Articles

Found 11 Documents
Search

Penerapan Teknologi Pendeteksi Kebocoran Liquified Petrolium Gas Berperingatan Alarm dan SMS Barovih, Guntoro; Ardianto, R.; Siregar, Septa Itong; Pratama, Septa
SISFOTENIKA Vol 6, No 1 (2016): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30700/jst.v6i1.107

Abstract

bstrakMenurut data pusat studi kebijakan publik (Puskepi) sejak 2008 hingga 2010 di indonesia terjadi 189 kali kasus ledakan dalam pemakaian tabung gas rumah tangga, dimana tahun 2008 terjadi 61 kasus, tahun 2009 turun menjadi 50 kasus, kemudian meningkat di tahun 2010 sebanyak 78 kasus. Kebocoran Liquidfied petrolium gas (LPG) tidak hanya menyebabkan ledakan tetapi juga kebakaran, Lambatnya antisipasi terjadinya kebocoran dikarenakan tidak adanya peringatan dini yang diberikan kecuali bau gas yang menyengat sehingga kebakaran tidak terelakkan. Untuk itu dibangunlah suatu sistem yang dapat mendeteksi kebocoran LPG yang dikontrol oleh ATMEGA 16, dimana sensor yang digunakan MQ6 untuk mendeteksi gas metan dan MQ5 untuk mendeteksi asap, kemudian peringatan dini kebocoran gas dikirimkan ke pesan singkat dan alarm sebagai notifikasi sistem ke pengguna. Sistem yang dibangun menggunakan metode SDLC serta menggunakan pengujian blackbox dan bersifat peringatan bukan penanganan. Dari hasil pengujian jarak ideal pengujian sensor deteksi kebocoran gas yaitu 0,5 meter 555ppm dengan waktu 10 detik dan 0,5 meter 224 ppm dengan waktu 15 detik pada pengujian sensor asap di ruang berfentilasi dan deteksi kebocaoran gas 0,5 meter 580ppm dengan waktu 10 detik, dan deteksi asap 0,5 meter 175 ppm dengan waktu 13 detik di ruang kedap udara.Kata kunci : Alarm, ATMEGA 16, sensor MQ6, kebocoran gas, Liquified Petrolium Gas
ANALISIS KANDUNGAN NATRIUM NITRIT PADA DAGING SAPI MENTAH DI PASAR DAN SUPERMARKET KOTA JAMBI Anggresani, Lia; hadriyati, Armini; Syahyara, Angga Yuri; Pratama, Septa
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 3 No 2 (2018): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.26 KB) | DOI: 10.22437/chp.v3i2.5726

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisa kandungan natrium nitrit pada daging sapi mentah di pasar dan supermarket kota Jambi secara spektrofotometri UV – Vis. Nitrit dalam pengolahan daging merupakan pengawet yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri clostridium botalinum, mempertahankan warna merah pada daging dan sebagai pemberi cita rasa. Nitrit jika dikonsumsi berlebihan menyebabkan karsinogenik dan bisa keracunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar kandungan natrium nitrit pada daging sapi mentah di pasar dan supermarket kota Jambi. Metode analisa yang digunakan adalah analisa kualitatif menggunakan berbagai pereaksi dan analisa kuantitatif menggunakan pereaksi Griess. Pereaksi griess akan membentuk suatu senyawa berwarna dan diukur absorbansinya pada panjang gelombang 545,5 nm. Sampel berasal dari 7 pasar tradisional dan 1 supermarket. Hasil penelitian menunjukkan kadar natrium nitrit pada daging sapi mentah sampel A = 0,002%, B = 0,0007%, C = 0,0006%, D = 0,001%, E = 0,001%, F = 0,001%, G = 0,0008%, dan H = 0,0009%. Dapat disimpulkan kadar natrium nitrit pada daging sapi mentah di pasar dan supermarket kota Jambi tidak melebihi kadar yang diizinkan Badan Pengawas Obat Dan Makanan yaitu sebesar 30 mg/kg atau 0,003%.
Monitoring penggunaan antibiotik di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Kerinci Pratama, Septa
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.325 KB) | DOI: 10.30644/rik.v8i1.225

Abstract

Latar Belakang : Tingginya penggunaan antibiotik akan meningkatkan  potensi penggunaannya yang tidak rasional dan berdampak pada tingkat mortalitas, biaya, kejadian efek samping obat dan resistensi. ATC/DDD merupakan standar yang telah di tetapkan WHO untuk menilai kuantitas penggunaan antibiotik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik di bangsal bedah rumah sakit umum daerah Kerinci tahun 2016 dan 2017 Metode : Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan metode purposif sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 578 pada tahun 2016 dan 643 pada tahun 2017 dan kemudian diolah dengan metode ATC/DDD dan DU 90% Hasil : Hasil penelitian menunjukkan total DDD/100 patient day tahun 2016 sebesar (49,66 DDD/100 patient day) dan mengalami penurunan pada tahun 2017 menjadi (45,43 DDD/100 patient day). Antibiotik yang masuk kedalam segmen DU 90% tahun 2016 yaitu sefotaksim sebesar 83,83% (41,63 DDD/100 patient day) dan seftriakson sebesar 6,69% (3,32 DDD/100 patient  day)  dan  pada  tahun  2017  masih  sama  yaitu  sefotaksim sebesar 81,02%                                                                                       (36,81 DDD/100 patient day) dan seftriakson sebesar 10,77% (4,89 DDD/100 patient day). Kesimpulan : Penggunaan antibiotic sangat tinggi dan  yang masuk kedalam segman DU 90% berpotensi mengalami resistensi sehingga perlu diawasi penggunaannya.   Kata kunci: Kata kunci : ATC/DDD, DU 90%, Antibotik, Farmakoepidimiologi.
Aktivitas koagulan ekstrak dan fraksi daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth.) Perawati, Santi; Andriani, Lili; Pratama, Septa; Humayroh, Humayroh
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol 4 No 1 (2019): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.712 KB) | DOI: 10.22437/chp.v4i1.6909

Abstract

ABSTRAK Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth) merupakan tumbuhan yang tumbuh merambat mengandung zat aktif dalam bentuk metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, flavonoid, steroid, tanin, terpenoid dan kaya akan senyawa fenolik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan ekstrak dan fraksi dari daun sembung rambat sebagai koagulan. Ekstraksi daun segar sembung rambat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% , ekstrak etanol difraksinasi menggunakan metode ekstrak cair-cair dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan n-butanol. Aktivitas koagulan diukur dengan cara melihat waktu terbentuk benang fibrin dan waktu henti darah pada hewan uji Mencit Putih Galur (Deutschland, Denkenand and Yoken). Ekstrak dengan dosis 60mg/20g BB mencit menunjukkan hasil aktivitas koagulan yang terbaik dibandingkan dengan variasi dosis lain dengan waktu terbentuk benang fibrin (77 detik) dan waktu henti darah (86 detik). Pada fraksi etil asetat memiliki aktivitas koagulan terbaik dibandingkan dengan ekstrak dan fraksi lain dengan waktu terbentuk benang fibrin (64 detik) dan waktu henti darah (86 detik). Ekstrak dan fraksi daun sembung rambat pada dosis 60mg/20g BB mencit memiliki aktivitas koagulan yang baik. Kata kunci: Koagulan, Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth.)     ABSTRACT Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth.) Is a climbing plant containing alkaloids, saponins, flavonoids, steroids, tannins, terpenoids and rich in phenolic compounds. This aim was to determine the ability of extracts and fractions of sembung rambat leaves as coagulant. Extraction of fresh leaves of used maceration method with ethanol 96% as a solvent, ethanol extract fractionated used liquid-liquid extract method with n-hexane, ethyl acetate and n-butanol. Coagulant activity was measured by looking at the time of formation of fibrin yarn and the time of blood stops in theanimals test of White Mice (Deutschland, Denkenand and Yoken). Extracts with a dose of 60 mg / 20 g BB mice showed the best results of coagulant activity compared to other dose variations with the time of formation of fibrin yarn 77 seconds and blood stop time 86 seconds. The ethyl acetate fraction has the best coagulant activity compared to extracts and other fractions with fibrin yarn formed time 64 seconds and blood stop time 86 seconds. In conclusion, the extracts and fractions of sembung rambat have coagulant activity.  Key words: Coagulant, Mikania micrantha Kunth
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90% DI DUA PUSKESMAS KOTA JAMBI PERIODE 2017-2018 Trisia, Fiwi Juni; Sagita, Desi; Pratama, Septa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang irrasional menjadi penyebab utama resistensi. Sekitar 80% antibiotik yang dikonsumsi dipakai untuk kepentingan manusia dan 40% dikonsumsi berdasarkan indikasi yang kurang tepat, misalnya infeksi virus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD dan DU 90% di dua Puskesmas Kota Jambi periode 2017-2018 terkait kuantitas penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dimana pengambilan data secara retrospektif berupa resep dan buku register lengkap pasien yang menggunakan antibiotik di dua Puskesmas Kota Jambi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan di Puskesmas A pada tahun 2017 adalah Amoxicillin sebesar 30,55 DDD/1000 pasien/tahun dan tahun 2018 yaitu Amoxicillin sebesar 42,89 DDD/1000 pasien/tahun. Antibiotik yang paling banyak digunakan di Puskesmas B pada tahun 2017 adalah Amoxicillin sebesar 37,66 DDD/1000 pasien/tahun dan tahun 2018 yaitu Amoxicillin sebesar 44,31 DDD/1000 pasien/tahun. Antibiotik yang masuk dalam segmen DU 90% berdasarkan data periode 2017 dan periode 2018 di puskesmas A adalah Amoxicillin dan Erytromisin. Sedangkan pada Puskesmas B berdasarkan data periode 2017 dan 2018 diperoleh hasil bahwa antibiotik yang masuk ke dalam Segmen DU 90% adalah Amoxicillin, Cefadroxil dan Cifrofloxacin. 
POLA KUMAN DI RUANGAN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RUMAH SAKIT X KOTA JAMBI Delfira, Ratna; Fajri, Rizky Ramdani; Sagita, Desi; Pratama, Septa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi masih penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Salah satu jenis infeksi adalah infeksi nosokomial. Cara penularan infeksi nosokomial dapat melalui udara, pengunjung, kontak langsung dan pasien yang terinfeksi atau melalui perantara petugas medis yaitu dokter, perawat dan petugas lainnya. Intensive Care Unit (ICU) merupakan ruangan bagian dari rumah sakit yang terpisah dengan perlengkapan khusus untuk observasi, perawat dan terapi bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis bakteri pada ruang Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit X Kota Jambi. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, kemudian data yang diperoleh disajikan secara deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan di ruangan ICU Rumah Sakit X Kota Jambi. Isolasi bakteri dari sampel meja pasien & stetoskop dengan cara SWAB kapas lidi steril & inkubasi pada media PCA dan MC. Isolasi yang didapatkan dimurnikan & dikarakterisasi secara biokimia. Jumlah bakteri yang didapatkan pada meja pasien & stetoskop diukur jumlahnya dengan metoda ALT. Hasil penelitian angka kuman pada meja pasien terdapat 3 isolat yaitu RT1, RT2, RT3 dan jumlah kuman pada 2 jenis stetoskop sebanyak 3 isolat yaitu ST1, ST2, V1. Hasil identfikasi dari keenam isolat tersebut yaitu staphylococcus aureus, staphylococcus sapropitikus, entrobacter hafniae dan entrobacter agglomerans sedangkan pada udara ventilator terdapat satu bakteri Staphylococcus aureus, satu bakteri Staphylococcus aureus pada meja perawat, dan dua bakteri pada selang ventilator yaitu bakteri Enterobacter agglomerans dan bakteri Klebsiella rhinoscleromatis. Pada meja perawat didapat angka kuman sebanyak 2 CFU/cm2 dimana masih rendah dari syarat bilangan kuman yaitu <200 CFU/m3. Dari hasil yang didapat disimpulkan bahwa pada ruangan ICU Rumah Sakit X Kota Jambi terdapat bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada pasien, oleh karena itu untuk pihak rumah sakit lebih ditekankan agar menjaga kebersihan ruangan agar dapat terhindar dari infeksi yang dapat menyebabkan penyakit bagi pasien pada ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit X Kota Jambi. 
UJI RESISTENSI ANTIBIOTIK TERHADAP KULTUR BAKTERI ENTEROBACTER AGGLOMERANS DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RUMAH SAKIT X KOTA JAMBI Wulansari, Triana; Sagita, Desi; Pratama, Septa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian akibat infeksi nosokomial mencapai 5000 per tahun. Dimana  pada ruang intensif lebih beresiko menyebabkan pasien terkena infeksi dibandingkan pada ruangan biasa, hal itu berkaitan dengan kondisi imun pasien yang menyebabkan adanya penaikan dosis antibiotik yang dapat menyebabkan resistensi serta seringnya terpapar berbagai peralatan medis sebagai penyebab perantara  terjadinya resistensi dan infeksi. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Sampel yang digunakan adalah isolat bakteri yang diperoleh dari ruang perawatan Intensive Care Unit (ICU) hasil isolat selang ventilator dan stetoskop sebelum digunakan. Kemudian hasil dari identifikasi bakteri dilakukan uji resistensi antibiotik dengan metode Kirby Bauer. Dari hasil penelitian diketahui terdapat antibiotik yang resisten terhadap bakteri yaitu antibiotik golongan chefalosporin generasi ke III yaitu ceftriaxone sebesar (100%) cefoperazone sebesar (100%). Sedangkan antibotik yang menunjukkan masih sensitif yang baik yaitu levofloxacin sebesar (100%), gentamicin (100%), ciprofloxacine (100%), norfloxacine (100%) dan tobramicin (100%). Berdasarkan hasil penelitian isolat bakteri yang menunjukkan resistensi yaitu pada bakteri gram negatif Enterobacter agglomerans dan antibiotik yang resisten yaitu golongan chepalosporin generasi ke III serta antibiotik yang masih memiliki sensitifitas baik yaitu antibiotik golongan quinolon, fluoroquinolon dan aminoglikosida. 
SENSITIVITAS KOMBINASI ANTIBAKTERI AMOKSISILIN DAN KOTRIMOKSAZOL anggraini, Iis mira; Sagita, Desi; Pratama, Septa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antibiotik sekarang telah menjadi perhatian global, dimana resistensi ini adalah masalah yang dapat mengancam kesehatan masyarakat. Dalam hal ini diujikan pada bakteri dengan tujuan apakah ada penurunan sensitivitas terhadap antibiotik kombinasi jika diberikan bersama pada bekteri Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae, dengan metode Kirby bauer dengan menggunakan media MHA. Dari hasil penelitian uji sensitivitas dua antibiotik pada bakteri Staphylococcus aureus kombinasi lebih efektiv menghambat pertumbuhan bakteri, begitu pula jika diuji analisis data dengan menggunakan Kruskal wallis dan Mann whitney terdapat hasil signifikan.  
STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BERDASARKAN ATC/DDD DAN DU 90% DI PUSKESMAS X KOTA JAMBI PERIODE 2017-2018 Perdaka, Wahyu; Sagita, Desi; Pratama, Septa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya penggunaan antibiotik dari tahun 2000 hingga 2015 merupakan permasalahan global terutama meningkatnya resistensi antibiotik.ATC/DDD merupakan standar yang telah ditetapkan WHO untuk menilai kuantitas penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan antibiotik di  Puskesmas kota jambi periode 2017 dan 2018. Pengambilan data secara restrospektif dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Hasil penelitian menunjukkan antibiotik yang memiliki nilai DDD tertinggi di Puskesmas X adalah amoksisilin dengan nilai DDD/1000 KPRJ yaitu 45,13 DDD/1000KPRJ periode 2017 dan 46,27 DDD/1000KPRJ pada tahun 2018, antibiotik yang masuk segmen DU 90% di puskesmas tersebut adalah amoksisilin dan sefadroksil. Antibiotik yang penggunaannya masuk kedalam segmen DU 90% berpotensi mengalami resistensi bakteri terhadap antibiotik.
ANALISIS KADAR NATRIUM BENZOAT PADA BUMBU JAHE GILING (ZINGIBER OFFICINALE) DI PASAR TRADISIONAL JAMBI Hadriyati, Armini; Retnasari, Ayu; Pratama, Septa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe giling merupakan bumbu giling yang berasal dari jahe segar dan tentunya tidak memiliki masa simpan yang tahan lama, sehingga untuk memperpanjang masa simpan digunakan Natrium Benzoat. Natrium benzoat merupakan pengawet yang tidak dilarang penggunaannya namun memiliki batas maksimal untuk digunakan, yaitu 600 mg/kg (Kepala BPOM RI No.36 tahun 2013). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat senyawa natrium benzoat pada jahe giling dan untuk mengetahui berapakah kadar natrium benzoat dalam jahe giling yang dijual di Pasar A dan B. Bumbu jahe giling diekstraksi menggunakan metode cair-cair, menggunakan pelarut diethyl eter, selanjutnya dilakukan pemeriksaan sampel menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 200-400 nm. Hasil analisis dari ke 6 sampel jahe giling, terdapat 3 sampel yang mengandung natrium benzoat dengan jumlah kadar melebihi batas yang telah ditetapkan, yaitu, dari Pasar A sampel 1A 1177,3934  mg/kg, sampel 3A 857,5654  mg/kg, dan sampel dari Pasar B, 1B 969,8501 mg/kg.