Ayub Irmadani Anwar, Ayub Irmadani
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Hubungan antara status kesehatan gigi dengan kualitas hidup pada manula di Kecamatan Malili , Luwu Timur (The corelation between dental health status and the quality of life in the elderly in District Malili, Luwu Timur) Anwar, Ayub Irmadani
Journal of Dentomaxillofacial Science Vol 13, No 3 (2014): Formerly Jurnal Dentofasial ISSN 1412-8926
Publisher : DiscoverSys Inc

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/jdmfs.v13i3.408

Abstract

Negative impact of poor oral health on quality of life in the elderly is an important public health problem. Around theworld, poor oral health in the elderly seemed to edentulous, dental caries and periodontal disease. It was reported astrong correlation between the number of teeth lost by a score of OHIP-14. This study aimed to determine the relationshipof oral health and quality of life of the elderly in District of Malili, East Luwu. Pathfinder pilot survey-based studyconducted in 15 villages in that district on 10-12 November 2011. The subjects were elderly people who come to thevillage hall, which is guided by a questionnaire interviewed and met the inclusion criteria. The results showed that theelderly average index of DMF-T at 11.11, which indicated that the oral health status was significantly positivelycorrelated with quality of life (OHIP-14), with a correlation value of 0.170. It was concluded that the higher the valueof DMF-T, the more affect the quality of life of the elderly.
Persepsi anak terhadap dokter gigi pada Rumah Sakit Gigi Mulut Halimah Dg. Sikati di Makassar(Children’s perception of their dentist at Halimah Dg.Sikati Dental Hospital in Makassar) Anwar, Ayub Irmadani
Journal of Dentomaxillofacial Science Vol 13, No 2 (2014): Formerly Jurnal Dentofasial ISSN 1412-8926
Publisher : DiscoverSys Inc

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/jdmfs.v13i2.395

Abstract

Management of child behavior begins when the children enters the dental environment and continues until they leaveit. Fear of dentist and dental treatment have been considered a major hindrance to provide a quality dental services.Establish a friendly relationship with children is important for dentist to combat patient’s fears and to deliver effectiveand efficient treatment. The aim of this study was to assess children’s feelings and attitudes toward their dentist inHalimah Dg. Sikati Dental Hospital. A questionnaire designed to evaluate children’s attitudes and preferences towarddentists was completed by 45 children (29 females, 19 males) who attended the hospital. It showed 80% of the subjectreported that they had been to the dentist before; 84.4% report liked their visit, and 8.9% were afraid. A 93,3% of thechildren preferred their dentist to wear a white coat, while 80% preferred them to wear a mask, 82.2% preferred tobe treated by a female dentist, while 77,8% reported that their sibling had a pleasant perception. 80% of the childrenpreferred that their dentist wear the formal attire. Fear of local anesthesia and tooth extraction were the most commonreasons cited for not liking dental treatment. It was concluded that children have strong perceptions and preferences regarding their dentists.
Motivasi dan Strategi Belajar Siswa dalam Pendidikan Pembelajaran Berbasis Masalah dan Collaborative Learning di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Anwar, Ayub Irmadani; Prabandari, Yayi Suryo; Emilia, Ova
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 2, No 3 (2013): November
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.374 KB) | DOI: 10.22146/jpki.25189

Abstract

Background: Education providers in many ways short of expectations. Education strategy is essential in teaching and learning activities. Student who has motivation and learning strategies tends to devote all their ability to get the optimal learning results according to the expected goals. Understanding student motivation and learning strategies will help institution to facilitate students for their study success. This study aimed of determine differences in student motivation and learning strategies at Faculty of Dentistry, University of Hasanuddin among students with collaborative learning and problem-based learning educational strategies.Method: This was quantitative research with observational analytic cross-sectional study design. The subjects were all students of class 2007 and 2008 data were collected using Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Descriptive analysis and Mann-Whitney test were used to analysis the data.Results: The subjects consisted of 84 students of class 2007 and 79 students of class 2008. The mean score of learning motivation and learning strategy were higher among students with PBL than students with collaborative learning. There we are significant differences in learning strategies with different education strategies except in organization (p=0,369) and anxiety (p=0.058).Conclusion: There are differences in the learning motivation and learning strategies in students with collaborative learning and problem based learning education strategies, except in organization and anxiety component. Learning motivation and learning strategies in problem based learning students are higher than collaborative learning students.
Gambaran lama pemakaian alat kontrasepsi spiral terhadap status jaringan periodontal (ibu-ibu bhayangkari di Asrama Brimob Pa’baeng-Baeng Kota Makassar) Anwar, Ayub Irmadani; Damayanti, Nita; ., Nursyamsi
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.439 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v6i1.5

Abstract

Pendahuluan: Penggunan alat kontrasepsi yang mengandung hormon dapat mengakibatkan perubahan pada jaringan periodontal yang dapat menyebabkan inflamasi. Alat kontrasepsi spiral yang mengandung hormon progesteron dapat memodulasi respon vaskular dan omset jaringan ikat di periodonsium, terkait interaksi dengan mediator inflamasi. Progesteron telah dikaitkan dengan peningkatan permeabilitas mikrovaskular, mengubah tingkat dan pola produksi kolagen pada gingiva. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran lama pemakaian alat kontrasepsi spiral terhadap status jaringan periodontal. Metode Penelitian: Subyek penelitian berjumlah 30 orang yaitu semua ibu pemakai alat kontrasepsi spiral yang tinggal di Asrama Brimob Pa?baeng-Baeng pada bulan Maret 2015. Hasil: skor CPI berdasarkan lama pemakaian spiral didapatkan skor 0 atau kondisi sehat terbanyak pada sextan II dengan jumlah 18 orang (60%). Skor 1 terbanyak pada sextan IV dengan jumlah 11 orang (33,33%). Skor 2 terbanyak pada sextan IV dengan jumlah 10 orang (33,33%). Skor 3 terbanyak pada sextan V dengan jumlah 5 orang (16,67%) dan skor 4 terbanyak pada sextan VI dengan jumlah 5 orang (16,67%). Simpulan Disimpulkan bahwa gambaran lama pemakaian kontrasepsi spiral di Asrama Brimob Pa?baeng-Baeng Kota Makssar terbanyak pada usia 25?40 tahun dengan lama penggunaan terbanyak di atas 3 bulan dan di bawah 1 tahun.
Status kebersihan gigi dan mulut pada remaja usia 12-15 tahun di SMPN 4 Watampone Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone Anwar, Ayub Irmadani; ., Lutfiah; ., Nursyamsi
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.824 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v6i2.28

Abstract

Pendahuluan: Nilai kebersihan gigi dan mulut penting untuk diketahui tiap individu. Hal tersebut berperan dalam upaya pencegahan terhadap terjadinya karies. Dalam pertumbuhan dan perkembangan, remaja sering mengalami masalah kesehatan, salah satunya masalah kebersihan gigi dan mulut. World Health Organization (WHO) merekomendasikan bahwa pelajar sekolah merupakan kelompok yang tepat untuk dilakukannya upaya promosi kesehatan dalam menjaga kesehatan rongga mulut serta jaringan di sekitarnya. Tujuan: untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut pada remaja usia 12-15 tahun pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 di Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Watampone. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasi dan desain penelitian cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi, SMP Negeri 4 Kecamatan Tanette Riattang Kabupaten Watampone dengan sampel penelitian ini sebanyak 93 siswa. Hasil: Pada penelitian ini perempuan memiliki nilai OHIS 1,20±0,70, nilai tersebut lebih tinggi dibandingan dengan laki-laki yaitu 0,91±0,49 tetapi masih dalam kategori baik. Simpulan: Status kebersihan gigi dan mulut pada remaja usia 12-15 tahun di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Watampone berada pada kategori baik dengan nilai OHIS 1,11±0,65 yang berarti rata-rata siswa memiliki debris dan kalkulus yang menutupi 1/3 permukaan gigi dari servikal gigi.
Tingkat kebutuhan fissure sealant gigi molar pertama permanen pada murid sekolah dasar usia 6-7 tahun Kecamatan Mariso, Kota Makassar: Level of fissure sealant needs for first molar permanent teeth in primary school students ages 6-7 in district mariso, makassar Anwar, Ayub Irmadani
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.315 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v5i2.98

Abstract

Pendahuluan: Upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut serta pembinaan kesehatan gigi terutama pada anak usia sekolah perlu mendapat perhatian khusus karena pada usia ini anak sedang menjalani proses tumbuh kembang. Pada masa usia sekolah ini anak masih sangat bergantung, termasuk keadaan gigi sebelumnya akan berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut selanjutnya. Murid sekolah dasar merupakan suatu kelompok yang sangat strategis untuk penanggulangan kesehatan gigi dan mulut. Usia sekolah dasar merupakan saat yang ideal untuk melatih kemampuan motorik seorang anak, termasuk diantaranya menyikat gigi. Proses pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu proses pendidikan yang timbul atas dasar kebutuhan akan kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: penelitian untuk mengetahui tingkat kebutuhan fissure sealant gigi molar pertama permanen pada murid sekolah dasar usia 6-7 tahun sekecamatan Mariso, kota Makassar. Hasil: Menunjukkan kebutuhan perawatan fissure sealant gigi molar pertama permanen berdasarkan usia 6-7 tahun. Pada penelitian ini usia 6 tahun memiliki kebutuhan perawatan fissure sealant lebih banyak yaitu 45 (14,8%) murid dan pada usia 7 tahun 31 (10,2%) murid dan jumlah yang membutuhkan perawatan fissure sealant yaitu 76 (24,9%) murid. Simpulan: Disimpulkan bahwa kebutuhan fissure sealant pada keempat gigi molar pertama permanen yaitu 107 gigi atau 8,77%, paling tinggi pada gigi molar satu kiri bawah yaitu 46 gigi (15,1%), tertinggi kedua yaitu gigi molar satu kanan bawah 40 gigi (13,1%), diikuti dengan gigi molar satu kanan atas 12 gigi (3,9%) dan gigi molar satu kiri atas 9 gigi (3%).
Efek aplikasi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% pada prosedur home bleaching terhadap kekerasan dan kekasaran email: Effect of 10% carbamide peroxide and 6% hydrogen peroxide application at home bleaching procedure against roughness and hardness of enamel Anwar, Ayub Irmadani; Tjokro, Jennifer
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.637 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i2.163

Abstract

Bleaching dapat menyebabkan demineralisasi gigi sehingga home bleaching diduga menyebabkan perubahan kekerasan dan kekasaran email yang selanjutnya menjadi masalah yang lebih serius. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% pada prosedur home bleaching terhadap kekasaran dan kekerasan email. Bahan home bleaching hidrogen peroksida 6% diaplikasikan selama 10 menit sehari dan karbamid peroksida 10% diaplikasikan selama 8 jam sehari pada gigi premolar atas (N=9) selama dua minggu. Setelah setiap perlakuan dibilas dengan air mengalir lalu direndam kembali dalam saliva artifisial. Sembilan premolar dalam kelompok kontrol dibiarkan terendam dalam saliva artifisial selama dua minggu. Pengukuran kekerasan dan kekasaran dilakukan sebelum perlakuan dan setelah dua minggu diberikan perlakuan. Pengukuran kekerasan dengan satuan Brinnell Hardness Number menggunakan alat Brinnell Hardness Tester, sedangkan kekasaran diukur dengan alat profilometer (µm). Peningkatan kekasaran gigi pada tiap kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang disignifikan (p>0,05), juga perbedaan peningkatan kekasaran gigi antar kelompok perlakuan tidak menunjukkan hasil yang bermakna (p>0,05). Sedangkan penurunan kekerasan email pada tiap kelompok menunjukkan hasil yang signifikan (p<0,05), tetapi perbedaan penurunan kekerasan gigi antar kelompok hidrogen peroksida 6% dan karbamid peroksida 10% tidak bermakna (p>0,05). Disimpulkan bahwa ada pengaruh aplikasi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% pada prosedur home bleaching terhadap penurunan kekerasan email, tetapi tidak ada peningkatan kekasaran email yang signifikan setelah aplikasi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% pada prosedur home bleaching.
Relationship between behavior in maintaining dental and oral health with dental caries inelementary school students in Sanrobone Village, Sanrobone District, Takalar Regency: Hubungan perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada siswa-siswi sekolah dasar di Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar Anwar, Ayub Irmadani
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.215 KB)

Abstract

Karies gigi adalah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi yang dikenal umum oleh masyarakat. Anak usia 6-12 tahun adalah kelompok umur yang paling mudah terkena karena kurang mengetahui cara memelihara kebersihan gigi dan mulut, juga masih sangat tergantung pada orang dewasa serta kurang kesadaran perilaku untuk menjaga kesehatangigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilakumenjaga kesehatan rongga mulut dari karies gigi pada siswa sekolah dasar di Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar.Penelitianiniadalah observasi analitik dengan desain penelitian cross sectional study.Subjekpenelitian adalahsiswasekolahdasarberusia6-12 tahun, yaitu SD Inpres Salekowa dan SDN Benteng Sanrobone. Seluruh siswa yang hadir pada saat penelitian dijadikan sebagai subyek penelitian sehingga diperoleh sampel 141 anak. Uji korelasi Pearson digunakan untuk melihat hubungan korelasi antara variabel perilaku dalam menjaga kesehatanmulutdengankariesgigi.Hasildaripenelitianinimenunjukkanterdapathubunganyang tidak signifikan antara perilaku dalam menjaga kesehatan rongga mulut dengan karies gigi pada siswa-siswi sekolah dasar di Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar.
STATUS KEBERSIHAN MULUT BERDASARKAN INDEKS ORAL HYGIENE INDEX SIMPLIFIED (OHI-S) PADA SISWA SEKOLAH USIA 9, 10 DAN 11 TAHUN Anwar, Ayub Irmadani; Abdat, Munifah; Ayub, Aldy Anzhari; Yusrianti, Meilisa
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16149

Abstract

Penyakit gigi dan mulut di Indonesia umumnya terkait dengan masalah kebersihan mulut. Salah satu penyebab masalah kesehatan gigi dan mulut di masyarakat adalah faktor perilaku yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh gambaran mendalam dari status kebersihan rongga mulut pada siswa sekolah usia sembilan, sepuluh, dan sebelas tahun. Metode penelitian ini dengan jenis penelitinan observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Mattoangin I dan Sekolah Dasar Inpres Bertingkat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status kebersihan gigi dan mulut siswa dikategorikan sebagai kriteria baik. Berdasarkan jenis kelamin menunjukkan nilai rata-rata DI-S yang lebih tinggi diperoleh pada siswa laki-laki dibandingkan dengan siswa perempuan. Nilai rata-rata CI lebih tinggi pada siswa perempuan dibandingkan dengan siswa laki-laki. Nilai  rata-rata OHI-S tertinggi ditemukan pada siswa laki-laki dibandingkan dengan siswa perempuan. Kesimpulan penelitian ini bahwa berdasarkan OHI-S, siswa berada dalam kriteria yang baik, dan kelompok usia sebelas tahun dalam kriteria menengah. Tingkat kebersihan mulut didasarkan pada OHI-S dimana siswa laki-laki dan siswa perempuan dalam kriteria yang baik.Kata kunci : Status Oral Hygiene, DI-S, CI-S, OHI-S
DESCRIPTION OF DENTAL CARIES STATUS AND ENAMEL DEFECT ON CHILDREN AGED 6-10 YEARS IN DISTRICT OF NORTH MAMUJU: GAMBARAN STATUS KARIES GIGI DAN DEFEK EMAIL GIGI PADA ANAK USIA 6-10 TAHUN DI KABUPATEN MAMUJU UTARA Djamaluddin, Nursyamsi; Anwar, Ayub Irmadani; Pasiga, Burhanuddin; Akbar, Fuad Husain; Samad, Rasmidar; Pratiwi, Rini; Chalid, Sarah Eva
MDJ (Makassar Dental Journal) Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dental caries and developmental defect enamel (DDE) in children are very important in preventing diseases of the oral cavity. Caries and enamel defect decrease quality of life of the individual and may also adversely affect the child's future. This study aimed to examine dental caries and enamel defect in children aged 6-10 years in North Mamuju. This study used pathfinder pilot survey, the subjects were 235 people aged 6-10 years. Boys aged 6-7 years have higher average dft index than girls 4.89 dan 3.22. Based on category 6-7 years has higher dft index than category 8-10 years 6.45 dan 2.85. The enamel defect for category 6-7 years shows 1 child experienced demarcation enamel opacity and none had diffuse opacity enamel and hypoplasia enamel, while category 8-10 years shows 1 child has diffuse enamel opacity, 4 children experienced demarcation enamel opacity and 2 children have hypoplasia. It was concluded that children aged 6-7 years have average dft index is 3.9 (medium category) and the prevalence of dental caries is 79,57%. While the prevalence of enamel defect is 4.27% which was dominated by the demarcation enamel opacity in North Mamuju, West Sulawesi.