Articles

Found 13 Documents
Search

The Relationship Between Self-Concept with Depression Degree in Hypertensive Patient Baharuddin, Baharuddin; Israwati, Israwati
Health Notions Vol 1 No 1 (2017): January-March 2017
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (Address: Cemara street 25, Ds/Kec Sukorejo, Ponorogo, East Java, Indonesia 63453)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.658 KB)

Abstract

In hypertensive patients, a negative self-concept (body-image, self- ideal, self-esteem, self-role and self-identity) will trigger a depression. The purpose of this study was to analyze the relationship between self-concept with the degree of depression in hypertensive patients at the Masalle Community Health Center, Masalle Sub District, Enrekang District. The subjects of this cross sectional study were 71 hypertensive patients selected by purposive sampling technique. Data were collected through questionnaire, then analyzed descriptively in the form of frequency and percentage, then continued with Chi square test, and ended with multiple linear regression test. The results of data analysis show that body-image and self-esteem is associated with the degree of depression in hypertensive patients.
Persepsi Guru Terhadap Kinerja Komite Sekolah Israwati, Israwati; Marsyadilla, Diana; Julia, Putry
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul” Persepsi Guru terhadap Kinerja Komite Sekolah di Gugus Manggis BandaAceh”. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Persepsi Guruterhadap Kinerja Komite Sekolah di Gugus Manggis B.Aceh dan tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui Persepsi Guru terhadap Kinerja Komite Sekolah di Gugus Manggis B.Aceh,Subjek Penelitian sebanyak 6 orang guru yang dipilih melalui teknik Purposive sampling.Pendekatan yang di pakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan menggunakanjenis penelitian deskriptif, kemudian menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi untukmengumpulkan data, data di analisis dengan reduksi data, kemudian penyajian data dandisimpulkan. Penelitian ini memberikan informasi bahwa persepsi guru terhadap kinerja komitesekolah selama ini adalah tidak maksimal, komite sekolah menurut persepsi guru jarangdatang ke sekolah apabila ada rapat atau acara besar dan penerimaan murid awal tahun,barulah komite sekolah akan hadir dan ikut berandil sehingga komite tidak memahamibagaimana keadaan dan perkembangan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kinerjakomite sekolah yang selama ini berlangsung tidak maksimal dan tidak sesuai dengan apa yangtertulis dalam Kepmendiknas nomor: 044/U/2002, komite sekolah selama ini kurang aktif dalamberbagai bidang seperti pemberian pertimbangan dalam pembangunan sekolah, pengontrolan,pemberian dukungan, dan mediator terhadap sekolah, perhatian serta komunikasi komite sekolahterhadap sekolahpun sangat kurang, sehingga arah dan tujuan sekolah tidak tercapai denganbaik, karena tidak adanya kerjasama yang baik antara komite sekolah, masyarakat dengansekolah.This research entitled “Teacher Perceptions on School Committee Performance in Banda AcehMangosteen Cluster”. The formulation of the problem in this study is How Teacher Perceptionson the Performance of School Committee in Manggis B.Aceh Cluster and the purpose of thisstudy is to know the Perception of Teachers to School Committee Performance in ManggisB.Aceh Cluster, Research Subject of 6 teachers selected by technique Purposive sampling. Theapproach used in this research is qualitative approach and using descriptive research type, thenusing interview and documentation technique to collect data, data in analysis with data reduction,then presentation of data and concluded. This study provides information that teachers ‘perceptionsof school committee performance so far are not maximal, school committees according toteachers’ perceptions rarely come to school if there is a meeting or big event and acceptance ofstudents beginning of the year, then the school committee will attend and contribute so that thecommittee does not understand how the school situation and progress. The conclusions of thisstudy are the performance of school committees that have been not maximized and not inaccordance with what is written in Kepmendiknas number: 044 / U / 2002, school committee hasbeen less active in various fields such as giving consideration in school construction, controlling,support and mediation of the school, the attention and communication of the school committeeto the school is very poor, so the direction and purpose of the school is not well achieved,because there is no good cooperation between the school committee, the community and theschool.
PENGELOLAAN RUANG KELAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK Israwati, Israwati
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 18, No 2 (2017): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.428 KB) | DOI: 10.32672/si.v29i2.453

Abstract

Abstrak Ruangan kelas kelom B Anak Usia Dini adalah merupakan tempat berlangsungnya proses pembelajaran, dan akan terlaksana dengan baik, apabila guru sebagai seoarang manajer mampu mengelola ruang kelas secara baik pula. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimana pengelolaan ruang kelas kompok B Taman Kanak-kanak FKIP Unsyiah Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mengolah data menggunakan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian datadan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian dikemukakan sebagai berikut. (1) Perencanaan (planning) ruang kelas masih kurang pada perencanaan pemberian aroma terapi di kelas karena sekolah tidak merencanakan anggaran. (2) Pengorganisasian (organizing) ruang kelas sudah terlaksana dengan baik karena tempat duduk peserta didik sudah bervariasi, media ditempatkan di tempat yang mudah dilihat oleh peserta didik, dan guru sudah merancang tanaman dan tumbuhan supaya menghasilkan oksigen yang cukup. (3) Pelaksanaan (actuating) ruang kelas sudah terlaksana dengan baik karena guru sering mengubah formasi tempat duduk sesuai dengan metode yang digunakan guru.(4) Pengawasan (controlling) ruang kelas masih kurang. Berdasarkan kesimpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan ruang kelas Kelompok B di Taman Kanak-kanak FKIP Unsyiah Banda Aceh kurang baik. Kata Kunci: Pengelolaan, Ruang Kelas, Anak Usia Dini
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI MENGAJAR GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Israwati, Israwati
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 15, No 2 (2014): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.695 KB) | DOI: 10.32672/si.v19i2.483

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi data akurat tentang Guru yang dituntut untuk menguasai keterampilan dan pengetahuan yang luas dan sejumlah besar professional dalam pembelajaran PKn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengujian penelitian teridiri dari: Pengetahuan guru tentang strategi pembelajaran (X1), Sikap mengajar (X2), motivasi mengajar (X3), sebagai variabel bebas dan hasil belajar mata pelajaran pendidikan PKn(Y) sebagai variabel terikat. Hasil Penelitian menunjukkan :Pertama, ada hubungan yang positif antara hasil belajar dengan pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran sebesar r hitung = 0,810. Kedua, ada hubungan yang positif antara hasil belajar dengan sikap guru sebesar r hitung = 0, 832. Ketiga, ada hubungan yang positif antara hasil belajar dengan motivasi guru dan sikap guru sebesar r hitung = 0,861. Keempat, ada hubungan positif antara hasil belajar dengan pengetahuan guru terhadap strategi pembelajaran, Sikap guru, dan Motivasi guru sebesar r hitung = 0.810, besar kontribusi variable Kata kunci: Guru, Sikap, Motvasi Mengajar
The Relationship Between Self-Concept with Depression Degree in Hypertensive Patient Baharuddin, Baharuddin; Israwati, Israwati
Health Notions Vol 1, No 1 (2017): January-March
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.658 KB)

Abstract

In hypertensive patients, a negative self-concept (body-image, self- ideal, self-esteem, self-role and self-identity) will trigger a depression. The purpose of this study was to analyze the relationship between self-concept with the degree of depression in hypertensive patients at the Masalle Community Health Center, Masalle Sub District, Enrekang District. The subjects of this cross sectional study were 71 hypertensive patients selected by purposive sampling technique. Data were collected through questionnaire, then analyzed descriptively in the form of frequency and percentage, then continued with Chi square test, and ended with multiple linear regression test. The results of data analysis show that body-image and self-esteem is associated with the degree of depression in hypertensive patients. Key words: Depression, Hypertension, Self-concept
PERAN PEREMPUAN DAN STRATEGI KEBERLANJUTAN NAFKAH RUMAHTANGGA PETANI HORTIKULTURA KABUPATEN KONAWE Israwati, Israwati; Saediman, Saediman; Rahmah, Nur
Jurnal Sosio Agribisnis Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Sosio Agribisnis (JSA)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.695 KB) | DOI: 10.33772/jsa.v3i1.7395

Abstract

This study was done in Lalonggotomi and Ahuawatu village, Pondidaha subdistrict of Konawe Regency with purposes: described the role of woman in horticultural farmer’s household in Konawe Regency; described the strategy used for the household expenses continuity of horticultural farmer in Konawe regency. The results of the research were: the woman role in Lalonggotomi and Ahuawatu was fairly high with 84%, this showed that woman who do an activity such as reproductive, productive and social reached 84% from total number of informant; strategy done for the continuity of household expenses were: Creation of farming expenses source with the utilization of farming sector effectively and efficiently, increasing number of employee, the us of recent technology innovation and land expension; double expenses pattern, beside helping the husband to work in the farm. there were also daily necessity’s shop, catering, and vegetable distributor, sewing and rise selling; the utilization of loan; and asset utilization.Keywords: woman’s role; household expenses; continuity strategy
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN BERAT BONGGOL NANAS PADA PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Ishak, Ishak; Aji, Amri; Israwati, Israwati
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v5i1.80

Abstract

Kelapa adalah tanaman tropis dan dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan dan minyak kelapa salah satunya adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Kelapa dapat diolah menjadi VCO dengan cara fermentasi dengan menggunakan bonggol nanas dan tanpa menggunakan bonggol nanas. Bonggol nanas dapat  mempercepat proses terbentuknya minyak dari santan kelapa karena menjadi nutrient bagi mikroba bromilin untuk memperbanyak diri sehingga santan kelapa  sebagai substrat berubah menjadi produk minyak. Waktu fermentasi dan berat bonggol nanas menjadi variabel pengujian terhadap banyaknya santan kelapa yang digunakan sangat mempengaruhi rendemen minyak dan kualitas VCO yang di hasilkan. Vaiabel waktu yang diuji selama 24, 30, 36, 42, 48, dan 54 jam. Untuk perlakuan penelitian ini juga divariasikan berat bonggol nanas 30, 35, 40, dan 45 gram. Rendeman VCO terbanyak didapat pada 40 gram bonggol nanas dan  waktu fermentasi 36 jam yaitu, 28,8% dengan kandungan asam lemak bebas (ALB) terbaik dihasikan pada proses pembuatan VCO tanpa bonggol nanas yaitu 0,04% dengan waktu fermentasi 24 jam. Kadar air terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO tanpa bonggol nanas yaitu 0,01% dengan waktu fermentasi 24 jam. Densitas terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO tanpa menggunakan bonggol nanas yaitu 0,915 gr/ml dengan waktu fermentasi 48 dan 54 jam. Rendemen VCO terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO menggunakan 40 gram bonggol nanas yaitu dengan waktu 36 jam.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN BERAT BONGGOL NANAS PADA PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Ishak, Ishak; Aji, Amri; Israwati, Israwati
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i1.1917

Abstract

Kelapa adalah tanaman tropis dan dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan dan minyak kelapa salah satunya adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Kelapa dapat diolah menjadi VCO dengan cara fermentasi dengan menggunakan bonggol nanas dan tanpa menggunakan bonggol nanas. Bonggol nanas dapat  mempercepat proses terbentuknya minyak dari santan kelapa karena menjadi nutrient bagi mikroba bromilin untuk memperbanyak diri sehingga santan kelapa  sebagai substrat berubah menjadi produk minyak. Waktu fermentasi dan berat bonggol nanas menjadi variabel pengujian terhadap banyaknya santan kelapa yang digunakan sangat mempengaruhi rendemen minyak dan kualitas VCO yang di hasilkan. Vaiabel waktu yang diuji selama 24, 30, 36, 42, 48, dan 54 jam. Untuk perlakuan penelitian ini juga divariasikan berat bonggol nanas 30, 35, 40, dan 45 gram. Rendeman VCO terbanyak didapat pada 40 gram bonggol nanas dan  waktu fermentasi 36 jam yaitu, 28,8% dengan kandungan asam lemak bebas (ALB) terbaik dihasikan pada proses pembuatan VCO tanpa bonggol nanas yaitu 0,04% dengan waktu fermentasi 24 jam. Kadar air terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO tanpa bonggol nanas yaitu 0,01% dengan waktu fermentasi 24 jam. Densitas terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO tanpa menggunakan bonggol nanas yaitu 0,915 gr/ml dengan waktu fermentasi 48 dan 54 jam. Rendemen VCO terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO menggunakan 40 gram bonggol nanas yaitu dengan waktu 36 jam.
UPAYA GURU DALAM MENANGANI ANAK TUNARUNGU DI SDLB YPAC-I GAMPONG KEURAMAT BANDA ACEH Wulandari, Debi; Israwati, Israwati; Hajidin, Hajidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2019): jurnal ilmiah mahasiswa pgsd
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) adalah anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental, ketidakmampuan belajar, gangguan emosi atau perilaku, hambatan fisik, hambatan berkomunikasi, autisme, traumatic brain injuiry, hambatan pendengaran, dan hambatan pengelihatan. Tunarungu memiliki arti ketidakmampuan sesorang dalam menerima informasi melalui pendengaran, dari yang mengalami ketidakmampuan taraf ringan hingga taraf yang sangat berat (tuli total). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan hambatan guru dalam menangani anak tunarungu di SDLB YPAC-I Gampong Keuramat Banda Aceh.          Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang guru SDLB YPAC-I Gampong Keuramat Banda Aceh, yang meliputi 1 orang guru kelas I, 1 orang guru kelas II, orang guru kelas III, dan 1 orang guru kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Upaya Guru Dalam Menangani Anak Tunarungu Di SDLB YPAC-I Gampong Keuramat Banda Aceh secara keseluruhan sudah baik dan optimal hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan. Upaya guru dalam menangani anak tunarungu di lingkungan sekolah dilakukan dengan cara memberikan arahan kepada siswa sedangkan dalam proses belajar dilakukan dengan menggunakan media dan metode yang bervariasi. Maka dapat disimpulkan bahwasanya upaya guru dalam menangani anak tunarungu Di SDLB YPAC-I Gampong Keuramat Banda Aceh sudah memenuhi kriteria.
IMPLEMENTASI KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 67 PERCONTOHAN KOTA BANDA ACEH Juliandy, Irfan; Sudirman, Sudirman; Israwati, Israwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2019): jurnal ilmiah mahasiswa pgsd
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul ?Implementasi Karakter Disiplin peserta didik di Sekolah Dasar Negeri 67 Percontohan Kota Banda Aceh?. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimanakah Implementasi Karakter Disiplin peserta didik di SDN 67 Percontohan Banda Aceh. Penelitian ini juga bertujuan Untuk Mengetahui Implementasi Karakter Disiplin peserta didik di SDN 67 Percontohan Banda Aceh.Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. subjek penelitian yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah 2 guru, 1 kepala sekolah, dan 8 peserta didik pada kelas IV-A dan IV-B. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, dan wawancara. Analisis data yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil observasi pada Kelas IV-A dan IV-B adalah mengenai sikap karakter disiplin selama pengumpulan data yaitu peserta didik dan guru sangat terlihat sikap karakter disiplin waktu maupun menaati peraturan. walaupun ada peserta didik yang tidak melalukan sikap karakter disiplin waktu atau menaati peraturan. Pada disiplin sikap, mereka menunjukkan sikap yang bagus. peserta didik menunjukkan sikap yaitu tidak mudah tersinggung atau marah, dan mendengarkan nasehat dari guru.Simpulan dari penelitian ini yaitu guru selalu  melakukan bimbingan, dan arahan untuk bersikap karakter disiplin mematuhi tata tertib di SD tersebut, karakter disiplin waktu dan disiplin sikap baik didalam proses pembelajaran maupun diluar. guru juga menkondisikan peserta didik dengan cara memberikan contoh teladan bagi peserta didik, seperti guru harus lebih awal datang kesekolah dari pada peserta didik datang, tepat waktu dalam mengajar, teladan dalam berpakaian dan juga cara bersikap serta bertutur kata yang sopan sehingga peserta didik dapat mencontoh perilaku yang dilakukan oleh guru.