Atika Hendryani, Atika
Jurusan Teknik Elktromedik Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PENDAMPINGAN INSPEKSI PERAWATAN PENCEGAHAN (PREVENTIF MAINTENANCE ) ALAT ELEKTROKARDIOGRAFI DI PUSKESMAS SUKASARI TANGERANG BANTEN Hendryani, Atika; Hendryani, Atika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Peralatan medis dan kesehatan dewasa ini menjadi sangat kompleks dan canggih sehingga membutuhkan lingkungan dan pemeliharaan yang semakin khusus agar dapat digunakan secara optimal. Alat kesehatan dapat berfungsi dan berjalan sesuai fungsinya jika penggunaan dan pemeliharaan alat tersebut sesuai dengan petunjuk penggunaan dan pemeliharaan alat yang baik. Pemeliharaan yang baik pada sebuah alat kesehatan akan mencegah potensi bahaya yang ada pada peralatan tersebut sehingga tidak mencederai manusia dan lingkungannya. Disamping itu juga dapat mengurangi biaya pemeliharaan, meningkatkan utility, serta selalu dalam keadaan siap untuk digunakan. Peralatan kesehatan di puskesmas merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Puskesmas harus memastikan bahwa peralatan medis penting mereka aman, akurat, handal dan beroperasi pada tingkat kinerja yang optimal. Dalam kenyataan sehari-hari sering dijumpai masalah adanya alat rusak atau tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya sehingga pelayanan kesehtan menjadi terganggu atau tidak berjalan sama sekali. . Banyak hal yang dapat menyebabkan sebuah alat atau mesin rusak atau tidak berfungsi, salah satu diantaranya adalah karena pemakaian alat yang tidak sesuai dengan prosedur. Kesalahan dalam pengoperasian suatu peralatan kesehatan dapat mengakibatkan kerusakan peralatan, hasil pemeriksaan tidak seperti yang diharapkan bahkan terkadang dikarenakan kesalahan pengoperasian, harus dilakukan pemeriksaan ulang yang berakibat adanya inefisiensi dan ketidakpuasan pasien. Agar terhidar dari permasalahan tersebut, maka pemahaman tentang Inspeksi pemeliharaan pencegahan (Inspection and Preventive Maintenance) peralatan kesehatan yang benar harus dipahami dan dipelajari, sehingga alat dapat digunakan secara benar dan mengurangi keluhan kerusakan alat. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pada tingkat pengetahuan petugas terhadap prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi setelah dilakukan pendampingan di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten. Metode : Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan menggunakan metode kualitatif berupa wawancara dan observasi langsung terhadap petugas di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten untuk mengetahui pemahaman petugas mengenai prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi. Tahap kedua pembuktian dengan metode statistik menggunakan metode uji tanda (sign test) . Hasil : Dengan uji tanda (sign est) terhadap tindakan petugas dalam pemeliharaan pencegahan sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan menunjukkan tingkat α = 0,016 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya adanya pengaruh pengetahuan petugas terhadap prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi setelah dilakukan pendampingan pada Puskesmas Sukasari Tangerang Banten. Kesimpulan : Inspeksi dan pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten sebelum dilakukan pendampingan belum dilaksanakan tetapi setelah dilakukan pendampingan kepada petugas terlihat adanya perubahan tindakan petugas dalam melakukan upaya pemeliharaan pencegahan terhadap alat elektrokardiografi. Dari hasil pendampingan di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten dihasilkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan alat elektrokardiografi sebagai acuan melaksanakan prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance). Keyword : Preventive Maintenance, Elektrokardiografi, Pemeliharaan Pencegahan, Puskesmas
PENGARUH PENDAMPINGAN INSPEKSI PERAWATAN PENCEGAHAN (PREVENTIF MAINTENANCE ) ALAT ELEKTROKARDIOGRAFI DI PUSKESMAS SUKASARI TANGERANG BANTEN Hendryani, Atika; Hendryani, Atika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Peralatan medis dan kesehatan dewasa ini menjadi sangat kompleks dan canggih sehingga membutuhkan lingkungan dan pemeliharaan yang semakin khusus agar dapat digunakan secara optimal. Alat kesehatan dapat berfungsi dan berjalan sesuai fungsinya jika penggunaan dan pemeliharaan alat tersebut sesuai dengan petunjuk penggunaan dan pemeliharaan alat yang baik. Pemeliharaan yang baik pada sebuah alat kesehatan akan mencegah potensi bahaya yang ada pada peralatan tersebut sehingga tidak mencederai manusia dan lingkungannya. Disamping itu juga dapat mengurangi biaya pemeliharaan, meningkatkan utility, serta selalu dalam keadaan siap untuk digunakan. Peralatan kesehatan di puskesmas merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Puskesmas harus memastikan bahwa peralatan medis penting mereka aman, akurat, handal dan beroperasi pada tingkat kinerja yang optimal. Dalam kenyataan sehari-hari sering dijumpai masalah adanya alat rusak atau tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya sehingga pelayanan kesehtan menjadi terganggu atau tidak berjalan sama sekali. . Banyak hal yang dapat menyebabkan sebuah alat atau mesin rusak atau tidak berfungsi, salah satu diantaranya adalah karena pemakaian alat yang tidak sesuai dengan prosedur. Kesalahan dalam pengoperasian suatu peralatan kesehatan dapat mengakibatkan kerusakan peralatan, hasil pemeriksaan tidak seperti yang diharapkan bahkan terkadang dikarenakan kesalahan pengoperasian, harus dilakukan pemeriksaan ulang yang berakibat adanya inefisiensi dan ketidakpuasan pasien. Agar terhidar dari permasalahan tersebut, maka pemahaman tentang Inspeksi pemeliharaan pencegahan (Inspection and Preventive Maintenance) peralatan kesehatan yang benar harus dipahami dan dipelajari, sehingga alat dapat digunakan secara benar dan mengurangi keluhan kerusakan alat. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pada tingkat pengetahuan petugas terhadap prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi setelah dilakukan pendampingan di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten. Metode : Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan menggunakan metode kualitatif berupa wawancara dan observasi langsung terhadap petugas di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten untuk mengetahui pemahaman petugas mengenai prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi. Tahap kedua pembuktian dengan metode statistik menggunakan metode uji tanda (sign test) . Hasil : Dengan uji tanda (sign est) terhadap tindakan petugas dalam pemeliharaan pencegahan sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan menunjukkan tingkat α = 0,016 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya adanya pengaruh pengetahuan petugas terhadap prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi setelah dilakukan pendampingan pada Puskesmas Sukasari Tangerang Banten. Kesimpulan : Inspeksi dan pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten sebelum dilakukan pendampingan belum dilaksanakan tetapi setelah dilakukan pendampingan kepada petugas terlihat adanya perubahan tindakan petugas dalam melakukan upaya pemeliharaan pencegahan terhadap alat elektrokardiografi. Dari hasil pendampingan di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten dihasilkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan alat elektrokardiografi sebagai acuan melaksanakan prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance). Keyword : Preventive Maintenance, Elektrokardiografi, Pemeliharaan Pencegahan, Puskesmas
Design Of Led Base Bell’s Palsy Therapy Device Using Microcontroller ATmega 8535 Hendryani, Atika; Azhim, Hestu
SANITAS: Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): SANITAS Volume 10 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.202 KB) | DOI: 10.36525/sanitas.2019.2

Abstract

Bell?s Palsy is a disease that attacks the facial nerves to cause muscle paralysis on one side of the face, indicated by conditions one side of the face becomes stiff and difficult to move. Therapeutic devices are also very much needed to cure facial stiffness besides of giving medicines. One of the most widely used therapies is warm therapy, however, this therapy takes a long time and quite expensive too. This research proposed a simple and affordable bell?s palsy therapy device use LED temperature heating media and a time controller based on the microcontroller ATMega 8535. The test is carried out at a time and temperature series, the result shows the circuit accuracy reaches 100% on a 15-minutes test. Testing on temperature stability also showed achieving a stable temperature at 420C in the 15 minutes. Device function tests are only carried out at a time and temperature series, the patient safety test has not been carried out. So that it still needs to be improved in future studies, especially in safety mode.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REMUNERASI JASA PELAYANAN RSUD KEPAHIANG BENGKULU MENGGUNAKAN METODE FAST Hendryani, Atika
JSINBIS (Jurnal Sistem Informasi Bisnis) Vol 7, No 1 (2017): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.401 KB) | DOI: 10.21456/vol7iss1pp9-16

Abstract

The good remuneration information system services can provide useful information for hospital administrators to evaluate employee performance. The aim of this research is to develop a remuneration system services to support employee performance evaluation Kepahiang Hospital. System development methods using FAST (Framework for the Application of Systems Thinking) / Framework for Application of Systems Thinking. Evaluation results of employee performance become the basis of government decision-makers to make improvements and reward. Data used in the research is the data of performance of employees and the amount of revenues from services. Remuneration information system services to produce output tables and graphs to support employee performance evaluation in hospitals Kepahiang for various levels of management. The quality of the information system of the proposed system is better than the old information system.