Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Hikmah Journal of Islamic Studies

Lingkungan Pendidikan dalam Perspektif al-Qur`an Suhada, Suhada
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 13, No 1 (2017): Ragam Model dan Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Islam
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.484 KB)

Abstract

Educational environment is an institution or a place where education takes place. This environment is very useful to support the process of an activity working properly, including educational activity. There is not clear definition about education environment in the Qur’an, except in relation to the education environment contained in historical practice which is used as the place of education, for instance mosques, houses, studios, madrassas, and universities. Al Qur’an only give cues about the educational environment, include the family environment, schools, and society. Keywords: Environment, Education, Perspective of al-Qur’an Lingkungan pendidikan adalah suatu institusi atau kelembagaan tempat berlangsungnya pendidikan. Lingkungan ini sangat berguna untuk menunjang proses suatu kegiatan agar berjalan dengan baik, termasuk kegiatan pendidikan. Dalam al-Qur’an tidak dikemukakan dengan jelas tentang pengertian lingkungan pendidikan, kecuali terkait lingkungan pendidikan yang terdapat dalam praktek sejarah yang digunakan sebagai tempat terselenggaranya pendidikan, seperti masjid, rumah, sanggar para sastrawan, madrasah, dan universitas. Al- Qur’an hanya memberikan isyarat-isyarat tentang lingkungan pendidikan tersebut, yakni lingkungan keluarga, sekolah/ madrasah, dan masyarakat. Kata Kunci: Lingkungan, Pendidikan, perspektif al-Qur’an
Transformasi Pondok Pesantren dalam Menanggulangi Radikalisme Agama Pada Pondok Pesantren Daerah Penyangga Ibu Kota Jakarta Suparta, Mundzier; Suhada, Suhada; Syukur, Taufik Abdillah
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 14, No 1 (2018): Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan Islam
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.605 KB)

Abstract

This article is about the transformation of Islamic boarding schools in tackling religious radicalism in Islamic boarding schools in the capital city of Jakarta. This article uses descriptive methods to obtain the whole picture of the problems found in the field. The unit of analysis used is The Leader or Pak Kyai, Teachers and Students, Santri. The findings in this article are: First, Transforming the purpose of Islamic boarding schools in overcoming religious radicalism in Islamic boarding schools in the capital city of Jakarta by trying to create and develop Muslim personalities who believe and worship unto Allah, good behavior & character and being useful for society. Islamic boarding schools guide students to become adult students, act and think critically and responsibly, also foster an attitude of mutual respect and appreciate for distinctive cultural, customs, race and every other person’s abilities. Second, the transformation of the Islamic boarding school curriculum in overcoming religious radicalism in Islamic boarding schools in the capital city of Jakarta by using a curriculum that teaches the science of comparative Mazhab, so not to give the impression of exclusivity from other thoughts. Third, Transformation of teaching methods in Islamic ~ HIKMAH, Vol. XIV, No. 1, 2018 boarding schools to overcoming religious radicalism in Islamic boarding schools in Jakarta’s capital city by increasing the use of cooperative learning or teaching methods designed to educate group cooperation. Besides being developed to achieve academic learning achievements, the method is also effective in developing social skills and encourages respect for the opinions of others so that it becomes a way to overcome religious radicalism towards Santri. Keywords: Islamic Boarding School, Religius Radicalism Artikel ini mengenai transformasi pondok pesantren dalam menanggulangi radikalisme agama pada pondok pesantren daerah penyangga ibu kota Jakarta. Artikel ini menggunakan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran secara keseluruhan permasalahan yang ditemukan di lapangan. Unit analisis yang digunakan adalah Pengasuh atau Kyai Pondok Pesantren, Guru dan Santri. Temuan dalam artikel ini adalah: Pertama, Transformasi tujuan pondok pesantren dalam menganggulangi radikalisme agama di pondok pesantren daerah penyangga ibu kota Jakarta yaitu dengan berusaha untuk menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt, berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesantren membimbing santri agar menjadi santri dewasa, bertindak dan berpikir secara kritis dan bertanggung jawab, juga menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati setiap perbedaan budaya, adat istiadat, ras dan setiap kemampuan orang lain. Kedua, Transformasi kurikulum pondok pesantren dalam menganggulangi radikalisme agama di pondok pesantren daerah penyangga ibu kota Jakarta dengan memasukkan kurikulum yang mengajarkan kepada ilmu perbandingan mazhab, sehingga tidak memberi kesan eksklusifisme dari pemikiran lain. Ketiga, Transformasi metode pengajaran pondok pesantren dalam menganggulangi radikalisme agama di pondok pesantren daerah penyangga ibu kota Jakarta dengan memperbanyak penggunaan pembelajaran kooperatif atau metode pengajaran yang dirancang untuk mendidik kerja sama kelompok. Di samping dikembangkan untuk mencapai prestasi hasil belajar akademik, metode itu juga efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial serta mendorong untuk menghormati pendapat orang lain sehingga menjadi cara untuk menanggulangi radikalisme agama pada santri. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Radikalisme Agama
PERANAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Suhada, Suhada
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 13, No 2 (2017): Arah Baru Pendidikan Islam
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.659 KB)

Abstract

Problems related to the quality of education have long become a concern of all educational stakeholders. The stakeholders of the quality of education have thought about how to improve the quality of education in various ways. One of the efforts is by using educational technology. The educational technology can help to solve learning problems. Systemic process can be understood in twosenses:irregularorregularthatreferstoasystem.Asaregular system, the educational technology is the process that is preceded by studying the needs, formulating the objectives, identifying the possible achievement of goals, determining the possibility of selection criteria, selecting the best possibility, developing and testing the chosen possibility, carrying out developmentresults, and evaluating the overall activities and results. As a product, the educationaltechnologycanbeunderstoodastheprocesses,which arecomplexandintegratedthatinvolvepeople,procedures,ideas, tools, and organizations to analyze problems, find ways to solve problems,implement, assess, andmanagethesolutionsthat cover all aspects of human learning. The educational technology was born from the problems in education. It not only helps to solve the problems of learning in the school, but in the whole contexts of people?s lives by developing and/or using a variety of sources. In the context of school, the technology of education evolves from what was originally known as didactic and methodical. However, because learning is not only in the context of school, but in the whole contexts of the community, the educational technology operates in which learning is required, either by individuals, groups or organizations. Keywords : education, technology of education, and the quality of education. Permasalahan terkait mutu pendidikan telah sejak lama menjadi konsen bersama seluruh stake holder pendidikan. Seluruh pihak yang berkepentingan terhadap mutu pendidikan memikirkan mengenai bagaimana meningkatkan mutu pendidikan dengan berbagai cara. Salah satu upaya yang ditempuh adalahdengan menggunakan teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan dapat membantu memecahkan masalahmasalah pembelajaran. Proses sistemik dapat dipahami dalam dua pengertian; beraturan atau mengacu pada suatu sistem. Sebagai sistem yang beraturan, teknologi pendidikan adalah proses yang didahului dengan telaah kebutuhan, perumusan tujuan, identifikasi kemungkinan pencapaian tujuan, penentuan kriteria pemilihan kemungkinan, memilih kemungkinan terbaik, mengembangkan dan mengujicoba kemungkinan yang dipilih, melaksanakan hasil pengembangan, dan mengevaluasi keseluruhan kegiatan maupun hasilnya. Sebagai produk, teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai perangkat proses, yang bersifat kompleks dan terpadu melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia. Teknologi pendidikan lahir dari adanya permasalahan dalam pendidikan. Teknologi pendidikan tidak hanya membantu memecahkan masalah belajar dalam konteks sekolah, namun dalam seluruh konteks kehidupan masyarakat, dengan mengembangkan dan/atau menggunakan beraneka sumber. Dalam konteks sekolah teknologi pendidikan berkembang dari apa yang semula dikenal dengan istilah didaktik dan metodik. Namun karena belajar tidak hanya dalam konteks sekolah, tetapi dalam seluruh konteks masyarakat, maka teknologi pendidikan beroperasi di mana belajar itu diperlukan, baik oleh perorangan, kelompok maupun organisasi. Kata Kunci: pendidikan, teknologi pendidikan, mutu pendidikan.