menemukan interaksi antara penggunaan jenis model pembelajaran dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar sejarah.Target populasi adalah peserta didik SMA Negeri di Kabupaten Boyolali tahun pelajaran 2014/2015. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Multi Stage Cluster Random Sampling. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas XIIPS SMAN 3 Boyolali sebagai kelas eksperimen dan peserta didik kelas XIIPS SMAN 2 Boyolali sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan Desain faktorial 2x2. Alat pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Uji hipotesis menggunakan Anava dua jalur dengan taraf signifikansi ? = 0,05.Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Prestasi belajar sejarah peserta didik pada model pembelajaran kooperatif jigsaw lebih baik dari pada prestasi belajar sejarah peserta didik pada model pembelajaran ekspositori (2) Prestasi belajar sejarah yang diperoleh peserta didik dengan minat belajar tinggi lebih baik dari pada prestasi belajar sejarah yang diperoleh peserta didik dengan minat belajar rendah  (3) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap prestasi belajar sejarah. Peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi pada penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw memiliki prestasi sejarah yang lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi pada penerapan model pembelajaran ekspositori. Sedangkan peserta didik yang memiliki minat belajar rendah pada penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw memiliki prestasi belajar sejarah yang lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang memiliki minat belajar rendah pada penerapan model pembelajaran ekspositori.
Penerapan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stik motivasi dan prestasi belajar Rimawati, Rimawati; Haryanto, Samsi
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2029.731 KB) | DOI: 10.30738/wiyata dharma.v5i2.3367

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 1) proses pembelajaran dan pengajaran dalam pelajaran ilmu sosial dengan menggunakan pendekatan ilmiah dan model kooperatif tipe stick stick untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan prestasi belajar dari pelajaran sains sosial kelas VIII di SMP Negeri 15 Yogyakarta, 2) kekuatan dan kelemahan pendekatan ilmiah dan model koperasi tipe stick stick untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan prestasi belajar pelajaran ilmu sosial, dan 3) efektivitas penerapan pendekatan ilmiah dan model koperasi tipe stick berbicara untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa dalam pelajaran ilmu sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan ilmiah dan model kooperatif tipe stick dan masing - masing fase memiliki empat komponen berulang, yaitu perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa teknik seperti observasi, tes tertulis, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ilmiah dan model koperasi tipe stick untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan prestasi belajar mata pelajaran ilmu sosial. Skor motivasi belajar siswa dan prestasi belajar sains meningkat dari 89,65% pada siklus 1 sampai 100% pada siklus 2, sehingga kenaikan 75% terpenuhi. Prestasi belajar meningkat dari 60,9% pada hasil pre-cycle menjadi 79,31% pada posttest siklus 1 dan 86,21% pada siklus posttest 2. Peningkatan prestasi belajar dapat dilihat melalui skor pada siklus 1, dan 23 siswa. memenuhi kriteria nilai kelulusan minimum (79,31%) dan 25 siswa berprestasi dengan nilai kelulusan minimum (86,21%).AbstractThe objectives of this research are to describe 1) learning and teaching processes in the social sciences lesson using a scientific approach and a cooperative model of talking stick type to increase students’ motivation and learning achievement of the social sciences lesson in class VIII at SMP Negeri 15 Yogyakarta, 2) strengths and weaknesses of a scientific approach and cooperative model of talking stick type to increase students’ motivation and learning achievement the social sciences lesson, and 3) the effectiveness of applying a scientific approach and a cooperative model of talking stick type to increase students’ motivation and learning achievement in the social sciences lesson. This research uses a scientific approach, and a cooperative model of talking stick type and each of its phases has four repetitive components, namely planning, implementation, observation, and reflection. To collect data, the researcher used several techniques such as observation, written test, interview, questionnaire and documentation. The research results show that the implementation of a scientific approach and cooperative model of talking stick type to increase students’ motivation and learning achievement of the social sciences lesson. The scores of students’ motivation and learning achievement of the social sciences increased from 89.65% in cycle 1 to 100% in cycles 2, so the increase of 75% was fulfilled. The learning achievement increased from 60.9% in the pre-cycle result to 79.31% in the post test of cycle 1 and 86.21% in the post test of cycle 2. The increase of learning achievement can be seen through scores in the cycle 1, and 23 students accomplished a criterion of minimum passing grade (79.31%) and 25 students accomplished a criterion of minimum passing grade (86.21%).
Model Pembelajaran Terpadu Modifikasi Wolfinger di Sekolah Dasar Qorri’aina, Farro Durrotul; Haryanto, Samsi; Anitah, Sri
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.872 KB)

Abstract

AbstrakModel pembelajaran terpadu modifikasi Wolfinger adalah model pembelajaran terpadu (integrated learning) yang berkaitan dengan kurikulum terpadu (integrated curriculum). Kurikulum terpadu menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan isi, ketrampilan dan sikap. Model pembelajaran terpadu modifikasi Wolfinger di sekolah dasar menjadi strategi pembelajaran bahasa asing yang memusatkan keterpaduan ketrampilan berbahasa. Penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa sekolah dasar masih rendah, khususnya pemahaman siswa pada bahasa Inggris. Guru perlu menciptakan model pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan model pembelajaran terpadu modifikasi Wolfinger pada mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar. Responden terdiri dari delapan siswa kelas IV Sekolah Alam Bengawan Solo Kabupaten Klaten. Model pembelajaran terpadu modifikasi Wolfinger sebagai suatu konsep dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Siswa mampu memahami konsep yang dipelajari melalui pengalaman langsung lalu menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah dipahami. Melalui langkah-langkah model pembelajaran terpadu modifkasi Wolfinger, siswa dirangsang untuk mengembangkan kemampuan berbahasa disertai dengan tindakan pada mata pelajaran bahasa Inggris di lingkungan sekolahnya. Siswa yang memiliki banyak penguasaan kosakata lebih mudah menguasai keterampilan berbahasa lain. Guru sekolah dasar dapat memadukan keterampilan bahasa Inggris dengan pelajaran lain.  Kata kunci: Model pembelajaran; modifikasi wolfinger; bahasa inggris
Character Education in the Perspective of Humanistic Theory: A Case Study in Indonesia Hartono, Yudi; Haryanto, Samsi; Asrowi, Asrowi
EDUCARE Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : EDUCARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.565 KB)

Abstract

ABSTRACT: Character education has been an important agenda since the beginning of Indonesian independence. This article, based on the qualitative study and historical approach, tries to elaborate the character education in Indonesia. Findings show that the government policy in later periods affects the character education models in the schools. In the Old Order era, 1959-1966, especially in the Guided Democracy era, the character education had tended to be indoctrinated. Similarly, during the New Order era, 1966-1998, tend to be indoctrinated too. During the Reform era, 1998 to date, the character education is integrated into every lesson, self-development activities, and school culture. The learning model is given to the teachers. Teachers can develop innovative learning models according to student characteristics and learning needs. In the perspective of character education as a process of values education, the concept is initially a component that touches the philosophy of educational objectives of humanizing humans or humanistic learning. The learning models relevant to the concept are constructivist learning. With these models, students will discover and understand the values of the nations character as the basis for taking certain attitudes and actions through internalization process, i.e. the developmental change from externally controlled behavior to internally controlled behavior. Indoctrination models, such as in the Old Order era and New Order era in Indonesia, did not suitable with the humanistic philosophy of value education.KEY WORDS: Character Education; Indoctrination; Humanistic Theory; Indonesian Governments Policy; Learning Models.    About the Authors: Yudi Hartono, M.Pd. is a Doctoral Student at the Study Program of Education Science FKIP UNS (Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas Maret University), Jalan Ir. Sutami No.36-A Kentingan, Surakarta 57126, Central Java, Indonesia. Prof. Dr. Samsi Haryanto is a Professor Emeritus at the Departement of History FKIP UNS in Kentingan, Surakarta 57126, Central Java, Indonesia. Dr. Asrowi is a Lecturer at the FKIP UNS in Kentingan, Surakarta 57126, Central Java, Indonesia. Corresponding author is: yudihartono@student.uns.ac.idSuggested Citation: Hartono, Yudi, Samsi Haryanto & Asrowi. (2018). “Character Education in the Perspective of Humanistic Theory: A Case Study in Indonesia” in EDUCARE: International Journal for Educational Studies, Volume 10(2), February, pp.95-108. Bandung, Indonesia and BS Begawan, Brunei Darussalam: Minda Masagi Press owned by ASPENSI and BRIMAN Institute, ISSN 1979-7877. Article Timeline: Accepted (December 19, 2017); Revised (January 20, 2018); and Published (February 28, 2018).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AKUNTANSI Wahyuningsih, Ety; Haryanto, Samsi; Pardimin, Pardimin
Teacher in Educational Research Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.654 KB) | DOI: 10.26486/tere.v1i1.8

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan motivasi belajar Akuntansi siswa kelas XII IPS 1 MAN 2 Kebumen dengan pendekatan model pembelajaran kooperatif teknik make a match, (2) mendeskripsikan penerapan pendekatan model pembelajaran kooperatif teknik make a match yang benar /tepat dalam pembelajaran akuntansi kelas XII IPS 1 MAN 2 Kebumen yang dapat meningkatkan motivasi, (3) mendeskripsikan kelebihan dan kelemahan model pembelajaran kooperatif teknik make a match dalam meningkatkan Motivasi dan Hasil belajar siswa kelas XII IPS 1 MAN 2 Kebumen, (4) mendeskripsikan hasil analisis efektivitas penerapan pendekatan model pembelajaran kooperatif teknik make a match dalam meningkatkan Motivasi dan Hasil belajar Akuntansi siswa kelas XII IPS 1 MAN 2 Kebumen. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS-1 MAN 2 Kebumen tahun 2017/2018. Data yang diperoleh dari instrumen motivasi belajar dan data observasi di kelas. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penerapan pembelajaran kooperatif teknik make a match dapat meningkatkan motivasi belajar akuntansi. Motivasi belajar yang dicapai  siswa meningkat, pada siklus I 56,25% meningkat pada siklus II menjadi 78,125%.  The application of cooperative learning model make a match technique to improve students accounting motivation and learning achievement  AbstractThe objectives of this research are (1) to describe students' learning motivation in class XII IPS 1 MAN 2 Kebumen using cooperative learning model of make a match technique, (2) to describe the application of cooperative learning model of make a match technique in class accounting learning XII IPS 1 MAN 2 Kebumen that can improve motivation and learning outcomes, (3) describe the advantages and disadvantages of cooperative learning model make a match technique in improving motivation and learning outcomes of students of class XII IPS 1 MAN 2 Kebumen, (4) describe the results of effectiveness analysis applying cooperative learning model approach make a match technique in improving motivation and learning outcomes of students of class XII IPS 1 MAN 2 Kebumen. This type of research is a classroom action research of two cycles. Each cycle consists of planning, execution, observation, and reflection. The subjects of this study were students of class XII Ips-1 MAN 2 Kebumen 2017/2018. Data obtained from learning motivation instruments and observation data in the classroom. The results showed that the application of cooperative learning make a match technique can improve the motivation to learn accounting. Student learning motivation increased, in cycle I 56.25% increase in cycle II to 78.125%.
KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENINGKAT DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS MIND MAPPING Maryanti, Dwi; Haryanto, Samsi; Musadad, Akhmad Arif
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. VIII, No. 2, September 2015
Publisher : STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan Dasar Kebidanan (KDK) I adalah mata kuliah memberi kesempatan mahasiswa untuk menerapkan keterampilan dasar dalam praktik kebidanan.Nilai rata-rata KDK I pada tahun 2012 adalah 64,2. Disebabkan cara mencatat yang masih linier, kurang keaktifan  mengemukakan  pendapat  dan bertanya  serta  model  pembelajaran  ceramah. Penelitian ini menggunakan class action research. Subyek penelitian: mahasiswa tingkat I semester I prodi D III Kebidanan STIKES Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap tahun akademik 2013/2014, dosen dan proses belajar mengajar dengan model pembelajaran PBL berbasis mind mapping. Prosedur pelaksanaan dengan Planning, Acting, Observation dan Reflecting. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan tes. Analisis data menggunakan analisis kualitatif deskriptif, komparatif  dan persentase. Hasil penelitian variabel kreativitas: pada siklus 1: 100% kreativitas sedang, siklus 2 : 50% kreativitas sedang dan 50% dikategorikan kreativitas tinggi, siklus 3: 25% kreativitas sedang dan 75% kreativitas tinggi.Variabel Hasil belajar : rata-rata nilai < 56 hasil posttest didapatkan rata-rata nilai 90,34. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai bahwa model pembelajaran PBL berbasis mind mapping yang diterapkan secara tepat ternyata dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar mahasiswa
Model Pembelajaran Kewirausahaan Di Perguruan Tinggi (Studi Kasus Di STIEBBANK Yogyakarta) Cahyono, Joko Indro; Haryanto, Samsi
EBBANK Vol 5, No 2 (2014): EBBANK Vol.5 No.2 Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis dan Perbankan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to the preparation of the SAP (Unit Event Class) Entrepreneurship, application of learning models, the results achieved from the application of learning, and the obstacles encountered in teaching entrepreneurship. The study population 155 students STIEBBANK Yogyakarta in 2013/2014 consisting of Management Studies and Accounting. Samples were taken 70 questionnaire respondents. Data collection was conducted by questionnaire in addition, also in-depth interview with the Chairman and Vice Chairman for Academic Affairs, faculty, students, and alumni. Also obtained from observations in the field, and is supported by documents. Analysis techniques to test the validity of the data is triangulated.The results showed that the preparation of the SAP EP (Entrepreneurship) compared with other subjects, the difference lies in the content of courses and learning models. This is because the atmosphere campus academic and business nuances. The application of the model of entrepreneurial learning is done through a contextual approach or CTL make students actively in learning. The results of the application of entrepreneurship with contextual learning can be seen from the students' creative entrepreneurship, business and product appearance tangible manifestation and proven to generate revenue. The most prominent constraint is a mindset change, that is change the mindset pass to an employee (work) to pass into entrepreneurs (have my own business)
Pengembangan instrumen pengukuran kreativitas menulis cerita fantasi siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Kalasan Astuti, Yuliana Dwi; Haryanto, Samsi
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2043.146 KB) | DOI: 10.30738/wiyata dharma.v5i2.3385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi kreativitas menulis cerita fantasi siswa SMP Negeri 2 Kalasan, (2) mengembangkan instrumen pengukuran kreativitas menulis cerita fantasi siswa SMP Negeri 2 Kalasan, dan (3) mengetahui hasil pengukuran tingkat kreativitas menulis cerita fantasi siswa SMP Negeri 2 Kalasan. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Kalasan, Sleman, Yogyakarta, tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Sebagai langkah awal, draft model instrumen disusun berdasarkan teori dan data empirik lapangan dengan 6 indikator yang divalidasi oleh expert judment. Uji coba terbatas dilakukan pada 16 siswa kelas 7A menggunakan angket dengan jumlah 48 butir pernyataan. Setelah direvisi kemudian diujicoba agak luas kepada 32 siswa kelas 7B. Analisis validitas butir menggunakan rumus product moment diperoleh sebanyak 40 butir valid. Koefisien reliabilitas instrumen valensi sebesar 0,848, koefisien reliabilitas instrumen faktual sebesar 0,887 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua instrumen dinyatakan reliabel. Selanjutnya dilakukan uji coba empirik lebih luas kepada 158 siswa. Hasil uji coba empirik ini berupa validitas konstruk. Validitas konstruk dilakukan dengan analisis faktor. Uji validitas konstruk menghasilkan instrumen valensi yang valid 17 butir dengan nilai KMO 0,759, dan nilai reliabilitas 0,795, butir instrumen faktual yang valid 19 butir, dengan nilai KMO 0,785, dan nilai reliabilitas 0,813, nilai reliabilitas total 0,874.dan membentuk 6 faktor dan diberi nama baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas menulis cerita fantasi siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Kalasan, diperoleh skor rerata sebesar 112,28. Nilai rata-rata kreativitas menulis cerita fantasi siswa putri lebih tinggi yaitu mencapai 115,46, dibandingkan siswa laki-laki yang mencapai nilai 112,88.AbstractThis study aims to: (1) evaluate the creativity of writing fantasy story of SMP Negeri 2 Kalasan, (2) develop the measurement instrument of creativity to write fantasy story of SMP Negeri 2 Kalasan students, and (3) to know the result of the level of creativity to write fantasy story of SMP Negeri 2 Kalasan. The research was conducted at SMP Negeri 2 Kalasan, Sleman, Yogyakarta, academic year 2016/2017. This type of research is Research and Development (R & D). As a first step, the draft instrument model is based on theory and empirical field data with 6 indicators validated by expert judment. A limited trial was conducted on 16 students of grade 7A using a questionnaire with a total of 48 items of statement. After being revised and then tested rather broadly to 32 students of grade 7B. Analysis of the validity of the grains using product moment formula obtained as many as 40 items valid. Valent instrument reliability coefficient of 0.848, the reliability coefficient of factual instrument of 0.887 so it can be concluded that both instruments are declared reliable. Furthermore, empirical test more widely to 158 students. The results of this empirical test in the form of construct validity. The validity of the constructs is done by factor analysis. The validity test of the construct produces a valid valence instrument of 17 items with a KMO value of 0.759, and a reliability value of 0.795, valid factual item 19 grains, with a KMO value of 0.785, and a reliability value of 0.813, a total reliability value of 0.874.dan forming 6 factors and is named new. The results showed that the creativity of writing the fantasy story of seventh grade students of SMP Negeri 2 Kalasan, obtained an average score of 112.28. The average value of creativity writing fantasy story of female students is higher that reach 115,46, compared to male student which reach value 112,88.
Implementasi model pembelajaran cooperative learning type jigsaw dalam rangka peningkatan motivasi dan prestasi pelajaran matematika pada siswa kelas VII MTsN Yogyakarta tahun pelajaran 2015/2016 Huda, Sirojul; Haryanto, Samsi; Chaerun, Chaerun
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1689.833 KB) | DOI: 10.30738/wiyata dharma.v5i1.3298

Abstract

Model Pembelajaran Cooperative learning Tipe Jigsawdi kelas VIIMTsN Yogyakarta I Mlati Sleman tahun pelajaran 2015/2016SD bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika materi bangun datar segi empat. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan oleh peneliti sebagai guru kelas dan guru matematika kelas 9 sebagai observer. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus., subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII semester II MTsN Yogyakarta I Mlati Sleman tahun pelajaran 2015/2016 berjumlah 33 siswa. Teknik analisis data digunakan analisis perbandingan,. Dari prosentase dideskripsikan kearah kecenderungan tindakan guru dan reaksi serta hasil belajar siswa.Prestasi belajar sebelum tindakan kelas rata-rata 69,58 ketuntasan individual sebanyak 22siswa(66,7%).Setelah tindakan kelas pada siklusI nilai rata-rata 73,75 dengan ketuntasan individual28siswa (84,84%), siklus II nilai rata-rata mencapai 77,33 dengan ketuntasan individual 33siswa (100%).Pada akhir PTK motivasi belajar siswa dalam kriteria tinggi (84,48). Hasil penelitian membuktikan penggunaan Model Pembelajaran Cooperative learning Tipe Jigsawmeningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika materi bangun datar segi empatsiswa kelas VII semester II MTsN Yogyakarta I Mlati Sleman tahun pelajaran 2015/2016 dan dapat dijadikan prediktor yang baik. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika dapat diterapkan Model Pembelajaran Cooperative learning Tipe Jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan prestasi materi bangun datar segi empat. Implementation of cooperative learning type jigsaw learning model in the framework of increasing motivations of achievement of math statements students of class VII MTsN Yogyakarta its lesson 2015/2016 AbstractLearning Model Cooperative Learning Type Jigsawdi class VII MTsN Yogyakarta I Mlati Sleman 2015/2016 SD lesson year aims to improve motivation and achievement of learning mathematics material wake rectangular flat. Classroom Action Research is done by the researcher as a classroom teacher and grade 9 mathematics teacher as an observer. The research was conducted in two cycles, the subjects of this study were the second grade students of second semester of MTsN Yogyakarta I Mlati Sleman 2015/2016 academic year amounted to 33 students. Data analysis techniques used comparative analysis. From the percentage is described towards the tendency of teacher action and reactions and student learning outcomes.Prestasi learning before the class action an average of 69.58 individual completeness as much as 22 students (66.7% ).After class action on the cycleI average score of 73.75 with mastery Individual students (84.84%), cycle II average score reached 77.33 with individual completeness 33 students (100%) At the end of TOD the students' learning motivation in high criterion (84,48) The research results proved the use of Learning Model Cooperative Learning Type Jigsawmend the motivation and achievement of learning mathematics of building the rectangular building of class VII second semester of MTsN Yogyakarta I Mlati Sleman of academic year 2015/2016 and can be a good predictor. Therefore, in the learning of mathematics can be applied Learning Model Cooperative learning Type Jigsaw to improve motivation and achievement of building of rectangular flat.