Siti Nur Janah, Siti Nur
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Desain Media Komunikasi Visual Berbentuk Tabloid Sebagai Sarana Promosi SMK Mandiri 2 Maulani, Giandari; Janah, Siti Nur; Mahbubi, Yuri Alam
SISFOTENIKA Vol 7, No 1 (2017): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30700/jst.v7i1.134

Abstract

SMK Mandiri 2 merupakan salah satu lembaga pendidikan yang membutuhkan promosi dalam memperkenalkan sekolahnya kepada masyarakat. Pembuatan desain media komunikasi visual ini akan dijadikan sebagai media informasi dan promosi SMK Mandiri 2. Untuk metodologi yang digunakan pada penelitian ini, diantaranya metode analisis permasalahan, metode pengumpulan data, metode analisis perancangan dan metode konsep desain. Permasalahan yang ada saat ini SMK Mandiri 2 dalam menunjang kegiatan promosinya belum menggunakan media komunikasi visual dan berdasarkan analisis permasalahan tersebut maka dibuatlah desain media komunikasi visual dalam bentuk Tabloid yang bertujuan agar promosi dengan tabloid dapat menjangkau masyarakat lebih luas lagi, terutama menerapkan strategi pemasaran yang menarik minat calon siswa-siswi baru. Dalam menunjang kegiatan promosinya pihak sekolah membutuhkan sebuah media komunikasi visual yang dinilai efektif maka melalui desain media komunikasi visual berbentuk tabloid ini diharapkan dapat memberikan banyak informasi, diterima berbagai kalangan, serta dapat meningkatkan nama baik sekolah SMK Mandiri 2 agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Status Kepemilikan Atas Satuan Rumah Susun Oleh Warga Negara Asing di Indonesia Janah, Siti Nur
Jurnal Selat Vol 3 No 2 (2016): "Kemaritiman & Perbatasan"
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.328 KB)

Abstract

For answer demand  the house as a place to stay that is growing but diminishing availability of land and limited then trigger the development of flats grew rapidly. Construction of flats not only can save the land use is increasingly crowded, but also one of the alternatives to the arrangement of land use land or often known as spatial planning. Spatial planning is a system consisting of three (3) phases, namely spatial planning, space utilization, and control the utilization of space. There are two (2) elements in the spatial arrangement of the structure and pattern of spaces. The structure of the room is the arrangement of settlements and the network of infrastructure and tools that support the social economy in society that its hierarchical structure. Then, the spatial pattern is the distribution of allotment of space in an area that includes the spatial allocation for protection functions and the allocation of space to function cultivation. Spatial planning shall be basically for the welfare and prosperity of the people. Good spatial planning, neat and orderly as in developed countries can encourage well-being and prosperity of its people. Keywords: Belonging, flat, expatriat
PELAKSANAAN SITA EKSEKUSI TERHADAP KAPAL SEBAGAI JAMINAN BERDASARKAN HUKUM INDONESIA Janah, Siti Nur
Jurnal Cahaya Keadilan Vol 3 No 1 (2015): jurnal cahaya keadilan
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal adalah angkutan utama untuk dunia bahari. Hal ini di maksud apapun jenis pekerjaan tambangnya baik di laut, perikanan, pariwisata maupun alat utama sistem dari pertahanan bahari dimana barang yang dijualnya yang sangat penting sehingga kapal digolongkan seperti bagian dari infrastruktur dari pembangunan nasional, industri perkapalan dan bahkan galangan kapal dipertimbangkan sesuatu pembangunan dengan kepentingan strategis untuk Indonesia. Tahapan yang telah dibawa dari status alur sah Indonesia, memberikan satu dorongan besar ke institusi bank untuk menyediakan pembiayaan ke perusahaan angkutan niaga domestik. Pada tiap-tiap langkah yang dimiliki Indonesia, salah satunya perusahaan angkutan niaga menyediakan sejumlah besar pinjaman dari institusi bank, perusahaan angkutan niaga perlu menyediakan jaminan kepada bank pada pinjaman telah diijinkan. Jaminan tetap yang telah diberikan ke bank oleh debitur biasanya pada bentuk dari objek dan punya nilai cukup ke penyelesaian pembayaran hutang dari debitur. Dalam hal ini pinjaman oleh perusahaan angkutan niaga, satu jaminan bank memberikan assetnya ke perusahaan angkutan niaga yaitu berupa "kapal". Jaminan kemudian adalah dikenal sebagai satu hipotek dan di Indonesia kapal masa menggadaikan terpakai seperti sejalan untuk pembayaran hutang hipotek dikenal sebagai kapal, kapal akan maka keluarkan satu bentuk baru dari kapal perbuatan menggadaikan grosse.
PELAKSANAAN SITA EKSEKUSI TERHADAP KAPAL SEBAGAI JAMINAN BERDASARKAN HUKUM INDONESIA Janah, Siti Nur
Jurnal Cahaya Keadilan Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Cahaya Keadilan
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.264 KB)

Abstract

Kapal adalah angkutan utama untuk dunia bahari. Hal ini di maksud apapunjenis pekerjaan tambangnya baik di laut, perikanan, pariwisata maupun alatutama sistem dari pertahanan bahari dimana barang yang dijualnya yangsangat penting sehingga kapal digolongkan seperti bagian dari infrastrukturdari pembangunan nasional, industri perkapalan dan bahkan galangan kapaldipertimbangkan sesuatu pembangunan dengan kepentingan strategis untukIndonesia. Tahapan yang telah dibawa dari status alur sah Indonesia,memberikan satu dorongan besar ke institusi bank untuk menyediakanpembiayaan ke perusahaan angkutan niaga domestik. Pada tiap-tiap langkahyang dimiliki Indonesia, salah satunya perusahaan angkutan niagamenyediakan sejumlah besar pinjaman dari institusi bank, perusahaanangkutan niaga perlu menyediakan jaminan kepada bank pada pinjaman telahdiijinkan. Jaminan tetap yang telah diberikan ke bank oleh debitur biasanyapada bentuk dari objek dan punya nilai cukup ke penyelesaian pembayaranhutang dari debitur. Dalam hal ini pinjaman oleh perusahaan angkutan niaga,satu jaminan bank memberikan assetnya ke perusahaan angkutan niaga yaituberupa "kapal". Jaminan kemudian adalah dikenal sebagai satu hipotek dan diIndonesia kapal masa menggadaikan terpakai seperti sejalan untukpembayaran hutang hipotek dikenal sebagai kapal, kapal akan makakeluarkan satu bentuk baru dari kapal perbuatan menggadaikan grosse.